Ads 468x60px

05 Januari, 2013

Pengetahuan dan Sikap Remaja Awal Tentang Perubahan Fisiologis Pada Masa Pubertas

Remaja merupakan salah satu tahap dalam kehidupan manusia yang sangat kritis karena merupakan tahap transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada tahap ini seringkali remaja tidak menyadari bahwa tahap perkembangan sudah dimulai,namun yang pasti setiap laki-laki maupun perempuan akan menjalani suatu perubahan baik fisik,psikologis maupun seksualitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat pengetahuan dan sikap remaja awal umur 12-15 tahun baik laki-laki maupun perempuan tentang perubahan fisiologis baik fisik,psikologis maupun seksualitas yang terjadi pada masa pubertas di SLTPN 3 Metro. Populasi penelitian ini adalah siswa SLTPN 3 Metro sebanyak 850 siswa dan pengambilan sampel diambil dengan cara acak sederhana 10% dari populasi,yaitu sebanyak 85 siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan alat pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dan pengukuran variabel dengan skala interval, yaitu untuk variabel pengetahuan dengan klasifikasi baik, cukup, kurang baik dan tidak baik. Sedangkan untuk variabel sikap dengan skala interval, data diolah dengan menggunakan rumus score T, untuk menentukan kategori sikap positif dan sikap negatif.
Hasil penelitian didapatkan bahwa kemampuan menjawab responden secara keseluruhan berdasarkan pengetahuan remaja awal tentang perubahan fisiologis pada masa pubertas  yaitu sebesar 75,48% atau termasuk katagori cukup, sedangkan sikap responden yang tidak mendukung atau sikap negatif  tentang perubahan fisiologis pada masa pubertas sebesar 52,9%.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap Remaja Awal, Masa Pubertas 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Pengetahun Dan Sikap Ibu Tentang Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Pada Bayi Usia 6-24 Bulan

Pemberian makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang terlalu dini akan menurunkan konsumsi dan gangguan pencernaan, sehingga akibat pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) semakin dini akan mengakibatkan gangguan kesehatan seperti diare, obesitas, dan alergi. Hasil pra survei pada bulan April 2009 di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah didapatkan data pemberian makanan pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada bayi usia 6-24 bulan belum sesuai dengan pola pemberiannya sekitar 51,14% dan pada bayi usia 6 bulan yang sudah diberikan makanan pendamping ASI sekitar 42,85%.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada bayi usia 6–24 bulan di Desa Astomulyo. 
Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggambarkan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian makanan pendamping Air Susu Ibu (MP–ASI) pada bayi usia 6–24 bulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan yaitu berjumlah 170 ibu. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah pengambilan sampel secara acak sederhana. Besar sampel dihitung berdasarkan tabel krecjie dengan tingkat kesalahan 5% dan didapatkan sampel sebesar 118 responden. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil  penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping Air Susu Ibu (MP–ASI) pada usia 6–24 bulan kategori baik dan responden (4,23%), kategori cukup 49 (41,54%), kategori kurang 59 responden (50%) dan kategori tidak baik 5 responden (4,23%). Sedangkan kategori sikap ibu tentang pemberian makanan Pendamping Air Susu (MP–ASI) pada bayi usia 6 – 24 bulan didapatkan hasil 55 responden (46,62%) mendukung dan 63 responden (53,38%) tidak mendukung.
Kesimpulan penelitian ini bahwa pengetahuan ibu secara keseluruhan termasuk dalam kategori kurang baik dan kategori sikap ibu sebagian besar tidak mendukung. Dengan demikian diharapkan bagi ibu agar dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang MP–ASI dengan cara rajin mengikuti penyuluhan–penyuluhan tentang kesehatan gizi bayi.

Kata Kunci          : Pengetahuan, Sikap,  Air Susu Ibu 
Daftar Bacaan      : 22 (1995–2009)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


Pengetahuan dan Sikap Ibu Post Seksio Sesarea tentang Mobilisasi Dini

Mobilisasi dini merupakan salah satu hal penting dalam periode pascabedah, dalam hal ini post seksio sesarea. Mobilisasi dini dilakukan untuk mengurangi terjadi  komplikasi pascabedah. Rumah Bersalin Puti Bungsu Bandar Jaya memiliki angka yang cukup tinggi untuk seksio sesarea yaitu 45 orang dari 320 persalinan dalam tahun 2004 dan dari 45 ibu post seksio sesarea  dengan anestesi spinal 100% baru melakukan mobilisasi dini (miring kekanan dan kekiri) setelah 24 jam pascabedah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan dan sikap ibu post seksio sesarea tentang mobilisasi dini dengan melihat karakteristik responden dilihat dari tingkat pendidikan dan paritas. Subjek penelitian adalah ibu post seksio sesarea. Populasi dalam penelitian ini ibu post seksio sesarea pada bulan Mei – Juni 2004. besarnya sampel penelitian ini adalah 5 ibu post seksio sesarea dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampling jenuh.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pengukuran variabel pengetahuan dengan skala ordinal dengan 20 pernyataan dan variabel sikap dengan menggunakan skala ordinal dengan 10 pernyataan. Pengolahan dan analisa data dalam penelitian ini dilakukan secara manual dengan menggunakan rumus menurut Arikunto (1998 : 246) untuk variabel pengetahuan dan rumus menurut Azwar (1995 : 156) untuk variabel sikap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh tingkat pendidikan dan paritas terhadap pengetahuan dan sikap ibu post seksio sesarea. Hasil yang diperoleh yaitu pengetahun ibu post seksio sesarea dalam kategori cukup (71%) sebanyak 5 orang dan sikap ibu post seksio sesarea secara keseluruhan bersikap mendukung (Skor T > 50) sebanyak 5 orang.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Mobilisasi Dini  

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Teknik Prenatal Breastcare, Postnatal Breastcare, dan Teknik Menyusui

Air Susu Ibu  merupakan makanan terbaik untuk bayi yang tidak perlu disangsikan lagi. Dengan demikian selama kehamilan perlu dilakukan persiapan menyusui yang baik, karena bila ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara dengan baik akan mengalami masalah pada masa awal laktasi, Sebagaimana dilaporkan 57% dari ibu menyusui di Indonesia pernah menderita kelecetan pada putingnya (Soetjiningsih, 2002) salah satu penyebabnya adalah kurangnya perawatan pada payudara ibu. Hasil prasurvey di RB Do’a Ibu Sekampung tahun 2007 menunjukkan 20% dari 23 orang ibu bersalin mengalami masalah dalam pemberian ASI, yakni tidak lancarnya pengeluaran ASI pada masa awal laktasi. Untuk itu penulis melakukan penelitian mengenai pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang teknik prenatal breastcare, postnatal breastcare dan teknik menyusui di RB Do’a Ibu Sekampung Lampung Timur 2007.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang teknik pre natal breastcare, post natal breastcare dan teknik menyusui di RB Doa Ibu Sekampung.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang menjadi populasi adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di RB Doa Ibu Sekampung berjumlah 173 orang dengan sampel penelitian 20% dari populasi berjumlah 34 orang ibu hamil. Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar kuesioner yang secara langsung diberikan kepada subyek penelitian yakni ibu-ibu hamil yang memeriksakan kehamilan  di RB Do’a Ibu Sekampung. Hasil analisa memperlihatkan  bahwa pengetahuan ibu hamil tentang teknik prenatal breastcare, postnatal breastcare dan teknik menyusui berpengetahuan cukup dengan presentase 52,94% dan 53% bersikap tidak mendukung.
Hasil penelitian mengenai pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang teknik prenatal breastcare terbanyak berkategori cukup dengan presentase 47,06%, postnatal breastcare terbanyak berkategori kurang dengan presentase 52,94%, sedangkan untuk teknik menyusui terbanyak berkategori cukup dengan presentase 44,12%. Kemudian mengenai sikap responden terhadap prenatal breastcare terbanyak berkategori tidak mendukung dengan presentasi 77%, untuk postnatal breastcare terbanyak berkategori mendukung dengan presentasi 79%, sedangkan teknik menyusui terbanyak berkategori tidak mendukung dengan presentase 56%.
Kesimpulan dari hasil penelitian pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang teknik pre natal breastcare, post natal breastcare dan teknik menyusui di RB Doa Ibu Sekampung yaitu pengetahuan berkategori cukup (52,94%), sedangkan sikap berkategori tidak mendukung (53%).

Kata Kunci    :Pengetahuan, Sikap, Ibu Hamil, Prenatal Breastcare, Postnatal Breastcare, Teknik Menyusui.

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tablet Tambah Darah (Fe) Dalam Mencegah Anemia Kehamilan

Anemia defisiensi besi merupakan masalah gizi paling lazim didunia. Perkiraan prevalensi anemia secara global sekitar 51%. Suplementasi pemberian tablet tambah darah merupakan salah satu program penanggulangan anemia. Program pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil kurang menunjukkan hasil yang nyata. Penyebabnya adalah sasaran tidak terjangkau oleh program, efek samping yag ditimbulkan, dan kelalaian. Dampak yang ditimbulkan dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan, persalinan, dan nifas. Hasil prasurvey pada tahun 2007 di BPS Suyatun, dari 35 orang bu hamil terdapat 4 orang atau 11,76% ibu yang menderita anemia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia kehamilan di BPS Suyatun Pakuan Aji Lampung Timur tahun 2008. Subjek penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di BPS Suyatun. Objek penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tablet tambah darah (Fe).
Rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada saat penelitian. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, dengan jumlah responden 25 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode angket dengan alat ukur kuesioner, teknik analisa menggunakan persentase dan skala ukur ordinal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang tablet tambah darah (Fe) didapatkan kategori baik sebesar 16%, kategori cukup sebesar  60%, kategori kurang sebesar 24%. Sedangkan hasil sikap ibu tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia kehamilan didapatkan sikap mendukung (positif) sebesar 56% dan sikap tidak mendukung (negatif) sebesar 44%.
Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang tablet tambah darah (Fe) dalam mencegah anemia kehamilan secara keseluruhan dikategorikan cukup 60%, sedangkan sikap ibu dikategorikan mendukung (positif) 56%.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tablet Tambah Darah, Anemia 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Komplikasi Kehamilan

Di negera miskin, sekitar 25-50% kematian wanita subur disebabkan hal berkaitan dengan kehamilan. Tahun 1996, WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu per tahunnya meninggal saat hamil atau bersalin (Saifuddin, 2002: 3). Faktor yang terkait dengan komplikasi kehamilan meliputi faktor sosial ekonomi masyarakat, pendidikan, pengetahuan, usia, kurangnya informasi, yang dapat mempengaruhi kehamilan (Manuaba, 2007: 99). Berdasarkan hasil dari pra survey dari 15 orang ibu hamil 5 orang (33,3%) ibu berpengetahuan baik, 8 orang (53,33%) ibu berpengetahuan tidak baik, dan 2 orang (13,33%) ibu berpengetahuan cukup mengenai komplikasi kehamilan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang komplikasi kehamilan di wilayah puskesmas Margototo Kabupaten Lampung Timur.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami komplikasi di wilayah puskesmas Margototo dari bulan Januari sampai dengan November tahun 2009 yaitu sebanyak 313 orang ibu hamil, sedangkan sampelnya adalah 112 berdasarkan tabel krejie menggunakan teknik random sampling. Pengambilan data menggunakan cara ukur angket dengan alat ukur kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi.
Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang komplikasi kehamilan, baik sebesar sebanyak 12 orang (10,71%), cukup 68 orang (60,71%), kurang baik 28 orang dan yang tidak baik 4 orang (3,58%). Hasil analisa secara keseluruhan pengetahuan ibu hamil tentang komplikasi kehamilan termasuk dalam kategori cukup yaitu sebesar 60,64%. Sikap ibu hamil tentang komplikasi kehamilan memiliki sikap mendukung (positif) yaitu 60 orang (53,57%) dan yang tidak mendukung (negatif) yaitu 52 orang (46,43%).
Kesimpulan penelitian pengetahuan ibu hamil tentang komplikasi kehamilan termasuk dalam ketegori cukup yaitu 60,71%, sikap ibu hamil tentang pencegahan komplikasi kehamilan termasuk dalam katagori mendukung (positif) yaitu 53,57%. Diharapkan tenaga kesehatan lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan melalui media promosi kesehatan agar standar 7 T dapat diterapkan pada saat kunjungan pemeriksaan kehamilan (ANC).

Kata kunci       : pengetahuan, sikap, komplikasi kehamilan
Daftar bacaan  : 26 (2001-2010)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


Pengetahuan dan Sikap Dukun Terlatih Dalam Menolong Persalinan

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih tinggi yaitu 334 per 100.000 kelahiran hidup dan 21,8 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab dari kematian ibu di Indonesia dapat berupa penyebab langsung, penyebab tidak langsung dan selain itu juga diwarnai oleh hal – hal non teknis yang masuk kategori penyebab mendasar dan kenyataan menunjukkan bahwa 75% sampai 80% dari pertolongan persalinan terutama dipedesaan masih dilakukan oleh dukun. Kenyataan ini tidak bisa kita pungkiri karena dalam lingkungannya dukun merupakan tenaga terpercaya dalam segala hal yang berkaitan dengan reproduksi. Sehingga sangat penting pengetahuan dukun terlatih tentang prinsip 3 bersih dalam bersikap dan untuk melaksanakan tugasnya dalam menolong persalinan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengetahuan dan sikap dukun terlatih dalam menolong persalinan diwilayah Puskesmas Dayarmurni. Subjek pada penelitian ini adalah dukun terlatih dengan jumlah populasi sebanyak 45 orang dan pengambilan sampel dengan metode sampel total. Sedangkan yang menjadi objeknya adalah pengetahuan dan sikap dalam menolong persalinan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dimana hasil penelitian menyajikan gambaran tentang pengetahuan dan sikap dukun terlatih dalam menolong persalinan, tehnik analisa pengetahuan menggunakan rumus :   sedangkan teknik analisa sikap menggunakan rumus : skor T = 50 + 10  . Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan dukun terlatih dalam menolong persalinan dengan prinsip 3 bersih yaitu sebesar 69,67% atau dengan kategori cukup, sedangkan sikap responden yang mendukung atau positif dalam menolong persalinan dengan prinsip 3 bersih sebesar 60%. Dengan pengetahuan dalam kategori cukup dan sikap yang mendukung, hal ini merupakan bekal bagi dukun untuk melaksanakan tugasnya dalam melakukan pertolongan persalinan.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Dukun dan Persalinan. 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Gambaran Pengetahuan Wanita Klimakterium Tentang Menopause

Menopause merupakan Suatu fase alamiah yang akan di alami oleh setiap wanita klimakterium yang biasanya terjadi pada usia 40 tahun. Ini merupakan suatu akhir fase biologis dari siklus menstruasi yang terjadi, karena penuruan produksi hormon estrogen yang dihasilkan ovarium. Seorang wanita dikatakan menopause bila siklus haidnya telah terhenti selama kurang lebih 12 bulan. Pada masa menopause  terjadi perubahan fisik dan psikis.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita klimakterium tentang menopause berdasarkan perubahan fisik dan psikis di Dusun III Desa Cempaka Nuban Lampung Timur.
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Instrumen penelitian yang dipergunakan adalah kuesioner dengan teknik analisa menggunakan persentase dan skala ukur ordinal. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah Sampling jenuh, dimana semua populasi digunakan sebagai sampel. Subjek penelitian ini adalah Wanita Klimakterium di Dusun III Desa Cempaka Nuban, jadi besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 52 responden
Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, secara umum didapatkan bahwa pengetahuan wanita klimakterium tentang menopause termasuk kategori cukup (66,6%), sedangkan  pengetahuan wanita klimakterium tentang menopause berdasarkan perubahan fisik termasuk kategori cukup (68,6%), dan pengetahuan wanita klimakterium tentang menopause berdasarkan perubahan psikis termasuk kategori cukup (62,9%).

Kata Kunci : Pengetahuan, Wanita Klimakterium, Menopause

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


Pengetahuan dan Kepatuhan Bidan Praktek swasta dalam Pemantauan Persalinan Kala I Dengan menggunakan Partograf

Di Indonesia Angka Kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka kematian Bayi 20 per 1000  kelahiran hidup.Angka kematian ibu dan bayi dapat dikurangi insidennya dengan cara salah satunya menggunakan partograf saat menolong persalinan.Hasil dari penelitian tentang partograf WHO di Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin Bandung dapat disimpulkan bahwa partograf WHO dapat menghindari kejadian partus lama dan menurunkan cara persalinan dengan tindakan. Sedangkan Puskesmas Rumbia terdapat 11 orang Bidan Praktek Swasta yang menolong persalinan namun ada yang belum menggunakan partograf. Masalah yang timbul yaitu kurangnya kepatuhan bidan dalam penggunaan partograf.
Tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya gambaran tingkat pengetahuan dan kepatuhan bidan dalam menggunakan partograf dan diharapkan agar bidan menggunakan partograf dalam menolong persalinan.
Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif, subyek dalam penelitian ini adalah seluruh populasi bidan yang ada diwilayah Puskesmas Rumbia pada tahun 2007. Besarnya sampel penelitian ini adalah 11 responden dengan subyek penelitian adalah 11 orang bidan yang menolong persalinan di wilayah Puskesmas Rumbia sedangkan obyek penelitian adalah pengetahuan dan kepatuhan bidan dalam penggunaan partograf. Dalam penelitian ini terdiri dari variabel pengetahuan dan kepatuhan serta instrumen penelitian untuk pengumpulan data berupa kuisioner dan tehknik pengukurannya menggunakan persentase dengan skala ukur interval.
Hasil penelitian setelah disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi menunjukan bahwa pengetahuan dan kepatuhan bidan dalam menggunakan partograf yaitu pengetahuan bidan pada tingkat tahu dengan kateori cukup sebanyak 73%, tingkat memahami dengan kategori cukup sebanyak 64% ,tingkat aplikasi dengan kategori cukup sebanyak 82%,sedangkan tingkat kepatuhan bidan dengan kategori kurang sebanyak 55%.
Kesimpulan penelitia ini menunjukan bahwa gambaran tingkat pengetahuan dan kepatuhan bidan dalam penggunaan partograf yaitu tingkat pengetahuan bidan cukup dalam penggunaan partograf sementara tingkat kepatuhan bidan dalam penggunaan partograf masih kurang.

Kata Kunci : Partograf , Pengetahuan,Kepatuhan

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Pengetahuan Bidan Tentang Penanggulangan Nyeri Persalinan Non Farmakologis

Nyeri merupakan bagian integral dari persalinan dan melahirkan (Melzack, 1984 dalam Rosemary Mander, 2004) ini berarti setiap persalinan dan melahirkan pasti disertai nyeri, sehingga tidak jarang nyeri persalinan menyebabkan meningkatnya rasa takut atau cemas pada ibu. Dampak dari rasa kecemasan ibu tersebut dikenal dengan “respon melawan atau menghindar (Fight or Flight),” yang akan menyebabkan penurunan aliran darah ke rahimn, penurunan kontraksi rahim peningkatan waktu lamanya kala I, sedangkan pada janin menyebabkan penurunan aliran darah ke plasenta, penurunan oksigen serta DJJ (Penny Simkin dan Ruth Ancheta, 2005).. Berdasarkan hasil pengamatan  peneliti para bidan di wilayah kerja Puskesmas Dayamurni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang, pada saat menolong persalinan hanya menggunakan teknik pernafasan, dukungan persalinan dan relaksasi dalam mengurangi nyeri persalinan, padahal masih terdapat metode penanggulangan nyeri lainnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan bidan tentang penanggulangan nyeri persalinan non farmakologis di wilayah kerja Puskesmas Dayamurni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah bidan yang bertugas di wilayah kerja Puskesmas Dayamurni dengan latar pendidikan DI Kebidanan dengan jumlah 8 orang dan objek yang akan diteliti adalah pengetahuan bidan tentang penanggulangan nyeri persalinan dengan menggunakan metode kompres panas,kompres dingin,penekanan pada lutut (knee Press) serta tehnik pernafasan.  Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket dengan alat ukur kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat, persentase pada masing masing variabel di dapat dari penghitungan jumlah jawaban yang benar dibagi dengan jumlah seluruh pernyataan dikali seratus persen.
Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi yang menunjukkan pengetahuan bidan tentang metode kompres panas cukup (67,2%), pengetahuan bidan tentang metode kompres dingin baik (83,9%), pengetahuan bidan tentang metode penekanan pada lutut cukup (66,1%) dan pengetahuan bidan tentang metode pernafasan baik (79,7%).
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan pengetahuan bidan tentang penanggulangan nyeri persalinan secara non farmakologis berada pada kategori cukup dengan persentase 74,2%.

Kata Kunci : Pengetahuan, Bidan , nyeri persalinan

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Hepatitis

Penyakit infeksi Hepatitis B terutama dalam bentuknya yag kronis belum ada pengobatan yang memuaskan.  Oleh karena itu sebaikn ya perhatian difokuskan kepada usaha pencegahan sedini mungkin.  Hal tersebut yang memacu pemerintah untuk segera mengintegrasikan imunisasi Hepatitis B ke dalam program imunisasi rutin  secara nasioal. Di Kabupaten Lampung Tengah  pencapain imunisasi Hepatitis B  tahun 2003 hanya mencapai 63%, di Kampung Terbanggi Subing Kabupaten Lampung Tengah tahun 2003 hanya mencapai 64,6% sedangka target yang di harapkan adalah 80%.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 11 bulan tentang imunisasi Hepatitis.B.
Subyek penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 0-11 bulan yang berkunjung di posyandu Kampung terbanggi Subing wilayah kerja Puskesmas Terbanggi Subing Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode langsung terhadap obyek yang akan di teliti.  Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan kuesioner.  Analisis data yang digunakan adalah secara univariat yaitu analisis data yang mendeskripsikan atau menggambarkan data tersebut  dalam bentuk  prosentase dengan rumus :
Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah 8,6% berpengetahuan baik, 62,9% berpengetahuan cukup, 25,7% berpengetahuan kurang, 2,8% berpengetahuan kurang sekali terhadap pengetahuan tentang imunisasi Hepatitis.B.
Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang imunisasi Hepatitis.B sebagian besar dalam kategori cukup (62,9%).  Saran bagi responden (sasaran) agar lebih aktif mengikuti penyuluhan tentang imunisasi khususnya imunisasi Hepatitis.B bagi puskesmas atau petugas kesehatan meningkatkan pelayanan dan meningkatkan penyuluhan tentang imunisasi.  Bagi peneliti sebagai saran untuk meningkatkan ilmu dan mengamalkan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah serta referensi bagi penelitian sejenis.

Kata Kunci :     Pengetahuan Ibu, Imunisasi Hepatitis.B, Posyandu Kampung Terbanggi Subing.

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


Pengetahuan dan Sikap Petugas Pelaksana Penanganan Penderita NAPZA Tentang Penatalaksanaan NAPZA

Penggunaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) meningkat sangat cepat di masyarakat Indonesia terutama kota – kota besar. Permasalahan penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA mempunyai dimensi yang luas dan kompleks baik dari sudut medik, psikiatrik, kesehatan jiwa maupun psikososial. Pecandu NAPZA wajib menjalani pengobatan dan atau perawatan baik medis maupun non medis tetapi dalam kenyataannya tingkat keberhasilan dalam penanganan kasus penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA secara medik tidak optimal. Oleh karena itu penulis mengadakan penelitian mengenai pengetahuan dan sikap petugas pelaksana penanganan penderita NAPZA tentang penatalaksanaan NAPZA di Panti Rehabilitasi Pamardi Putra Bandar Lampung.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan dan sikap petugas pelaksana penanganan penderita NAPZA tentang penatalaksanaan NAPZA di Panti Rehabilitasi Pamardi Putra Bandar Lampung. Subjek penelitian adalah para petugas pelaksana penanganan penderita NAPZA. Besarnya sampel penelitian ini adalah 10 responden dan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, analisa bivariat, alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pada pertanyaan untuk variabel pengetahuan menggunakan skala interval dengan 30 pertanyaan dan untuk variabel sikap menggunakan skala interval dengan 20 pertanyaan.
Hasil penelitian tentang pengetahuan petugas pelaksana penanganan penderita NAPZA tentang penatalaksana NAPZA termasuk kategori cukup yaitu 72,33% dan sikap petugas pelaksana penanganan penderita NAPZA tentang penatalaksanaan NAPZA yaitu tidak mendukung (negatif) sebanyak 6 responden (60%). Hal ini menunjukkan bahwa petugas pelaksana penanganan penderita NAPZA telah memahami tetapi tidak dikembangkan dalam sikap yang baik (mendukung) dan pengetahuan tersebut hanya berhenti pada tahapan kognitif (hanya sekedar untuk pengetahuan)

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Penatalaksanaan NAPZA

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Pengetahuan dan Sikap Ibu Multi Gravida Tentang Anemia

Angka anemia pada ibu hamil di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi, dengan angka 63,5% di Lampung berkisar 70% dan di Lampung Tengah 83,33% ibu hamil menderita kekurangan zat besi. Adanya anemia pada kehamilan, mengakibatkan mudah terjadinya perdarahan, yang menjadi penyebab langsung kematian ibu sebesar 30-35%, dengan kejadian 65-75% terjadi saat persalinan terutama di daerah pedesaan. Anemia yang terjadi pada ibu hamil pengobatannya cukup mudah bahkan murah dengan pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama masa kehamilan. Di Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Oktober 2007 dari 48 ibu hamil multi gravida terdapat 87,5% (42 orang) mengalami anemia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap multi gravida tentang anemia di Puskesmas Seputih Banyak Lampung Tengah Tahun 2007. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah ibu hamil multi gravida yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Seputih Banyak, sedangkan obyek penelitian adalah pengetahuan dan sikap ibu hamil multi gravida tentang anemia.
Populasi adalah ibu multigravida yang ada di Wilayah Puskesmas Seputih Banyak pada bulan November 2007 yaitu sejumlah 48 ibu hamil. Besarnya sampal penelitian adalah 48 orang responden dengan menggunakan sampel total atau sampel jenuh. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan skala ukur ordinal. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan menggunakan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu multi gravida tentang anemia pada kehamilan adalah 64,6% termasuk kategori cukup 18,8% termasuk kategori kurang dan 16,7% termasuk kategori baik, sedangkan sikap ibu multi gravida tentang anemia pada kehamilan adalah 54,2% termasuk kategori sikap tidak mendukung dan 45,8% termasuk kategori sikap mendukung.
Kesimpulan sebagian besar pengetahuan ibu multi gravida tentang anemia pada kehamilan termasuk kategori cukup dan sikap ibu multi gravida tentang anemia pada kehamilan sebagian besar termasuk kategori sikap tidak mendukung.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Anemia Ibu Multigravida 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

04 Januari, 2013

Pengetahuan dan Sikap Akseptor KB Pil Tentang Efek Samping Pil Oral Kombinasi (POK)

Pil  KB adalah kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan, mengandung hormon estrogen dan progesteron (pil KB kombinasi) atau hanya mengandung progesteron saja (minipil) pil KB merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif, terpilih, banyak jumlah penggunanya dan telah tersedia diseluruh tempat pelayanan kesehatan yang dengan bermacam – macam jenis pil KB kombinasi, akan tetapi pada kontrasepsi POK mempunyai efek samping seperti perubahan pola haid, kenaikan berat badan, mual, hipertensi, sakit kepala, payudara terasa penuh, keputihan dan kegagalan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap akseptor KB pil oral kombinasi tentang efek samping dari penggunaan kontrasepsi pil oral kombinasi.
Subyek penelitian adalah akseptor KB Pil di Kelurahan Karangrejo  Metro Utara tahun 2004. Obyek penelitian adalah pengetahuan dan sikap akseptor pil. Besarnya sampel penelitian adalah 34 responden pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik simple random sampling.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dilakukan dengan tehnik penelitian deskriptif survey dan analisis univariate alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, pertanyaan untuk variabel pengetahuan berjumlah 10 pertanyaan dan untuk variabel sikap berjumlah 10 pertanyaan skala pengukurannya adalah interval.
Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan akseptor KB Pil di Kelurahan Karangrejo adalah cukup yaitu sebanyak 27 responden (79,41%) sedangkan untuk sikap tidak mendukung (unfavorable) yaitu sebanyak 15 responden (55,88%). Tingkat pendidikan SD sebanyak 28 responden (82,35%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan akseptor KB Pil di Kelurahan Karangrejo adalah cukup dan sikap tidak mendukung. Hal ini disebabkan karena sebagian besar akseptor berpendidikan rendah dan kurangnya informasi tentang efek samping POK.

Kata Kunci : Pengetahuan dan Sikap Tentang Efek Samping POK

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA



Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Pre Menstrual Syndrom

Masalah Pre Mestrual Syndrom (PMS) yang dialami oleh wanita menjelang menstruasi bisa membuat pendiritanya merasa sangat sengsara. Di Indonesia kurang lebih 85% gejala Pre Menstrual Syndrom (PMS) dialami oleh  wanita usia produktif. Gejala yang dialami bisa berupa gangguan fisik berupa nyeri perut, nyeri payudara, pusing, sakit punggung. Sedangkan gangguan mental berupa mudah tersinggung dan sensitif. Menghadapi gejala tersebut mereka merasa resah, was-was dan terganggu, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor paritas, faktor usia dan faktor diet.
Tujuan penelitian adalah diperolehnya gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Pre Menstrual Syndrome (PMS) pada wanita usia 25-35 tahun di Kampung Tanggul Angin Wilayah Puskesmas Punggur. Sampel dalam penelitian adalah total populasi atau wanita usia 25-35 tahun yang menalami Pre Menstrual Syndrom berjumlah 24 orang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriftif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen pengumpulan data yaitu kuesioner. Data diolah dan dianalisis dengan tabel distribusi frekuensi dengan rumus :

Keterangan :
P    : Prosentase
a    : Jumlah jawaban responden
b    : Jumlah responden
Hasil penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Pre Menstrual Syndrome pada wanita usia 25-35 tahun di dapat :
1.    Faktor paritas ditemukan 12,5% responden belum punya anak 62,5% responden dengan paritas 1-2 orang dan 25% dengan pariotas 3-4 orang.
2.    Faktor usia ditemukan 41,6% responden dengan usia 25-30 tahun 58,4% responden dengan paritas 31-35 tahun.
3.    Faktor diet ditemukan 100% responden mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi gula dan garam, rendah gula dan garam, makanan berlemak, minuman yang mengandung kopi, teh dan coklat, serta minuman bersoda.
Kesimpulan dari faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Pre Menstrual Syndrom  (PMS) pada wanita usia 25-35 tahun, ternyata ketiga faktor yang diteliti berpengaruh terhadap Pre Menstrual Syndrome.

Kata Kunci : Faktor yang mempengaruhi, PMS, Wanita Usia 25-35 tahun

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses Pertolongan Persalinan Oleh Bidan

Tindakan pencegahan infeksi merupakan bagian esensial dari asuhan lengkap yang diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir dan harus dilaksanakan secara rutin pada saat menolong persalinan dan kelahiran.Dengan adanya kekurang patuhan Bidan pelaksana dalam prosedur pencegahan infeksi dalam pertolongan persalinan mengakibatkan pertolongan persalinan tidak sesuai standar. Yang akan berdampak pada terjadinya kemungkinan infeksi Perineum.Berdasarkan survay pendahuluan dari bulan Januari-Desember 2008 di Klinik Bersalin Tridatu Kec. Labuhan Ratu Kab. Lampung Timur, pada laporan harian follow up kunjungan ibu post partum, terdapat 8 orang ibu post partum (5,9%) dengan kasus infeksi pada luka jahitan perineum.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan di Klinik Bersalin Tridatu Kecamatan Labuhan Ratu Kab. Lampung Timur tahun 2009.
Metoda penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan subyek penelitian bidan dan obyek penelitian pencegahan infeksi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang terlibat dalam proses pertolongan persalinan di klinik Bersalin Tridatu. Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi yaitu 7 orang bidan, dimana pengumpulan data menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Analisa data dilakukan menggunakan presentasi.
Hasil penelitian diperoleh bahwa penatalaksanaan prosedur cuci tangan yang tidak dilaksanakan 5,7%, pemakaian sarung tangan yang tidak sesuai standar 5,7%, pengelolaan cairan anti septik yang tidak melakukan 14,3%, proses alat bekas pakai yang tidak sesuai standar 15,3, pengelolaan sampah medik yang tidak melakukan 1,6% oleh Bidan diklinik bersalin Tridatu Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur.
Kesimpulan secara umum prosedur pencegahan infeksi dalam pertolongan persalinan yang tidak dilakukan adalah 3,6%, hal ini belum sesuai standar yang seharusnya untuk itu disarankan bagi pengelola klinik Tridatu meningkatkan upaya pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan. Dan melengkapi sarana khususnya yang berkaitan dengan pencegahan infeksi

Kata kunci         : Pencegahan infeksi, bidan
Daftar bacaan    : 8 (2000 – 2008)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Nifas

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan angka kematian ibu dan bayi yang tinggi.  Hal ini menunjukkan kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masih memerlukan perhatian dan perbaikan yang bersifat menyeluruh. Salah satu penyebab kematian ibu adalah infeksi nifas karena periode ini merupakan masa kritis bagi ibu. Asuhan nifas untuk mencegah terjadinya infeksi tersebut perlu segera dilaksanakan secara maksimal untuk menurunkan angka kematian ibu. Berdasarkan studi pendahuluan di Ruang Kebidanan RSU A. Yani Metro diperoleh data petugas sejumlah 9 orang, jumlah ibu nifas normal 205 orang (37,9%), ibu nifas patologis 336 orang (62,1%), dan kematian ibu nifas karena sepsis sejumlah 2 orang (18,2%) selama tahun 2003.
Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui bagaimana penatalaksanaan pencegahan infeksi nifas di Ruang Kebidanan RSU A. Yani Metro tahun 2004. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dimana hasil penelitian menyajikan gambaran tentang penatalaksanaan pencegahan infeksi nifas di Ruang Kebidanan RSU A. Yani Metro.
Subyek penelitian ini adalah petugas paramedis di Ruang Kebidanan RSU A. Yani Metro. Obyek penelitian adalah penatalaksanaan pencegahan infeksi nifas di Ruang Kebidanan RSU A. Yani Metro.
Besarnya sampel penelitian adalah 9 orang responden dengan menggunakan sampel jenuh. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah daftar tilik dengan menggunakan pembobotan dan skala ukur interval. Hasil penelitian dilakukan analisa univariat dengan menggunakan persentase dan didapatkan hasil bahwa pencegahan infeksi nifas pada prosedur cuci tangan termasuk kategori baik yaitu sebesar 90%, pemakaian sarung tangan termasuk kategori baik yaitu sebesar 85%, pengelolaan cairan antiseptik termasuk kategori cukup yaitu  sebesar 60%, pemrosesan alat bekas pakai termasuk kategori cukup yaitu sebesar 65% untuk metode DTT kimiawi dan 72,5% untuk metode sterilisasi, serta pengelolaan sampah medik termasuk kategori cukup yaitu sebesar 65%.
Dari hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa penatalaksanaan pencegahan infeksi nifas di Ruang Kebidanan RSU A. Yani Metro perlu lebih ditingkatkan lagi agar sesuai dengan prosedur yang berlaku pada saat memberikan asuhan.

Kata Kunci : Pencegahan Infeksi Nifas 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Pelaksanaan Resusitasi Pada Bayi Baru Lahir Dengan Asfiksia Oleh Tenaga Kesehatan

Resusitasi merupakan upaya untuk mengembalikan bayi baru lahir dengan asfiksia berat menjadi keadaan yang  lebih baik dapat bernafas atau menangis spontan dan denyut jantung menjadi teratur, resusitasi yang efektif dapat dihasilkan bila ada tenaga yang terampil, tim yang bekerja baik dan pemahaman fisiologis dasar asfiksia. Di Indonesia penyebab utama tingginya angka mordibitas dan mortalitas neonatal adalah asfeksia neonatorum sekitar 50-60%. Hasil pra survey di Rumah Bersalin Mutiara Hati Gadingrejo bulan Januari – Desember 2003 menunjukkan bahwa dari 173 kelahiran yang disebabkan oleh preeklampsia/ eklampsia kelainan presentasi, partus tak maju dan ketuban pecah dini, 28 bayi mengalami asfiksia berat dan terdapat 6 kejadian bayi yang meninggal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan persiapan alat, persiapan penolong dan langkah-langkah resusitasi, karena setiap petugas mempunyai keterampilan yang berbeda dalam melaksanakan resusitasi.
Subyek penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang melakukan tindakan resusitasi pada bayi baru lahir dengan asfiksia berat. Besarnya sampel penelitian ini adalah 10 responden. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh.
Penelitian ini menggunakan metode observasi alat pengumpulan data yang digunakan adalah checklist. Pertanyaan untuk persiapan alat, persiapan penolong dan lengkah-langkah resusitasi memakai skala interval. Menggunakan pertanyaan, persiapan alat 20 item, persiapan penolong 5 item dan langkah-langkah resusitasi 23 item.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai persiapan alat resusitasi termasuk cukup dengan persentase 64,8%, persiapan penolong resusitasi termasuk cukup dengan persentase 56% dan langkah-langkah resusitasi termasuk cukup dengan persentase 71,5%. Ketiga sub variabel ini mempunyai hubungan yang bermakna dalam penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia berat. Dari hasil yang diperoleh tersebut maka pelaksanaan resusitasi pada bayi baru lahir dengan asfiksia berat di Rumah Bersalin Mutiara Hati Gadingrejo perlu ditingkatkan lagi agar sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

Kata Kunci    :    Persiapan Alat, Persiapan Penolong, Langkah-langkah Resusitasi 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Kecemasan Terhadap Perubahan Fisik Wanita Usia 45-55 Tahun Dalam Menghadapi Menopause

Perubahan fisik pada masa menopause merupakan hal yang normal yang dialami oleh setiap wanita. Hal ini disebabkan karena menurunnya produksi hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan berbagai macam perubahan-perubahan baik fisik maupun psikis, serta berbagai macam keluhan pada ibu. Walapun peristiwa ini terjadi secara alami pada siklus kehidupan wanita, penerimaan tiap-tiap individu berbeda dalam menghadapi perubahan-perubahan fisik pada masa menopause. Setiap individu ada yang menanggapi perubahan ini biasa saja, ada yang merasa takut, cemas, bahkan depresi. Kecemasan yang dialami oleh ibu kebanyakan dikarenakan pengetahuan yang kurang tentang adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada saat menopause.
Penelitian ini bertujuan diketahuinya kecemasan ibu terhadap perubahan fisik ditinjau dari ketidakteraturan siklus haid, gelora panas dan berkeringat, kekeringan vagina, perubahan kulit dan kerapuhan tulang yang terjadi pada masa menopause, di Lingkungan V Kelurahan Iringmulyo Kecamatan Metro Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif dimana hasil penelitian yang menyajikan gambaran tentang kecemasan ibu terhadap perubahan-perubahan fisik yang dialaminya dalam menghadapi menopause, di Lingkungan V Kelurahan Iringmulyo Kecamatan Metro Timur. Populasi penelitiannya sebanyak 146 orang dimana pengambilan sampel menggunakan metode acak sederhana yaitu 25% dari jumlah populasi 146 orang yaitu sebanyak 36 orang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita usia 45-55 tahun yang mengalami : kecemasan terhadap perubahan fisik ditinjau dari ketidak teraturan siklus haid sebanyak 61,1%, kecemasan terhadap perubaan fisik ditinjau dari gelora panas dan berkeringat sebanyak 55,6%, kecemasan terhadap perubahan fisik ditinjau dari kekeringan vagina sebanyak 58,3%, kecemasan terhadap perubahan fisik ditinjau dari perubahan kulit sebanyak 72,2% dan kecemasan terhadap perubahan fisik ditinjau dari kerapuhan tulang sebanyak 58,3%. Dari kelima perubahan fisik tersebut ternyata didapatkan wanita usia 45-55 tahun banyak mengalami kecemasan yang ditinjau dari perubahan kulit.

Kata Kunci : Kecemasan, Perubahan Fisik, Menopause, Usia 45-55 tahun 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Kecemasan Pasangan Suami Istri Dengan Infertil Primer

Sensus penduduk tahun 2000, jumlah penduduk 220 juta, 30 juta diantaranya adalah Pasangan Usia Subur (PUS). Dari PUS tersebut sekitar 10 – 15%, atau 4,5 juta pasangan memiliki problem kesuburan. Diperkirakan bahwa dari setiap 100 pasangan, 10 pasangan dari pasangan suami istri (Pasutri) tidak mempunyai anak, dan 15 Pasutri mempunyai anak kurang dari yang diinginkan. Banyak faktor yang mempengaruhi infertilitas, salah satu faktornya adalah dari segi psikologis. Pada masyarakat Indonesia, masih beranggapan bahwa tujuan sebuah pernikahan adalah untuk memperoleh keturunan. Tugas perkembangan dewasa awal menyebutkan bahwa salah satunya adalah hidup berkeluarga dan mengasuh anak. Stabilitas sebuah perkawinan juga dibutuhkan dengan kehadiran seorang anak. Banyak Pasutri yang memilih bercerai karena salah satu dari mereka tidak dapat memberi keturunan.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kecemasan pada pasangan suami istri dengan infertil primer, ditinjau dari peran sebagai orang tua, stabilitas perkawinan dan tugas dari perkembangan dewasa awal untuk meneruskan keturunan. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif, dimana hasil penelitian menyajikan gambaran tentang kecemasan Pasutri dengan infertil primer di RB Permata Hati Metro, subyek penelitian ini adalah pasutri yang mengalami infertil primer sebanyak 20 Pasutri dan pengambilan sampel dengan metode sampel total.
Hasil penelitian didapatkan bahwa kecemasan responden terhadap peran sebagai orang tua sejumlah 60%, kecemasan terhadap stabilitas perkawinan 75% dan kecemasan terhadap tugas perkembangan dewasa awal untuk meneruskan keturunan sejumlah 60%. Hal ini menunjukkan bahwa infertilitas mempunyai dampak psikologis yang cukup besar dalam kehidupan pasangan suami istri.

Kata Kunci : Kecemasan, Infertil Primer

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Karakteristik Perilaku Hubungan Seks Pra Nikah pada Remaja Wanita

Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat, dengan pesatnya perkembangan teknologi membuat seks tidak dianggap sakral lagi. Kecenderungan pelanggaran semakin meningkat oleh karena adanya penyebaran informasi dan rangsangan seksual melalui media masa yang dengan adanya teknologi canggih. Survey yang dilakukan oleh lembaga demografi FEUI dan NFPCB tahun 1999 terhadap 8.084 remaja putra dan putri yang berusia 15-20 tahun di 20 kabupaten yaitu di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur menunjukkan bahwa sebanyak 46,2% remaja wanita menganggap perempuan tidak akan hamil hanya dengan satu kali melakukan hubungan seksual. Dari 405 kehamilan yang tidak direncanakan 95% dilakukan oleh remaja wanita usia 15-22 tahun. Kejadian seks telah merambah kalangan muda Indonesia dengan dampak yang cukup besar.
Tujuan penelitian yang penulis lakukan adalah untuk mengetahui karakteristik perilaku hubungan seks pra nikah pada remaja wanita di Desa Jatibaru Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja wanita yang melakukan hubungan seks pra nikah dan yang dijadikan obyek penelitian adalah karakteristik perilaku hubungan seks pra nikah pada remaja wanita di tinjau dari usia, tempat tinggal, ekonomi keluarga, kemajuan teknologi, meningkatnya libido seksual, mudahnya mendapatkan alat kontrasepsi  dan hubungan seks di luar nikah.
Studi penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan analisis univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah di Desa Jatibaru Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan total populasi dengan jumlah sampel 8 orang. Pengumpulan data menggunakan angket berupa kuesioner.
Hasil penelitian ini di peroleh bahwa karakteristik perilaku hubungan seks pra nikah pada remaja wanita di Desa Jatibaru Kecamatan Tanjung Bintang berdasarkan usia yang terbesar terjadi pada remaja dengan usia 19-22 tahun yaitu 6 orang remaja (75%), tempat tinggal yang terbesar terjadi pada remaja yang tinggal dengan orang tua yaitu 5 orang remaja (62,5%), ekonomi keluarga yang didapat penghasilan sedang yaitu 4 orang remaja (50%) dan tinggi yaitu 4 orang remaja (50%), kemajuan teknologi yang terbesar terjadi pada remaja yang mendapatkan informasi tentang seks dari media cetak yaitu 6 orang remaja (75%), meningkatnya libido seksual yang bukan merupakan penyebab remaja melakukan hubungan seksual yaitu 6 orang remaja (75%), penggunaan alat kontrasepsi yang terbesar terjadi pada remaja yang tidak memakai alat kontrasepsi yaitu 7 orang remaja (87%), dan frekuensi hubungan seks di luar nikah terbesar terjadi pada remaja yang melakukan hubungan seks kadang-kadang yaitu 8 orang remaja (100%).
Kesimpulan pada penelitian tentang karakteristik perilaku hubungan seks pra nikah pada remaja wanita menunjukkan bahwa remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah adalah remaja yang tinggal dengan orag tua, ekonomi keluarga yang berpenghasilan sedang dan tinggi, dan kemajuan teknologi untuk mendapatkan informasi tentang seks dari media cetak.

Kata Kunci : seksual, pra nikah, remaja 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Karakteristik Neonatus Dengan Asfiksia

Asfiksia merupakan keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur. Kejadian asfiksia dapat menimbulkan perdarahan otak, kerusakan otak, keterlambatan tumbuh kembang hingga kematian. Kejadian  asfiksia berdasarkan data  WHO yaitu sebanyak 3%. Kejadian asfiksia di Indonesia 27%, di Metro 22,58%, data hasil pra survey 32,2%. Kejadian asfiksia tertinggi yaitu di Lampung sebesar 34,6%. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya asfiksia yaitu faktor ibu dan faktor bayi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik neonatus dengan asfiksia berdasarkan usia gestasi, berat badan sewaktu lahir dan jenis persalinan di ruang anak RSUD Ahmad Yani Metro. Subyek penelitian ini yaitu neonatus yang dirawat dengan asfiksia dari bulan Januari-Desember 2007. Obyek penelitian ini yaitu neonatus dengan asfiksia.
Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua neonatus yang dirawat yang mengalami asfiksia yaitu sebanyak 64 neonatus. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu seluruh total populasi atau populasi yang ada dan tersedia sebanyak 64 neonatus. Teknik pengambilan data menggunakan teknik dokumentasi dan sebagai alat pengumpul data yaitu menggunakan check list, selanjutnya data dianalisa dengan analisis univariate, distribusi frekuensi dengan menggunakan tabel yang disajikan dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian yang diperoleh dari 64 neonatus yang mengalami asfiksia berdasarkan usia gestasi yang terbanyak pada usia gestasi kurang dari 37 minggu yaitu 43,75%, berdasarkan berat badan sewaktu lahir 43,75% dengan berat badan kurang dari 2500 gram dan berdasarkan jenis persalinan 42,18% yaitu dengan jenis persalinan ekstraksi vakum.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu karakteristik neonatus yang mengalami asfiksia dengan usia gestasi < 37 minggu, berat badan sewaktu lahir   <2500 gram dan jenis persalinan ekstraksi vakum.

Kata Kunci:  Neonatus, Asfiksia

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Karakteristik Kejang Demam pada anak

Kejadian kejang demam 2-4 % di Amerika Serikat, Amerika Selatan dan Eropa Barat. Di Asia lebih tinggi, kira-kira 20 % kasus merupakan kejang demam kompleks. Kejang demam merupakan salah satu kelainan saraf yang paling sering dijumpai  pada bayi dan anak.Sekitar 2,2% hingga 5% anak mengalami kejang demam sebelum mencapai umur 5 tahun.
Kejang dapat terjadi akibat adanya kelainan medis, rendahnya kadar gula darah, infeksi, cedera kepala, keracunan atau over dosis obat-obatan dapat menyebabkan kejang. Selain itu kejang dapat terjadi karena tumor otak atau kelainan saraf lainnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kejang demam pada anak di RSU A. Yani Metro tahun 2006 yang dilihat dari umur dan suhu.
Subjek penelitian ini adalah anak dengan kejang demam yang dirawat di RSU A. Yani Metro tahun 2007. Sedangkan Objek penelitiannya adalah usia dan suhu. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu semua anggota populasi yang berjumlah 41 anak dengan kejang demam di RSU A Yani Metro.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan check list. Dan hasil penelitian menggunakan univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil yang diperoleh bahwa karakteristik,kejang demam pada anak terbanyak adalah usia anak 6-12 bulan yaitu 12 orang (29.258%). Selanjutnya 13- 24 bulan yaitu 10 orang ( 24,39 % ) dan 25-36 bulan yaitu 10 orang (24,39 %) yang terendah 37- 48 bulan yaitu 9 orang (21,27 %).Kemudian krakteristik kejang demam  dilihat dari faktor suhu terbanyak adalah 380C-390C yaitu 31 orang (76,61%) yang kedua terjadi pada suhu 39.10C-40 0C yaitu 9 (21,95%) da yang palimg rendah lebih dari 40 derajat celsius yaitu 1 (2,44%)
Kesimpulan dari penelitian ini didapat kerekteristik kejang demam pada anak menunjukkan bahwa kejadian kejang demam dilihat dari aktor usia yang dominan terjadi pada usia 6-12 tahun.. Kejang demam pada anak dilihat dari suhu yang terbanyak adalah 380C-390C.

Kata kunci : Karateristik, Kejang Demam 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Fans Page