Ada banyak cara menurunkan berat badan, mulai dari bermacam metode diet, olahraga, operasi sedot lemak, tusuk jarum, sampai minum obat pelangsing. Manakah yang aman dan efektif ?

Merujuk pada badan kesehatan dunia, WHO, disebutkan bahwa penurunan berat badan yang baik tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi merupakan terapi jangka panjang. Yang dibutuhkan untuk mengurangi berat badan bukan sekadar mengurangi porsi makan, tetapi juga diperlukan bimbingan dari ahli gizi sebelum melakukan perubahan pola makan, disertai aktivitas fisik serta terapi perilaku.

Untuk mencari tahu cara pelangsingan mana yang sehat, aman, sekaligus efektif, bacalah uraian berikut sampai tuntas.

Sedot lemak
Cara membuang lemak yang kini sedang tren adalah operasi liposuction dan tummy-tuck. Operasi ini banyak dipilih karena berat badan bisa turun secara drastis tanpa perlu capek berolahraga dan melakukan diet, hal itu dibuktikan oleh kesaksian seorang artis ternama. Tapi mengapa ya meski lemaknya sudah dibuang, badannya masih juga melar ?

Pada dasarnya liposuction adalah operasi untuk mengeluarkan lemak di bawah kulit, dan dilakukan untuk mencapai keserasian bentuk tubuh, bukan untuk menurunkan berat badan. Sedangkan tummy-tuck adalah proses pembuangan jaringan lemak yang berlebih dan kulit di atasnya untuk membentuk tubuh lebih estetis. Lemak yang dikurangi pun tak boleh lebih dari 3-5 kg sekali operasi

Menurut dokter spesialis gizi, dr.Johanes Chandrawinata, MND,SpGK, kedua jenis operasi tersebut biasa dilakukan dokter terhadap pasien yang memiliki tubuh bergelambir setelah berat badan tubuhnya susut. Jadi, menurunkan berat dulu baru dioperasi, bukan operasi untuk menurunkan berat karena setelah 3 bulan tubuh akan gemuk kembali.

Gastric binding & gastric by-pass
Tindakan ini dipilih jika dengan metode pelangsingan apa pun tidak berhasil. Gastric binding adalah pemasangan alat "pengikat lambung" yang menyebabkan kantung lambung lebih kecil sehingga kita tidak akan makan terlalu banyak karena tubuh lebih cepat merasa kenyang. Melalui tindakan ini berat badan dapat berkurang 35-60 persen dalam 12 bulan.

Berbeda dengan gastric binding yang bersifat sementara, gastric by-pass bersifat permanen, dokter akan membuat ’jalan’ penghubung antara pangkal lambung dengan usus halus sehingga makanan tidak melalui lambung namun langsung ke usus halus. Dengan gastric by-pass, berat badan dapat dikurangi sampai 80 persen. Untuk melakukan kedua jenis tindakan tersebut, pasien harus berusia di atas 35 tahun.

Akunpuntur
Sampai saat ini metode akunpuntur belum dapat dibuktikan secara ilmiah dapat menurunkan berat badan. Umumnya para pasien pun berhenti di tengah jalan karena tak kunjung mendapatkan berat ideal yang diharapkan.

Obat dan suplemen pelangsing
Sebelum percaya oleh iming-iming iklan, sebaiknya teliti lebih dahulu kandungan obat-obatan dan suplemen tersebut. Badan pengawasan obat dan makanan AS (FDA) bahkan melarang konsumsi suplemen pelangsing yang mengandung kandungan akftif E.sinica atau efedrin karena memiliki efek samping gejala psikiatrik, mengganggu saluran cerna serta membuat jantung berdebar-debar.

Meski menyebutkan mampu menurunkan kadar lemak, tak sedikit obat pelangsing yang hanya mampu mengurangi berat tubuh 1,2 kg selama 6-14 minggu, setara dengan diet redah kalori sebesar 1250/hari pada kurun waktu 0.5 minggu tanpa obat apa pun.

Diet popular
Diet popular sering disebut sebagai "Fad Diets", memiliki karateristik antara lain ; menjanjikan penurunan badan yang cepat, dapat menyembuhkan berbagai penyakit, menganjurkan penggunaan suplemen, makan berdasarkan waktu tertentu, membatasi atau melarang makanan tertentu dan hanya untuk jangka pandang.

Yang dapat digolongkan ke dalam fad diets misalnya diet rendah karbohidrat, food combining, diet berdasar golongan darah, mayo clinic diet. Karena banyaknya larangan untuk memakan jenis makanan tertentu, biasanya kebutuhan tubuh akan gizi tidak terpenuhi karena kekurangan vitamin, zat besi, serta serat.

Dari segi ilmu gizi, setiap waktu makan (pagi, siang dan malam) dianjurkan memakan makanan yang bervariasi dalam jumlah seimbang, karena tubuh membutuhkan berbagai macam zat gizi sekaligus.

Menurunkan berat badan secara sehat
Meskipun belum ada jawaban pasti diet mana yang paling tepat untuk menurunkan berat badan, namun dr. Johanes merekomendasikan pola diet yang dilakukan oleh National Weight Control Registry (NWCR) di AS. NWCR adalah kumpulan data orang (ada 4000 orang) yang telah berhasil menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan tetap bertahan selama lebih dari 5 tahun.

Karateristik pola makannya adalah rendah lemak (24 persen asupan kalori), asupan karbohidrat cukup tinggi, rendah kalori (1300-1500 kcal/hari). Karena kita tidak mungkin mengetahui berapa kalori yang dikandung dalam makanan, dr.Johanes menyarankan untuk mengurangi asupan lebih kecil dari porsi biasa.

"Untuk mengurangi 500 kalori setiap hari mudah kok, misalnya jika makan gado-gado, kurangi bumbu kacang dan kerupuknya, lebih memilih nasi putih daripada nasi goreng, dan sebagainya", saran dokter yang yang berpraktek di RS. St.Boromeus, Bandung ini.

Dijelaskan oleh dr.Johanes, mayoritas anggota yang terdaftar dalam NWCR melakukan makan pagi secara rutin, memantau berat badan sendiri secara berkala serta melakukan olahraga. Dengan pola makan rendah lemak rendah kalori seperti ini telah terbukti mampu menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan bisa dipertahankan lebih dari 5 tahun.
Sumber: dechcare.com


Banyak orang mengatakan, semakin Anda menginginkan sesuatu, semakin sulit Anda mendapatkannya. Hal ini juga kerap terjadi ketika Anda begitu menginginkan kehadiran seorang anak, tetapi Anda tak kunjung hamil.
Namun, dr Hal Danzer, dokter spesialis kesuburan dan salah satu pendiri Southern California Reproductive Center, berbagi tips mengenai posisi seks terbaik yang memungkinkan terjadinya pembuahan. Simak penjelasannya dalam artikel yang dia buat di Parents.com.

1. Berhubungan sebelum Anda berovulasi
Sperma bisa tetap berada di rahim dan saluran telur ke rahim selama 2 atau 3 hari. Namun, telur Anda mungkin hanya akan bertahan 12-24 jam setelah dilepaskan. Jadi, berhubungan seks sebelum Anda berovulasi bisa mendorong kemungkinan adanya sperma yang akan menyambut telur Anda begitu dilepaskan.

Jika siklus menstruasi Anda 28 hari (saat Anda berovulasi pada hari ke-14), lakukan hal-hal berikut ini:

  • Lakukan hubungan seks beberapa kali seminggu begitu menstruasi Anda berakhir. Melakukan hubungan cukup sering seperti ini dapat memastikan bahwa Anda tidak melewatkan masa paling subur, khususnya jika panjang siklus Anda bervariasi dari bulan ke bulan.
  • Lakukan hubungan setiap hari sekitar hari ke-10.
  • Jika Anda mendapat hasil positif pada ovulation predictor kit atau OPK (bisa dibeli di apotek), atau sekitar hari ke-12, maka lakukan hubungan pada hari tersebut dan dua hari berikutnya. Inilah hari-hari utama dalam sebulan yang memungkinkan terjadinya pembuahan.
2. Posisi: "missionary"
Memang tidak ada bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa suatu posisi tertentu lebih efektif daripada yang lain. Namun, tujuan dari hubungan seks yang memungkinkan terjadinya pembuahan adalah untuk mengantarkan sperma sedekat mungkin ke serviks. Dengan demikian, akan lebih baik jika pasangan mampu memasukkan penisnya sedalam mungkin, dan hal ini mungkin terjadi bila ia berada di atas. Di pihak lain, doggy style boleh dibilang merupakan cara paling tidak efektif untuk membuat sel telur Anda dibuahi.

3. Berbaring telentang, dan ganjal pinggul Anda
Apa yang membuat sesi bercinta ini berhasil, dan apa yang sekadar mitos, memang masih diperdebatkan. Namun, dr Christopher Williams, MD, ahli endokrinologi reproduktif dari Charlottesville, Virginia, dan penulis The Fastest Way to Get Pregnant Naturally, menjabarkan apa yang sepenuhnya fakta. Contohnya, mengganjal pinggul dengan bantal.

"Posisi vagina itu miring ke bawah, jadi berbaring telentang seusai berhubungan seks memungkinkan sperma untuk mengalir dan terkumpul di rahim," katanya. Berbaringlah hingga sekitar 20 menit. Perlukah mengangkat kedua kaki ke atas? Menurut dr Williams, hal ini boleh-boleh saja, meskipun mungkin tidak banyak membantu.

4. Bercintalah sebelum tidur malam
Meskipun beberapa sumber melaporkan bahwa jumlah sperma lebih banyak pada pagi hari, kenyataannya tidak ada waktu optimal dalam sehari untuk berhubungan seks. Lagi pula, bercinta sebelum Anda tidur malam menjadi cara mudah untuk memastikan Anda berbaring sesudahnya.

5. Jangan menggunakan cairan lubrikasi
Mungkin ada yang mengira bahwa cairan lubrikasi bisa membantu sperma bergerak lebih cepat. Kenyataannya, cairan ini hanya akan menghambat upaya kehamilan Anda. Kebanyakan formula lubrikasi mengubah pH balance di dalam vagina, dan menurunkan mobilitas sperma.

6. Tak perlu khawatir jika tidak orgasme
Meskipun tujuannya untuk mendapatkan peluang kehamilan, jangan melupakan kesenangan dalam bercinta. Namun, tak perlu mengkhawatirkan jika Anda tak dapat mencapai orgasme saat itu. Meskipun ada yang mengatakan bahwa orgasme mampu mendorong terjadinya pembuahan dengan menarik lebih banyak sperma ke dalam vagina dan rahim, teori ini tidak didukung fakta ilmiah.
sumber : dechcare.com


Meski saat ini sudah banyak krim yang menyatakan mampu 'menghilangkan' keriput, tapi bukan berarti tak ada ramuan tradisional yang mampu melakukan hal yang sama. Selain bahannya mudah didapat, pembuatannya pun sederhana saja. Tertarik mencoba? Berikut beberapa bahan yang bisa Anda gunakan:

Madu
Madu adalah hasil industri rumah tangga yang banyak tersedia dan ternyata mampu menghilangkan keriput. Yang harus Anda lakukan hanyalah membalurkan sedikit madu ke wajah, dan biarkan selama 25-30 menit. Setelah itu basuh wajah dengan menggunakan air hangat, lalu segarkan dengan es batu yang di usapkan ke seluruh kulit wajah. Pastikan es tersebut membasuh tempat-tempat yang dibaluri madu.

Yang perlu diingat sebelum melakukan penanganan ini, wajah sebaiknya dibasuh terlebih dulu dengan air hangat-hangat kuku. Sehingga manfaat madu menjadi lebih efektif, karena pori-pori kulit wajah dalam keadaan terbuka.

Pisang
Buah ini termasuk yang paling efektif dan alami untuk dijadikan krim antikeriput. Cara mudah, lumatkan satu atau dua buah pisang hingga hancur dan lembut menyerupai krim. Balurkan krim pisang tersebut ke seluruh permukaan wajah. Biarkan hingga sekitar 30 menit, lalu bersihkan dengan menggunakan air hangat. Tepuk-tepuk kulit wajah Anda dengan lembut, jangan sekali-kali mengusapnya hingga kering.

Minyak Kelapa
Minyak kelapa murni juga mampu mengangkat kulit kering yang menimbulkan keriput. Cukup dengan membalurkan minyak kelapa hangat ke permukaan wajah. Lakukan proses ini sebanyak yang Anda butuhkan untuk mempertahankan kekencangan kulit wajah Anda.

Nanas
Buah kaya vitamin C ini juga sangat baik untuk melenyapkan keriput di kulit wajah. Anda tinggal mengupas kulit luarnya, lalu bagian daging buah yang terangkat beserta kulitnya dioleskan ke permukaan wajah yang bermasalah. Misalnya disekitar mulut, di bawah dan di sekitar mata serta lainnya. Biarkan cairan tipis nanas tersebut mengering di wajah Anda sekitar 20 menit, setelah itu basuh dengan air hangat atau air dingin.
sumber : dechcare.com


Seringkali sebagian dari kita mengalami kulit yang terasa kering dan ketat. Keadaan seperti ini biasanya terjadi saat pergantian musim kemarau ke musim hujan, dimana cuaca tak menentu dan membuat kulitpun jadi tak nyaman. Sebenarnya, ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari atau mengurangi kekeringan pada kulit dengan perawatan yang tepat.

Kulit kering biasanya disebabkan oleh banyak faktor, terlalu sering mandi dan menggosokan sabun batang langsung ke kulit bisa juga jadi penyebabnya. Kulit kering dapat dilihat dengan napaknya permukaan yang pecah-pecah dan kasar. Kulit kering biasanya disebabkan oleh kurangnya kelembaban pada kulit bukan minyak. Yang dimaksudkan cairan untuk melembabkan terjebak air dalam kulit dan membuat permukaan kulit jadi nampak ketat atau bersisik. Berikut beberapa langkah untuk merawat kulit agar tak mengalami kekeringan.

  • Jangan merendam tubuh di air terlalu lama dan lebih baik gunakan air hangat dari pada yang dingin atau panas untuk mandi. Jangan sering-sering membasuh wajah. Untuk kulit yang amat kering, lebih baik jika Anda membasuh wajah dengan sabun pembersih hanya sekali sehari, lebih baik pada malam hari. Di pagi hari basuh wajah dan tubuh Anda dengan air dingin, setelah itu gunakan pelembab. Basuh busa sabun yang tersisa di kulit hingga bersih. Lapisan yang ditinggalkan sabun di kulit dapat menyebabkan kekeringan pada kulit. Hindari mandi berkali-kali dalam sehari. Beberapa ahli menyarankan untuk mandi sehari dua kali saja. Pilih sabun dengan formula yang lembut.
  • Untuk menghindari dehidrasi yang menyebabkan kulit nampak kering dan keriput, alangkah baiknya jika Anda minum air banyak-banyak serta mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran.
  • Hindari terlalu banyak terpapar AC dan sinar matahari.
  • Gunakan sarung tangan atau pelindung tangan lain jika bersentuhan langsung dengan detergen.
  • Olahraga cukup dapat membantu mengatasi kekeringan kulit, dengan menambah aliran darah dan dengan demikian dapat mensuplai intisari nutrisi ke kulit.
  • Tak peduli apapun jenis kulit Anda, pelembab yang bagus sangat bermanfaat. Jika kulit terasa ketat, itu berarti membutuhkan pelembab. Namun, sebaiknya pilih pelembab yang bagus, karena salah memilih pelembab bisa-bisa malah menyumbat pori-pori dan membuat kulit nampak kusam. Pelembab yang bagus tak meninggalkan rasa berminyak setelah dioleskan di kulit.
Demikian beberapa tips yang kami berikan untuk mengatasi kulit kering. Yang terpenting jangan terlalu lama berendam di kamar mandi, gunakan air hangat saat membasuh sisa sabun di kulit, minum air putih yang banyak dan lakukan olahraga secara teratur. Selamat mencoba!

sumber : dechcare.com


Buah-buahan selain bermanfaat untuk menyehatkan tubuh kita, ternyata buah mempunyai kelebihan yang sangat bermanfaat. Buah- buhan ternyata juga bisa membuat wajah kita menjadi cantik secara alami. Berikut beberapa buah yang dapat mempercantik wajah anda.

Buah Apel
Buah apel ini cocok di gunakan untuk wajah anda yang berminyak. Caranya ambil 1 buah apel, kemudian potong-potong dan masukan ke dalam blender. Blender apel sampai halus tanpa menggunakan air. Setelah di blender balurkan secara merata pada wajah anda. sebelum membalurkan sebaiknya bersihkan dahulu wajah anda. setelah di balur diamkan selama 20 menit. Kemudian bersihkan wajah dengan air hangat dan air dingin untuk meringkaskan pori-pori. Lakukanlah seminggu sekali.

Kulit Jeruk
Selain buahnya yang enak di makan, ternyata kulit jeruk bisa bermanfaat untuk wajah anda. Terutama untuk wajah anda yang kusam. Caranya tusuk-tusuk kulit jeruk denga garpu, kemudian masukan kulit jeruk ke dalam air hangat dan rendam selama satu malam. Basuhkan pada wajah yang telah di bersihkan kemudian keringkan dengan handuk. Berfungsi untuk mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati.

Buah Pepaya
Pepaya bisa bermanfaat untuk meremajakan kulit anda, haluskan pepaya yang ranum kemudian campurkan 1 sendok madu. Oleskan pada wajah anda dan diamkan selama 20 menit kemudian bilas hingga bersih. Pepaya ini mampu mengangkat sel-sel kulit mati dan mencegah kerut di wajah. Jika ingin hasil yang maksimal gunakan seminggu sekali.

Buah Melon
Melon dapat mendinginkan kulit anda yang terbakar matahari. Iris tipis melon lalu kompreskan selama 20 menit pada wajah anda yang telah di bersihkan, lalu bilas. Buah melon ini mengandung zat astrigent yang bermanfaat sebagi tonik dan mampu mendinginkan wajah yang terbakar karena matahari.

Dengan buah-buahan ini semoga bisa bermanfaat dan menjadikan wajah anda segar dan cantik alami tanpa menggunakan obat kecantikan.

sumber : dechcare.com


Semua wanita mendambakan kulit wajah yang bersih, bebas dari jerawat maupun flek hitam. Namun salah satu masalah yang paling sering terjadi pada sebagian besar wanita Asia, terutama yang berusia di atas 30 tahun, adalah timbulnya bintik hitam atau flek di wajah.

Pigmentasi kulit atau melasma, bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, terutama di daerah wajah, akibat paparan sinar matahari.

Selain sinar matahari, melasma juga dapat terjadi akibat pemakaian obat hormonal, misalnya obat pencegah kehamilan. Flek juga dapat timbul akibat bekas adanya jerawat, pemakaian obat antibiotik, antiepilepsi dan antiperadangan.

Pemakaian kosmetik yang kemungkinan besar mengandung merkuri dan asam salisilat, pun dapat membuat wajah terserang flek. Karena bila digunakan terus menerus, akan menyebabkan kulit menjadi sangat sensitif terhadap sengatan sinar matahari.

Bisakah Flek Dilenyapkan?

Melenyapkan flek dari permukaan wajah, bukan perkara mudah karena membutuhkan perawatan rutin agar flek hilang dan tak muncul kembali.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan flek, mulai dari memakai masker hingga pemakaian krim pemutih (bleaching cream) yang bermanfaat untuk mencerahkan wajah.

Fungsi krim pemutih adalah untuk mengangkat lapisan tanduk pada kulit, melenyapkan komedo, melancarkan peredaran darah di bawah kulit, mencerahkan dan menambah kekenyalan kulit wajah.

Namun dengan adanya peralatan modern saat ini, flek dapat dengan cepat dihilangkan. Tapi untuk dapat melakukannya, biaya yang harus dikeluarkan pun tak sedikit.

Pertama-tama yang harus dilakukan, adalah melakukan facial. Tujuannya untuk membersihkan wajah dari sel-sel kulit mati, sehingga wajah menjadi lebih cerah serta mencegah dan mengikis flek.

Caranya:
- Usapkan krim pada wajah dan diamkan selama 15 menit.
- Bersihkan wajah, lalu gosok dengan menggunakan scrub untuk melenyapkan sel kulit mati.
- Cuci wajah, lalu lumuri wajah dengan masker.
- Setelah masker mengering, wajah kembali dibersihkan, selanjutnya gunakan pelembab.

Anda baru akan merasakan manfaatnya, bila melakukan facial secara rutin selama 10 kali. Tingkat keberhasilannya tergantung seberapa parah flek yang Anda derita. Bagi Anda yang memiliki kulit wajah dengan flek yang agak meluas, sebaiknya lakukan facial seminggu sekali dan dibantu dengan krim malam.

Salah satu bahan facial yang kini mulai banyak dipakai dan dianggap cukup berkhasiat membersihkan flek, adalah spirulina. Spirulina adalah ganggang laut yang sudah dikemas dalam bentuk masker semacam lumpur, fungsinya untuk mengurangi flek karena strukturnya seperti scrub. Spirulina juga tersedia dalam bentuk kapsul dan diminum sebagai suplemen.

Dengan perawatan seminggu sekali, selama sepuluh kali perawatan facial, flek akan memudar. Namun tentu saja, efeknya akan lebih memuaskan adalah anda harus rajin dan rutin melakukannya.

Masker Bengkuang atau Mentimun
Bengkuang sejak dulu dikenal mampu mengatasi flek hitam di wajah. Begitu pun Mentimun. Anda tinggal memblendernya, lalu lumurkan di wajah agar flek hitam di wajah memudar.

Tapi gunakanlah buah-buahan yang masih segar dan kondisinya baik, sebab bila tak hati-hati, alih-alih menyembuhkan, kulit wajah Anda malah akan gatal-gatal. Jika wajah terlanjur perih dan gatal-gatal, inilah yang harus Anda lakukan:
- Oleskan tipis-tipis madu asli di wajah selama 15 menit, kemudian bersihkan dengan air hangat.
- Basuh wajah dengan air es, tepuk-tepuk perlahan dan merata sampai terasa segar.

Perawatan dengan bengkoang atau mentimun yang diblender, baik bagi Anda yang aktif bekerja di luar ruang. Efek sari bengkoang atau mentimun yang dingin, akan terasa sejuk di wajah sesaat setelah Anda memakainya.

Irisan Jeruk Nipis
Bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun, irisan jeruk nipis yang merata di kulit wajah dan seluruh tubuh mampu mengangkat sel-sel kulit mati. Diamkan hingga kering, lalu bilaslah dengan air hangat-hangat kuku agar pori-pori terbuka. Setelah itu, bilas kembali dengan air dingin agar pori-porinya merapat.

Teh
Selain jeruk nipis, kandungan antioksidan yang terdapat di dalam teh juga baik untuk mencegah penuaan dini. Teh yang mengandung tanin sangat baik untuk mengatasi kulit yang terbakar matahari, mengencangkan bibir, merawat kulit wajah dan menghitamkan rambut. Caranya:
- Inapkan secangkir teh kental semalam.
- Oleskan air teh ke seluruh kulit wajah dan tubuh.
- Biarkan kering dengan sendirinya.
- Bilas dengan air hangat untuk membuka pori kulit, lalu bilas dengan air biasa.

Teh juga bermanfaat untuk menyegarkan mata lelah, Anda tinggal meletakkan sekantong teh celup yang sudah dingin langsung pada kelopak mata. Sambil berbaring, Anda sekaligus melakukan perawatan kulit wajah dan mata.

Hindari Toner Wajah
Saat membersihkan wajah dengan menggunakan susu pembersih di malam atau pagi hari, cukup bilas wajah dengan air bersih biasa. Anda tak memerlukan toner, astringent atau face tonik, karena pemakaiannya akan berlebihan sehingga justru mengakibatkan kulit wajah bertambah kering. Kecuali jika kulit wajah Anda berminyak.

Jika Anda rajin melakukan facial sendiri di rumah, pastikan kulit wajah Anda sudah lebih dulu dibersihakan menggunakan scrub. Perlu diingat, penggunaan bahan alami memang hasilnya tak bisa instan seperti yang dilakukan dengan laser atau lainnya di salon-salon. Tapi bila dilakukan secara rutin dan benar, hasilnya tak kalah bersihnya. Selamat mencoba!


TIGA JENIS KULIT WAJAH
Sebelum melakukan perawatan wajah, sebaiknya Anda kenali dulu jenis kulit Anda. Pada dasarnya kulit wajah terbagi dalam tiga jenis, yaitu:

Kulit Normal
  • Biasanya di daerah T (seperti dahi, hidung dan dagu) memproduksi minyak berlebihan, pori-pori pun lebih besar dari pada bagian wajah lainnya.
  • Setelah wajah dibersihkan, kulit pipi akan terasa kencang.
  • Kerutan seiring bertambahnya usia akan ada di sekitar mata, dahi, dan bagian atas bibir.
  • - ulit mudah terbakar sengatan matahari, sehingga terlihat kemerahan atau kecokelatan.

Kulit Berminyak
  • Umumnya memiliki pori-pori besar dan berkomedo.
  • Kulit wajah tampak mengkilap serta riasan mudah luntur.
  • Kerutan di wajah lebih lambat ketimbang jenis kulit lainnya.

Kulit Kering
  • Mudah terkelupas dan terbakar jika terkena sengatan matahari.
  • Di udara dingin mudah teriritasi atau gatal-gatal.
  • Daerah T kadang seperti bersisik dan kulit wajah terasa kencang sesaat setelah dibersihkan.
  • Kerutan lebih cepat muncul, bukan hanya pada wajah, tapi juga pada kulit tubuh lainnya.

Kulit Sensitif
  • Mudah teriritasi jika kena kosmetik tertentu atau terkena paparan sinar matahari.
  • Kulit umumnya kering dan terkesan "tipis" sekali.
  • Kulit akan terasa kencang sesaat setelah dibersihkan.

Jika jenis kulit Anda sudah diketahui, maka perawatan dan kosmetik yang kulit wajah Anda butuhkan selanjutnya pun akan mudah mendapatkan yang cocok.

sumber : dechcare.com


Jerawat biasa terjadi pada setiap orang terutama di masa remaja. Jerawat dapat memalukan juga menyakitkan. Jerawat pada wajah perlu dihilangkan karena dapat mengurangi rasa percaya diri. Wajah sehat tanpa jerawat?


Jerawat bisa timbul dari banyak hal, namun kehadirannya bisa dikendalikan. Tentu saja Anda harus merubah kebiasaan dan melakukan sedikit usaha ekstra untuk menghindari munculnya jerawat.

Pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara menghilangkan jerawat pada wajah baik cara menghilangkan jerawat batu ataupun jerawat biasa yang ada di wajah. Cara menghilangkan jerawat yang aman adalah secara tradisional. Jika kita menggunakan penghilang jerawat berbahan kimia terkadang membuat iritasi pada wajah.

Cara menghilangkan jerawat memang perlu diperhatikan guna mengembalikan kecantikan pada wajah anda. Wajah cantik menjadi idaman setiap wanita. Oleh karena itu kita butuh cara merawat wajah dan mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah yana ada pada wajah anda.

Cara menghilangkan jerawat dapat dilakukan secara tradisional ataupun modern. Cara menghilangkan jerawat secara tradisional salah satunya adalah dengan rajin mencuci muka, sedangkan cara modern menghilangkan jerawat adalah dengan menggunakan teknologi atau peralatan canggih dari dokter.

Beberapa cara menghilangkan jerawat :

1. Rajin mencuci muka. Tapi jangan asal cuci muka. Basuh juga bagian leher dan jidat setidaknya 2 kali seminggu. Pijat wajah Anda dengan gerakan memutar dan basuh menggunakan air hangat.

2. Tambahkan juga obat jerawat. Anda mungkin harus mencoba beberapa macam obat sebelum akhirnya menemukan produk yang cocok dengan kulit wajah. Biasanya produk ini dipasarkan dengan kemasan dan harga yang berfariasi. Ingat! Mahal tak menjamin produk tersebut cocok dan bisa mengatasi masalah jerawat Anda.

3. Berhati-hati dengan penggunaan produk kecantikan. Hanya gunakan make-up, pelembab atau tabir matahari hanya yang tanpa minyak. Biasanya jika tertulis “nonacnegenic” atau “noncomedogenic” di label keterangan, produk tersebut lebih baik.

4. Saat mengenakan produk untuk rambut, usahakan jangan sampai kena ke wajah. Tutupi wajah Anda dengan handuk saat menggunakan minyak rambut, hairspray atau mousse. Setelah selesai mandi, jangan lupa kembali bilas wajah Anda untuk menghilangkan kemungkinan bekas shampo atau conditioner tertinggal di wajah.

5. Jangan sampai keringat, bakteri dan kotoran menempel di wajah. ikat rambut anda saat panas dan hindari memakai topi dan kaca mata.

6. Sebaiknya Anda coba temui dokter ahli. kulit jika jerawat Anda mulai mempengaruhi percaya diri Anda. Dokter bisa memberikan saran obat terbaik dan bagaimana pemakaian paling efektik.

7. Ubah pola diet Anda. Makan coklat, permen dan makanan berminyak dapat merubah gestur kulit Anda. Batasi asupan junk food, dapatkan lebih banyak vitamin dan ganti lifestyle Anda agar lebih sehat. tidur yang teratur, dan jangan biarkan tubuh kekurangan cairan.

Cara menghilangkan jerawat melalui tips seperti diatas aman bagi kesehatan dan tidak akan menyebabkan toksin bagi tubuh anda. Tidak sama halnya dengan cara menghilangkan jerawat menggunakan bahan kimia, bahan kimia terkadang mampu menyebabkan iritasi yang berkepanjangan. Cara menghilangkan jerawat berbahan kimia perlu diwaspadai terkadang dalam produk penghilang jerawat yang kita gunakan mengandung merkuri (raksa) dan formalin yang berbahaya bagi kesehatan kulit tubuh kita. Jangan sampai keinginan menghilangkan jerawat di wajah justru merusak kecantikan wajah anda. Gunakanlah cara menghilangkan jerawat yang aman bagi wajah anda.

sumber : dechcare.com


Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau “liar”. Berasal dari kata vaccinia, penyebab infeksi cacar sapi yang ketika diberikan kepada manusia, akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap cacar. Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.)
Jenis-jenis vaksin antara lain:
Berikut ini adalah Jenis-jenis imunisasi pada balita :

a. Imunisasi BCG
Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan, sebanyak 50.000-1.000.000 partikel/dosis. Imunisasi BCG dilakukan sekali pada bayi usia 0-11 bulan, lalu DPT diberikan tiga kali pada bayi usia 2-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi polio diberikan empat kali pada bayi 0-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Sedangkan campak diberikan satu kali pada bayi usai 9-11 bulan. Terakhir, imunisasi hepatitis B harus diberikan tiga kali pada bayi usia 1-11 bulan, dengan interval minimal empat minggu.

b. Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Pertusis (batuk rejan) adalah inteksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga anak tidak dapat bernafas, makan atau minum. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kejang dan kerusakan otak. Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang.

c. Imunisasi DT
Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Vaksin DT dibuat untuk keperluan khusus, misalnya pada anak yang tidak boleh atau tidak perlu menerima imunisasi pertusis, tetapi masih perlu menerima imunisasi difteri dan tetanus. Setiap orang dewasa harus mendapat vaksinasi lengkap tiga dosis seri primer dari difteri dan toksoid tetanus, dengan dua dosis diberikan paling tidak berjarak empat minggu, dan dosis ketiga diberikan enam hingga 12 bulan setelah dosis kedua. Jika orang dewasa belum pernah mendapat imunisasi tetanus dan difteri maka diberikan seri primer diikuti dosis penguat setiap 10 tahun.

d. Imunisasi TT
Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus. Jenis imunisasi ini minimal dilakukan lima kali seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan penuh. Imunisasi TT yang pertama bisa dilakukan kapan saja, misalnya sewaktu remaja. Lalu TT2 dilakukan sebulan setelah TT1 (dengan perlindungan tiga tahun). Tahap berikutnya adalah TT3, dilakukan enam bulan setelah TT2 (perlindungan enam tahun), kemudian TT4 diberikan satu tahun setelah TT3 (perlindungan 10 tahun), dan TT5 diberikan setahun setelah TT4 (perlindungan 25 tahun).

e. Imunisasi Campak
Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek). Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih.

f. Imunisasi MMR
Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler dan mata berair. Campak juga menyebabkan infeksi telinga dan pneumonia. Campak juga bisa menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti pembengkakan otak dan bahkan kematian. Gondongan menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama yang disertai nyeri. Gondongan bisa menyebabkan meningitis (infeksi pada selaput otak dan korda spinalis) dan pembengkakan otak. Kadang gondongan juga menyebabkan pembengkakan pada buah zakar sehingga terjadi kemandulan. Campak Jerman (rubella) menyebabkan demam ringan, ruam kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening leher. Rubella juga bisa menyebabkan pembengkakan otak atau gangguan perdarahan.

g. Imunisasi Hib
Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza tipe b. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. Sampai saat ini, imunisasi HiB belum tergolong imunisasi wajib, mengingat harganya yang cukup mahal. Tetapi dari segi manfaat, imunisasi ini cukup penting. Hemophilus influenzae merupakan penyebab terjadinya radang selaput otak (meningitis), terutama pada bayi dan anak usia muda. Penyakit ini sangat berbahaya karena seringkali meninggalkan gejala sisa yang cukup serius. Misalnya kelumpuhan. Ada 2 jenis vaksin yang beredar di Indonesia, yaitu Act Hib dan Pedvax.

h. Imunisasi Varisella
Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air. Cacar air ditandai dengan ruam kulit yang membentuk lepuhan, kemudian secara perlahan mengering dan membentuk keropeng yang akan mengelupas.

i. Imunisasi HBV
Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis B adalah suatu infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Karena itu imunisasi hepatitis B termasuk yang wajib diberikan. Jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter. Orang dewasa yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis B adalah individu yang dalam pekerjaannya kerap terpapar darah atau produk darah, klien dan staf dari institusi pendidikan orang cacat, pasien hemodialisis (cuci darah), orang yang berencana pergi atau tinggal di suatu tempat di mana infeksi hepatitis B sering dijumpai, pengguna obat suntik, homoseksual/biseksual aktif, heteroseksual aktif dengan pasangan berganti-ganti atau baru terkena penyakit menular seksual, fasilitas penampungan korban narkoba, imigran atau pengungsi di mana endemisitas daerah asal sangat tinggi/lumayan. Berikan tiga dosis dengan jadwal 0, 1, dan 6 bulan. Bila setelah imunisasi terdapat respon yang baik maka tidak perlu dilakukan pemberian imunisasi penguat (booster).

j. Imunisasi Pneumokokus Konjugata
Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti meningitis dan bakteremia (infeksi darah).

k. Tipa
Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau paratifus). Kekebalan yang didapat bisa bertahan selama 3 sampai 5 tahun. Oleh karena itu perlu diulang kembali. Imunisasi ini dapat diberikan dalam 2 jenis: imunisasi oral berupa kapsul yang diberikan selang sehari selama 3 kali. Biasanya untuk anak yang sudah dapat menelan kapsul. Sedangkan bentuk suntikan diberikan satu kali. Pada imunisasi ini tidak terdapat efek samping.

l. Imunisasi Hepatitis A
Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan. Jadwal pemberian yang dianjurkan tak berbeda dengan imunisasi hepatitis B. Vaksin hepatitis A diberikan dua dosis dengan jarak enam hingga 12 bulan pada orang yang berisiko terinfeksi virus ini, seperti penyaji makanan (food handlers), mereka yang sering melakukan perjalanan atau bekerja di suatu negara yang mempunyai prevalensi tinggi hepatitis A, homoseksual, pengguna narkoba, penderita penyakit hati, individu yang bekerja dengan hewan primata terinfeksi hepatitis A atau peneliti virus hepatitis A, dan penderita dengan gangguan faktor pembekuan darah.

5 jenis imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah, dalam hal ini masih mendapat subsidi dari pemerintah sehingga biayanya relatif lebih murah
  1. Imunisasi BCG, Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercle bacii yang hidup didalam darah. Itulah mengapa agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkan jenis basil tak berbahaya ini ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Celmette-Guerin)
  2. Imunisasi Hepatitis B, Imunisasi ini merupakan langkah efektif untuk mencegah masuknya VHB, yaitu virus penyebab penyakit hepatitis B. Hepatitis B dapat menyebabkan sirosis atau pengerutan hati, bahkan lebih buruk lagi mengakibatkan kanker hati.
  3. Imunisasi Polio, Imunisasi polio akan memberikan kekebalan terhadap serangan virus polio. Penyakit akibat virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan.
  4. Imunisasi DTP, Dengan pemberian imunisasi DTP, diharapkan penyakit difteri, tetanus, dan pentusis, menyingkir jauh dari tubuh si kecil.
  5. Imunisasi Campak, Sebenarnya bayi sudah mendapatkan kekebalan campak dari ibunya. Namun seiring bertambahnya usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus Morbili.


Darah merupakan alat transport berbagai zat ditubuh manusia, darah berperan untuk proses homeostasis dalam mempertahankan stabilitas lingkungan dalam tubuh dan untuk mengembalikan fungsi tubuh dalam keadaan semula, dari proses hemostasis ini muncul perubahan seperti :
  • Berkeringat serta menguapnya keringat serta munculnya panas daam tubuh untuk menguapkan keringat
  • Sirkulasi darah meningkat, peningkatan sirkulasi ini karena kerja jantung dan penyesuaian pembuluh darah
  • Pernafasan meningkat dalam usaha memenuhi kebutuhan oksigen
Darah terdiri atas plasma 55 % dan sel 45%, sel dalam darah antara lain adalah trombosit, sel darah putih, sel darah merah.
Plasma mengandung ion Na, K, Ca, Mg, dan lain-lain. Adapun zat organic seperti asam amino, protein, glukosa. Plasma mudah beku karena terdapat protein fibrinogen yang dapat berubah menjadi fibrin yang berperan dalam pembekua darah.
Protein plasma darah berupa albumin, globulin dan fibrinogen, yang memberikan tekanan osmotic koloid ( tekanan onkotik ) tekanan ini berfungsi menarik air kembali ke kapiler dan intersisial setelah terjadi filtrasi.

SEL DARAH PUTIH
Sel darah putih terdiri dari granulosit, limfosit, monosit.
Granulosit terdiri dari :
  • Netrofil yang berfungsi membunuh bakteri, pada infeksi akut jumlah sel ini meningkat.
  • Basofil, melepaskan histamin, sel ini berperan pada reaksi hipersensitif tipe cepat seperti urtikaria, rhinitis alergika, syok anafilaktik.
  • Menyerang beberapa jenis parasit, sel ini meningkat pada penderita alergi.
  • Monosit : Monosit termasuk darah dari sumsum tulang, kemudian masuk jaringan, berubah namanya menjadi makrofag jaringan, berfungsi seperti netrofil membunuh bakteri.
  • Limfosit : Terdiri dari sel limfosit B dan sel limfosit T yang keduanya berperan dalam kekebalan imunitas.
SISTEM KEKEBALAN
Apabila ada benda asing yang masuk kedalam tubuh, maka tubuh akan bereaksi memebentuk suatu zat anti ( anti bodi ) yang khas untuk masing masing benda asing tersebut. Kekebalan mungkin dapat dibawa sejak lahir, melalui zat anti yang diberikan ibu atau dapat pula diperoleh kemudian. Kekebalan yang diperoleh kemudian bisa terjadi karena infeksi secara alamiah yang kemudian menimbulkan penyakit atau tidak sampai menimbulkan penyakit, atau dapat pula kekebalan yang sifatnya dibuat dengan memberi vaksin tertentu, contohnya :
• Vaksin BCG untuk mencegah penyakit TBC pada anak
• Vaksin Polio
• Vaksin DPT
• Vaksin TT
• Vaksin Morbili
• Vaksin rubella

Jenis kekebalan terbagi dalam 2 bentuk
  • Kekebalan humoral, terjadi karena terbentuknya gama globulin yang spesifik untuk suatu antigen setelah bereaksi dengan sel limfosit B tersebut.umumnya kekebalan ini tidak berlangsung lama hanya sekitar beberapa bulan.
  • Kekebalan seluler merupakan kekebalan yang dibawa oleh sel T untuk antigen tertentu, umumnya kekebalan ini berlangsung lama hingga bertahun – tahun.
SEL DARAH MERAH
Eritrosit sebagai sel darah merah berumur rata – rata 120 hari, sel ini berbentuk cakram, dengan jumlah rata – rata sekitar 5 juta / mm3 atau sekitar 25 Triliun dalam 5 liter darah, jika dalam perhitungan detik maka didapatkan dalam 1 detik akan terbentuk 2. 400.000 sel baru dan selama hidupnya eritrosit ini akan melewati aliran darah dengan menempuh lebih dari 1000 km dalam hidupnya.
Eritrosit yang tua akan mengalami kematian dan dihancurkan di limpa, limpa juga tempat menyimpan trombosit dan limfosit serta menyimpan eritrosit yang sehat. Apabila darah dilakukan sentrifugal maka akan didapatkan hematokrit yang merupakan bagian terbesarnya berisi eritrosit, nilai hematokrit pada laki –laki berkisar 47 % dan pada perempuan 42 %. Didalam eritrosit terdapat hemoglobin ( Hb ) yang berfungsi mengikat oksigen untuk didistribusikan keseluruh jaringan tubuh, kadar Hb untuk laki – laki 16 gr/dl dan perempuan 14 gr/dl.
Eritopoisis atau pembentukan eritrosit pada anak – anak berlangsung di seluruh sumsum tulang, sedangkan pada dewasa terjadi pada tulang – tulang pipih, eritopoisis terjadi karena rangsangan hormon eritopoitin yang dihasilkan di ginjal.
Apabila kadar O2 arteri menurun maka produksi eritopoitin meningkat dan peningkatan ini akan merangsang pembentukan eritrosit lebih banyak lagi sehingga kadar Hb sebagai pembawa oksigen juga ikut meningkat. Kerusakan pada ginjal menyebabkan penurunan eritopoitin akibatnya pembentukan eritrosit juga berkurang sehingga menyebabkan anemia.

ANEMIA DAN HEMOFILIA
Anemia dapat terjadi karena kekurangan kadar Hb dalam darah, secara umum anemia dapat disebabkan oleh :
  1. Anemia defisiensi, anemia karena kekurangan zat – zat pembentuk eritrosit, misal zat besi, asam folat, B12.
  2. Anemia pernisiosa, disebabkan oleh vitamin B12 tidak dapat diserap oleh usus.
  3. Anemia hemolitik, disebabkan darah yang ada dalam tubuh kita mudah hancur atau lisis karena zat – zat tertentu misal bisa ular atau karena penyakit lain misal talasemia.
  4. Anemia aplastik, terjadi karena proses pembentukan eritrosit terganggu karena ada gangguan pada sumsum tulang.
  5. Anemia karena perdarahan akibat dari kehilangan darah yang bersifat masif.
  6. Anemia renalis.
Hemofili merupakan salah satu penyakit gangguan darah, apabila pemderita terluka maka akan sukar berhenti. Hal ini disebabkan gangguan defisiensi faktor VIII dan bersifat herediter.

GOLONGAN DARAH
Didalam tubuh kita golongan darah ditentukan oeh antigen dan antibodi, yang masing masing orang berbeda dan akan menimbulkan reaksi antigen – antibodi bila darah yang berbeda itu tercampur. Golongna darah yang sering dipakai adalah sistem ABO dan faktor resus.

Apakah Golongan Darah itu?
Golongan darah ditentukan adanya suatu zat/antigen yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam system ABO yang ditemukan Lansteiner tahnu 1900, golongan darah dibagi :
Gol Sel Darah Merah Plasma
A Antigen A Antibodi B
B Antigen B antibodi A
AB Antigen A & B tak ada antibodi
O Tak ada antigen Antibodi Anti A & Anti B

Siapa yang menemukan asal muasal golongan darah pada manusia?
Landsteiner adalah orang yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam ABO sistem pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan dilakukan dengan melakukan reaksi antara sel darah merah dan serum dari donor. Hasilnya adalah dua macam reaksi dan dan satu macam tanpa reaksi. Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau samasekali tidak ada reaksi


System sirkulasi terdiri dari :
  • Jantung, yang berfungsi sebagai alat pemompa darah ke arteri dan selanjutnya ke kapiler darah kemudian kembali ke jantung
  • Pembuluh darah, merupakan jalan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung
  • Darah, sebagai alat transport yang berfungsi mengangkut zat-zat yang diperlukan tubuh.
System sirkulasi terdiri atas sirkulasi sistemik /sirkulasi besar dan sirkulasi paru / sirkulasi kecil. Proses sirkulasi sistemik yaitu darah yang mengandung oksigen didistribusikan ke seluruh tubuh yang berasal dari paru. Darah dari ventrikel kiri yang kaya akan oksige menuju aorta-arteri besar—cabang arteri---arteriol---kapiler---venula---vena kecil---vena besar---vena kava ( superior dan inferior )---atrium kanan. Sejak dari venula inilah warna darah berubah yang semula merah terang kaya akan oksigen (oksi Hb ) menjadi merah gelap kurang oksigen tapi kaya akan karbondioksida ( reduced Hb )
Sirkulasi paru dimulai pompa darah dari ventrikel kanan melalui arteri pulmonal menuju paru, dari paru melalui vena pulmonary dan terus ke atrium kiri.

JANTUNG
Merupakan organ otot yang berongga, berukuran kepalan tangan, terletak dibagian tengah rongga thoraks. Jantung terdiri dari atrium kanan dan kiri, serta vntrikel kanan dan kiri. Antara atrium dan ventrikel dibatasi oleh annulus fibrosus.
Karena fungsi vitalnya maka setiap kerusakan jantung akan menimbulkan dampak yang berat bagi tubuh, pada awalnya terjadi dekompensasio kordis sebagai respon usaha jantung dalam usaha memenuhi kebutuhan suplai darah dalam tubuh. Apabila faktrur penyebab dari kerja jantung ini diatasi maka secara perlahan tapi pasti ukuran jantung akan kembali pada posisi semula.

Pada jantung terdapat 4 katup, yaitu :
  • Katup arterioventrikular : katup antara atrium dan ventrikel. Antara atrium dan ventrikel kiri disebut katup mitral, katup antara atrium dan ventrikel kanan disebut katup trikuspidalis.
  • Katup semilunaris : katup antara ventikel kiri dengan aorta disebut semilunaris aorta dan katup antara ventrikel kanan dengan arteri pulmonalis disebut katup semilunari pulmonal
Sistem Penghantar Jantung
  1. Jantung mempunyai kemampuan mencetuskan impuls sendiri, system ini terdiri atas :
  2. Simpul SA Node ( sinoatrial ) : mencetuskan impuls 70-80 / menit dalam keadaan normal sampai 200 / menit pada olah raga berat, kerusakan pada SA Node harus dibantu dengan alat pacu jantung.
  3. Simpul AV Node ( Atrioventrikular Node ) : dalam keadaan normal hanya menerima dan mengikuti irama dari simpul SA, namun apabila SA rusak maka akan mengambil alih fungsi pencetus impuls, tetapi dengan frekwensi lebih rendah antara 40-60 / menit.
  4. Bundel his
  5. Serabut purkinye
Perubahan pada siklus jantung bagian kiri berupa :
1.Pada waktu systole :
oKontraksi isovolumetrik kontraksi ventrikel menyebabkan katup mitral tertutup, tekanan dalam ventrikel meningkat mencapai tekanan dalam aorta
oFase ejeksi : tekanan dalam ventrikel melebihi tekanan dalam aorta, akibatnya katup semilunaris aorta terbuka, darah didorong keluar dari ventrikel ke aorta, karena sifat elastisitas dinding aorta maka darah ditampung lebih dahulu untuk selanjutnya didorong ke arteri

2.Pada waktu diastole :
  • Fase relaksasi isovolumetrik, tekanan dalam vebtrikel kiri lebih rendah dari pada dalam aorta sehingga katup semilunaris aorta tertutup dan menahan darah agar tidak kembali ke ventrikel
  • Fase pengisian panjang, darah masuk ventrikeldari atrium karena tekanan ventrikel lebih rendah dari pada atrium
  • Fase pengisian lambat, darah dari atrium masih mengalir sedikit ke ventrikel
  • fase sistole atrium, memompakan sedikit lagi darah yang ada di atrium
GAGAL JANTUNG
Manifestasi gagal jantung bervariasi, gagal jantung merupakan ketidak-mampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, berikut ini manifestasi gagal jantung :

DENYUT NADI
Kontraksi ventrikel kiri mendorong darah ke aorta, akibatnya aorta terenggang dan berdilatasi, karena daya elastisitas ini kemudian dinding aorta (pembuluh darah ) kembali mengecil, pengembangan dan pengecilan ini dirasakan sebagai denyut nadi. Denyut nadi dapat teraba karena adanya tulang yang menahan.

ALIRAN VENA
Vena dalam tubuh dibagi 2 yaitu yang dibawah kulit (superficial ) dan vena dalam ( profunda ), vena profunda terletak diantara otot dan organ dalam, sedangkan vena superfisialis ada didekat permukaaan kulit. Tenaga untuk mendorong darah yang berada divena berasal dari :
• Tekanan hidrostatik dari jantung yang masih tersisa.
• Tekanan yang berasal dari otot yang berkontraksi karena sebagian vena berada diantara otot.
• Daya hisap rongga toraks saat inspirasi, daya hisap jantung saat sistol.

KAPILER
Merupakan pembuluh darah yang halus berdinding selapis endotel, tersebar diseluruh sel jaringan yang hidup dan berfungsi sebagai suplai makanan diawal kapiler terjadi filtrasi cairan plasma darah karena tenaga hidrostatik dari jantung, tenaga ini dilawan oleh tenaga tekanan osmotic koloid ) dari protein plasma. Pada bagian akhir tekanan onkotik lebih besar dari tekanan hidrostatik sehingga cairan tertarik kembali ke lumen kapiler. Namun ada sedikit cairan yang tersisa diruang antar sel yang kemudian di kumpulkan dan dialirkan kembali melaui saluran limfe untuk kembali ke jantung.

SALURAN LIMFE
Saluran ini meliputi seluruh tubuh yang akhirnya berkumpul dan berakhir di vena rongga toraks, cairan dialirkan melalui pembuluh ini kurang lebih 120 ml/menit atau 2-3 liter/hari, waktu olahraga dapat meningkat 10-30 kali.
Di beberapa tempat kelenjar limfe berfungsi sebagai filtrasi, misal terhadap bakteri. Apabila di daerah tertentu terdapat bakteri seperti yang terjadi pada bisul, ada kuman yang terlepas kesaluran limfe. Dikelenjar limfe kuman akan ditahan dan terjadi reaksi radang.

EDEMA
Edema merupakan penumpukan cairan diruang intersisial, yang dapat disebabkan oleh :
1. Peningkatan tekanan kapiler, antara lain :
 Retensi air dan garam oleh ginjal
 Tekanan vena meningkat oleh karena :
• Gagal jantung
• Bendungan vena local
• Kegagalan pompa vena
 Tahanan arteriola menurun karena :
• Panas badan meningkat
• Kelumpuham saraf simpatis
• Obat vasodilator

2. Kekurangan protein plasma
 Kehilangan protein dari ginjal ( penyakit sindrom nefrotik ).
 Kehilangan protein melalui kulit ( luka bakar ).
 Produksi protein darah dihati terganggu ( penyakit hati, kekurangan gizi ).

3. Permeabilitas kapiler meningkat karena :
• Reaksi imun, urtikaria.
• Toksin.
• Infeksi bakteri.
• Defisiensi vitamin C.
• Iskemia yang lama .
• Luka bakar.

4. Saluran limfe tersumbat atau terputus karena :
• Operasi ( terpotong / terjahit ).
• Penyakit kanker.
• Infeksi cacing filariasis.

TEKANAN DARAH
Tekanan darah mengambarkan kerja jantung, dimana tahanan perifer turut pula mentukan tekanan darah. Bila tahanan meningkat maka jantung bekerja ekstra keras untuk mengatasi tahanan itu agar darah dapat mengalir, tekanan tertinggi saat ejeksi diteruskan ke arteri sebagai tekanan sistolik, tekanan terendah sesaat menjelang pemompaan berikutnya memberikan tekanan diastolik pada arteri. Hipertensi disebabkan peningkatan cardiac output, meningkatnya tahanan pembuluh darah perifer atau keduanya.

PENGATURAN TEKANAN DARAH
Apabila tekanan darah menurun terjadi refleks untuk meningkatkan kembali tekanan, dengan cara meningkatkan frekuensi denyut jantung dan vasokotriksi, sebaliknya jika tekanan darah meningkat akan timbul refleks menurunkan dengan cara menurunkan frekuensi denyut jantung dan vasodilatasi.
Perubahan tekanan darah ini dideteksi oleh baroreseptor dibeberapa tempat di pebuluh darah arteri seperti : sinus karotikus dan arkus aorta yang meneruskan impuls ke pusat refleks di medulla oblongata.

PEMBULUH DARAH OTAK
Terdapat 4 arteri yang mengalirkan darah ke otak yaitu : 2 arteri karotis interna dari arah depan leher dan 2 arteri vertebralis melalui belakang leher, kedua arteri vertebralis ini membentuk arteri basilaris yang kemudian bergabung dengan arteri karotis interna membentuk arteri lingkaran arteri disebut sirkulus willisi
Gangguan aliran darah ke otak oleh karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah menimbulkan gangguan fungsi otak dan motorik disebut stroke.

DOKTRIN MONROE – KELLIE
Volume darah, cairan otak dan jaringan otak dalam rongga otak relative konstan. Bila tekanan intracranial meningkat pembuluh darah akan tertekan. Bila tekanan vena meningkat misalnya dengan menekan vena jugularis, tekanan intracranial meningkat dan bila diukur tekanan cairan otak juga meningkat. Bila kadar CO2 darah menurun dapat terjadi vasokontriksi arteri ke otak, sehingga bila melakukan hiperventilasi dapat terjadi gejala berkunang-kunang.

SHOCK
Suatu gejala akibat menurunnya tekanan darah sehingga darah tidak sampai ke otak, sehingga fungsi otak terganggu, penyebabnya antara lain :
- Hipovolemik : perdarahan, dehidrasi, trauma, luka bakar.
- Vasodilatasi : neurogenik ( ketakutan/kaget ), anafilaktik, sepsis
- Gangguan jantung : infark, aretmia, gagal jantung
- Obstruksi aliran darah


BIOLISTRIK
Biolistrik adalah listrik yang terdapat pada makhluk hidup, tegangan listrik pada tubuh berbeda dengan listrik yang kita bayangkan seperti listrik di rumah tangga, kelistrikan pada tubuh berkaitan dengan komposisi ion yang terdapat dapat dalam tubuh, komposisi ion ekstra sel berbeda dengan komposisi ion intra sel.
Pada ekstra sel lebih banyak ion Na dan Cl, sedangkan intra sel terdapat ion K dan anion protein.
Dinding sel mempunyai pintu – pintu ion yaitu celah – celah yang dapat terbuka atau tertutup oleh pengaruh rangsng tertentu. Dalam keadaan istirahat tegangan listrik didalam lebih rendah dari pada diluar sel sekitar 70 mVolt.
Bila terjadi rangsang nyeri, maka reseptor nyeri berupa ujung – ujung syaraf tidak bermielin terkena rangsang, pintu ion Na terbuka, ion Na masuk dengan cepat sehingga terjadi perbedaan muatan luar dan dalam sel sangat kecil bahkan bisa terbalik, artinya muatan dalam sel lebih positif yang selanjutnya terjadi potensial reseptor / tegangan reseptor.hal ini merangsang terjadinya potensial aksi di akson sel saraf. Potensial aksi ini menjalar sepanjang akson disebut impuls. Sesampai di sambungan saraf dengan saraf ( sinap ) atau sambungan saraf dengan otot ( neuromial junction ) terjadi proses terjadi proses penyeberangan impuls dan diteruskan ke saraf berikut atau ke sel otot.
Jadi jika nyeri yang merusak kulit akan diteruskan berupa impuls sampai ke otak hingga kita merasa nyeri dan terjadilah refleks berupa rekasi otot yang menghindari nyeri.


OTAK
Otak dibagi 2 yaitu otak besar (serebrum ) dan otak kecil ( serebelum ) . otak besar terdiri dari lobus frontalis, lobus parientalis, lobus oksipitalis dan lobus temporalis. Permukaan otak bergelumbang dan berlekuk-lekuk membentuk seperti sebuah lekukan yang disebut girus.

Otak besar merupakan pusat dari :
- Motorik : impuls yang diterima diteruskan oleh sel-sel saraf kemudian menuju ke pusat kontraksi otot
- Sensorik : setiap impuls sensorik dihantarkan melalui akson sel-sel saraf yang selanjutnya akan mencapai otak antara lain ke korteks serebri.
- Refleks : berbagai kegiatan refleks berpusat di otak dan batang otak sebagian lain di bagian medulla spinalis.
- Kesadaran : bagian batang otak yang disebut formasio retikularis bersama bagian lain dari korteks serebri menjadi pusat kesadaran utama.
- Fungsi luhur : pusat berfikir , berbicara berhitung dan lain – lain.
Pada bagian anterior sulkus sentralis merupakan bagian motorik penggerak otot .


SEREBLUM
Otak kecil yang merupakan pusat keseimbangan dan kooardinasi gerakan.
Pada daerah serebelum terdapat sirkulus willisi, pada dasar otak disekitar kelenjar hipofisis, sebuah lingkaran arteri terbentuk diantara rangkaian arteri carotid interna dan vertebral, lingkaran inilah yang disebut sirkulus willisi yang dibentuk dari cabang-cabang arteri carotid interna, anterior dan arteri serebral bagian tengah dan arteri penghubung anterior dan posterior. Arteri pada sirkulus willisi memberi alternative pada aliran darah jika salah satu aliran darah ateri mayor tersumbat.

CAIRAN SEREBROSPINAL
Merupakan cairan yang bersih dan tidak berwarna dengan berat jenis 1,007. diproduksi didalam ventrikel dan bersirkulasi disekitar otak dan medulla spinalis melalui sistem ventrikular. Cairan CSS diproduksi di pleksus koroid pada ventrikel lateral ketiga dan keempat, secara organik dan non organik cairan CSS sama dengan plasma tetapi mempunyai perbedaan konsenterasi. CSS mengandung protein, glukosa dan klorida, serta immunoglobulin. Secara normal CSS hanya mengandung sel darah putih yang sedikit dan tidak mengandung sel darah merah. Cairan CSS didalam tubuh diserap oleh villiarakhnoid.

MEDULA SPINALIS
- Merupakan pusat refleks - refleks yang ada disana
- Penerus sensorik ke otak sekaligus tempat masuknya saraf sensorik
- Penerus impuls motorik dari otak ke saraf motorik
- Pusat pola geraka sederhana yang telah lama di pelajari contoh melangkah.

SARAF SOMATIK :
Merupakan saraf tepi berupa saraf sensorik dari perifer ke pusat dan saaf motorik dari pusat ke perifer. Berdasarkan tempat keluarnya dibagi menjadi saraf otak dan saraf spinal.

SARAF SPINAL
Dari medulla spinalis keluar pasangan saraf kiri dan kanan vertebra :
- Saraf servikal 8 pasang
- Saraf torakal 12 pasang
- Saraf lumbal 5 pasang
- Sara sacrum / sacral 5 pasang
- Saraf koksigeal 1 pasang
Saraf spinal mengandung saraf sensorik dan motorik, serat sensorik masuk medula spinalis melalui akar belakang dan serat motorik kaluar dari medula spinalis melalui akar depan kemudian bersatu membentuk saraf spinal

Saraf-saraf ini sebagian berkelompok membentuk pleksus ( anyaman ) dan terbentuklah berbagai saraf ( nervus ) seperti saraf iskiadikus untuk sensorik dan motorik daerah tungkai bawah. Daerah torakal tidak membentuk anyaman tetapi masing – masing lurus diantara tulang kosta( nervus inter kostalis ). Umumnya didalam nervus ini juga berisi serat autonom, terutama serat simpatis yang menuju ke pembuluh darah untuk daerah yang sesuai. Serat saraf dari pusat di korteks serebri sampai ke perifer terjadi penyebrangan ( kontra lateral ) yaitu yang berada di kiri menyebrang ke kanan begitu pula sebaliknya. Jadi apabila terjadi kerusakan di pusat motorik kiri maka yang mengalami gangguan anggota gerak yang sebelah kanan.

SARAF OTONOM
System saraf ini mempunyai kemampuan kerja otonom, seperti jantung, paru, serta alat pencernaan. Sistim otonom dipengaruhi saraf simpatis dan parasimpatis.

Peningkatan aktifitas simpatis memperlihatkan :
- Kesiagaan meningkat
- Denyut jantung meningkat
- Pernafasan meningkat
- Tonus otot – otot meningkat
- Gerakan saluran cerna menurun
- Metabolisme tubuh meningkat.

Semua ini menyiapkan individu untuk bertempur atau lari, semua itu tampak pada manusia apabila menghadapi masalah, bekerja, olah raga, cemas dan lain – lain, pada keadaan ini terjadi peningkatan peggunaan energi / katabolisme.

Peningkatan aktifitas parasimpatis memperlihatkan :
- Kesiagaan menurun
- Denyut jentung melambat
- Pernafasan tenang
- Tonus otot-otot menurun
- Gerakan saluran cerna meningkat
- Metabolisme tubuh menurun
Hal ini terjadi penyimpanan energi ( anabolisme ) dan terlihat apabila individu sedang istirahat.
Pusat saraf simpatis berada di medulla spinalis bagian torakal dan lumbal, sedang pusat parasimpatis berada dibagian medulla oblongata dan medulla spinalis bagian sacral. Pusat – pusat ini masih dipengaruhi oleh pusat yang lebih tinggi yaitu di hipotalamus sebagai pusat emosi.

Pemeriksaan Syaraf Kranial
Pemeriksaan saraf merupakan salah satu dari rangkaian pemeriksaan neurologis yang terdiri dari : status mental, tingkat kesadaran, fungsi saraf kranial, fungsi motorik, refleks, koordinasi dan gaya berjalan serta fungsi sensorik
Agar pemeriksaan saraf kranial dapat memberikan informasi yang diperlukan, diusahakan kerjasama yang baik antara pemeriksa dan penderita selama pemeriksaan. Penderita seringkali diminta kesediaannya untuk melakukan suatu tindakan yang mungkin oleh penderita dianggap tidak masuk akal atau menggelikan. Sebelum mulai diperiksa, kegelisahan penderita harus dihilangkan dan penderita harus diberi penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan untuk dapat menegakkan diagnosis.
Memberikan penjelasan mengenai lamanya pemeriksaan, cara yang dilakukan dan nyeri yang mungkin timbul dapat membantu memupuk kepercayaan penderita pada pemeriksa.
Suatu anamnesis lengkap dan teliti ditambah dengan pemeriksaan fisik akan dapat mendiagnosis sekitar 80% kasus. Walaupun terdapat beragam prosedur diagnostik modern tetapi tidak ada yang dapat menggantikan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Saraf-saraf kranial langsung berasal dari otak dan meninggalkan tengkorak melalui lubang-lubang pada tulang yang dinamakan foramina, terdapat 12 pasang saraf kranial yang dinyatakan dengan nama atau dengan angka romawi. Saraf-saraf tersebut adalah olfaktorius (I), optikus (II), Okulomotorius (III), troklearis (IV), trigeminus (V), abdusens (VI), fasialis (VII), vestibula koklearis (VIII), glossofaringeus (IX), vagus (X), asesorius (XI), hipoglosus (XII).

1) SARAF OLFAKTORIUS (N.I)
Sistem olfaktorius dimulai dengan sisi yang menerima rangsangan olfaktorius. Sistem ini terdiri dari bagian berikut: mukosa olfaktorius pada bagian atas kavum nasal, fila olfaktoria, bulbus subkalosal pada sisi medial lobus orbitalis. Saraf ini merupakan saraf sensorik murni yang serabut-serabutnya berasal dari membran mukosa hidung dan menembus area kribriformis dari tulang etmoidal untuk bersinaps di bulbus olfaktorius, dari sini, traktus olfaktorius berjalan dibawah lobus frontal dan berakhir di lobus temporal bagian medial sisi yang sama.
Sistem olfaktorius merupakan satu-satunya sistem sensorik yang impulsnya mencapai korteks tanpa dirilei di talamus. Bau-bauan yang dapat memprovokasi timbulnya nafsu makan dan induksi salivasi serta bau busuk yang dapat menimbulkan rasa mual dan muntah menunjukkan bahwa sistem ini ada kaitannya dengan emosi.
Serabut utama yang menghubungkan sistem penciuman dengan area otonom adalah medial forebrain bundle dan stria medularis talamus. Emosi yang menyertai rangsangan olfaktorius mungkin berkaitan ke serat yang berhubungan dengan talamus, hipotalamus dan sistem limbik.


2) SARAF OPTIKUS (N. II)
Saraf Optikus merupakan saraf sensorik murni yang dimulai di retina. Serabut-serabut saraf ini, ini melewati foramen optikum di dekat arteri optalmika dan bergabung dengan saraf dari sisi lainnya pada dasar otak untuk membentuk kiasma optikum. Orientasi spasial serabut-serabut dari berbagai bagian fundus masih utuh sehingga serabut-serabut dari bagian bawah retina ditemukan pada bagian inferior kiasma optikum dan sebaliknya.
Serabut-serabut dari lapangan visual temporal (separuh bagian nasal retina) menyilang kiasma, sedangkan yang berasal dari lapangan visual nasal tidak menyilang. Serabut-serabut untuk indeks cahaya yang berasal dari kiasma optikum berakhir di kolikulus superior, dimana terjadi hubungan dengan kedua nuklei saraf okulomotorius. Sisa serabut yang meninggalkan kiasma berhubungan dengan penglihatan dan berjalan di dalam traktus optikus menuju korpus genikulatum lateralis.
Dari sini serabut-serabut yang berasal dari radiasio optika melewati bagian posterior kapsula interna dan berakhir di korteks visual lobus oksipital.
Dalam perjalanannya serabut-serabut tersebut memisahkan diri sehingga serabut-serabut untuk kuadran bawah melalui lobus parietal sedangkan untuk kuadaran atas melalui lobus temporal. Akibat dari dekusasio serabut-serabut tersebut pada kiasma optikum serabut-serabut yang berasal dari lapangan penglihatan kiri berakhir di lobus oksipital kanan dan sebaliknya.

3) SARAF OKULOMOTORIUS (N. III)
Nukleus saraf okulomotorius terletak sebagian di depan substansia grisea periakuaduktal (Nukleus motorik) dan sebagian lagi di dalam substansia grisea (Nukleus otonom).Nukleus motorik bertanggung jawab untuk persarafan otot-otot rektus medialis, superior, dan inferior, otot oblikus inferior dan otot levator palpebra superior. Nukleus otonom atau nukleus Edinger-westhpal yang bermielin sangat sedikit mempersarafi otot-otot mata inferior yaitu spingter pupil dan otot siliaris.

4) SARAF TROKLEARIS (N. IV)
Nukleus saraf troklearis terletak setinggi kolikuli inferior di depan substansia grisea periakuaduktal dan berada di bawah Nukleus okulomotorius. Saraf ini merupakan satu-satunya saraf kranialis yang keluar dari sisi dorsal batang otak. Saraf troklearis mempersarafi otot oblikus superior untuk menggerakkan mata bawah, kedalam dan abduksi dalam derajat kecil.

5) SARAF TRIGEMINUS (N. V)
Saraf trigeminus bersifat campuran terdiri dari serabut-serabut motorik dan serabut-serabut sensorik. Serabut motorik mempersarafi otot masseter dan otot temporalis. Serabut-serabut sensorik saraf trigeminus dibagi menjadi tiga cabang utama yatu saraf oftalmikus, maksilaris, dan mandibularis. Daerah sensoriknya mencakup daerah kulit, dahi, wajah, mukosa mulut, hidung, sinus. Gigi maksilar dan mandibula, dura dalam fosa kranii anterior dan tengah bagian anterior telinga luar dan kanalis auditorius serta bagian membran timpani.

6) SARAF ABDUSENS (N. VI)
Nukleus saraf abdusens terletak pada masing-masing sisi pons bagian bawah dekat medula oblongata dan terletak dibawah ventrikel ke empat saraf abdusens mempersarafi otot rektus lateralis.

7) SARAF FASIALIS (N. VII)
Saraf fasialis mempunyai fungsi motorik dan fungsi sensorik fungsi motorik berasal dari Nukleus motorik yang terletak pada bagian ventrolateral dari tegmentum pontin bawah dekat medula oblongata. Fungsi sensorik berasal dari Nukleus sensorik yang muncul bersama nukleus motorik dan saraf vestibulokoklearis yang berjalan ke lateral ke dalam kanalis akustikus interna.
Serabut motorik saraf fasialis mempersarafi otot-otot ekspresi wajah terdiri dari otot orbikularis okuli, otot buksinator, otot oksipital, otot frontal, otot stapedius, otot stilohioideus, otot digastriktus posterior serta otot platisma. Serabut sensorik menghantar persepsi pengecapan bagian anterior lidah.

8) SARAF VESTIBULOKOKLEARIS (N. VIII)
Saraf vestibulokoklearis terdiri dari dua komponen yaitu serabut-serabut aferen yang mengurusi pendengaran dan vestibuler yang mengandung serabut-serabut aferen yang mengurusi keseimbangan.
Serabut-serabut untuk pendengaran berasal dari organ corti dan berjalan menuju inti koklea di pons, dari sini terdapat transmisi bilateral ke korpus genikulatum medial dan kemudian menuju girus superior lobus temporalis.
Serabut-serabut untuk keseimbangan mulai dari utrikulus dan kanalis semisirkularis dan bergabung dengan serabut-serabut auditorik di dalam kanalis fasialis. Serabut-serabut ini kemudian memasuki pons, serabut vestibutor berjalan menyebar melewati batang dan serebelum.

9) SARAF GLOSOFARINGEUS (N. IX)
Saraf Glosofaringeus menerima gabungan dari saraf vagus dan asesorius pada waktu meninggalkan kranium melalui foramen tersebut, saraf glosofaringeus mempunyai dua ganglion, yaitu ganglion intrakranialis superior dan ekstrakranialis inferior. Setelah melewati foramen, saraf berlanjut antara arteri karotis interna dan vena jugularis interna ke otot stilofaringeus. Di antara otot ini dan otot stiloglosal, saraf berlanjut ke basis lidah dan mempersarafi mukosa faring, tonsil dan sepertiga posterior lidah.

10) SARAF VAGUS (N. X)
Saraf vagus juga mempunyai dua ganglion yaitu ganglion superior atau jugulare dan ganglion inferior atau nodosum, keduanya terletak pada daerah foramen ugularis, saraf vagus mempersarafi semua visera toraks dan abdomen dan menghantarkan impuls dari dinding usus, jantung dan paru-paru.

11) SARAF ASESORIUS (N. XI)
Saraf asesorius mempunyai radiks spinalis dan kranialis. Radiks kranial adalah akson dari neuron dalam nukleus ambigus yang terletak dekat neuron dari saraf vagus. Saraf aksesoris adalah saraf motorik yang mempersarafi otot sternokleidomastoideus dan bagian atas otot trapezius, otot sternokleidomastoideus berfungsi memutar kepala ke samping dan otot trapezius memutar skapula bila lengan diangkat ke atas.

12) SARAF HIPOGLOSUS (N. XII)
Nukleus saraf hipoglosus terletak pada medula oblongata pada setiap sisi garis tengah dan depan ventrikel ke empat dimana semua menghasilkan trigonum hipoglosus. Saraf hipoglosus merupakan saraf motorik untuk lidah dan mempersarafi otot lidah yaitu otot stiloglosus, hipoglosus dan genioglosus.

PEMERIKSAAN SARAF KRANIALIS.
A. Saraf Olfaktorius (N. I)
Saraf ini tidak diperiksa secara rutin, tetapi harus dikerjakan jika terdapat riwayat tentang hilangnya rasa pengecapan dan penciuman, kalau penderita mengalami cedera kepala sedang atau berat, dan atau dicurigai adanya penyakit-penyakit yang mengenai bagian basal lobus frontalis.
Untuk menguji saraf olfaktorius digunakan bahan yang tidak merangsang seperti kopi, tembakau, parfum atau rempah-rempah. Letakkan salah satu bahan-bahan tersebut di depan salah satu lubang hidung orang tersebut sementara lubang hidung yang lain kita tutup dan pasien menutup matanya. Kemudian pasien diminta untuk memberitahu saat mulai tercium baunya bahan tersebut dan kalau mungkin mengidentifikasikan bahan yang dicium baunya.

B. Saraf Optikus (N. II)
Pemeriksaan meliputi penglihatan sentral (Visual acuity), penglihatan perifer (visual field), refleks pupil, pemeriksaan fundus okuli serta tes warna.

Pemeriksaan penglihatan sentral (visual acuity)
Penglihatan sentral diperiksa dengan kartu snellen, jari tangan, dan gerakan tangan.

Kartu Snellen
Pada pemeriksaan kartu memerlukan jarak enam meter antara pasien dengan tabel, jika tidak terdapat ruangan yang cukup luas, pemeriksaan ini bisa dilakukan dengan cermin. Ketajaman penglihatan normal bila baris yang bertanda 6 dapat dibaca dengan tepat oleh setiap mata (visus 6/6)

Jari tangan
Normal jari tangan bisa dilihat pada jarak 3 meter tetapi bisa melihat pada jarak 2 meter, maka perkiraan visusnya adalah kurang lebih 2/60.

Gerakan tangan
Normal gerakan tangan bisa dilihat pada jarak 2 meter tetapi bisa melihat pada jarak 1 meter berarti visusnya kurang lebih 1/310.

Pemeriksaan Penglihatan Perifer
Pemeriksaan penglihatan perifer dapat menghasilkan informasi tentang saraf optikus dan lintasan penglihatan mulai dair mata hingga korteks oksipitalis. Penglihatan perifer diperiksa dengan tes konfrontasi atau dengan perimetri / kompimetri.

Tes Konfrontasi
Jarak antara pemeriksa – pasien : 60 – 100 cm
Objek yang digerakkan harus berada tepat di tengah-tengah jarak tersebut.
Objek yang digunakan (2 jari pemeriksa / ballpoint) di gerakan mulai dari lapang pandang kanan dan kiri (lateral dan medial), atas dan bawah dimana mata lain dalam keadaan tertutup dan mata yang diperiksa harus menatap lururs kedepan dan tidak boleh melirik kearah objek tersebut.Syarat pemeriksaan lapang pandang pemeriksa harus normal.

Perimetri / kompimetri
Lebih teliti dari tes konfrontasi. Hasil pemeriksaan di proyeksikan dalam bentuk gambar di sebuah kartu.

Refleks Pupil
Saraf aferen berasal dari saraf optikal sedangkan saraf aferennya dari saraf occulomotorius.

Terdapat dua macam refleks pupil.
Respon cahaya langsung
Pakailah senter kecil, arahkan sinar dari samping (sehingga pasien tidak memfokus pada cahaya dan tidak berakomodasi) ke arah salah satu pupil untuk melihat reaksinya terhadap cahaya. Inspeksi kedua pupil dan ulangi prosedur ini pada sisi lainnya. Pada keadaan normal pupil yang disinari akan mengecil.Respon cahaya konsensual, Jika pada pupil yang satu disinari maka secara serentak pupil lainnya mengecil dengan ukuran yang sama.

Pemeriksaan fundus occuli (fundus kopi)
Digunakan alat oftalmoskop. Putar lensa ke arah O dioptri maka fokus dapat diarahkan kepada fundus, kekeruhan lensa (katarak) dapat mengganggu pemeriksaan fundus. Bila retina sudah terfokus carilah terlebih dahulu diskus optikus. Caranya adalah dengan mengikuti perjalanan vena retinalis yang besar ke arah diskus. Semua vena-vena ini keluar dari diskus optikus.

Tes warna
Untuk mengetahui adanya polineuropati pada nervus optikus.

C. Saraf Okulomotoris (N. III)
Pemeriksaan meliputi ; Ptosis, Gerakan bola mata dan Pupil
1. Ptosis
Pada keadaan normal bila seseorang melihat ke depan maka batas kelopak mata atas akan memotong iris pada titik yang sama secara bilateral. Ptosis dicurigai bila salah satu kelopak mata memotong iris lebih rendah dari pada mata yang lain, atau bila pasien mendongakkan kepal ke belakang / ke atas (untuk kompensasi) secara kronik atau mengangkat alis mata secara kronik pula.

2. Gerakan bola mata.
Pasien diminta untuk melihat dan mengikuti gerakan jari atau ballpoint ke arah medial, atas, dan bawah, sekligus ditanyakan adanya penglihatan ganda (diplopia) dan dilihat ada tidaknya nistagmus. Sebelum pemeriksaan gerakan bola mata (pada keadaan diam) sudah dilihat adanya strabismus (juling) dan deviasi conjugate ke satu sisi.

3. Pupil
Pemeriksaan pupil meliputi bentuk dan ukuran pupil, perbandingan pupil kanan dan kiri ( pupil sebesar diameter 1mm, perbedaan masih dianggap normal ), refleks pupil. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan :
- Refleks cahaya langsung (bersama N. II)
- Refleks cahaya tidak alngsung (bersama N. II)
- Refleks pupil akomodatif atau konvergensi

Bila seseorang melihat benda didekat mata (melihat hidungnya sendiri) kedua otot rektus medialis akan berkontraksi. Gerakan kedua bola mata ini disebut konvergensi. Bersamaan dengan gerakan bola mata tersebut maka kedua pupil akan mengecil (otot siliaris berkontraksi).


D. Saraf Troklearis (N. IV)
Pemeriksaan meliputi :
1. Gerak mata ke lateral bawah
2. Strabismus konvergen
3. Diplopia

E. Saraf Trigeminus (N. V)
Pemeriksaan meliputi; sensibilitas, motorik dan refleks
1. Sensibilitas
Ada tiga cabang sensorik, yaitu oftalmik, maksila, mandibula. Pemeriksaan dilakukan pada ketiga cabang saraf tersebut dengan membandingkan sisi yang satu dengan sisi yang lain. Mula-mula tes dengan ujung yang tajam dari sebuah jarum yang baru. Pasien menutup kedua matanya dan jarum ditusukkan dengan lembut pada kulit, pasien ditanya apakah terasa tajam atau tumpul. Hilangnya sensasi nyeri akan menyebabkan tusukan terasa tumpul.
Daerah yang menunjukkan sensasi yang tumpul harus digambar dan pemeriksaan harus di lakukan dari daerah yang terasa tumpul menuju daerah yang terasa tajam. Juga dilakukan dari daerah yang terasa tumpul menuju daerah yang terasa tajam. Juga lakukan tes pada daerah di atas dahi menuju belakang melewati puncak kepala. Jika cabang oftalmikus terkena sensasi akan timbul kembali bila mencapai dermatom C2.
Temperatur tidak diperiksa secara rutin kecuali mencurigai siringobulbia, karena hilangnya sensasi temperatur terjadi pada keadaan hilangnya sensasi nyeri, pasien tetap menutup kedua matanya dan lakukan tes untuk raba halus dengan kapas yang baru dengan cara yang sama. Pasien disuruh mengatakan “ya” setiap kali dia merasakan sentuhan kapas pada kulitnya.



2. Motorik
Pemeriksaan dimulai dengan menginspeksi adanya atrofi otot-otot temporalis dan masseter. Kemudian pasien disuruh mengatupkan giginya dan lakukan palpasi adanya kontraksi masseter diatas mandibula. Kemudian pasien disuruh membuka mulutnya (otot-otot pterigoideus) dan pertahankan tetap terbuka sedangkan pemeriksa berusaha menutupnya. Lesi unilateral dari cabang motorik menyebabkan rahang berdeviasi kearah sisi yang lemah (yang terkena).

3. Refleks
Pemeriksaan refleks meliputi refleks kornea langsung dan tidak langsung. Pada pemeriksaan langsung pasien diminta melirik ke arah laterosuperior, kemudian dari arah lain kapas disentuhkan pada kornea mata, misal pasien diminta melirik kearah kanan atas maka kapas disentuhkan pada kornea mata kiri dan lakukan sebaliknya pada mata yang lain. Kemudian bandingkan kekuatan dan kecepatan refleks tersebut kanan dan kiri saraf aferen berasal dari N. V tetapi eferannya (berkedip) berasal dari N.VII.
Pada pemeriksaan tidak langsung (konsensual), sentuhan kapas pada kornea atas akan menimbulkan refleks menutup mata pada mata kiri dan sebaliknya kegunaan pemeriksaan refleks kornea konsensual ini sama dengan refleks cahaya konsensual, yaitu untuk melihat lintasan mana yang rusak (aferen atau eferen).
Adapula untuk melihat adanya lesi UMN (certico bultar) penderita membuka mulut secukupnya (jangan terlalu lebar) kemudian dagu diberi alas jari tangan pemeriksa diketuk mendadak dengan palu refleks. Respon normal akan negatif yaitu tidak ada penutupan mulut atau positif lemah yaitu penutupan mulut ringan. Sebaliknya pada lesi UMN akan terlihat penutupan mulut yang kuat dan cepat.



F. Saraf abdusens (N. VI)
Pemeriksaan meliputi gerakan mata ke lateral, strabismus konvergen dan diplopia tanda-tanda tersebut maksimal bila memandang ke sisi yang terkena dan bayangan yang timbul letaknya horizonatal dan sejajar satu sama lain.

G. Saraf fasialis (N. VII)
Pemeriksaan saraf fasialis dilakukan saat pasien diam dan atas perintah (tes kekuatan otot) saat pasien diam diperhatikan asimetri wajah. Kelumpuhan nervus VIII dapat menyebabkan penurunan sudut mulut unilateral dan kerutan dahi menghilang serta lipatan nasolabial, tetapi pada kelumpuhan nervus fasialis bilateral wajah masih tampak simetrik. Gerakan-gerakan abnormal (tic facialis, grimacing, kejang tetanus/rhisus sardonicus tremor dan seterusnya ), Ekspresi muka (sedih, gembira, takut, seperti topeng)

Tes kekuatan otot wajah
1. Mengangkat alis, bandingkan kanan dan kiri.
2. Menutup mata sekuatnya (perhatikan asimetri) kemudioan pemeriksa mencoba membuka kedua mata tersebut bandingkan kekuatan kanan dan kiri.
3. Memperlihatkan gigi (asimetri)
4. Bersiul dan memoncongkan mulut (asimetri / deviasi ujung bibir)
5. Meniup sekuatnya, bandingkan kekuatan uadara dari pipi masing-masing.

H. Saraf Vestibulo kokhlearis (N. VIII)
Ada dua macam pemeriksaan yaitu pemeriksaan pendengaran dan pemeriksaan fungsi vestibuler.
1) Pemeriksaan pendengaran.
Inspeksi meatus akustikus akternus dari pasien untuk mencari adanya serumen atau obstruksi lainnya dan membrana timpani untuk menentukan adanya inflamasi atau perforasi kemudian lakukan tes pendengaran dengan menggunakan gesekan jari, detik arloji, dan audiogram. Audiogram digunakan untuk membedakan tuli saraf dengan tuli konduksi dipakai tes Rinne dan tesWeber. PadaTesRinne, Garpu tala dengan frekuensi 256 Hz mula-mula dilakukan pada prosesus mastoideus, dibelakang telinga, dan bila bunyi tidak lagi terdengar letakkan garpu tala tersebut sejajar dengan meatus akustikus oksterna. Dalam keadaan normal masih terdengar pada meatus akustikus eksternus. Pada tuli saraf anda masih mendengar pada meatus akustikus eksternus. Keadaan ini disebut Rinne negatif. Pada Webber Garpu tala 512 Hz diletakkan pada bagian tengah dahi dalam keadaan normal bunyi akan terdengar pada bagian tengah dahi pada tuli saraf bunyi dihantarkan ke telinga yang normal pada tuli konduktif bunyi tedengar lebih keras pada telinga yang abnormal.
2) PemeriksaanFungsiVestibuler.
Pemeriksaan fungsi vestibuler meliputi : nistagmus, tes romberg dan berjalan lurus dengan mata tertutup, head tilt test (Nylen – Baranny, dixxon – Hallpike) yaitu tes untuk postural nistagmus.

I. Saraf Glosofaringeus (N. IX) dan Saraf Vagus (N. X)
Pemeriksaan N. IX dan N X. karena secara klinis sulit dipisahkan maka biasanya dibicarakan bersama-sama, anamnesis meliputi kesedak / keselek (kelumpuhan palatom), kesulitan menelan dan disartria(khas bernoda hidung / bindeng). Pasien disuruh membuka mulut dan inspeksi palatum dengan senter perhatikan apakah terdapat pergeseran uvula, kemudian pasien disuruh menyebut “aaaa” jika uvula terletak ke satu sisi maka ini menunjukkan adanya kelumpuhan nervus X unilateral perhatikan bahwa uvula tertarik kearah sisi yang sehat.
Sekarang lakukan tes refleks muntah dengan lembut (nervus IX adalah komponen sensorik dan nervus X adalah komponen motorik). Sentuh bagian belakang faring pada setiap sisi dengan spacula, jangan lupa menanyakan kepada pasien apakah ia merasakan sentuhan spatula tersebut (N. IX) setiap kali dilakukan.
Dalam keadaaan normal, terjadi kontraksi palatum molle secara refleks. Jika konraksinya tidak ada dan sensasinya utuh maka ini menunjukkan kelumpuhan nervus X, kemudian pasien disuruh berbicara agar dapat menilai adanya suara serak (lesi nervus laringeus rekuren unilateral), kemudian disuruh batuk , tes juga rasa kecap secara rutin pada sepertinya posterior lidah (N. IX).

J. Saraf Asesorius (N. XI)
Pemeriksaan saraf asesorius dengan cara meminta pasien mengangkat bahunya dan kemudian rabalah massa otot trapezius dan usahakan untuk menekan bahunya ke bawah, kemudian pasien disuruh memutar kepalanya dengan melawan tahanan (tangan pemeriksa) dan juga raba massa otot sternokleido mastoideus.

K. Saraf Hipoglosus (N. XII)
Pemeriksaan saraf Hipoglosus dengan cara inspeksi lidah dalam keadaan diam didasar mulut, tentukan adanya atrofi dan fasikulasi (kontraksi otot yang halus iregular dan tidak ritmik). Fasikulasi dapat unilateral atau bilateral.
Pasien diminta menjulurkan lidahnya yang berdeviasi ke arah sisi yang lemah (terkena) jika terdapat lesi upper atau lower motorneuron unilateral.
Lesi UMN dari N XII biasanya bilateral dan menyebabkan lidah imobil dan kecil. Kombinasi lesi UMN bilateral dari N. IX. X, XII disebut kelumpuhan pseudobulbar.

KELAINAN YANG DAPAT MENIMBULKAN GANGGUAN PADA NERVUS CRANIALIS :
1) Saraf Olfaktorius. (N.I)
Kelainan pada nervus olfaktovius dapat menyebabkan suatu keadaan berapa gangguan penciuman sering dan disebut anosmia, dan dapat bersifat unilatral maupun bilateral. Pada anosmia unilateral sering pasien tidak mengetahui adanya gangguan penciuman.
Proses penciuman dimulai dari sel-sel olfakrorius di hidung yang serabutnya menembus bagian kribiformis tulang ethmoid di dasar di dasar tengkorak dn mencapai pusat penciuman lesi atau kerusakan sepanjang perjalanan impuls penciuman akan mengakibatkan anosmia.
Penyakit mukosa olfaktorius brochitis dan tumor nasal
Sembuhnya rhinitis berarti juga pulihnya penciuman, tetapi pada rhinitis kronik, dimana mukosa ruang hidung menjadi atrofik penciuman dapat hilang seterusnya.

Destruksi filum olfaktorius karena fraktur lamina feribrosa.
Destruksi bulbus olfaktorius dan traktus akibat kontusi “countre coup”, biasanya disebabkan karena jatuh pada belakang kepala. Anosmia unilateral atau bilalteral mungkin merupakan satu-satunya bukti neurologis dari trauma vegio orbital. Sinusitas etmoidalis, osteitis tulang etmoid, dan peradangan selaput otak didekatnya.
Tumor garis tengah dari fosa kranialis anterior, terutama meningioma sulkus olfaktorius (fossa etmoidalis), yang dapat menghasilkan trias berupa anosmia, sindrom Foster Kennedy, dan gangguan kepribadian jenis lobus orbitalis. Adenoma hipofise yang meluas ke rostral juga dapat merusak penciuman.
Penyakit yang mencakup lobus temporalis anterior dan basisnya (tumor intrinsik atau ekstrinsik).Pasien mungkin tidak menyadari bahwa indera penciuman hilang sebaliknya, dia mungkin mengeluh tentang rasa pengecapan yang hilang, karena kemampuannya untuk merasakan aroma, suatu sarana yang penting untuk pengecapan menjadi hilang.


2) Saraf Optikus (N.II)
Kelainan pada nervus optikus dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan dapat dibagi menjadi gangguan visus dan gangguan lapangan pandang. Kerusakan atau terputusnya jaras penglitan dapat mengakibatkan gangguan penglihatan kelainan dapat terjadi langsung pada nevrus optikus itu sendiri atau sepanjang jaras penglihatan yaitu kiasma optikum, traktus optikus, radiatio optika, kortek penglihatan. Bila terjadi kelainan berat makan dapat berakhir dengan kebutaan.
Orang yang buta kedua sisi tidak mempunyai lapang pandang, istilah untuk buta ialah anopia atau anopsia. Apabila lapang pandang kedua mata hilang sesisi, maka buta semacam itu dinamakan hemiopropia. Kelainan atau lesi pada nervus optikus dapat disebabkan oleh :
Trauma Kepala
Tumor serebri (kraniofaringioma, tumor hipfise, meningioma, astrositoma)
Kelainan pembuluh darah
Infeksi.

3) Saraf Okulomotorius (N.III).
Kelainan berupa paralisis nervus okulomatorius menyebabkan bola mata tidak bisa bergerak ke medial, ke atas dan lateral, kebawah dan keluar. Juga mengakibatkan gangguan fungsi parasimpatis untuk kontriksi pupil dan akomodasi, sehingga reaksi pupil akan berubah. N. III juga menpersarafi otot kelopak mata untuk membuka mata, sehingga kalau lumpuh, kelopak mata akan jatuh ( ptosis).
Kelumpuhan okulomotorius lengkap memberikan sindrom di bawah ini:
1. Ptosis, disebabkan oleh paralisis otot levator palpebra dan tidak adanya perlawanan dari kerja otot orbikularis okuli yang dipersarafi oleh saraf fasialis.
2. Fiksasi posisi mata, dengan pupil ke arah bawah dan lateral, karena tak adanya perlawanan dari kerja otot rektus lateral dan oblikus superior.
3. Pupil yang melebar, tak bereaksi terhadap cahaya dan akomodasi.
Jika seluruh otot mengalami paralisis secara akut, kerusakan biasanya terjadi di perifer, paralisis otot tunggal menandakan bahwa kerusakan melibatkan nukleus okulomotorius.

Penyebab kerusakan diperifer meliputi; a). Lesi kompresif seperti tumor serebri, meningitis basalis, karsinoma nasofaring dan lesi orbital. b). Infark seperti pada arteritis dan diabetes.

4) Saraf Troklearis (N. IV)
Kelainan berupa paralisis nervus troklearis menyebabkan bola mata tidak bisa bergerak kebawah dan kemedial. Ketika pasien melihat lurus kedepan atas, sumbu dari mata yang sakit lebih tinggi daripada mata yang lain. Jika pasien melihat kebawah dan ke medial, mata berotasi dipopia terjadi pada setiap arah tatapan kecuali paralisis yang terbatas pada saraf troklearis jarang terjadi dan sering disebabkan oleh trauma, biasanya karena jatuh pada dahi atu verteks.

5) Saraf Abdusens (N. VI)
Kelainan pada paralisis nervus abdusens menyebabkan bola mata tidak bisa bergerak ke lateral, ketika pasien melihat lurus ke atas, mata yang sakit teradduksi dan tidak dapat digerakkan ke lateral, ketika pasien melihat ke arah nasal, mata yang paralisis bergerak ke medial dan ke atas karena predominannya otot oblikus inferior.
Jika ketiga saraf motorik dari satu mata semuanya terganggu, mata tampak melihat lurus keatas dan tidak dapat digerakkan kesegala arah dan pupil melebar serta tidak bereaksi terhadap cahaya (oftalmoplegia totalis). Paralisis bilateral dari otot-otot mata biasanya akibat kerusakan nuklear. Penyebab paling sering dari paralisis nukleus adalah ensefelaitis, neurosifilis, mutiple sklerosis, perdarahan dan tumor.
Penyebab yang paling sering dari kelumpuhan otot-otot mata perifer adalah meningitis, sinusistis, trombosis sinus kavernosus, anevrisma arteri karotis interva atau arteri komunikantes posterior, fraktur basis kranialis.

6) Saraf Trigeminus (N. V)
Kelainan yang dapat menimbulkan gangguan pada nerus trigeminus antara lain : Tumor pada bagian fosa posterior dapat menyebabkan kehilangan reflek kornea, dan rasa baal pada wajah sebagai tanda-tanda dini.
Gangguan nervus trigeminus yang paling nyata adalah neuralgia trigeminal atau tic douloureux yang menyebabkan nyeri singkat dan hebat sepanjang percabangan saraf maksilaris dan mandibularis dari nervus trigeminus. Janeta (1981) menemukan bahwa penyebab tersering dari neurolgia trigeminal dicetuskan oleh pembuluh darah. Paling sering oleh arteri serebelaris superior yang melingkari radiks saraf paling proksimal yang masih tak bermielin.
Kelainan berapa lesi ensefalitis akut di pons dapat menimbulkan gangguan berupa trismus, yaitu spasme tonik dari otot-otot pengunyah. Karena tegangan abnormal yang kuat pada otot ini mungkin pasien tidak bisa membuka mulutnya.

7) Saraf Fasialis (N. VII)
Kelainan yang dapat menyebabkan paralis nervus fasialis antara lain :
- Penyebab pada pons, meliputi tumor, lesi vaskuler dan siringobulbia.
- Pada fosa posterior, meliputi neuroma akustik, meningioma, dan meningitis kronik.
- Pada pars petrosa os temporalis dapat terjadi Bell’s palsy, fraktur, sindroma Rumsay hunt, dan otitis media.

Penyebab kelumpuhan fasialis bilateral antara lain Sindrom Guillain Barre, mononeuritis multipleks, dan keganasan parotis bilateral. Penyebab hilangnya rasa kecap unilateral tanpa kelainan lain dapat terjadi pada lesi telinga tengah yang meliputi Korda timpani atau nervus lingualis, tetapi ini sangat jarang.
Gangguan nervus fasialis dapat mengakibatkan kelumpuhan otot-otot wajah, kelopak mata tidak bisa ditutup, gangguan air mata dan ludah, gangguan rasa pengecap di bagian belakang lidah serta gangguan pendengaran (hiperakusis).
Kelumpuhan fungsi motorik nervus fasialis mengakibatkan otot-otot wajah satu sisi tidak berfungsi, ditandai dengan hilangnya lipatan hidung bibir, sudut mulut turun, bibir tertarik kesisi yang sehat. Pasien akan mengalami kesulitan mengunyah dan menelan. Air ludah akan keluar dari sudut mulut yang turun. Kelopak mata tidak bisa menutup pada sisi yang sakit, terdapat kumpulan air mata di kelopak mata bawah (epifora). Refleks kornea pada sisi sakit tidak ada.

8) Saraf Vestibulokoklearis
Kelainan pada nervus vestibulokoklearis dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan keseimbangan (vertigo).
Kelainan yang dapat menimbulkan gangguan pada nervus VIII antara lain gangguan pendengaran, berupa :
1. Tuli saraf
Dapat disebabkan oleh tumor, misal neuroma akustik. Degenerasi misalnya pada presbiakusis atau disebabkan Trauma, misal pada fraktur pars petrosa os temporalis, toksisitas misalnya oleh aspirin, streptomisin atau alkohol, infeksi misal, sindrom rubella kongenital dan sifilis kongenital.

2. Tuli konduktif
Dapat disebabkan oleh serumen, otitis media, otoskleroris dan penyakit Paget.Gangguan Keseimbangan dengan penyebab kelainan vestibuler
Pada labirin meliputi penyakit meniere, labirinitis akut, mabuk kendaraan, intoksikasi streptomisin.Pada vestibuler meliputi semua penyebab tuli saraf ditambah neuronitis vestibularis.Pada batang otak meliputi lesi vaskuler, tumor serebelum atau tumor ventrikel IV demielinisasi.Pada lobus temporalis meliputi epilepsi dan iskemia.

9) Saraf Glosofaringeus (N. IX) dan Saraf Vagus (N. X)
Gangguan pada komponen sensorik dan motorik dari N. IX dan N. X dapat mengakibatkan hilangnya refleks menelan yang berisiko terjadinya aspirasi paru.
Kehilangan refleks ini pada pasien akan menyebabkan pneumonia aspirasi, sepsis dan adult respiratory distress syndome (ARDS) kondisi demikian bisa berakibat pada kematian. Gangguan nervus IX dan N. X menyebabkan persarafan otot-otot menelan menjadi lemah dan lumpuh. Cairan atau makanan tidak dapat ditelan ke esofagus melainkan bisa masuk ke trachea langsung ke paru-paru.
Kelainan yang dapat menjadi penyebab antara lain : Lesi batang otak (Lesi N IX dan N. X), syringobulbig (cairan berkumpul di medulla oblongata), pasca operasi trepansi serebelum, pasca operasi di daerah kranioservikal.

10) Saraf Asesorius (N. XI)
Gangguan N. XI mengakibatkan kelemahan otot bahu (otot trapezius) dan otot leher (otot sterokleidomastoideus). Pasien akan menderita bahu yang turun sebelah serta kelemahan saat leher berputar ke sisi kontralateral.
Kelainan pada nervus asesorius dapat berupa robekan serabut saraf, tumor dan iskemia akibatnya persarafan ke otot trapezius dan otot stemokleidomastoideus terganggu.

11) Syaraf Hypoglosus ( N. XII )
Kelainan syaraf ini menyebabkan defisiasi miring kearah yang lemah dari bagian lidah, kelainan syaraf ini juga menunjukkan terjadinya disphagia atau kelainan menelan.


AKTIFITAS REFLEKS :
Pemeriksaan aktifitas refleks dengan ketukan pada tendon menggunakan refleks hammer. Skala untuk peringkat refleks yaitu :
0 = Tidak ada respon
1 = Hypoactive / penurunan respon, kelemahan ( + )
2 = Normal ( ++ )
3 = Lebih cepat dari rata-rata, tidak perlu dianggap
abnormal ( +++ )
4 = Hyperaktif, dengan klonus ( ++++)

Refleks-refleks yang diperiksa adalah :
1. Refleks patella
Pasien berbaring terlentang, lutut diangkat ke atas sampai fleksi kurang lebih 300. Tendon patella (ditengah-tengah patella dan tuberositas tibiae) dipukul dengan refleks hammer. Respon berupa kontraksi otot quadriceps femoris yaitu ekstensi dari lutut.

2. Refleks biceps
Lengan difleksikan terhadap siku dengan sudut 900 , supinasi dan lengan bawah ditopang pada alas tertentu (meja periksa). Jari pemeriksa ditempatkan pada tendon m. biceps (diatas lipatan siku), kemudian dipukul dengan refleks hammer.
Normal jika timbul kontraksi otot biceps, sedikit meningkat bila terjadi fleksi sebagian dan gerakan pronasi. Bila hyperaktif maka akan terjadi penyebaran gerakan fleksi pada lengan dan jari-jari atau sendi bahu.

3. Refleks triceps
Lengan ditopang dan difleksikan pada sudut 900 ,tendon triceps diketok dengan refleks hammer (tendon triceps berada pada jarak 1-2 cm diatas olekranon).
Respon yang normal adalah kontraksi otot triceps, sedikit meningkat bila ekstensi ringan dan hyperaktif bila ekstensi siku tersebut menyebar keatas sampai otot-otot bahu atau mungkin ada klonus yang sementara.

4. Refleks achilles
Posisi kaki adalah dorsofleksi, untuk memudahkan pemeriksaan refleks ini kaki yang diperiksa bisa diletakkan / disilangkan diatas tungkai bawah kontralateral.
Tendon achilles dipukul dengan refleks hammer, respon normal berupa gerakan plantar fleksi kaki.

5. Refleks abdominal
Dilakukan dengan menggores abdomen diatas dan dibawah umbilikus. Kalau digores seperti itu, umbilikus akan bergerak keatas dan kearah daerah yang digores.

6. Refleks Babinski
Merupakan refleks yang paling penting. Ia hanya dijumpai pada penyakit traktus kortikospinal. Untuk melakukan test ini, goreslah kuat-kuat bagian lateral telapak kaki dari tumit kearah jari kelingking dan kemudian melintasi bagian jantung kaki. Respon Babinski timbul jika ibu jari kaki melakukan dorsifleksi dan jari-jari lainnya tersebar. Respon yang normal adalah fleksi plantar semua jari kaki.

PEMERIKSAAN KHUSUS SISTEM PERSARAFAN
Untuk mengetahui rangsangan selaput otak (misalnya pada meningitis) dilakukan pemeriksaan :
1. Kaku kuduk
Bila leher ditekuk secara pasif terdapat tahanan, sehingga dagu tidak dapat menempel pada dada ---- kaku kuduk positif (+).

2. Tanda Brudzinski I
Letakkan satu tangan pemeriksa dibawah kepala klien dan tangan lain didada klien untuk mencegah badan tidak terangkat. Kemudian kepala klien difleksikan kedada secara pasif. Brudzinski I positif (+) bila kedua tungkai bawah akan fleksi pada sendi panggul dan sendi lutut.

3. Tanda Brudzinski II
Tanda Brudzinski II positif (+) bila fleksi tungkai klien pada sendi panggul secara pasif akan diikuti oleh fleksi tungkai lainnya pada sendi panggul dan lutut.

4. Tanda Kernig
Fleksi tungkai atas tegak lurus, lalu dicoba meluruskan tungkai bawah pada sendi lutut. Normal, bila tungkai bawah membentuk sudut 1350 terhadap tungkai atas.
Kernig + bila ekstensi lutut pasif akan menyebabkan rasa sakit terhadap hambatan.

5. Test Laseque
Fleksi sendi paha dengan sendi lutut yang lurus akan menimbulkan nyeri sepanjang m. ischiadicus.
Mengkaji abnormal postur dengan mengobservasi :
Decorticate posturing, terjadi jika ada lesi pada traktus corticospinal. Nampak kedua lengan atas menutup kesamping, kedua siku, kedua pergelangan tangan dan jari fleksi, kedua kaki ekstensi dengan memutar kedalam dan kaki plantar fleksi.
Decerebrate posturing, terjadi jika ada lesi pada midbrain, pons atau diencephalon.
Leher ekstensi, dengan rahang mengepal, kedua lengan pronasi, ekstensi dan menutup kesamping, kedua kaki lurus keluar dan kaki plantar fleksi.

TEST DIAGNOSTIK
Lima Prosedur diagnostik yang lazim dilakukan yaitu Lumbal Pungsi, Angiografi, Elekto Encephalografi, Elektromiografi, Computerized Axial Tomografi Scan (CT Scan) Otak

A.Lumbal Pungsi
1.Pengertian
Adalah suatu cara pengambilan cairan cerebrospinal melalui pungsi pada daerah lumbal

2.Tujuan
Mengambil cauran cerebrospinaluntuk kepentingan pemeriksaan/diagnostik maupun kepentingan therapi

3.Indikasi
a. Untuk diagnostik
- Kecurigaan meningitis
- Kecurigaan perdarahan sub arachnoid
- Pemberian media kontras pada pemeriksaan myelografi
- Evaluasi hasil pengobatan

b. Untuk Therapi
- Pemberian obat anti neoplastik atau anti mikroba intra tekal
- Pemberian anesthesi spinal
- Mengurangi atau menurunkan tekanan CSF

4. Persiapan
a. Persiapan pasien
- Memberi penyuluhan kepada pasien dan keluarga tentang lumbal pungsi meliputi tujuan, prosedur, posisi, lama tindakan, sensasi-sensasi yang akan dialami dan hal-hal yang mungkin terjadi berikut upaya yang diperlukan untuk mengurangi hal-hal tersebut
- Meminta izin dari pasien/keluarga dengan menadatangani formulir kesediaan dilakukan tindakan lumbal pungsi.
- Meyakinkan klien tentang tindakan yang akan dilakukan
b. Persiapan Alat
- Bak streil berisi jarum lumbal, spuit dan jarum, sarung tangan, kassa dan lidi kapas, botol kecil (bila akan dilakukan pemeriksaan bakteriologis), dan duk bolong.
- Tabung reaksi tiga buah
- Bengkok
- Pengalas
- Desinfektan (jodium dan alkohol) pada tempatnya
- Plester dan gunting
- Manometer
- Lidokain/Xilocain
- Masker. Gaun, tutup kepala

5. Prosedur Pelaksanaan
a. Posisi pasien lateral recumbent dengan bagian punggung di pinggir tempat tidur. Lutut pada posisi fleksi menempel pada abdomen, leher fleksi kedepan dagunya menepel pada dada (posisi knee chest)
b. Pilih lokasi pungsi. Tiap celah interspinosus vertebral dibawah L2 dapat digunakan pada orang dewasa, meskipun dianjurkan L4-L5 atau L5-S1 (Krista iliaca berada dibidang prosessus spinosus L4). Beri tanda pada celah interspinosus yang telah ditentukan.
c. Dokter mengenakan masker, tutup kepala, pakai sarung tangan dan gaun steril.
d. Desinfeksi kulit degan larutan desinfektans dan bentuk lapangan steril dengan duk penutup.
e. Anesthesi kulit dengan Lidokain atau Xylokain, infiltrasi jaringan lebih dapam hingga ligamen longitudinal dan periosteum
f. Tusukkan jarum spinal dengan stilet didalamnya kedalam jaringan subkutis. Jarum harus memasuki rongga interspinosus tegak lurus terhadap aksis panjang vertebra.
g. Tusukkan jarum kedalam rongga subarachnoid dengan perlahan-lahan, sampai terasa lepas. Ini pertanda ligamentum flavum telah ditembus. Lepaskan stilet untuk memeriksa aliran cairan serebrospinal. Bila tidak ada aliran cairan CSF putar jarumnya karena ujung jarum mungkin tersumbat. Bila cairan tetap tidak keluar. Masukkan lagi stiletnya dan tusukka jarum lebih dalam. Cabut stiletnya pada interval sekitar 2 mm dan periksa untuk aliran cairan CSF. Ulangi cara ini sampai keluar cairan.
h. Bila akan mengetahui tekananCSF, hubungkan jarum lumbal dengan manometer pemantau tekanan, normalnya 60 – 180 mmHg dengan posisi pasien berrbaring lateral recumbent. Sebelum mengukur tekanan, tungkai dan kepala pasien harus diluruskan. Bantu pasien meluruskan kakinya perlahan-lahan.
i. Anjurkan pasien untuk bernafas secara normal, hindarkan mengedan.
j. Untuk mengetahui apakah rongga subarahnoid tersumbat atau tidak, petugas dapat melakukan test queckenstedt dengan cara mengoklusi salah satu vena jugularis selama I\10 detik. Bila terdapat obstruksi medulla spinalis maka tekanan tersebut tidak naik tetapi apabila tidak terdapat obstruksi pada medulla spinalis maka setelah 10 menit vena jugularis ditekan, tekanan tersebut akan naik dan turun dalam waktu 30 detik.
k. Tampung cairan CSF untuk pemeriksaan. Masukkan cairan tesbut dalam 3 tabung steril dan yang sudah berisi reagen, setiap tabung diisi 1 ml cairan CSF. Cairan ini digunakan untuk pemeriksaan hitung jenis dan hitung sel, biakan dan pewarnaan gram, protein dan glukosa. Untuk pemeriksaan none-apelt prinsipnya adalah globulin mengendap dalam waktu 0,5 jam pada larutan asam sulfat. Cara pemeriksaanya adalah kedalam tabung reaksi masukkan reagen 0,7 ml dengan menggunakan pipet, kemudian masukkan cairan CSF 0,5 . diamkan selama 2 – 3 menit perhatikan apakah terbentuk endapan putih.
Cara penilainnya adalah sebagai berikut:
( - ) Cincin putih tidak dijumpai
( + ) Cincin putih sangat tipis dilihat dengan latar belakang hitam dan bila dikocok tetap putih
( ++ ) Cincin putih sangat jelas dan bila dikocok cairan menjadi opolecement (berkabut)
( +++ ) Cincin putih jelas dan bila dikocok cairan menjadi keruh
(++++) Cincin putih sangat jelas dan bila dikocok cairan menjadi sangat keruh

Untuk test pandi bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan globulin dan albumin, prinsipnya adalah protein mengendap pada larutan jenuh fenol dalam air. cAranya adalah isilah tabung gelas arloji dengan 1 cc cairan reagen pandi kemudian teteskan 1 tetes cairan CSF, perhatikan reaksi yang terjadi apakah ada kekeruhan.
l. Bila lumbal pungsi digunakan untuk mengeluarkan cairan liquor pada pasien dengan hydrocepalus berat maka maksimal cairan dikeluarkan adalah 100 cc.
m. Setelah semua tindakan selesai, manometer dilepaskan masukan kembali stilet jarum lumbal kemudian lepaskan jarumnya. Pasang balutan pada bekas tusukan.

6. Setelah Prosedur
a. Klien tidur terletang tanpa bantal selama 2 – 4 jam
b. Observasi tempat pungsi terhadap kemungkinan pengeluaran cairan CSF
c. Bila timbul sakit kepala, lakukan kompres es pada kepala, anjurkan tekhnik relaksasi, bila perlu pemberian analgetik dan tidur sampai sakit kepala hilang.

7. Komplikasi
a. Herniasi Tonsiler
b. Meningitis dan empiema epidural atau sub dural
c. Sakit pinggang
d. Infeksi
e. Kista epidermoid intraspinal
f. Kerusakan diskus intervertebralis


Sistem muskuloskeletal meliputi tulang, persendian, otot, tendon dan bursa. Struktur tulang dan jaringan ikat menyusun kurang lebih 25 % berat badan. Struktur tulang memberikan perlindungan terhadap organ – organ penting dalam tubuh seperti jantung, paru, otak. Tulang berfungsi juga memberikan bentuk serta tempat melekatnya otot sehingga tubuh kita dapat bergerak, disamping itu tulang berfungsi sebagai penghasil sel darah merah dan sel darah putih ( tepatnya di sumsum tulang ) dalam proses yang disebut hematopoesis.
Tubuh kita tersusun dari kurang lebih 206 macam tulang, dalam tubuh kita ada 4 katagori yaitu tulang panjang, tulang pipih, tulang pendek, dan tulang tidak beraturan.

Berikut ini istilah yang sering dalam musculoskeletal :
• Aponeurosis : pita jaringan ikat fibrus yang sering dihubungkan otot ke tulang, jaringan ikat, otot lain, jaringan lunak atau kulit
• Bursa : kantong berisi cairan yang ditemukan pada jaringan ikat terutama di daerah persendian
• Diafisis : batang tulang panjang
• Efusi : kelebihan cairan
• Epifisis : ujung tulang panjang
• Endosteum : lapisan rongga sumsum tulang berongga
• Epimisium : jaringan fibrus yang menutup, menyokong dan memisahkan otot
• Fasiklasi : kedutan otot secara ivolunter
• Fasikull : kelompok sel otot yang parallel ( myofibril )
• Flaksid : tidak ada tonus otot
• Kalus : jaringan ikat pada tempat patah tulang
• Kartilago : jaringan khusus pada ujung tulang
• Klonus : kontraksi otot yang berirama
• Kontraksi isometrik : tegangan otot meningkat, panjang otot tetap, tidak ada gerakan sendi
• Kontraksi isotonik : tegangan otot tidak berubah, otot memendek, ada gerakan sendi
• Kontraktur : pemendekan otot abnormal / fibrosis sendi
• Krepitus : suara berderik ( dapat terjadi krn gerakan patahan ujung tulang )
• Osifikasi : proses penulangan, penimbunan kalsium dalam matriks tulang
• Osteoblast : sel pembentuk tulang
• Osteogenesis : pembentukan tulang
• Osteoklast : sel yang mengabsorbsi tulang
• Osteosit : sel tulang dewasa
• Periosteum : jaringan yang membungkus tulang
• Resorpsi : penghilangan atau penghancuran tulang
• Sinovium : membrane pada sendi yang mensekresi cairan pelumas
• Spastik / spasme : tonus otot meningkat melebihi normal
• Tendon : jaringan ikat yang menghubungkan otot ke tulang

Masing-masing tulang dihubungkan oleh jaringan yang disebut sendi. Menurut pergerakan yang ditimbulkan sendi dapat dibagi 3 yaitu :
1. Sendi fibrous/ sinatrosis/ sendi tidak bergerak
2. Sendi tulang rawan / amfiartrose/ sedikit gerak
3. Sendi sinovial / diartrose
bentuk sendi diartrose ada beberapa macam : sendi putar, sendi engsel, sendi kondiloid, sendi berporos, sendi pelana.

Bentuk - bentuk sendi beserta contohnya ;
- Sendi putar : sendi bahu dan sendi panggul
- Sendi engsel : sendi siku, sendi antara ruas-ruas jari
- Sendi kondiloid : hampir sama dengan sendi engsel tapi dapat bergerak dalam 2 bidang seperti pada pergelangan tangan.
- Sendi berporos : sendi antara kepala dengan tulang leher pertama
- Sendi pelana : sendi metacarpal pertama, yang memungkinkan ibu jari bergerak bebas

LATIHAN RETANG PERGERAKAN SENDI
• Bagian leher
- Fleksi dan ekstensi
- Fleksi lateral sinistra dan dextra
- Rotasi lateral dextra dan sinistra
• Bagian bahu
- Fleksi dan ekstensi
- Abduksi dan adduksi
- Rotasi interna dan rotasi eksterna
• Pergelangan tangan
- Fleksi dan ekstensi
- Abduksi dan adduksi
• Panggul dan lutut
- Fleksi dan ekstensi
- Abduksi dan adduksi
- Rotasi interna dan eksterna
• Kaki
- Dorsofleksi : dorong telapak kaki kearah kaki
- Plantar fleksi : dorong telapak kaki ke bawah
- Eversi : putar kaki kearah luar
- Inversi : putar kaki kearah dalam

PROSES PENYEMBUHAN FRAKTUR / PROSES PENULANGAN
Ada beberapa tahapan penyembuhan tulang :
1. Inflamasi
2. Proliferasi sel
3. Pembentukan kalus
4. Penulangan kalus
5. Remodeling menjadi tulang dewasa

Inflamasi, dengan adanya patah tulang tubuh mengalami respon yang sama dengan mengalami cedera yang ada di tempat lain, terjadi perdarahan dan hematom pada tempat patah tulang, tempat cedera akan diinvasi oleh makrofag yang berfungsi membersihkan area tersebut. Proses ini terjadi beberapa hari.
Proliferasi sel, sekitar 5 hari hematom akan mengalami organisasi terbentuk benang-benang fibrin dalam jendalan darah. Terbentuk jaringan untuk revaskulerisasi dan invasi fibroblast dan osteoblast. Fibroblast dan osteoblast terbentuk sebagai tulang rawan
Pembentukan kalus, terjadi penyambungan tulang oleh serat-serat fibrin, tulang rawan dan tulang serat imatur. Proses ini memerlukan waktu 3-4 minggu.
Osifikasi, pebentukan kalus mulai mengalami penulangan dalam 2-3 minggu patah tulang mengalami proses secara endokordal, terjadi penumpukan mineral secara terus menerus sampai benar – benar tulang menyambung. Penulangan pada orang dewasa memerlukan waktu 3-4 bulan.
Remodeling, merupakan tahap akhir perbaikan tulang dimana terjadi proses penyerapan jaringan mati dan proses absorbsi jaringan sehingga kembali ke bentuk semula.

OTOT DALAM TUBUH KITA
Otot dalam tubuh kita terdapat 3 macam : otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot lurik sebagai otot rangka yang secara fisik bekerja dengan kesadaran kita dan melekat pada rangka sehingga memberi bentuk tubuh, otot sebagai penggerak utama anggota gerak ini dibagi menjadi 2 yaitu : otot – otot fleksor yang berfungsi membengkokkan sendi dan otot- otot ekstensor yang berfungsi meluruskan sendi. Umumnya kedua kelompok otot ini bekerja secara berlawanan. sedangkan otot polos bekerja diluar kesadaran kita mempunyai system kontaraktilitas sendiri, berbeda pula dengan otot jantung yang secara fisik menyerupai otot lurik namun sifat kerjanya seperti otot polos .
Jenis kontraksi otot dapat dibagi 3 yaitu kontraksi otot yang dapat menghasilkan kontraksi isometrik dan kontraksi isotonik serta gabungan keduannya.
Pada kontraksi isometrik panjang otot tetap konstan tetapi tenaga yang dihasilkan otot meningkat tetapi tidak ada gerakan sendi, contoh terjadi pada saat kita mendorong dinding yang tidak bergerak.
Kontraksi isotonik tegangan pada otot tidak meningkat, terjadi pemendekan otot, serta terjadi gerakan sendi.
Kombinasi kedua kontraksi isotonik dan isometrik, kombinasi gerakan ini tejadi pada saat kita sedang berjalan.
Otot harus dilatih untuk menjaga fungsi dan kekuatannya, apabila kita melatih otot secara teratur maka akan terjadi penambahan ukuran serat otot tanpa disertai penambahan jumlah otot. Penambahan ukuran otot ini disebut hipertrofi dan hanya bisa dipertahankan apabila melatih otot secara kontinyu.

Pertimbangan Gerontologi
- Masa puncak dari massa tulang / matriks tulang adalah berumur 35 tahun yang kemudian berangsur-angsur akan menurun seiring dengan terjadinya perubahan penurunan esterogen pada saat menaphouse serta penurunan aktivitas tubuh. Pada lansia struktur kolagen kurang mampu menyerap energi, kartilago sendi mengalami degenerasi di daerah yang menyangga tubuh akibatnya proses penyembuhan lebih lama bila terdapat trauma. Hal tersebut menyebabkan terjadinnya osteoarthritis. Begitu pula teradi penurunan masa otot dan kekuatan otot.
- Pada orang tua juga terjadi pemendekan discus intervertebralis, hal ini menyebabkan mengapa orang tua kita terlihat lebih pendek setelah menjadi tua.

Pemeriksaan Penunjang Sistem Muskulo Skeletal
1. Pemeriksaan sinar rontgen
- Tujuannya untuk menentukan struktur, masa tulang tekstur serta perubahan tulang dan persendian untuk penegakkan diagnosa.
- Dilakukan tanpa prosedur khusus.

2. CT Scan
- Menunjukkan rincian bidang tertentu tulang yang terkena dan dapat memperlihatkan tumor jaringan lunak atau cedera ligament atau tendon.
- Pemeriksaan yang dilakukan bisa menggunakan kontras ataupun tanpa kontras.
- Prosedur yang dilakukan : puasa 4 jam sebelum procedure, tanggalan perhisan dan objek logam lain, penyunyikan kontras diikuti minum minum. Setelah 1-3 jam dilakukan prosedur scan, jangan lupa penandatangan informconcent sebelum tindakan.

3. MRI / Magnetic Resonance Imaging
- Teknik pencitraan khusus dengan menggunakan medan magnet, gelombang radio dan komputer
- Memperlihatkan pendeteksian tumor, abnormalitasan atau penyempitan jalur jaringan lunak yang melalui tulang
- pada saat prosedur lepas semua jenis perhiasan.
- Hati – hati pada pasien klostrofobia

4. Biopsy tulang atau biopsi otot
- Menentukan struktur dan komposisi tulang, otot, sendi untuk penegakan diagnosa medis
- Prosedur ini harus ada lembar persetujuan
- Lakukan elevasi bagian tersebut selama 24 jam
- Berikan ice pack untuk mencegah hematome.
- Monitor vital sign dan perdarahan
- Jelaskan bahwa prosedur tersebut menimbulkan rasa kurang nyaman

5. Artrografi
- Penyuntikan bahan radiophage / udara ke dalam rongga sendi untuk melihat struktur jaringan lunak dan kontur sendi yang trauma
- Prosedur yang dilakukan dilakukan anastesi local, puasa 8 jam sebelum prosedur, tanda – tangan inform concent, minimalkan aktivitas 12 jam setelah tindakan, informasikan kemungkinan terjadi edema 1-2 hari, beri ice pack.
Pemeriksaan laboratorium
- Pemariksaan Hb, Ht, Tombo mengindikasikan perdarahan.
- Pemeriksaan kimia darah kalsium serum dalam darah berubah mengindikasikan oteomalasia, kelainan fungsi paratiroid, penyakit paget, tumor metastasis tulang, serta pada imobilisasi yang lama.
- Metabolisme tulang dapat dilihat melalui pemeriksaan tiroid dan penentuan kadar kalsitonin , hormone paratiroid ( PTH ) dan vitamin D.
- Kadar CK / creatinin kinase dan SGOT meningkat pada kerusakan otot
- Kadar kalsium urine meningkat pada distruksi tulang ( misal disfungsi paratiroid, tumor tulang metastasis, mieloma multiple )

Pengkajian fisik difokuskan pada inspeksi dan palpasi
- Integritas tulang
- Postur tubuh
- Fungsi sendi
- Kekuatan otot
- Cara berjalan
- Kemampuan pemenuhan sehari –hari termasuk latar belakang pekerjaan

KEMUNGKINAN MASALAH YANG TERJADI
- Kerusakan mobilitas fisik
- Nyeri
- Resiko kerusakan integritas kulit
- Resiko disfungsi neurovaskuler perifer
- Gangguan perfusi jaringan perifer
- Kurang perawatan diri
- Kurang pengetahuan tentang proses penakit dan pengobatan
- Resiko terhadap cidera
- Keletihan
- Perubahan penampilan peran


Sel-sel mahluk hidup multak memerlukan air dalam mempertahankan kehidupan. Cairan tubuh berjumlah sekitar 60 % berat badan dan terlihat berhubungan juga dengan jumlah lemak dalam tubuh, umur dan jenis kelamin. Makin tua seseorang makin kurang kadar air tubuhnya. Kadar air laki-laki lebih besar dari pada perempuan. Tetapi pengaruh terbesar tampaknya berhubungan dengan jumlah lemak tubuh. Makin tua seseorang, biasanya jumlah lemaknya meningkat. Umumnya kadar lemak perempuan lebih banyak dari pada laki-laki.

Cairan tubuh dibagi dalam :
- Cairan intraseluler, yaitu cairan yang terdapat dalam sel-sel seluruh tubuh. Sekitar 40% berat badan kita merupakan air yang terdapat di dalam sel.
- Cairan ekstraseluler, yaitu cairan yang terdapat di luar sel tubuh, jumlahnya sekitar 20% berat badan, yang terbagi pula dalam :
• Cairan intristisial atau cairan antar sel, yang berada diantara sel-sel.
• Cairan intra vaskuler, yang berada dalam pembuluh darah, berupa air dalam plasma darah.
• Cairan transeluler, yang berada dalam rongga-rongga khusus, seperti cairan otak (likuor serebrospinal), bola mata, sendi, dll

Pertukaran Cairan (Water Turnover)
Air yang masuk tubuh / diminum diserap di usus, teruatama di yeyunum, masuk ke pembuluh darah, terus ke ruang interstial dengan cara filtrasi di kapiler, selanjutnya masuk ke dalam sel dengan jalan difusi, semuanya ada hubungan bolak-balik.
Air yang kita butuhkan sangat dipengaruhi aktifitas dan suhu lingkungan serta suhu tubuh. Bila udara panasm keringat akan lebih banyak dihasilkan. Waktu berolah raga atau kerja berat, dimana suhu tubuh sangat meningkat, dihasilkan pula keringat yang lebih banyak, yang sangat penting dalam mengatur suhu tubuh.
Air berasal dari minuman, makanan dan hasil metabolisme. Metabolisme karbohidrat, protein dan lemak menghasilkan sejumlah air. Cairan tubuh mengandung elektrolit dengan komposisi dan kadar yang berbeda-beda. Perbedaan yang nyata antara cairan ekstraseluler dan intraseluler adalahpada cairan ekstraseluler sebagian besar kationnya berupa natrium dan anionnya adalah klorida. Sedangkan pada cairan intraseluler kationnya kalium dan anionnya fosfat dan protein.
Protein di dalam darah memberikan tekanan onkotik (tekanan osmotik koloid) yang menarik air ke dalam kapiler, melaawan tekanan hidrostatik. Filtrasi cairan di awal kapiler disebabkan tekanan filtrasi atau tekanan hidrostatik yang melebihi tekanan onkotik.
Walaupun sebagian besar cairan yang difiltrasi di awal kapiler kembali ke darah di akhir kapiler, ada sedikit cairan yang tertinggal, yang akan disalurkan melalui saluran limfe.

Cairan serebrospinal
Cairan serebrospinal adalah cairan yang terdapat di dalam ruang subarakhnoid rongga otak dan kanalis vertebralis. Cairan ini di buat di ventrikel I dan II (ventrikel lateral) disalurkan ke ventrikel III, terus ke ventrikel IV dan akhirnya ke luar ruang subarakhnoid. Di sini ada tempat-tempat tertentu yang berfungsi menyerap cairan serebrospinal ini, sehingga terdapat keseimbangan antara pembuatan dan penyerapan. Bila ada penyumbatan saluran antara ventrikel atau penyerapan berkurang maka akan terjadi penumpukan cairan dalam rongga tengkorak yang disebut hidrosefalus.

pH
Cairan ekstraseluler mempunyai pH dengan rentangan yang sempit yaitu 7,40 +/- 0,05 (7,35 – 7,45). Bila pH darah arteri lebih rendah dari 7,35 disebut keadaan asidosis sedangkan bila pH darah lebih tinggi dari pada 7,45 disebut keadaan alkalosis.

BUFFER
Dalam tubuh kadang-kadang terjadi peningkatan kadar asam atau basa yang berlebihan. Ada beberapa mekanisme untuk mempertahankan pH cairan tubuh yang hanya boleh berkisar dalam rentangan yang sempit itu, antara lain :
a. Bikarbonat
b. Fosfat
c. Sulfat
d. Protein

DIARE
Diare ditandai dengan sering buang air besar dan cair. Air tubuh akan banyak keluar. Air ini berasal dari sekresi liur pencernaan yang bersifat basa. Bila cairan ini tidak digantikan, akan menimbulkan dehidrasi (tubuh kekurangan cairan). Cairan yang terbaik untuk mengganti yaitu cairan oralit, dengan komposisi mirip dengan yang terbuang karena diare. Di pasaran garam oralit dijual dalam bentuk bubuk dalam sachet dengan komposisi :
- Glukosa anhidrat …………….. 4.0 g
- Natrium klorida ……………… 0.7 g
- Natrium sitrat dihidrat ……….. 0.58 g
- Kalium klorida ………………. 0,3 g

Yang dilarutkan dalam 200 ml (1 gelas) air. Makin banyak cairan tubuh yang keluar makin banyak oralit yang harus diminum. Pendapat yang mengatakan bahwa penderita diare harus berhenti minum dan bila banyak minum akan bertambah berat diarenya adalah sangat keliru dan berbahaya.
DEHIDRASI
Dehidrasi dapat disebabkan diare dan / atau muntah-muntah, kurang masukan cairan atau pengeluaran keringat sangat banyak, bila tidak diikuti masukan cairan yang seimbang. Dehidrasi sangat berbahaya dan harus segera ditanggulangi. Banyak jatuh korban tewas pada wabah diare atau muntaber (muntah berak) karena tidak tahu atau terlambat memberi pertolongan.
Pada pelari maraton dan olah raga lain yang berlangasung lama harus diberi minum secara berkala karena kerja berat banyak mengeluarkan keringat. Jamaah haji pada musim panas banyak terserang dehidrasi karena banyak keringat dan jamaah kurang pengetahuan tentang pentingnya minum.
Dehidrasi ringan ditandai rasa haus dan lemas. Bila makin berat tekanan darah menurun karena volume darah berkurang dan dapat jatuh pada syok. Penanggulangan penderita yang sudah tidak mampu minum sendiri harus dengan infus cairan fisiologis di rumah sakit atau dengan memberi cairan oralit dengan selang (tube) hidung-lambung (naso-gastric tube).

ASIDOSIS
Asidosis dapat disebabkan gangguan metabolisme seperti diabetes melitus berat (menghasilkan banyak keton), diare (cairan alkalis dari usus banyak keluar) dll. Keadaan ini disebut asidosis metabolik.
Bila terjadi gangguan ventilasi paru sehingga pengeluaran CO2 terhambat akan menimbulkan asidosis respiratorik.

ALKALOSIS
Bila pengeluaran asam tubuh berlebihan seperti pada muntah-muntah yang banyak mengelurankan HCl dari lambung, akan menimbulkan alkalosis metabolik. Bila pengeluaran CO2 berlebihan karena hiperventilasi paru akan timbul alkalosis respiratorik.

KONSEP HEMEOSTATIS
Sel-sel tubuh hanya dapat hidup dan berfungsi bila berada / terendam dalam cairan ekstraseluler yang sesuai. Cairan ekstraseluler ini biasa juga disebut lingkungan dalam tubuh (milieu interiuer). Lingkungan dalam tubuh ini boleh dikatakan selalu konstan dan hanya dapat berdeviasi (berubah) dalam kisaran yang sangat sempit. Contoh : pH darah 7,40, hanya boleh berdeviasi antara 7,38 – 7,42. Proses mempertahankan lingkungan dalam yang relatif stabil ini disebut homeostatis (homeo = sama, statis = berdiri atau berada).

Berbagai faktor lingkungan dalam yang harus dipertahankan dengan mekanisme tertentu meliputi :
1. Kadar molekul nutrient yang diperlukan untuk metabolisme, misalnya kadar glukosa darah.
2. Kadar O2 yang terus menerus dipakai dan harus selalu ditambah dan CO2 yang terus menerus dihasilkan dan harus terus menerus dikeluarkan dalam jumlah yang sesuai.
3. Kadar sisa metabolisme, jangan sampai menumbuhkan gangguan (toksis).
4. pH, gangguan akibat perubahan pH teruatama pada elektrofisiologi.
5. Kadar air, garam-garam, dan elektrolit lain.
6. Suhu tubuh yang umumnya berkisar sekitar 370c.
7. Volume dan tekanan, misalnya volume darah, tekanan darah.

Ada 11 sistem utama dalam tubuh yang berperan dalam homeostatis :
1. Sistem sirkulasi, yaitu sistem trasnport yang membawa zat-zat seperti nutrient, O2, CO2, sisa metabolisme, elektrolit, hormon dsb, dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lainnya.
2. Sistem percernaan, yang menghancurkan makanan menjadi molekul yang dapat diserap mukosa usus. Juga memasukkan air dari lingkungan luar ke dalam tubuh. Sisa yang tidak terserap dibuang sebagai feses.
3. Sistem pernafasan, mengambil O2 dari dan mengeluarkan co2 ke lingkungan luar. Dengan mengatur jumlah CO2 (yang dikeluarkan).
4. Sistem perkemihan, membuang kelebihan air, garam, asam dari plasma dan membuangnya ke urine, bersama-sama sisa metabolisme lainnya, kecuali CO2.
5. Sistem skeletal, sebagai penyanggah dan pelindung jaringan lunak dan organ-organ. Juga sebagai resevoir ion Kalsium.
6. Sistem muskuler yang memungkingkan individu bergerak mencari makan dan menjauhi bahaya.
7. Sistem integumen (kulit), untuk proteksi luar terhadap benda asing dan mikroorganisme, mencegah cairan tubuh keluar tanpa kendali, ikut mengatur suhu tubuh.
8. Sistem imun, bertahan terhadap serangan benda asing, sel tubuh yang menjadi ganas.
9. Sistem saraf, salah satu dari dua sistem pengatur tubuh. Mengatur dan mengkoordinir aktifitas tubuh, deteksi rangsang dari luar dan dalam tubuh dan bereaksi terhadapnya.
10. Sistem endokrin, juga sebagai sistem pengontrol tubuh, terutama aktifitas yang berlangsung lama, kadar berbagai zat dalam darah.
11. Sistem reproduksi, tidak berperan penting dalam homeostatis, berarti tidak penting dalam mempertahankan hidup, tetapi penting untuk mempertahankan spesies.


Anatomi atau lebih disebut sebagai ilmu urai tubuh manusia yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh manusia, sedangkan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi atau kerja tubuh secara normal. Tubuh manusia terbentuk atas sel, jaringan, organ. sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang hanya dapat dilihat dengan miscroskop. Jaringan adalah kumpulan dari beberapa sel yang mempunyai fungsi dan bentuk yang sama , bekerja sebagai suatu kesatuan, misal jaringan ikat, jaringan saraf. Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan yang menjadi satu dan mempunyai fungsi khusus misal jantung, hati, ginjal.

SEL
Bagian-bagian sel meliputi dinding sel sebagai pelindung, protoplasma cairan yang mengandung berbagai zat yang penting seperti, karbohidrat, protein lemak,vitamin dan mineral. Inti sel / nucleus merupakan pusat aktivitas kimiawi dan kehidupan, didalamnya terdapat gen kromosom yang merupakan pembawa sifat.
Pada inti sel manusia terdapat 23 pasang kromosom, berbeda dengan kromosom tubuh kromosom sel sperma dan sel telur terdapat 23 kromosom tanpa pasangan, yang terdiri 22 kromosom tunggal dan 1 pasang kromosom sex ( X atau Y )

JARINGAN
Terdapat Empat kelompok jaringan dasar tubuh yaitu :
• Jaringan epitel
• Jaringan otot
• Jaringan saraf
• Jaringan ikat (konektif)
Jaringan epitel terbentuk dari sel yang khusus berfungsi sebagai alat pertukaran material antara tubuh dengan lingkungan, macam bentuk jaringan epitel seperti epitel gepeng, silinder, berlapis. Kumpulan sel ini terdapat pada kulit, saluran kelenjar, saluran cerna.
Jaringan otot merupakan bagian terbesar dalam tubuh kita, terdiri atas : otot lurik (otot pengerak rangka), otot polos (terdapat pada saluran cerna, pembuluh darah, saluran nafas), otot jantung.
Jaringan saraf berfungsi sebagai komunikator antar organ dan antara tubuh dengan lingkungan
Jaringan ikat berfungsi menghubungkan, menyanggah, serta mengikat bagian tubuh, jaringan ini meliputi : jaringan ikat longgar yang berfungsi mengikat jaringan epitel dengan struktur dibawahnya, jaringan tendon berfungsi mengikat otot dengan tulang, tulang berfungsi memberi bentuk tubuh dan menyangga serta melindungi organ dalam tubuh, darah berfungsi alat transport dalam tubuh manusia. Pengecualian pada darah sel-sel jaringan ikat menghasilkan elastin, yang merupakan zat elastis yang dapat diregangkan dan mempuyai daya recoil seperti adanya pada jaringan paru.


PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Sepanjang masa kanak-kanak terutama saat usia balita terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang amat peat. Pertumbuhan terjadi berkenaan dengan adanya perubahan kuantitatif pada suatu aspek seperti bertambah tinggi dan berat badan anak, sedangkan perkembangan menunjukan pada adanya perubahan kualitatif, seperti perubahan cara berpikir, perubahan kepribadian anak, misalnya anak yang pemalu menjadi luwes bergaul dsb.
Pertumbuhan tubuh, otak, kemampuan penginderaan dan keterampilan motorik adalah bagian dari perkembangan fisik. Perkembangan fisik tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan maupun perkembangan kepribadian anak. Sementara itu pertumbuhan dan perkembangan individu selain dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal juga dipengaruhi oleh faktor kematengan dan proses belajar atau latihan. Faktor internal mencakup segala sesuatu yang ada dalam diri anak itu sendiri, baik merupakan faktor bawaan maupun yang diturunkan oleh orangtuanya. Sedangakan faktor eksternal mencakup perlakuan, pengasuhan ataupun pengalaman seseorang selama hidupnya.
Kesiapan seseorang untuk melakukan kegiatan atau aktivitas fisik tidak hanya dipengaruhi oleh kematangan sel-sel otak, tetapi juga kematangan otot dan sistem tulang. Bila kematangan belum tercapai, latihan tidak ada gunanya. Sebaiknya bila kesiapan telah tercapai, latihan atau proses belajar akan mempercepat peningkatan keterampilan fisik seseorang. Misalnya anak usia 18 bulan sudah dapat memegang sendok untuk makan sendiri walaupun masih belum sempurna.
Sepanjang masa usia bayi.perkembangan anak amat erat kaitannya dengan perkembangan fisiknya. Dengan demikian perwatan kesehatan anak danpemberian nutrisi yang baik amat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Perkembangan kecerdasan dan informasi selama masa bayi terutama terjadi melalui panca inderanya, karena itu faktor pemberian perangsangan yang tepat amat menentukan agar aspek-aspek fisik motorik, sosial-emosi, kepribadian dan kecerdasan dapat berkembang. Perangsangan untuk mengembangkan kemampuan bayi terjadi selama orangtua atau pengasuhnya berinteraksi dengan bayi dalam kegiatan merawat, memandikan, menidurkan, dalam aktivitas bermain, ataupun saat memberi makan.


POLA MAKAN
Pola makan dan kebiasaan makan antara satu keluarga dengan keluarga lain atau antaraseseorang dengan orang lain tidak selalu sama. Perbedaan ini antara lain disebabkan karena adanya perbedaan tempat tinggal, ketersediaannya makanan, keadaan kesehatan anak, selera makan, kemampuan daya beli, kebiasaan hidup danmakan keluarga.
Perbedaan pola makan yang terjadi sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh orangtua yang meneruskan nilai-nilai keluarga dan masyarakat dimana mereka tinggal. Dalam hal ini memang tokoh ibu yang lebih sering memegang peranan. Ibu akan menyajikan makanan yang diyakininya baik bagi anaknya berdasarkan pengalman sejak ia masih kecil dan pengetahuan yang didapatnya mengenai pemberian makanan yang baik bagi anak. Perubahan pola makan pada keluarga jarang terjadi jika tidak terjadi perubahan pandangan sikap dan kepercayaan terhadap makanan tertentu. Perubahan sikap ini baru akan terjadi bila pengetahuan seseorang akan nilai suatu makanan cukup baik dan ia berkehendak untuk mengubah pola makannya. Akan tetapi perubahan sikap itu sendiri sering mengalami hambatan karena orang malas untuk berubah, atau tidak melihat adanya manfaat dari perubahan yang dilakukan ataupun telalu berpegang pada tradisi.
Sesungguhnya banyak orangtua terutama ibu-ibu yang telah mengetahui tentang nilai gizi dari suatu makanan, akan tetapi karena keengganan untuk berubah. Bahkan dapat terjadi sebaliknya, makanan dan pola makan yang diberikan sudah memadai, namun pengetahuan ibu ini menjadi tidak berarti karena anak mengalami kesulitan makan.


MASALAH SULIT MAKAN
Pentingnya energy yang tepat dan pemasukan nutrisi di dalam situasi “mencintai dan mendukung” selama masa bayi tidak dapat dibantah. Sejak lahir sampai usia 1 tahun, berat bayi 3 kali lebih berat dari saat lahir dan panjangnya bertambah 50%.
Sampai usia 6 bulan ASI atau susu formula tetap menjadi sumber utama nutrisi. Perubahan terbesar di dalam kebiasaan makan adalah memberi makanan padat. Dalam pemberian makan, bayi tidak langsung diperkenalkan makanan padat, namun secara bertahap dimulai dari makanan semi-padat hingga makanan padat.
Sejak anak memasuki usia prasekolah, orangtua sering mengeluh bahwa anaknya sulit makan atau sedikit sekali mengkonsumsikan makanan atau hanya makan makanan tertentu saja . Nafsu makan seorang anak memang berfluktuasi selama masa pertumbuhannya, demikian juga kebutuhan kalorinya. Pada usia ini tampak bahwa pertumbuhan fisiknya mulai lambat dibandingkan pada usia sebelumnya. oleh karena itu dapat dimengerti bahwa kebutuhan nutrisi dan nafsu makan menjadi berkurang. Selain itu dalam perkembangan kepribadiannya anak mulai ingin menunjukan dirinya dan indepensinya, sehingga ia mempunyai keinginan untuk menentukan sendiri apa yang hendak dimakan. Seringkali sulit makan ini hanya sebagai bentuk ungkapan ekspresi diri, anak ingin menunjukan kemandiriannya atau juga kemarahan pada orangtuanya.
Menurut teori psikoanalisis, pengalaman makan pada anak terkait erat dengan pemuasan di daerah oral (mulut). Tercapainya pemuasan di daerah oral ini ikut berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak kelak. dengan demikian gangguan dalam hal makan dapat mengganggu pemuasan oral dan diperkirakan kelak akan dapat mengganggu perkembangan kepribadian anak.
Sejauh bahwa anak masih memperlihatkan kesehatan yang memadai serta kelincahan bergerak, orangtua tidak mempermasalahkan asupan yang masuk pada anak. Masih dianggap wajar bila anak kadang rewel dan makan sedikit, mungkin anak sedang tidak sehat, bosan atau merasa tidak suka dengan makanan yang disajikan. Masalah sulit makan akanbenar-benar menjadi masalah bila anak makan sedikit sekali, rewel atau suka “ngemut” dalam waktu yang relatif lama ataupun usianya sudah memungkinkan makan makanan padat namun anak menolak. Sulit makan pada anak yang seperti ini sering terjadi sebagai protes atau reaksi emosional terhadap orangtua. Anak bereaksi karena jenuh sebab orangtua sering mengancam atau menghukum anak saat menyuruh atau memberi makan. Selain itu juga pengalaman yang tidak menyenangkan saat anak mulai dikenalkan makanan padat dapat pula menyebabkan anak merasa makan sebagai suatu hukuman, akibatnya anak menjadi menolak untuk makan atau sulit makan.
Orangtua yang sering memaksa makan tanpa memperhatikan kebutuhan anak akan makanan, membuat anak tidak pernah dapat membedakan antara rasa lapar dan keharusannya untuk makan, serta menganggap makanan sebagai hukuman bagi anak. Orangtua atau pengasuh yang sering memaksa anak makan, menyebabkan anak tidak menghargai makanan dan dapat mempermainkan makanan tersebut, sehingga anak tidak pernah belajar makan dengan benar. Demikian pula bila makan diberikan bukan dalam situasi makan tetapi bersama aktivitas lain, misalnya sambil bermain berjalan-jalan atau menonton TV.
Selain itu juga, pemberian makanan yang kurang berfariasi dapat pula menyebabkan anak sulit menyesuaikan dengan makanan baru. anak usia kanak-kanak awal yang masih dibiasakan makan makanan halus karena orangtua demikian takut tidak ada makanan yang masuk padanya dapat menyebabkan anak sulit menerima makanan padat atau keras.


BEBERAPA KESULITAN MAKAN PADA ANAK
Ada beberapa kesulitan makan pada anak, antara lain :

1. Menolak Makan
Kebiasaan menolak makan sudah mulai tampak sejak masa bayi. Biasanya anak yang demikian pola makannya kacau dan kenaikan berat badannya tidak teratur, bahkan ada yang tidak bertambah berat badannya untuk beberapa bulan.
Kesulitan makan dalam hal ini biasanya terjadi karena orangtua terlalu menekankan secara kaku agar anak makan dalam jumlah makanan yang telah ditetapkan tanpa memperhatikan kebutuhan makan dan selera anak. Orangtua biasanya memaksakan dengan berbagai cara agar anaknya mau makan. Penolakan anak terhadap makanan akan menyulutkan kemarahan orangtua, dan tidak jarang orang tua menggunakan ancaman, bahkan kekerasan dan pukulan pada anak. Sebaliknya, bila hal ini berlangsung terus menerus, maka anak justu belajar bahwa dengan menolak makan mereka mendapat perhatian dari orangtuanya atau anak belajar bahwa duduk makan bersama orangtua bukanlah merupakan sesuatu yang menyenangkan.

2. Mengemut Makanan
Ada anak yang suka mengemut makanan, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk makan menjadi berjam-jam. Biasanya anak yang demikian adalah anak yang mempunyai sejarah sering menolak makanan dan umumnya anak-anak yang demikian juga lambat dalam melakukan kegiatan-kegiatan lain, seperti mandi, dan berganti baju.Mengemut makan ini juga merupakan suatu cara untuk menarik perhatian orangtua atau cara menolak melakukan sesuatu kegiatan yang biasanya dilakukan setelah kegiatan makan selesai, misalnya tidur.

3. Memuntahkan Makanan
Muntah biasa terjadi pada bayi. Hal ini disebabkan karena adanya udara yang mendesak keluar yang masuk saat anak menyusu, atau karena kebanyakan makan, alergi ataupun menderita infeksi. Dapat pula anak muntah karena adanya perubahan lingkungan atau stress yang diderita akaibat makan.

PENANGANAN
Menghadapi masalah sulit makan pada anak hendaknya orangtua tidak bersikap panik. Perhatikan apakah yang menjadi penyebab utama keluhan tersebut. Berikut ini ada beberapa langkah yang perlu dilakukan orangtua dalam menghadapi kesulitan makan pada anak :

Pertama, “jangan khawatir”, dengan mengetahui perkembangan dan kebutuhan nutrisi pada masa usia kanak-kanak awal ini adalah wajar bila nafsu makan anda berkurang.
Perhatikan anak, bila mereka bersemangat, tonus otot baik, mata bercahaya, rambut bersinar, maka sesungguhnya nutrisi anak termasuk cukup. Perlu diperhatikan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya masalah sulit makan, misalnya adanya penyakit yang diderita anak, anak yang tidak sehat biasanya menolak makan. Bisa pula karena kelelahan yang dialami anak, misalnya karena pemberian latihan yang berlebihan, atau karena lelah bermain.
Hitunglah semua makanan yang dimakan anak selama satu hari penuh, hitunglah beberapa kalori yang masuk. seringkali orangtua menjadi terkejut bahwa sesungguhnya makanan yang dimakan anak sudah memenuhi persyaratan kebutuhan kalori anak, hanya karena belum makan atau sedikit sekali memakan “makanan utama” maka orangtua menganggap anak makan sedikit.
Jangan memaksa anak untuk makan lebih banyak dari yang mereka inginkan.
Jika mungkin tawarkan pada anak untuk memilih makanan yang disenangi, yang tentu saja dimungkinkan.
Bila diperhatikan makanan yang dimakan anak sepanjang hari, maka mungkin anak terlalu banyak diberikan makanan cemilan (snacks). Walaupun makanan tersebut termasuk makanan yang menyehatkan, akan tetapi karena diberikan terlalu sering sehingga anak tidak merasakan adanya perasaan lapar. tentu saja hal ini menyebabkan kebiasaan makan anak menjadi tidak baik.
Beberapa anak mungkin menjadi cepat bosan dengan pemberian makanan yang sama setiapkali. Berikan makanan yang bervariasi, terutama pada jenis, bentuk dan tekstur makanan.
Selain itu amat penting memperbaiki hubungan antara orangtua dan anak, juga mengubah suasana saat pemberian makan.
Pada anak yang menolak makan, maka mulailah memberikan makanan yang paling disukai anak dengan suasana yang menyenangkan. Kemudian secara bertahap memberikan variasi makanan.
Selain itu beberapa hal yang juga perlu dihindari adalah pemberian makan yang berlarut-larut. Hentikan pemberian makan bila anak sudah mempermainkan makanan yang ada dipiringnya atau anak menjadi rewel. Pada saat menyingkirkan makanan itu, lakukanlah tanpa marah-marah dan hindari perkataan yang menunjukan emosi tidak senang orangtua atau pengasuh. Hendaknya orangtua jangan terlalu menekankan anak dengan keras untuk makan, sehingga suasana makan atau pun pemberian makan diartikan oleh anak sebagai bentuk untuk mendapatkan perhatian dari orangtua.
Jangan memberikan makanan cemilan sampai waktu makan yang berikutnya sebagai pengganti karena anak tidak menghabiskan makanannya tadi, atau memberikan makanan tambahan sebab dapat menghilangkan selera makan anak.

BEBERAPA PETUNJUK UNTUK MENAMBAH SELERA MAKAN ANAK
Sajikan makanan-makanan sederhana, makanan yang mudah dikenali. Anak usia Kanak-kanak awal ini biasanya ingin mengetahui apa yang dimakannya dan menolak makan yang dicampur, sehingga mereka tidak mengenal bentuknya.
Jika mungkin sajikan makanan yang dapat dipegang, misalnya kentang goreng.
Setiap kali hanya mengenalkan satu jenis makanan baru.
Sajikan dalam porsi kecil, terutama makanan yang baru dikenal atau yang tidak disenanginya.
Perhatikan penampilan dan bentuk, tekstur, warna dan rasa dari makanan. Kreatiflah dalam menyajikan makanan, misalnya membuat dadar telur yang dihias sehingga menampilkan wajah yang lucu atau menyenangkan.
Buatlah suasana makan itu menyenangkan dengan pembicaraan yang menarik bagi anak. Kurangi pembicaraan mengenai makan itu sendiri. Suasana yang “mencintai dan mendukung” amat diperlukan. Terimalah bila anak tidak menghendaki suatu jenis makanan tertentu, tetapi jelaskan nutrisi yang terkandung dalam makanan tersebut tanpa terkesan ‘memaksa’.
Bagi anak yang sudah cukup mengerti, ikut sertakan anak untuk menentukan menu makanan yang hendak dimakan. Jika anak merasa menjadi bagian dari aktivitas, maka biasanya mereka menjadi lebih tertarik. Gunakan lembar berisi informasi tentang makanan beserta gambar, misalnya daging, telur, ayam, ikan dan sayur-sayuran. Bantu anak merencanakannya dengan gambar piring yang akan diisi dengan makanan apa yang hendak dimakan hari ini. Namun perlu diingat tidak terlalu banyak macamnya, dan bersikap tegas untuk tidak mengganti saat anak tidak mau memakannya, cukup disingkirkan dan tidak dengan marah-marah.
Berilah contoh makan yang baik bagi anak. Orangtua yang tidak bersemangat untuk makan atau rewel makan akan menjadi contoh yang buruk bagi anak, sebab anak biasa meniru tokoh yang berarti baginya. Demikian pula pada orangtua yang menolak untuk suatu jenis makanan tertentu, misalnya sayuran.
Hindari pemberian permen yang keras, kacang-kacangan dan makanan lain yang akan mengurangi selera makan.
Jangan memaksa anak untuk makan dengan cara yang sempurna seperti orang dewasa, misalnya makan dengan rapih tanpa berserakan.


KEPUSTAKAAN
Garber, S.W, garber, M.D & Spizman, R.F : GOOD BEHAVIOR MADE EASY 1992, Great Pond Publishing Ltd. USA
Miller, K; AGES AND STAGES 2001, Telsher Publishing Co, Inc, Florida
Nurdadi,S: SULIT MAKAN PADA ANAK BALITA DAN PENANGANANNYA
1996, YKAI, hari Anak Nasional. Semarang.
Nurdadi, S: MASALAH MAKAN PADA ANAK BALITA DAN PENANGANANNYA 2000. Temu Muka & Konsultasi di Klinik Anakku Kelapa Gading.
Santrock. J.W : LIFE SPAN DEVELOPMENT, 7TH Ed. 1999. McGraw-Hill, Boston.
Santrock. J.W : CHILDREN, 2nd Ed. 1990. Wm. C. Brown Publisher. Texas.



A
ABORTUS
Keluarnya hasil konsepsi sebagian atau seluruhnya, yang dapat terjadi secara spontan atau disengaja sebelum kehamilan 20 minggu atau terhentinya kehamilan sebelum 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram; yang tidak mempunyai kemungkinan hidup

ABSES
Pengumpulan nanah dalam rongga yang terbentuk akibat kerusakan jaringan yang disebabkan olek infeksi

ACQUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME
(AIDS) Suatu kumpulan gejala penyakit yang diakibatkan oleh hilangnya/ menurunnya sistem kekebalan tubuh .

ADNEXITIS
Infeksi pada alat-alat dan jaringan penunjang pelvis di sekitar rahim

AFFERMATIVE ACTION
Pengembangan program khusus (pemberdayaan perempuan) dalam rangka meningkatkan kesetaraan gender dalam bidang pekerjaan dan pembangunan

AGUNAN
Suatu jaminan yang diberikan oleh penabung untuk menanggung pembayaran kembali suatu fasilitas kredit pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya.

AIR MANI
Cairan yang dicurahkan keluar dari alat kelamin pria pada saat orgasme

AKSEPTOR
Peserta KB, yaitu pasangan usia subur (PUS) yang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi

AKSEPTOR AKTIF
Pasangan Usia Subur yang pada saat ini sedang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi

AKSEPTOR BARU
Pasangan Usia Subur yang baru pertama kali menggunakan alat/obat kontrasepsi atau PUS yang kembali menggunakan alat kontrasepsi setelah melahirkan atau abortus

AKSEPTOR DINI
Para ibu yang menerima salah satu cara kontrasepsi dalam waktu 2 minggu setelah melahirkan atau abortus

AKSEPTOR DROPOUT
Akseptor yang menghentikan pemakaian kontrasepsi lebih dari 3 bulan

AKSEPTOR LANGSUNG
Para istri yang memakai salah satu cara kontrasepsi dalam waktu 40 hari setelah melahirkan atau abortus

AKSEPTOR LESTARI
Akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi secara terus menerus dalam waktu sekurang-kurangnya 5 tahun

AKSESIBILITAS
Keterjangkauan seseorang akan sesuatu yang merupakan kebutuhan, mencakup aspek dana, jarak dan lain sebagainya. Misalnya akses terhadap pelayanan kesehatan atau terhadap pelayanan kontrasepsi.

AKUNTABILITAS
Adalah kewajiban untuk menyampaikan pertanggungjawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggung jawaban.

AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (AKIP)
Perwujudan kewajiban suatu instansi Pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik (tahunan)

ALAT KONTRASEPSI
Alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan

ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT
Alat kontrasepsi yang disusupkan atau ditanam di bawah kulit. Yang beredar di Indonesia antara lain : Norplant, Implanon, Indoplan, Sinoplan dan Jadena
Intra Uterine Device/IUD)

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM(AKDR)
Alat Kontrasepsi yang dimasukan ke dalam rahim, terbuat dari plastik halus dan fleksibel (polietilin). Jenisnya antara lain : Lippes Loop, Berbentuk spiral, ukurannya ada tiga macam : kecil, sedang dan besar. Copper T (CuT-380A) berukuran kecil, kerangka dari plastik yang fleksible, berbentuk huruf T diselubungi dengan kawat halus yang terbuat dari tembaga (Cu). Jenis lain yang beredar di Indonesia antara lain Multiload (ML Cu 250 dan 375), dan NOVA T.

ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE)
Seperangkat alat bantu yang dipergunakan sebagai media interaksi ibu dan anak yang berfungsi sebagai perangsang daya tumbuh kembang anak dalam aspek mental intelektual, emosional, sosial dan moral agar anak dapat mencapai titik optimal didalam proses tumbuh kembangnya

ALERGI
Reaksi tubuh akibat kepekaan yang berlebihan terhadap bahan tertentu

AMENOREA
Tidak datangnya haid pada wanita usia subur seperti biasanya. Amenorrhea bisa disebabkan keterlambatan keluarnya haid karena terjadinya konsepsi dan karena adanya kelainan (penyakit). Amenorrhea pada umumnya karena terjadi konsepsi

ANAK LAHIR HIDUP
Banyaknya anak yang pernah dilahirkan hidup oleh seorang wanita baik yang masih hidup sampai saat ini maupun sudah meninggal

ANAK MASIH HIDUP
Banyaknya anak yang pernah dilahirkan hidup oleh seorang wanita dan masih tetap hidup sampai saat sensus/survey dilakukan

ANALGESIK
Obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit, atau obat untuk mengatasi rasa nyeri.

ANALISIS GENDER
Proses mengurai data dan informasi secara sistimatik tentang laki-laki dan perempuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan kedudukan, fungsi, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya

ANALISIS DAN EVALUASI EFEK DAN DAMPAK PROGRAM KB NASIONAL
Penilaian efek dan dampak hasil pencapaian pelaksanaan program terhadap penurunan tingkat kelahiran total.

ANALISIS DAN EVALUASI MULTI INDIKATOR PROGRAM KB NASIONAL
Pengukuran pencapaian hasil pelaksanaan Program KB Nasional melalui pendekatan indikator input, proses, output serta efek dan dampak program.


ANALISIS DAN EVALUASI OPERASIONAL PROGRAM KB NASIONAL
Penilaian terhadap aspek dan hasil kegiatan operasional program sehingga dapat diketahui tingkat kekuatan dan kelemahan program.

ANATOMI
Ilmu urai tubuh

ANDROGINI
Pola pendidikan dan pengasuhan anak yang tidak membedakan antara anak laki-laki dan anak perempuan

ANDROLOGI
Suatu ilmu yang mempelajari tentang alat-alat reproduksi pria

ANDROPAUSE
Disebut juga veropause, adalah kumpulan gejala yang meliputi menurunnya kemampuan fisik, seksual dan psikologis pada pria

ANESTESI LOKAL
Penyuntikan obat yang menghilangkan rasa nyeri (anestesi) yang bekerja di daerah tempat suntikan

ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO)
Angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya orang yang tidak produktif ( umur di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan banyaknya orang yang termasuk produktif secara ekonomis (umur 15 – 64 tahun) Angka beban tanggungan dapat digunakan sebagai indikator ekonomi dari suatu negara, apakah tergolong negara maju atau bukan.

ANGKA HARAPAN HIDUP
Rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasi mencapai umur ”x” pada suatu tahun tertentu, dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.

ANGKA KEGAGALAN KONTRASEPSI
Angka yang menunjukkan banyaknya akseptor yang menjadi hamil pada saat masih menggunakan alat kontrasepsi.

ANGKA KEGAGALAN SPIRAL
Angka yang menunjukkan banyaknya peserta KB aktif yang menggunakan IUD/AKDR yang menjadi hamil.

ANGKA KELAHIRAN KASAR (CRUDE BIRTH RATE/CBR)
Banyaknya kelahiran per 1000 penduduk dalam suatu periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Angka ini diperoleh dengan membagi jumlah kelahiran yang terjadi dengan jumlah penduduk pada pertengahan periode/ tahun.

ANGKA KELAHIRAN MENURUT KELOMPOK UMUR (Age Spesific Fertility Rate/ASFR)
Banyaknya kelahiran pada perempuan kelompok umur tertentu pada satu periode per 1000 penduduk perempuan pada kelompok umur yang sama pada pertengahan periode yang sama.

ANGKA KELAHIRAN PARIPURNA (CFR)
Rata-rata banyaknya anak yang dilahirkan per wanita dari kohor wanita sampai akhir masa reproduksi

ANGKA KELAHIRAN PERKAWINAN UMUM (General Fertility Rate)
Rata-rata banyaknya kelahiran selama periode tertentu (biasanya satu tahun) per 1000 wanita usia subur berstatus kawin dalam usia reproduksi (15 – 49 tahun) pada pertengahan tahun yang sama.

ANGKA KELAHIRAN TOTAL (Total Fertility Rete/TFR)
Rata-rata banyaknya anak yang dilahirkan hidup oleh seorang wanita sampai akhir masa reproduksinya (asumsi, wanita tersebut tetap hidup sampai akhir masa reproduksi dan mengikuti pola fertilitas tertentu). Angka ini diperoleh dengan menjumlahkan angka fertilitas menurut umur

ANGKA KELANGSUNGAN (CONTINUATION RATE)
Angka yang menunjukkan proporsi akseptor yang masih menggunakan alat kontrasepsi setelah suatu periode pemakaian tertentu.

ANGKA KEMANTAPAN SPIRAL
Angka yang menunjukkan banyaknya spiral yang telah dipasang dan masih ada dalam rahim (insitu) setelah waktu tertentu sesudah pemasangan. Angka ini lebih rendah dari angka kelangsungan pemakaian untuk spiral karena angka kemantapan tidak termasuk spiral yang dipasang kembali karena spiral keluar sendiri.

ANGKA KEMATIAN ANAK
Banyaknya kematian anak-anak 1 - 4 tahun per 1000 penduduk umur 1 – 4 tahun. Dari angka kematian menurut umur biasanya terdapat pola-pola tertentu. Angka kematian anak biasanya lebih tinggi daripada angka kematian pada umur yang lebih tua. Hal ini disebabkan pada tahun-tahun awal kehidupannya masih sangat mudah terpengaruh oleh penyakit yang berbahaya

ANGKA KEMATIAN BARU LAHIR (NEONATAL DEATH RATE)
Angka yang menunjukkan banyaknya kematian bayi di bawah umur 1 bulan atau 28 hari per seribu kelahiran hidup pada periode waktu tertentu. Kematian yang terjadi pada umur kurang 1 bulan ini pada umumnya disebabkan karena faktor-faktor dalam kandungan dan perlindungan obstetri

ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB/IMR)(INFANT MORTALITY RATE)
Banyaknya kematian bayi berumur kurang dari satu tahun per seribu kelahiran hidup pada tahun tertentu. Angka kematian yang tinggi umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama dari kehidupannya

ANGKA KEMATIAN INTRINSIK
Banyaknya kematian selama satu tahun per seribu penduduk pada pertengahan tahun yang sama seandainya penduduk yang bersangkutan dalam pengertian demografi memenuhi kondisi stabil

ANGKA KEMATIAN IBU (AKI)
Banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, dan bukan karena sebab-sebab lain, per 100.000 kelahiran hidup.

ANGKA KEMATIAN KASAR (CDR) (CRUDE DEATH RATE)
banyaknya kematian per 1000 penduduk dalam satu tahun di wilayah tertentu. Angka kematian kasar merupakan ratio kematian selama satu tahun dengan jumlah penduduk pertengahan tahun, angka ini merupakan bentuk angka kematian yang paling kasar dibandingkan dengan angka kematian untuk seluruh penduduk tanpa membedakan karakteristik penduduk yang bersangkutan, misal: jenis kelamin

ANGKA KEMATIAN MENURUT JENIS KELAMIN
Banyaknya kematian yang dikelompokkan menurut jenis kelamin tertentu per seribu penduduk dalam jenis kelamin yang sama

Angka kematian khusus perempuan
jumlah kematian perempuan perseribu perempuan pada pertengahan tahun.

Angka kematian khusus laki-laki
jumlah kematian laki-laki per seribu pria pada pertengahan tahun

ANGKA KEMATIAN MENURUT KELOMPOK UMUR (ASDR)(AGE SPECIFIC DEATH RATE)
Banyaknya kematian penduduk pada kelompok umur tertentu per seribu penduduk dalam kelompok umur yang sama. Angka kematian menurut umur merupakan dasar, berguna untuk membandingkan kedudukan atau kelompok penduduk. Resiko kematian yang berbeda antara kelompok umur yang satu dengan kelompok umur yang lebih besar daripada orang yang berusia 15 tahun


ANGKA KEMATIAN WAKTU MELAHIRKAN
Menunjukkan banyaknya wanita yang meninggal pada waktu melahirkan per 100.000 kelahiran dalam tahun tertentu. Kematian ini disebabkan karena komplikasi dari kehamilan atau sekitar kelahiran.

ANGKA KREDIT
Satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan atau kenaikan pangkat dalam jabatan fungsional.

ANGKA KETIDAKLANGSUNGAN
Angka yang menunjukkan proporsi akseptor yang tidak menggunakan alat kontrsepsi lagi, dengan alasan apapun, setelah suatu periode pemakaian tertentu

ANGKA PERCERAIAN
Persentase penduduk yang berstatus cerai terhadap jumlah penduduk keseluruhan pada pertengahan tahun untuk suatu tahun tertentu. Biasanya dihitung per 1000 penduduk.

ANGKA PERKAWINAN KASAR
Persentase penduduk yang berstatus kawin terhadap jumlah penduduk keseluruhan pada pertengahan tahun untuk suatu tahun tertentu . Perhitungan angka ini adalah menggunakan data banyaknya perkawinan yang terjadi pada waktu tertentu termasuk di dalamnya perkawinan pertama dan perkawinan ulang, jadi bukan banyaknya penduduk yang berstatus kawin

ANGKA PREVALENSI KB
Proporsi antara jumlah peserta KB aktif (Current Users) terhadap jumlah pasangan usia subur (PUS)

ANGKA REPRODUKSI
Banyaknya bayi wanita yang akan menggantikan ibunya dalam suatu genersi (dimasa yang akan datang). Angka reproduksi dibedakan menjadi angka reproduksi kotor dan angka reproduksi netto.

ANGKA REPRODUKSI KOTOR (GRR)(GROSS REPRODUCTION
Banyaknya kelahiran bayi wanita untuk setiap 1000 wanita yang berumur 15 – 49 tahun.

ANGKA REPRODUKSI NETTO (NRR)(NET REPRODUCTION RATE)
Banyaknya bayi wanita yang dilahirkan oleh seorang wanita sampai akhir masa reproduksinya dan akan dapat menggantikan kedudukan ibunya dengan mengikuti pola fertilitas dan pola mortalitas seperti ibunya

ANGKA MIGRASI
Angka yang menunjukkan banyaknya orang yang pindah tiap 1000 penduduk dalam satu tahun.

ANGKA MIGRASI KELUAR
Angka yang menunjukkan banyaknya migran yang keluar per 1000 penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun

ANGKA MIGRASI MASUK
Angka yang menunjukkan banyaknya migrasi yang masuk per 1000 penduduk daerah tujuan dalam waktu satu tahun

ANGKATAN KERJA
Mereka yang menyumbangkan tenaga untuk menghasilkan barang-barang atau jasa, dengan menerima imbalan upah berupa uang dan/atau barang.
Angkatan kerja adalah bagian dari usia tenaga kerja (penduduk usia 15 – 64 tahun) yang sesungguhnya terlibat dalam kegiatan produksi. Beberapa ukuran tentang angkatan kerja adalah sebagai berikut :
Angka Partisipasi Angkatan Kerja : yaitu angka yang menunjukkan perbandingan antara banyaknya angkatan kerja dengan banyaknya tenaga kerja (untuk Indonesia berumur 10 tahun keatas)
Angka pengangguran : yaitu angka yang menunjukkan banyaknya penduduk yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan dibandingkan dengan penduduk yang berusia kerja

ANTISEPTIS
Tindakan pencegahan dan pemusnahan pertumbuhan mikro organisme

APOTIK HIDUP
Pekarangan yang ditanami obat-obatan keperluan sehari-hari. Yang dimaksud dengan tanaman obat-obatan disini antara lain kunyit, jahe, daun kumis kucing dan sebagainya yang merupakan sarana obat-obatan dan dapat dipakai sehari-hari.

APSARI
(Akseptor Satuhu Lestari ) Nama suatu perkumpulan atau paguyuban akseptor KB di Yogyakarta

ARUS MIGRASI
Banyaknya perpindahan penduduk dari daerah asal ke daerah tujuan selama jangka waktu tertentu

ASI EKSKLUSIF
Pemberian ASI tanpa selingan makanan tambahan sejak bayi dilahirkan hingga usia 6 bulan.

ASKES (PERSERO)
Adalah BUMN yang diberikan kepercayaan dan penugasan oleh pemerintah untuk mengelola pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, yang selanjutnya dalam pedoman teknis ini disebut PT Askes

ASKESKIN
Suatu mekanisme pembiayaan pelayanan kesehatan termasuk KB bagi orang miskin yang ditanggung pemerintah melalui PT ASKES

AUDIT
Pengujian atas kegiatan obyek pemeriksaan dengan cara membandingkan keadaan yang terjadi dengan keadaan yang seharusnya

AUDIT AKUNTABILITAS
Kegiatan audit untuk menilai pelaksanaan tugas pokok dan fungsi obyek yang diperiksa.

AUDIT MEDIK PELAYANAN KB
Suatu proses kejadian kasus medis KB yang sistimatis dan kritis terhadap kasus komplikasi, kegagalan dalam penggunaan alat/obat kontrasepsi, serta penatalaksanaannya dengan memanfaatkan data dan informasi yang relevan, sehingga teridentifikasi berbagai faktor penyebab serta memperoleh solusi perbaikan dan disepakati jenis intervensi yang diperlukan sebagai kegiatan tindak lanjut

AUDITAN
Instansi / institusi yang diaudit.

AUDIT OPERASIONAL
Kegiatan audit yang ditujukan untuk menilai keekonomisan, daya guna dan hasil guna suatu obyek audit dan atau kegiatan tertentu.

AUDITOR
Pegawai negeri sipil yang diberikan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan pada instansi pemerintah.

AZAL
Senggama terputus (coitus interuptus), yaitu menghentikan senggama sebelum mencapai orgasme sehingga air mani keluar di luar liang senggama.

B

BADAN KOORDINASIKELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN)
Suatu lembaga pemerintah non departemen yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden yang mempunyai tugas pokok menyiapkan kebijaksanaan umum dan mengkoordinasikan penyelenggaraan program keluarga berencana nasional dan pembangunan keluarga sejahtera secara menyeluruh dan terpadu

BAYI
nak Usia dibawah 1 tahun (belum mencapai ulang tahun yang pertama)

BALAI MITRA SEJAHTERA(BMS)
uatu wadah pemberian informasi, pelayanan rujukan Pembangunan Keluarga Sejahtera yang dikelola masyarakat yang didukung dengan fasilitas tenaga, sarana maupun informasi dari masyarakat dan sektor terkait guna membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan untuk peningkatan keluarga sejahtera

BALAI KESEHATAN IBU DAN ANAK (BKIA)
Kesatuan organisasi kesehatan atau klinik kesehatan yang memberikan pelayanan bagi ibu dan anak.

BALITA
Bawah lima tahun, yaitu anak-anak yang berada dalam kelompok usia 0 – 4 tahun

BATITA
Bawah tiga tahun, yaitu anak-anak yang berada dalam kelompok usia 0 – 2 tahun

BEA SISWA SUPERSEMAR
Suatu bantuan yang diberikan oleh Yayasan Super Semar kepada anak peserta KB lestari yang sedang mengikuti pendidikan pada SMTA Kejuruan sesuai dengan ketentuan Yayasan

BEBAN GANDA
Peran tugas dan fungsi yang berlipat ganda.

BEYOND FAMILY PLANNING
Kegiatan-kegiatan yang menjangkau lebih jauh dari KB, seperti perbaikan gizi, peningkatan pendapatan dan lain-lain yang dapat mendukung dan menambah kemantapan program KB

BIAS GENDER
Suatu pandangan yang membedakan peran, kedudukan serta tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan pembangunan

BIDAN DI DESA
Bidan yang ditempatkan dan ditugaskan di desa , mempunyai wilayah kerja 1 s/d 2 desa, bertugas melaksanakan pelayanan KB dan kesehatan., baik di dalam maupun diluar jam kerja, serta bertanggung jawab langsung kepada puskesmas.

BINA KELUARGA
Upaya pemberdayaan ketahanan keluarga melalui program bina ketahanan keluarga yang bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga (orang tua dan anggota kaluarga lainnya) dalam meningkatkan kualitas anggota keluarganya sesuai dengan tingkatan usianya (balita, remaja dan lansia)

BINA KELUARGA BALITA (BKB)
elompok kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran ketrampilan dan sikap ibu serta anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang anak Balita (0 –5/6 tahun) yang optimal terutama melalui rangsangan emosional, moral dan sosial

BINA KELUARGA BALITA IQRO’
Keterpaduan kegiatan program BKB dengan pendidikan rohani (Islam) melalui Taman Pendidikan Al Qur’an

BINA KELUARGA BALITA TPA
Keterpaduan kegiatan program BKB dengan tempat penitipan anak di lingkungan kerja (perusahaan, perkantoran, sentra industri, pusat perbelanjaan/mall, dll)

BINA KELUARGA BALITA KIA
Keterpaduan kegiatan pogram BKB dengan kesehatan ibu dan anak

BINA KELUARGA BALITA KEMAS
Kegiatan BKB kesiapan masa sekolah, mempersiapkan anak balita untuk memasuki dunia pendidikan formal (Taman Kanak Kanak)

BINA KELUARGA BALITA MATEMATIKA
Adalah pengembangan materi kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita yang memperhatikan tujuan BKB, taqwa, cerdas, terampil dan mandiri bagi semua keluarga balita dengan materi tambahan yang dilengkapi dengan Alat Permainan Edukatif (APE) matematika (berhitung).

BINA KELUARGA REMAJA(BKR)
Kelompok kegiatan untuk meningkatkan kepedulian, kesadaran dan tanggung jawab orang tua terhadap kewajibannya membimbing, meningkatkan pengetahuan, kesadaran anak dan remaja dalam rangka meningkatkan ketahanan fisik, non fisik melalui inter ekstra komunikasi yang sehat dan harmonis dalam suasana kehidupan rumah tangga yang bahagia dan sejahtera

BINA KELUARGA LANSIA(BKL)
Kelompok kegiatan untuk membina keluarga lansia. Keluarga lansia adalah keluarga dimana anggota keluarganya ada yang sudah memasuki usia lanjut, mereka harus menyesuaikan di masa depan adanya kemunduran fisik, mental dan juga kemungkinan ekonomi

BINA KELUARGA MUDA MANDIRI (BKMM)
Kelompok kegiatan untuk membina keluarga muda yaitu keluarga baru menikah. Keluarga muda ini adalah pasangan yang sedang menyesuaikan diri dengan sikap dalam keluarga yang sebelumnya belum pernah dialami. Tujuannya adalah membina kesadaran, sikap dan kemampuan keluarga muda dalam menentukan kebutuhan hidup sehat, mental spiritual dan sosial dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga

BONUS DEMOGRAFI
euntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil proses penurunan fertilitas jangka panjang

BUTA GENDER
Kondisi/keadaan seseorang yang tidak memahami tentang pengertian atau konsep gender

C
CATUR KENDALI OPERASIONAL TERPADU ( CAKOT )
Kegiatan pengendalian lapangan yang dilakukan oleh petugas, kegiatan tersebut meliputi pendataan, pencatatan dan pelaporan, pembinaan, serta evaluasi dan analisa pelaksanaan program KB di wilayah kerja PLKB. Istilah ini berasal dari BKKBN Propinsi Jawa Barat

CANDIDIASIS
Infeksi jamur jenis candida

CARA/METODE KONTRASEPSI
Cara yang digunakan untuk menunda, menjarangkan atau mencegah terjadinya kehamilan (konsepsi)

CATUR WARGA
Keluarga yang terdiri dari seorang ayah, seorang ibu dan dua orang anak

CATUR KENDALI OPERASIONAL TERPADU
Kegiatan pengendalian lapangan yang dilakukan oleh petugas, kegiatan tersebut meliputi pendataan, pencatatan dan pelaporan, penbinaan, serta evaluasi dan analisa pelaksanaan program KB diwilayah kerja PLKB. Istilah ini berasal dari BKKBN Propinsi Jawa Barat.

CIPTA KARYA KENCANA
Penghargaan yang diberikan kepada tenaga program yang telah melakukan karya yang menonjol dalam pengembangan konsepsi, inovasi, dan sistem yang bermanfaat bagi program

COITUS
Senggama

COITUS INTERUPTUS
Senggama terputus

COUPLES YEARS
Banyaknya tahun pasangan yang terlindung dari kemungkinan mengalami kehamilan karena menggunakan salah satu alat kontrasepsi.

D

DASA WISMA
Kelompok 10 rumah/keluarga peserta KB yang menjadi binaan kader

DATA
Keterangan (angka atau simbol) atau fakta yang dapat memberikan gambaran tentang sesuatu keadaan atau persoalan yang dapat dijadikan dasar kajian.

DATA BASIS PERENCANAAN
dalah kumpulan data dasar yang jenis datanya digunakan sebagai dasar penyusunan program dan anggaran Program KB Nasional.

DAUR HAID
Siklus haid, biasanya selama sekitar 28 atau 35 hari setiap siklusnya.

DAYA DUKUNG ALAM
Adalah kemempuan lingkungan alam beserta segenap unsur dan sumbernya untuk menunjang peri kehidupan manusia serta makhluk lain secara berkelanjutan

DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN BINAAN
Adalah kemampuan lingkungan hidup buatan manusia untuk memenuhi peri kehidupan penduduk

DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN SOSIAL
Adalah kemampuan manusia dan kelompok penduduk yang berbeda untuk hidup bersama-sama sebagai satu masyarakat secara serasi, selaras, seimbang, rukun, tertib, dan aman.

DHARMA KARYA KENCANA
Penghargaan yang diberikan kepada tenaga program yang telah melakukan karya yang menonjol dalam penyediaan tenaga, dan atau sarana, prasarana demi meningkatkan keberhasilan program.

DEMAND CREATION
Penciptaan permintaan, yaitu program untuk mengembangkan minat baru terhadap pelayanan KB yang makin dini. Program dan kegiatan ini harus diciptakan untuk menerangkan kepada para pasangan usia subur muda untuk ber-KB secara dini agar usaha membangun keluarga sejahtera dapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya

DEMOGRAFI
Ilmu yang mempelajari tentang kependudukan yang mencakup tentang : kelahiran, kematian, migrasi, perkawinan, dan mobilitas sosial.

DEMAND FULFILLMENT
Pemenuhan kebutuhan bagi mereka yang membutuhkan pelayanan KB, yaitu mereka yang baru melahirkan yang mempunyai anak batita (bawah tiga tahun), yang anaknya sudah lebih dari dua atau tiga orang, yang usianya di atas 30 tahun, yang usianya lebih dari 35 tahun dan mempunyai anak lebih dari tiga orang yang kondisinya masih pra sejahtera dan mempunyai anak balita (bawah lima tahun)

DEPO PROVERA/DEPO PROGESTIN
Nama obat kontrasepsi suntikan yang mengandung depo medrosi 17 alpa progesterone acetate

DIAFRAGMA
Suatu alat KB terbuat dari karet, berbentuk mangkok dipakai untuk menutupi mulut rahim dengan memasukkannya sejauh mungkin ke dalam liang senggama yang mencegah masuknya sel mani ke mulut rahim, sehingga mencegah terjadinya kehamilan

DIFUSI
Proses yang terjadi pada saat suatu informasi dikomunikasikan melalui saluran-saluran tertentu dalam periode waktu tertentu

DILATASI
Usaha untuk memperlebar suatu saluran (rongga tubuh) biasanya dengan memakai alat yang disebut dilatator.

DINAMIKA PENDUDUK
Perubahan penduduk secara terus menerus yang dipengaruhi oleh : fertilitas, mortalitas dan migrasi

DISEMINASI
Penyebarluasan informasi yang dapat dilakukan dengan berbagai bentuk komunikasi atau media.

DISMENORIA
Rasa nyeri yang berlebihan pada saat haid

DISPARENIA
Rasa nyeri yang berlebihan pada saat bersenggama.

DISTRIBUSI PARITAS
Distribusi penduduk wanita usia produksi menurut banyaknya anak yang pernah dilahirkan.

DISTRIBUSI UMUR PENDUDUK
Distribusi umur penduduk biasanya digambarkan dalam piramida penduduk yang dapat memcerminkan apakah suatu negara mempunyai struktur penduduk tua atau muda.

DOUBLE BURDEN/BEBAN GANDA
Perbedaan perlakuan terhadap salah satu jenis kelamin dengan memberikan pekerjaan jauh lebih banyak (berganda) dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya

DOUCHE
Suatu aliran langsung dari air, gas atau uap ke dalam suatu ruangan tubuh. Pengertian douche dalam kontrasepsi adalah membasuh liang senggama segera setelah selesai senggama.

DWI WINDU KARYA KENCANA
Penghargaan yang diberikan kepada tenaga program yang telah menunjukkan kesetiaannya selama enam belas tahun atau lebih secara terus menerus pada Program KB Nasional

E

EFEK dan DAMPAK
Efek adalah pengaruh langsung dari output, sedangkan dampak adalah pengaruh lanjut dari output.

EFEK SAMPINGAN KONTRASEPSI
Adalah perubahan sistem, alat dan fungsi tubuh yang timbul akibat dari penggunaan alat atau obat kontrasepsi dan tidak berpengaruh serius terhadap klien
Contoh :
1. Kondom, reaksi alergi, mengurangi kenikmatan hubungan seksual
2. Oral pil, mual/muntah, pusing kepala, nafsu makan bertambah, lesu lemah tidak bersemangat dalam bekerja, penurunan ASI, tekanan darah tinggi, perubahan berat badan, jerawat, bercak cokelat pada wajah (hyper pegmentasi), varises, keputihan, gangguan haid.
3. Suntik tidak datang haid, (amenorea), pertambahan berat badan, sakit kepala, nyeri pinggul, tekanan darah tinggi.
4. Implant, “hilang” tidak teraba, nyeri dada, pendarahan, bercak, nyeri kepala, mual/pusing/gelisah, berat badan bertambah/berkurang.
5. AKDR, perdarahan, gangguan haid, demam, menggigil, cairan vagina yang banyak.
6. Vasektomi, perdarahan sedikit membasahi plester penutup luka, nyeri didaerah luka, gatal di kulit disertai bentol bentol.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI
Dipakai dalam arti efektifitas klinik, yaitu pengaruh suatu cara kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.


EFEKTIVITAS KLINIS
Keunggulan cara kontrasepsi tertentu untuk mencegah terjadinya kehamilan dalam kenyataan penggunaan sehari-hari.

EFEKTIVITAS MIGRASI
Rasio antara migrasi netto dan migrasi brutto yang makin kecil

EKSPULSI - IUD
Lepasnya IUD secara spontan dari posisi semula.

ELIGIBLE WOMEN
Wanita dalam usia reproduksi (subur), yaitu yang berumur antara 15 – 49 tahun.

EMANSIPASI
uatu pandangan yang menciptakan adanya kesamaan peran dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki dalam segala aspek kehidupan baik biologis maupun non biologis.

EMPAT TERLALU
Merupakan salah satu faktor penyebab kematian ibu dan bayi, yaitu :
1.terlalu muda melahirkan (umur ibu kurang dari 20 tahun)
2.terlalu tua melahirkan (umur ibu lebih dari 35 tahun)
3.terlalu banyak melahirkan (jumlah anak lebih dari tiga)
4.terlalu dekat jarak waktu melahirkan (jarak kelahiran kurang dari 2 tahun)

EMBRIO
Hasil pembuahan sel telur pada stadium permulaan yang kemudian menjadi janin Pada manusia antara umur satu minggu sampai delapan minggu

ENDOMETRIUM
Dinding dalam rongga rahim

ENDOSCOPY
emeriksaan bagian dalam tubuh dengan suatu alat yang berupa teropong.

ESTRADIOL
Salah satu jenis hormon estrogen

ESTROGEN
Suatu hormon yang dapat menimbulkan karakteristik seks sekunder pada wanita berasal dari kelenjar tertentu manusia, hewan ataupun tumbuh-tumbuhan yang mempunyai sifat estrigenik. Hormon tersebut dapat diperoleh secara alamiah ataupun sintetis

EXPULSION RATE – IUD
Tingkat (persentase) keluarnya IUD (alat kontrasepsi dalam rahim/AKDR) secara spontan dari rahim akseptor.

EVALUASI
Proses kegiatan pengukuran yang dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan dengan cara membandingkan hasil nyata kegiatan program dengan indikator keberhasilan baik sebelum, selama dan setelah selesainya pelaksanaan program

F

FAKTOR PENENTU FERTILITAS
Faktor-faktor yang mempunyai pengaruh langsung dan besar terhadap fertilitas.

FASILITAS PELAYANAN KB PARIPURNA
Fasilitas yang mampu dan berwenang memberikan semua jenis pelayanan kontrasepsi ditambah dengan pelayanan rekanalisasi dan penanggulangan infertilitas

FEKUNDITAS
Kemampuan potensial seorang wanita untuk melahirkan anak.

FEMININ
Ciri, karakteristik sikap dan perilaku dominan yang dimiliki kaum perempuan

FEMINISME
Paham, aliran, gerakan yang memperjuangkan persamaan hak dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki dalam segala aspek hidup dan kehidupan

FERTILITAS
Kemampuan riil seorang wanita untuk melahirkan, yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan

FERTILITAS DIFFERENSIAL
Perbedaan angka fertilitas antara penduduk suatu wilayah dengan penduduk wilayah lain atau antar penduduk suatu negara tertentu dalam waktu tertentu yang mungkin disebabkan karena status sosial ekonomi, pendidikan, pekerjaan

FILAMEN AKDR
Benang pada alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) sehingga alat kontrasepsi itu mudah dikontrol dan diangkat bila diperlukan.

FIMBRIA
Bagian ujung dari saluran telur (tuba) yang berbentuk seperti jari-jari dan berfungsi untuk menangkap sel telur (ovum).

FORNIKS
Puncak liang sanggama yang terletak di samping, depan dan belakang dari mulut rahim (portio)

FORUM KONSULTASI KEMITRAAN (FKM)
Suatu kegiatan rapat sebagai forum pertemuan antar Unit Pelaksana KB.

FLOUR ALBUS / LEKORHEA / KEPUTIHAN
Cairan yang keluar dari liang senggama yang putih kehijau-hijauan, kecoklatan atau kemerahan, kadang disertai bau yang tidak enak dan rasa gatal disebabkan oleh jamur dan parasit.

FUNDUS UTERI
Bagian rahim paling atas.

FRIGIDITAS
Tidak adanya gairah seks pada wanita

G

GALAKTORIA
Suatu keadaan dimana payudara memproduksi air susu berlebihan atau di luar masa seksual.

GARIS GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)
Suatu bentuk susunan yang merinci tujuan pembelajaran umum, tujuan pembelajaran khusus, pokok bahasan dari setiap mata pelajaran ditambah dengan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk setiap mata pelajaran serta sumber kepustakaan.

GEJALA SAMPINGAN
Gejala yang tidak diinginkan, yang timbul akibat pemakaian sesuatu obat/alat kontrasepsi dan lain-lain.

GENDER
Pandangan masyarakat tentang perbedaan peran, fungsi dan tanggung jawab antara perempuan dan laki laki yang merupakan hasil kontruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan jaman.

GENDER DALAM PROGRAM KB
Penerapan konsep gender ke dalam progam-program pokok Program KB Nasional

GENDER DEVELOPMENT INDEX
Angka yang menunjukkan pelaksanaan pembangunan yang berkaitan dengan masalah gender

GERAKAN EKONOMI KELUARGA SEJAHTERA.
dalah suatu gerakan pemberdayaan keluarga di bidang ekonomi yang meliputi Gerakan Kewirausahaan Keluarga Sejahtera (GWKS) dan Gerakan Kemitrausahaan Keluarga Sejahtera (GMKS).

GENERASI MUDA
Mereka yang berumur antara 0 s/d 30 tahun

GERBANG SEWU
Gerakan Pembangunan Seribu Rupiah ini merupakan gerakan yang diprakarsai oleh Putra Jawa kedudukan Sumatera (Puja Kesuma) di Langkat, dalam upaya Taskin, dihimpun melalui organisasi Puja Kesuma dengan mengumpulkan seribu setiap bulan oleh Puja Kesuma

GERDU PERTASI KENCANA
Gerakan Terpadu Pertanian, Koperasi, dan Keluarga Berencana yang diarahkan untuk membangun kualitas Keluarga dengan upaya memperkuat fungsi ekonomi keluarga, kehidupan ber Koperasi yang sekaligus dapat meningkatkan tahapan Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I serta tahapan keluarga lainnya

GERAKAN IBU SEHAT SEJAHTERA
Merupakan pengembangan dari KISS (Kampanye Ibu Sehat Sejahtera) atau dalam istilah bahasa inggris disebut sebagai safe motherhood, yang meliputi II subtansi kegiatan dan keluarga sadar AIDS.

GERAKAN KETAHANAN KELUARGA SEJAHTERA
Meliputi bina ketahanan keluarga muda mandiri, bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga dewasa dan bina keluarga lansia.

GERAKAN KELUARGA SEHAT SEJAHTERA (GKSS)
Merupakan pengembangan dari kampanye ibu sehat sejahtera (KISS) yang dimulai tahun 1992, dan pada tahun 1993 dikembangkan menjadi gerakan ibu sehat sejahtera (GISS), serta selanjutnya pada tahun 1996 dikembangkan lagi menjadi GKSS

GERAKAN PEMBANGUNAN KELUARGA PEKERJA SEJAHTERA
Upaya kepedulian dan peran serta pengusaha, pekerja dan keluarganya dalam kegiatan pembangunan Keluarga Sejahtera secara mandiri di lingkungan perusahaan dan masyarakat sekitar perusahaan untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya serta masyarakat sekitar perusahaan menuju keluarga kecil bahagia sejahtera

GERAKAN REPRODUKSI KELUARGA SEJAHTERA
Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera, yang meliputi peningkatan KB yang makin mandiri gerakan keluarga sehat sejahtera, dan gerakan keluarga sadar HIV/AIDS.

GIZI
Zat makanan (protein, lemak, karbohidarat, mineral dan vitamin) yang diperlukan oleh tubuh manusia untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta untuk melakukan segala fungsinya

GULA DARAH SEWAKTU (GDS)
Yaitu pemeriksaan gula darah dalam darah sewaktu-waktu ( tanpa puasa).

GUILLAIN BARREN SYNDROME ( GBS)
Adalah kelemahan akut akibat gangguan syaraf perifer (acute inflamatory demyeling polyneuropathy), yang memperlihatkan kelemahan bersifat progresif selama empat hingga lima minggu. Kelumpuhan biasanya akan diikuti pemulihan motorik datar sebelum mengalami perbaikan secara perlahan-lahan

GROSS ENROLLMENT RATIO (GER)
Ratio jumlah murid SD, SLTP, SLTA, dan Mahasiswa dibagi dengan jumlah penduduk usia sekolah berturut-turut usia 7 – 12, 13 – 15, 16 – 18, dan 19 – 24 tahun

H

HAID PERTAMA
Tanggal atau umur yang menyatakan awal dari masa reproduksi seorang wanita. Pada umumnya terjadi di antara umur 10 sampai 14 tahun.

HAK KLIEN
Hak di dalam pelayanan kontrasepsi, antara lain : hak memperoleh informasi, akses, memilih, memutuskan, bebas dari resiko kematian, bebas dari segala bentuk perlakuan buruk, mendapatkan manfaat, privasi, kerahasiaan, membangun harkat dan martabat, kesinambungan dan berpendapat

HAK-HAK REPRODUKSI
Hak setiap individu dan pasangan untuk menentukan kapan akan melahirkan, berapa jumlah anak dan jarak anak yang dilahirkan serta memilih upaya untuk mewujudkan hak-hak tersebut (pemakaian kontrasepsi)

HARGANAS ( HARI KELUARGA NASIONAL )
Diperingati sebagai hari lahirnya Program KB Nasional, dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1993 di Bandar Lampung, dan peringatan pertamanya dilakukan pada tanggal 29 Juni 1994 di Desa Semambung Kabupaten Sidoardjo, Jawa Timur

HEMATOM
Benjolan berisi darah, permukaan rata, tidak keras

HIGH RISK GROUP
Ibu-ibu menghadapi resiko tinggi apabila hamil atau melahirkan, antara lain :
Ibu hamil usia kurang dari 20 tahun.
Ibu hamil usia lebih dari 35 Th
Ibu hamil yang pernah melahirkan lebih dari 3 kali.
Ibu hamil dengan penyakit menahun misalnya penyakit paru-paru, jantung ginjal dan lain-lain.

HIMEN (hymen)
Selaput dara.

HIPER PIGMENTASI
Pembentukan pigmen yang berlebihan, sehingga tampak sebagai bercak hitam secara jelas. Misalnya pada pipi akibat penggunaan pil KB

HISTEROSKOPY
Peneropongan rongga rahim

HITEREKTOMY
Pengangkatan uterus atau rahim dari tubuh

HUMAN IMMUNO DEFICIENCY VIRUS (HIV)
Virus yang dapat menurunkan kekebalan tubuh

HORMON
Suatu zat atau substansi yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar buntu yang berlangsung masuk sirkulasi/peredaran darah tanpa melalui saluran, dan mempunyai efek khusus terhadap aktivitas organ lain.

I

IMPLANON
Susuk KB satu batang - Alat kontrasepsi yang ditanam di bawah kulit (susuk KB).

IMPLANT / NORPLANT
Alat kontrasepsi yang ditanam di bawah kulit (susuk KB).

IMP (institusi masyarakat pedesaan)
Adalah wadah pengorganisasian dan pembinaan keluarga serta wadah pengelolaan dan pelaksanaan gerakan KB Nasional ditingkat desa / kelurahan kebawah. Wadah tersebut secara nasional disebut PPKBD, Sub PPKBD dan Kelompok KB.

IMPOTEN
Ketidak mampuan seorang pria untuk melakukan hubungan seksual (koitus), karena kemampuan ereksi penis kurang atau tidak ada

INDIKATOR
Ukuran yang memberi petunjuk tentang suatu keadaan tertentu sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi atas keadaan tersebut.

INDIKASI MEDIK
Petunjuk yang diperoleh untuk menentukan cara mengatasi suatu masalah ditinjau dari segi medik.

INDUKSI HAID
Usaha untuk menimbulkan haid.

INDUNG TELUR
Bagian alat kelamin dalam (genetalia internal) yang berfungsi memproduksi sel telur (ovum). Terletak satu di kanan dan satu di kiri rahim

INFANT MORTALITY RATE
Angka yang menunjukan banyaknya kematian bayi yang berumur kurang dari satu tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu.

INFEKSI
Masuknya dan berkembangnya mikro organisme ke dalam tubuh yang menyebabkan radang.

INFERTILITAS
Ketidakmampuan pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan setelah dua tahun pernikahan dengan melakukan hubungan seksual secara teratur dan benar tanpa usaha pencegahan kehamilan.

INFERTILITAS PRIMER
Ketidak mampuan pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan setelah dua tahun pernikahan dengan melakukan hubungan seksual secara teratur dan benar tanpa usaha pencegahan kehamilan, tapi belum juga terjadi kehamilan atau belum pernah melahirkan anak lahir hidup.

INFERTILITAS SEKUNDER
Suatu keadaan dimana pasangan suami istri yang sudah mempunyai anak, namun sulit untuk memperoleh anak berikutnya meski melakukan hubungan seks secara teratur dan benar tanpa usaha pencegahan kehamilan

INFORMASI
Pesan atau berita yang disampaikan atau diterima. Data yang sudah diolah atau dikemas sedemikian rupa dan siap untuk disebarluaskan kepada sasaran tertentu

INTERAKSI SOSIAL ANTAR KELUARGA
Merupakan hubungan timbal balik antara satu keluarga dengan keluarga lainnya yang terjalin dengan baik dan harmonis sehingga berdampak terhadap kerukunan bertetangga.

INTERAKSI SOSIAL DALAM KELUARGA
Merupakan hubungan komunikasi timbal balik yang efektif dalam keluarga sebagai landasan untuk membangun cinta kasih dalam keluarga, sehingga dapat menanamkan nilai-nilai moral dan agama sebagai benteng ketahanan keluarga.

INTERAKSI SOSIAL KELUARGA DENGAN MASYARAKAT
Merupakan hubungan timbal balik antar keluarga dengan masyarakat sesuai dengan norma-norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat

INFORMED CHOICE
Suatu keadaan dimana pasangan usia subur telah memperoleh informasi yang jelas, lengkap, dan akurat mengenai kebaikan dan kelemahan berbagai alat/obat kontrasepsi, sehingga mereka mempunyai kebebasan untuk memilih salah satu jenis/alat kontrasepsi yang diinginkan

INFORMED CONSENT
Persetujuan yang diberikan oleh klien KB dan pasangannya atas dasar informasi dan penjelasan petugas pelayanan KB mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap klien tersebut

IN HOUSE RESEARCH
Penelitian yang dilaksanakan sendiri oleh staf peneliti di lingkungan BKKBN

INOVASI
Bagian/ide dan program-program baru

INPRES DESA TERTINGGAL
Inpres No.5 tahun 1993 (Bappenas dan Ditjen PMD DEPDAGRI) yang merupakan program untuk desa desa terbelakang/miskin dengan memberikan bantuan pinjaman dana untuk setiap desa sebesar Rp.20 juta yang dikelola oleh kelompok masyarakat untuk kegiatan produktif.

INSEMINASI BUATAN
Usaha menyatukan sel mani (spermatozoa) dan sel telur (ovum) tidak melalui senggama, tetapi melalui penyuntikan air mani ke dalam liang senggama atau ke dalam saluran leher rahim

INSEMINASI BUATAN DONOR
Penyuntikan air mani yang berasal bukan dari suami sendiri ke dalam liang senggama atau ke dalam leher rahim.

INSENTIF
Pendorong/perangsang untuk mengerjakan sesuatu. Dalam program nasional keluarga berencana istilah insentif dapat berupa penghargaan untuk peserta KB lestari

INSERSI AKDR
Proses memasukkan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim/IUD) ke dalam rongga rahim, dengan menggunakan alat berbentuk tabung

INSISI
Pengirisan

INSTITUSI PEMERINTAH
Unit organisasi/ instansi/departemen pemerintah yang berpartisipasi dalam pelaksanaan program-program pembangunan nasional dan Program KB Nasional pada khususnya

INSTITUSI SWASTA
Suatu institusi yang mempunyai kegiatan kemasyarakatan dan sekaligus berkaitan dengan pelaksanaan program pembangunan pada umumnya dan KB khususnya

INTEGRASI KB
Keterpaduan pelayanan Program KB Nasional dengan program pembangunan lainnya melalui pendayagunaan sumber daya, dana dan sarana yang mendukungnya secara lebih efektif dan efisien, dalam bentuk berbagai kegiatan pelayanan integrasi

INTRA MUSKULER
Dalam otot, suntikan intra muskuler ialah suntikan ke dalam otot.

IUD SASI
Menggalakkan pemakaian AKDR/IUD dalam rangka menunjang usaha penerimaan kontrasepsi yang efektif dan murah

IUD RETENTION
Presentasi kemantapan pemakaian AKDR/IUD setelah periode tertentu.

J

JAMSIMAS
Jambore Institusi Masyarakat, kegiatan ini dilakukan setiap tahun untuk membantu Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera di Medan didukung oleh dana APBD

JARAK KELAHIRAN
Jarak waktu periode antara dua kelahiran hidup yang berurutan dari seorang wanita

JUMLAH ANAK IDEAL
Pandangan yang dinyatakan oleh seseorang mengenai banyaknya anak yang dianggap baik untuk dimiliki oleh keluarga.

JUMLAH ANAK YANG DIHARAPKAN
Banyaknya anak yang diharapkan oleh seorang ibu, jumlah dapat sama atau tidak sama dengan jumlah anak ideal, atau jumlah yang didambakan mereka.

JUMLAH ANAK YANG DILAHIRKAN
Jumlah anak yang dilahirkan seorang wanita selama masa reproduksi

K

KADER
Adalah orang dewasa, baik pria atau wanita yang dipandang sebagai orang-orang yang memiliki kelebihan di masyarakatnya. Kelebihan itu dapat berupa keberhasilan dalam kegiatan, keluwesan dalam hubungan kemanusiaan, status sosial ekonomi dan lain sebagainya.

KADER BANTU
Kader yang bertugas membantu tugas kader inti dan atau kader piket demi kelancaran pelaksanaan kegiatan penyuluhan BKB. Kader pembantu dapat menggantikan tugas kader inti/piket bila yang bersangkutan berhalangan hadir

KADER INTI BKB
Kader yang memberikan penyuluhan/menyampaikan materi kepada orang tua peserta BKB dalam pertemuan berkala kelompok BKB. Kader ini bertanggung jawab atas jalannya pelaksanaan penyuluhan.

KADER INTI GENERASI MUDA
Anggota masyarakat yang secara sukarela berpartisipasi dalam melaksanakan Program KB Nasional dan pembangunan keluarga sejahtera dilingkungannya. Generasi muda yang ada di setiap desa minimal 1 orang yang dapat mengajak generasi muda lainnya sebanyak lebih dari 10 orang untuk melembagakan Keluarga Berkualitas 2015.

KADER KB
Anggota masyarakat yang secara sukarela berpartisipasi dalam pelaksanaan Program KB Nasional

KADER PIKET
Kader yang bertugas mengasuh anak balita yang kebetulan ikut orang tuanya datang ke tempat penyuluhan BKB, dengan harapan agar anak tidak mengganggu orang tua peserta maupun jalannya penyuluhan BKB

KAGUM UTAMA GENERASI MUDA
Kader yang telah mempunyai anggota binaannya, minimal 10 orang generasi muda yang secara terus menerus membantu gerakan KB di lapangan

KANALIS SERVIKALIS
Saluran yang terdapat dalam leher rahim.

KANKER
Pertumbuhan yang tidak normal dari sel sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker.

KANKER ALAT REPRODUKSI
Pertumbuhan sel yang tidak normal dari alat reproduksi pria dan atau wanita, jenisnya antara lain : kanker leher rahim, kanker indung telur, kanker kelenjar prostat, kanker testis

KARANG GIZI
Pekarangan yang dimanfaatkan untuk memperoleh bahan makanan bergizi

KARANG TARUNA
Wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggungjawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda wilayah desa/kelurahan, bergerak terutama dalam bidang kesejahteraan sosial, yang secara fungsional dibina dan dikembangkan oleh Depsos

KARANG WERDA
Adalah wadah bagi para Usia Lanjut (Karang = wadah; werda = usia lanjut) merupakan wadah bagi para usia lanjut atau suatu perkumpulan yang berada di suatu wilayah pedesaan / kelurahan dengan anggota para usia lanjut di wilayah tersebut

KARYA TULIS ILMIAH PENELITIAN DIKLAT
Karya tulis seseorang atau kelompok orang yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian diklat.

KARTU KEMBANG ANAK (KKA)
Adalah kartu yang digunakan untuk mencatat dan memantau perkembangan anak dalam pola asuh tumbuh kembang anak Balita yang dapat diketahui dengan menilai perkembangan kemampuan anak dalam melakukan gerak motorik halus, gerak motorik kasar, komunikasi pasif, dan komunikasi aktif sesuai dengan perkembangan umurnya

KARTU MENUJU SEHAT (KMS) LANSIA.
Adalah suatu alat untuk mencatat kondisi kesehatan pribadi usia lanjut baik fisik maupun mental emosional. Kegunaan KMS untuk memantau dan menilai kemajuan Kesehatan Usia Lanjut yang dilaksanakan di kelompok Usia Lanjut atau Puskesmas

KARTU MENUJU SEHAT (KMS) BALITA.
Adalah kartu yang digunakan untuk mencatat dan memantau pertumbuhan anak dalam pola asuh tumbuh kembang balita yang dapat diketahui dengan menilai perkembangan berat badan anak yang bersangkutan

KASUS RUJUKAN
Suatu kejadian atau perasaan yang dialami oleh peserta KB terhadap pemakaian alat kontrasepsi yang tidak dapat langsung ditangani di tingkat pelayanan KB tertentu dan dikirim ke tingkat pelayanan KB yang lebih tinggi.

KAVUM DOUGLASI
Ruangan antara dinding belakang rahim dan saluran pelepasan (rektum).

KAVUM UTERI
Ruangan yang terdapat di dalam rahim.

KWASIORKHOR
Gangguan kesehatan oleh sebab kekurangan protein

KB KESEHATAN
Penyatuan/penyerasian dinamis dari program KB, KIA, gizi, imunisasi dan penanggulangan diare untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah disepakati bersama. Tujuannya adalah untuk mempercepat penurunan angka kematian bayi dan balita serta angka kelahiran dalam rangka mempercepat terwujudnya NKKBS

KB KESEHATAN TRANSMIGRASI
Program KB-Kesehatan yang dilaksanakan dan ditujukan untuk masyarakat di daerah transmigrasi yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan transmigran dan kesertaan ber-KB bagi pasangan usia subur.

KB LESTARI
Peserta keluarga berencana yang sudah memakai salah satu alat/obat kontrasepsi minimal 5 tahun berturut-turut.

KB LINGKARAN BIRU (LIBI)
Salah satu aspek kegiatan KB mandiri dengan melalui strategi pemasaran sosial. Dalam program ini BKKBN bersama mitra kerja dari instansi pemerintah yang lain, instansi swasta, organisasi profesi, lembaga masyarakat dan institusi masyarakat membantu memasarkan tempat-tempat pelayanan KB dan alat-alat kontrasepsi tertentu. Untuk tempat-tempat pelayanan KB mandiri ini digunakan logo lingkaran biru, seperti dokter dan bidan praktek swasta serta apotik.

KB MANDIRI
Pelaksanaan KB dari seseorang atau kelompok yang tidak tergantung dari orang atau pihak lain.

KB PEDESAAN
Program KB yang ditujukan untuk masyarakat yang ada di desa.

KB PERKOTAAN
Program KB yang ditujukan untuk masyarakat yang ada di wilayah kota

KB PERUSAHAAN
Program KB yang ditujukan dan dilaksanakan di tempat kerja (perusahaan) dan di masyarakat sekitarnya

KEADAAN GIZI
Keadaan kesehatan sebagai akibat dari kualitas makanan yang digunakan.

KEADILAN DAN KESETARAAN GENDER (KKG)
Suatu kondisi yang setara, sejajar dan seimbang secara harmonis dalam hubungan kerjasama antara laki-laki dan perempuan

KEBIJAKSANAAN ANTI NATALIS
Kebijaksanaan pemerintah, masyarakat atau sekelompok masyarakat untuk memperlambat pertumbuhan penduduk dengan usaha membatasi/ menurunkan jumlah kelahiran.

KEBIJAKSANAAN PRO NATALIS
Kebijaksanaan pemerintah, masyarakat atau sekelompok masyarakat untuk mempercepat pertumbuhan penduduk dengan usaha menaikkan jumlah kelahiran

KEBIJAKSANAAN KEPENDUDUKAN
entetan aturan-aturan atau tindakan yang dirumuskan oleh bermacam pranata sosial termasuk pemerintah yang dengan sengaja ataupun tidak, data mempengaruhi perubahan penduduk. Bagi Indonesia kebijaksanaan kependudukan telah dirumuskan dalam GBHN. Kebijaksanaan kependudukan yang perlu ditangani antara lain meliputi :
- Bidang-bidang pengendalian kelahiran;
- Penurunan tingkat kelahiran terutama kematian anak-anak;
- Perpanjangan harapan hidup;
- Penyebaran penduduk yang lebih serasi dan seimbang;
- Pola urbanisasi yang lebih berimbang dan merata;
- Perkembangan dan penyebaran angkatan kerja.

KEGAGALAN KONTRASEPSI
Adalah terjadinya kehamilan pada saat menggunakan alat/obat kontrasepsi secara benar

KEGUGURAN
Kegagalan / kehamilan kandungan yang tidak disengaja.

KEHAMILAN EKTOPIK
Kehamilan yang tumbuh di luar tempatnya yang normal (dalam rongga rahim). Kehamilan ekstrauterine : kehamilan yang tumbuh di luar rongga rahim

KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN
Kehamilan yang dialami oleh seorang wanita yang sebenarnya belum menginginkan atau sudah tidak menginginkan hamil.

KEHAMILAN YANG TIDAK DIRENCANAKAN
Kehamilan yang dialami oleh seorang wanita dimana sebenarnya wanita tersebut tidak/belum mengharapkan untuk hamili pada waktu tersebut

KEHAMILAN PREMATUR
Kehamilan yang menghasilkan bayi lahir hidup dengan lama kehamilan 20 – 28 minggu dan berat badan kurang dari 2,5 kg.

KELAHIRAN TERCEGAH
Jumlah kelahiran yang secara teoritis dapat tercegah karena adanya pemakaian kontrasepsi.

KELAHIRAN TIDAK DIINGINKAN
Kelahiran yang terjadi pada seorang wanita, dimana sebenarnya belum atau sudah tidak ingin mempunyai anak lagi.

KELOMPOK KB PRIA
Adalah kelompok pria/suami yang mempunyai minat dalam upaya meningkatkan partisipasi pria dalam KB dan Kesehatan Reproduksi, dengan anggota baik para suami yang sudah menjadi peserta KB pria maupun para pria/suami yang bukan peserta KB pria. Kelompok ini diharapkan dapat menjadi kader dan motivator dalam rangka peningkatan partisipasi pria dalam KB dan Kesehatan Reproduksi

KELOMPOK KEGIATAN (POKTAN)
Adalah kelompok masyarakat yang melaksanakan dan mengelola kegiatan ekonomi produktif keluarga (seperti UPPKS, Takesra/Kukesra) dan kegiatan bina keluarga sejahtera (BKMM, BKB, BKR, BKD dan BKL) serta kegiatan Posyandu. PIKSA, PAKBD yang berada di tingkat desa/kelurahan ke bawah

KELOMPOK PENIMBANGAN
Wadah pelayanan penimbangan anak dibawah umur lima tahun (Balita) dilangsungkan.

KELOMPOK LANJUT USIA (LANSIA)
Wadah pelayanan kepada penduduk lanjut usia di masyarakat dimana proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama lembaga swasembada masyarakat (LSM), lintas sektor pemerintah dan non pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitik beratkan pelayanan pada upaya promotif dan preventif

KELOMPOK KB
Adalah wadah organisasi seluruh keluarga yang berada dilingkungan RT, yang secara sukarela berperan aktif melaksanakan / mengelola Program KB Nasional di tingkat RT

KELUARGA
Unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami isteri atau suami isteri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. Secara implisit dalam batasan ini adalah anak yang belum menikah

KELUARGA BERENCANA
Adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera

KELUARGA BERKUALITAS
Keluarga-keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, mempunyai jumlah anak ideal, berwawasan ke depan dan bertanggungjawab

KELUARGA BESAR
Keluarga yang terdiri dari ayah ibu, anak-anak yang sudah menikah dan lain-lain orang yang masih ada hubungan atau tidak ada hubungan darah. Dengan kata lain keluarga besar ini selalu terdiri dari satu keluarga inti yang diperluas dengan orang lain baik ada/tidak ada hubungan darah keturunan

KELUARGA KECIL
Adalah keluarga yang jumlah anggotanya ideal, yang memungkinkan terwujudnya kesejahteraan dan kebahagiaan, baik bagi keluarga maupun bagi masyarakat

KELUARGA MUDA MANDIRI
Suatu program untuk merangsang pasangan muda yang biasanya aktif dalam gerakan Karang Taruna, Pramuka dan lainnya, agar tetap tinggal dan membangun di desanya, membangun keluarga modern mandiri secara dini

KELUARGA SEJAHTERA
Adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan materi yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungannya.
Keluarga sejahtera ini dapat diklasifikasikan menurut kelompok sebagai berikut :
1.Keluarga Pra Sejahtera :
2.Keluarga Sejahtera Tahap I
3.Keluarga Sejahtera Tahap II
4.Keluarga Sejahtera Tahap III
5.Keluarga Sejahtera Tahap III Plus

KELUARGA PRA SEJAHTERA
Keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (basic needs) secara minimal, seperti kebutuhan akan pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan

KELUARGA SEJAHTERA TAHAP I
Keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan sosial psikologisnya (socio psychological needs), seperti kebutuhan ibadah, makan protein hewani, pakaian, ruang untuk interaksi keluarga, dalam keadaan sehat, mempunyai penghasilan, bisa baca tulis latin dan keluarga berencana

KELUARGA SEJAHTERA TAHAP II
Keluarga-keluarga yang disamping telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, juga telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan sosial psikologisnya, akan tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan perkembangannya (development needs) seperti kebutuhan untuk peningkatan agama, menabung, berinteraksi dalam keluarga, ikut melaksanakan kegiatan dalam masyarakat dan mampu memperoleh informasi

KELUARGA SEJAHTERA TAHAP III PLUS
Keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, kebutuhan sosial psikologis dan kebutuhan pengembangannya, namun belum dapat memberikan sumbangan (kontribusi) yang maksimal terhadap masyarakat, seperti secara teratur (waktu tertentu) memberikan sumbangan dalam bentuk material dan keuangan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan serta berperanserta secara aktif dengan menjadi pengurus lembaga kemasyarakatan atau yayasan sosial, keagamaan, kesenian, olah raga, pendidikan dan sebagainya

KEMANDIRIAN KELUARGA
Sikap mental keluarga dalam hal berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat dalam pembangunan, mendewasakan usia perkawinan, membina dan meningkatkan ketahanan keluarga, mengatur kalahiran dan mengembangkan kuallitas dan kesejahteraan keluarga berdasarkan kesadaran dan tanggung jawab.

KAMANDIRIAN PENDUDUK
Adalah sikap mental penduduk dalam mendayagunakan kemampuan dan potensi diri yang sebesar-besarnya bagi dirinya dan pembangunan

KEMANDULAN PRIMER
Keadaan dimana seorang wanita tidak pernah mempunyai anak/melahirkan anak

KEMANDULAN SEKUNDER
Keadaan seorang wanita yang tidak pernah mempunyai anak/melahirkan anak lagi setelah ia mempunyai anak tertentu (satu anak atau lebih).

KEMANDULAN SUKARELA
Keadaan dimana seorang wanita tidak akan melahirkan lagi, keadaan ini bukan semata-mata karena faktor alamiah, tetapi adanya suatu hal yang mereka inginkan hal itu terjadi pada dirinya.

KEMATIAN ANAK
Peluang untuk meninggal antara umur satu tahun dan sebelum tepat umur lima tahun

KEMATIAN BAYI
Peluang untuk meninggal antara kelahiran dan sebelum umur tepat umur satu tahun

KEMATIAN IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN
Kematian yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, atau sampai dua bulan setelah berakhirnya kehamilan

KEMATIAN NEONATAL
Peluang untuk meninggal dalam bulan pertama setelah lahir

KEMITRAAAN USAHA
Kerjasama yang sejajar dalam bidang usaha ekonomi yang didasarkan atas kesukarelaan untuk mencapai keuntungan dari pihak-pihak yang bermitra secara optimal.

KEY STAKEHOLDER ADVOKASI
Pembuat/pelaksana kebijakan publik sebagai sasaran advokasi yang dapat membuat/mengeluarkan/melaksanakan kebijalan publik untuk mendukung keberhasilan Program KB Nasional

KENAIKAN FERTILITAS
Kenaikan jumlah kelahiran dalam suatu masyarakat selama jangka waktu tertentu

KEPADATAN PENDUDUK
Angka yg menunjukkan banyaknya jumlah penduduk dalam tiap satuan luas wilayah. Kepadatan penduduk biasanya dinyatakan dalam jumlah jiwa dalam setiap Km2.

KEPALA KELUARGA
Laki-laki atau perempuan yang berstatus kawin, atau janda/duda yang mengepalai suatu keluarga yang anggotanya terdiri dari istri/suami dan atau anak –anaknya.

KEPENDUDUKAN
Hal ikhwal yang berkaitan dengan jumlah, ciri utama, pertumbuhan, persebaran, mobilitas penyebaran, kualitas kondisi kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, budaya, agama serta lingkungan penduduk tersebut.

KEPEDULIAN SOSIAL
Merupakan keterlibatan pihak yang satu kepada pihak lain dalam turut merasakan apa yang dirasakan dan dialami orang atau kelompok lain.

KEPUTIHAN
Cairan yang keluar dari liang sanggama yang putih kehijau – hijauan, kecoklatan atau kemerahan, kadang disertai bau yang tidak enak dan rasa gatal, disebabkan jamur dan parasit.

KESEHATAN
Keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial serta bukan hanya semata-mata bebas dari penyakit.

KESEHATAN MATERNAL
Tingkat kesehatan ibu pada waktu hamil, saat persalinan dan masa nifas baik persalinan tersebut dilakukan di rumah maupun di tempat pelayanan kesehatan.

KESEHATAN REPRODUKSI
Kesehatan secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistim dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit atau kecacatan.

KESEHATAN SEKSUAL
Keadaan secara mental dan fisik untuk melakukan hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan yang diikat tali perkawinan yang sah

KESEHATAN KELUARGA
Kesehatan kelompok individu yang terkait dalam satu kesatuan biologik-sosial budaya, mencakup segi kesehatan jasmani, rohani dan sosial.

KESEHATAN USIA LANJUT
Kesehatan mereka yang berusia 60 tahun atau lebih, baik jasmani, rohani dan sosial.

KESELAMATAN IBU
Upaya untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu akibat kehamilan dan persalinan.

KETAHANAN KELUARGA
Kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketanggungan serta mengandung kemampuan fisik-materiil dan psikis-mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.

KETIDAK SUBURAN
Ketidakmampuan menghasilkan anak/keturunan, baik primer maupun sekender, ketidakmampuan untuk menghasilkan pembuahan (konsepsi) dalam suatu jangka waktu tertentu biasanya 18 bulan.

KETIDAKSUBURAN PRIMER
Ketidak mampuan yang ditujukan seorang wanita yang tidak pernah mengalami pembuahan (konsepsi) atau seorang laki-laki yang tidak dapat membuktikan kesuburan mereka.

KEUANGAN MIKRO
Berbagai pelayanan keuangan mikro seperti simpanan, pinjaman, pembayaran, transfer dana, asuransi dan lainnya yang dikembangkan bersama, dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin, keluarga berpenghasilan rendah dan pengusaha mikro yang dilakukan oleh lembaga keuangan mikro dengan menggunakan sistem dan proses yang paling sesuai dengan kontekstual.

KEWIRAUSAHAAN
Adalah kemampuan untuk memanfaatkan kesempatan atau peluang pasar dengan melakukan kegiatan usaha ekonomi produktif dibidang barang ataupun jasa.

KINERJA
Adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran atau suatu tujuan

KISTA
Rongga (ruangan) dalam tubuh atau bisa disebut tumor yang berisi cairan.

KLINIK
Tempat yang mempunyai ruangan pemeriksaan dan peralatan medis/non medis serta tenaga medis dan para medis untuk memberikan pelayanan kesehatan

KLINIK KB
Klinik yang memberikan pelayanan KB dengan persyaratan peralatan dan tenaga tertentu.

KLINIK KB LENGKAP
Klinik KB yang dipimpin oleh minimal seorang bidan/paramedis terlatih dan melayani semua cara KB kecuali implant dan kontap.

KLINIK KB PARIPURNA
Klinik KB yang dipimpin oleh seorang dokter terlatih yang dapat melayani semua cara KB dan dapat juga melayani rekanalisasi dan infertilitas

KLINIK KB SEDERHANA
Klinik KB yang dipimpin oleh minimal seorang paramedis yang melayani cara-cara KB pil, suntik, kondom dan obat vagina.

KLINIK KB SEMPURNA
Klinik KB yang dipimpin oleh seorang dokter terlatih KB yang melayani semua cara Keluarga Berencana.

KOAGULASI
Proses pembekuan darah

KOHOR KELAHIRAN
Banyaknya kelahiran hidup yang terjadi dalam suatu periode tertentu.

KOMPLIKASI PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI
Adalah gangguan kesehatan yang dialami oleh peserta KB sebagai akibat dari pemakaian alat kontrasepsi, komplikasi dibedakan kedalam 2 macam komplikasi yaitu :
a.komplikasi berat adalah gangguan kesehatan akibat pemakaian alat kontrasepsi yang harus dilayani secara intensif dan perlu perawatan.
b.komplikasi ringan adalah gangguan kesehatan akibat pemakaian alat kontrasepsi yang harus dilayani lebih lanjut, karena tidak perlu perawatan

KOMUNIKASI
Suatu proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti diantara individu-individu, atau suatu proses saling berbagi atau menggunakan informasi secara bersama diantara komunikator dan komunikan dalam proses informasi.

KONDOM (KARET KB)
Salah satu alat kontrasepsi yang terbuat dari karet (lateks) berbentuk tabung tidak tembus cairan dimana salah satu ujungnya tertutup rapat dan dilengkapi kantung untuk menampung sperma yang dikeluarkan pria pada saat sanggama sehingga tidak tercurah ke dalam vagina.

KONSELING - KB
Bentuk percakapan dua arah antara klien dengan petugas KB yang dilakukan dengan sengaja yang bertujuan untuk membantu klien, dimana petugas memberikan penjelasan lengkap, yang diperlukan berkaitan dengan pemilihan jenis alat/obat kontrasepsi sehingga klien mampu membuat keputusan sesuai dengan keinginannya..

KONSELOR GENERASI MUDA
Orang-orang yang mempunyai kemauan memberikan saran pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh remaja, biasanya mereka juga adalah generasi muda.

KONSEPSI
Penyatuan sel telur dengan sperma (pembuahan)

KONTRA INDIKASI
Petunjuk yang melarang digunakannya suatu cara pengobatan penyakit/suatu tindakan.

KONTRAKSI
Peristiwa memendeknya serabut-serabut otot.

KONTRASEPSI
Obat/alat untuk mencegah terjadinya konsepsi.(kehamilan). Jenis kontrasepsi ada dua macam, yaitu kontrasepsi yang mengandung hormonal (pil, suntik dan implant) dan kontrasepsi non hormonal (IUD, Kondom)

KONTRASEPSI ALAMIAH
Cara-cara ber KB tidak dengan menggunakan alat/obat kontrasepsi modern.

KONTRASEPSI MANTAP (KONTAP)
Metode operasi wanita (tubektomi) atau metode operasi pria (vasektomi).

KONTRASEPSI PASCA KEGUGURAN
Program pelayanan kontrasepsi khusus bagi yang baru saja mengalami keguguran, perlu segera diberikan karena ovulasi dapat terjadi sebelas hari sesudah terapi keguguran/abortus sebelum haid berikutnya.

KOORDINASI
saha mengintegrasikan, mensinkronkan dan mengaplikasikan suatu kegiatan melalui komunikasi yang harmonis, penyesuaian dan pengaturan yang baik. Seperti :
-Koordinasi aktif : Program KB yang dilaksanakan oleh berbagai unsur pelaksana, baik dari kalangan pemerintah maupun masyarakat yang dikoordinasikan pelaksanaannya di bawah satu badan.
-Badan yang mengkoordinasikan pelaksanaan KB, melakukan koordinasi aktif dengan turut langsung melakukan kegiatan-kegiatan yang bukan merupakan fungsi spesifik dari salah satu unsur pelaksana Program KB Nasional.

KREDIT USAHA KELUARGA SEJAHTERA (KUKESRA)
Adalah kredit lunak yang diberikan kepada Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I (alasan ekonomi) yang telah memiliki Tabungan Keluarga Sejahtera (Takesra) dan tergabung dalam kelompok usaha /UPPKS

KUALITAS KELUARGA
Kondisi keluarga yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, kemandirian keluarga, dan mental spiritual serta nilai-nilai agama yang merupakan dasar untuk mencapai keluarga sejahtera

KUALITAS LINGKUNGAN KELUARGA
Adalah seluruh aspek fisik dan non fisik yang ada dilingkungan masing-masing keluarga termasuk hubungan timbal balik antar anggota keluarga, antar keluarga, masyarakat dan alam sekitarnya secara baik dan benar sesuai adat istiadat dan norma-norma agama.

KUKESRA MANDIRI
Kredit Usaha ekonomi produktif yang diberikan melalui lembaga keuangan mikro (LKM), bank perkreditan rakyat dan atau bank lain yang ditunjuk kepada kelompok UPPKS yang sudah berhasil dan atau kelompok UPPKS baru yang potensial menjadi usaha kecil menengah guna mendorong meningkatkan kemampuan usahanya.

KUALITAS PENDUDUK
Adalah kondisi penduduk dalam aspek fisik dan non fisik serta ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan dasar untuk mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang berbudaya, berkepribadian dan layak.

KULDOSKOPI
Tindakan meneropong rongga di belakang rahim (kavum douglasi) melalui alat kuldoskopi dengan menembus jaringan fernikus posterier.

KUNJUNGAN ULANGAN
Kunjungan yang dilakukan peserta KB ke rumah sakit/rumah bersalin, klinik dan tim medis keliling baik untuk mendapatkan alat kontrasepsi ulangan maupun pemeriksaan rutin atau untuk konsultasi, ganti cara dan sebagainya

KURANG GIZI
Kekurangan zat makanan yang diperlukan oleh tubuh untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta melakukan fungsinya.

KURETASI
Mengeruk permukaan dalam suatu organ yang berongga dengan memakai alat yang disebut kuret.

L

LABIUM MAJUS
Bila disebut kedua-duanya adalah labia mayora, yaitu lipatan kulit yang berambut di tepi kanan atau kiri lobang kelamin wanita ( vagina).

LABIUM MINUS
Bibir kecil, bila disebut kedua-duanya adalah labia minora, yaitu lipatan selaput lendir di sebelah dalam labia mayora

LAHIR HIDUP
Peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, ada denyut jantung atau denyut tali pusat atau gerakan-gerakan otot

LAHIR MATI
Kelahiran seseorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan

LAKIP
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan AKIP yang disusun dan disampaikan secara sistimatis dan melembaga. LAKIP dibuat setiap tahun oleh setiap lembaga/instansi Pemerintah (termasuk BKKBN) sampai dengan jajaran Eselon II.

LAKTASI
Suatu periode menyusui pada mamalia dan manusia. Pengeluaran susu dari kelenjar susu.

LAMIN KELUARGA
Balai Musyawarah, Informasi dan Rujukan Keluarga . Tempat/wadah berkumpulnya para kader KB dan KS dalam rangka untuk memusyawarahkan, memberikan informasi dan pelayanan KB serta pelayanan usaha peningkatan pendapatan keluarga. LAMIN berbentuk bangunan rumah tradisional yang mempunyai arsitektur kebudayaan Dayak Kalimantan Timur

LANJUT USIA (LANSIA)
Adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas (pasal 1, UU No.13/1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia)

LAPARASKOPI
Alat berbentuk teropong untuk melakukan berbagai macam pemeriksaan/tindakan di dalam rongga perut., contoh : pemotongan saluran telur pada tubektomi

LATIHAN DASAR KHUSUS
Latihan pemula yang bersifat orientasi khusus dan mendasar tentang program, suatu tugas bidang garapan dalam pelaksanaan Program KB Nasional bagi pengelola/pelaksana program baik di lingkungan BKKBN maupun Unit Pelaksana

LATIHAN DASAR UMUM (LDU)
Latihan pemula yang bersifat orientasi umum dan mendasar tentang Program KB Nasional terutama bagi mereka yang akan menangani tugas-tugas KB secara komprehensif (menyeluruh).

LATIHAN MANAJEMEN UMUM (LMU)
Latihan pemula atau peningkatan tentang sistem pengelolaan (manajemen) yang bersifat umum baik yang dikaitkan maupun tidak dengan Program KB Nasional.

LATIHAN PENYEGAR(REFRESHING)
Suatu kegiatan yang memberikan kesempatan belajar yang bertujuan menyegarkan kemampuan dan ketrampilan di luar pendidikan umum yang berlaku dengan lebih mengutamakan praktek dari pada teori.

LIBIDO
Hasrat untuk melakukan hubungan seksual

LIMA POLA
Suatu pola pembinaan yang dilakukan oleh petugas secara berjenjang terhadap PPKBD, Sub-PPKBD, Kelompok Peserta KB, Dasa Wisma, Pancawisma dan calon peserta KB.

LINGKAR LENGAN ATAS(LILA)
Lingkaran lengan atas adalah suatu cara untuk menghitung skala gizi wanita usia subur, baik ibu hamil maupun calon ibu untuk mengidentifikasi wanita yang mempunyai resiko melahirkan bayi berat badan rendah (BBLR). Pengukuran dilakukan dengan PITALILA yang berwawasan merah putih.

LINGKARAN BIRU (LIBI)
Suatu logo pelayanan KB mandiri oleh dokter dan bidan praktek swasta serta apotik yang melayani alat kontrasepsi untuk KB mandiri. Dicanangkan tahun 1987 oleh Presiden Soeharto, ide dasar dari Kepala BKKBN DR.Haryono Suyono, desain logo oleh PT Fortune, meliputi enam jenis alat kontrasepsi dan setiap jenis terdiri dari berbagai macam, yakni Pil, suntik, IUD, Implant, Kondom, Tissue KB. Penjualan dilakukan oleh pihak swasta.

LINGKARAN EMAS (LIMAS)
Dicanangkan tanggal 12 Juli 1992 oleh Presiden Soeharto, ide dasar dari Kepala BKKBN Dr. Haryono Suyono, desain logo oleh PT Fortune, meliputi enam jenis alat kontrasepsi dan setiap jenis terdiri dari berbagai macam (merk) yakni : Pil, Suntikan, IUD, Implan (susuk KB), Kondom dan Tissue KB (intravag), penjualan dilakukan oleh swasta, harga jual sama dengan LIBI. Lingkaran Emas ini merupakan perluasan dari pelayanan Lingkaran Biru atau memberikan pelayanan kontrasepsi yang lebih lengkap

LINGKUNGAN
Kesatuan ruang dengan segala benda daya, keadaan dan mahluk hidup di dalamnya termasuk manusia dan perilakunya.

LINGKUNGAN FISIK
Kesatuan ruang dengan segala isinya baik yang bersifat biotik (mahluk hidup) maupun yang abiotik (benda) termasuk daya dan keadaan

LINGKUNGAN FISIK KELUARGA DI DALAM RUMAH
Lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan fisik, meliputi kesehatan, kebersihan dan kenyamanan keluarga. Lingkungan keluarga ini dicirikan dengan pola hidup sehat dan bersih, serta memberikan perlindungan dalam kehidupan keluarga.

LINGKUNGAN KELUARGA
DI LUAR RUMAH
Semua lingkungan yang berkaitan dengan alam sekitarnya yaitu tumbuh – tumbuhan dan hewan yang dapat menunjang kehidupan keluarga.

LINGKUNGAN HIDUP
Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya

LINGKUNGAN KELUARGA
Seluruh aspek hidup dan kehidupan yang ada di masing-masing keluarga termasuk hubungan timbal balik antar anggota keluarga, antar keluarga serta dengan masyarakat dan alam sekitarnya

LINGKUNGAN NON FISIK
Kesatuan ruang dng. berbagai perilaku dari semua manusia yang ada di dalamnya

LINI LAPANGAN
Aktifitas penyelenggaraan operasional Program KB Nasional di wilayah yang paling dekat dengan klien yakni Kabupaten/kota ke bawah

LIPPES LOOP
Jenis AKDR/IUD, terbuat dari plastik halus berukuran kecil, sedang dan besar, berbentuk spiral, dipasang di dalam rahim ibu untuk mencegah terjadinya kehamilan.

M

MAKANAN POKOK / UTAMA
Makanan utama sehari-hari yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup biologis.

MANGGALA KARYA KENCANA
Penghargaan yang diberikan kepada tenaga program yang telah melakukan karya yang menonjol dalam pengembangan konsepsi, inovasi dan sistem yang bermanfaat bagi program keluarga berencana dan pembangunan keluarga sejahtera.

MANUNGGAL KB-KES ABRI
Pelaksanaan Program KB Nasional secara terpadu dengan program kesehatan dan dilaksanakan bersama-sama dengan Departemen Kesehatan, BKKBN dan ABRI

MARASMUS
Gangguan kesehatan oleh sebab kekurangan kalori

MASA AMAN
Masa dalam siklus haid wanita usia subur, bila melakukan senggama tidak akan menghasilkan konsepsi atau kehamilan.

MASA AMENORE LAKTASI (MAL)
Masa menyusui atau Metode Amenore Laktasi yaitu menggunakan masa menyusui sebagai metode Keluarga Berencana yang bersifat sementara.

MASA GESTASI
Masa janin dalam kandungan ibunya, yaitu sejak mulai konsepsi sampai dengan keluarnya janin dari rahim ibunya.

MASA MENYUSUI
Masa bagi seorang ibu menyusukan dari payudara kepada bayinya atau anaknya.

MASA PASCA PERSALINAN
Masa nipas, yaitu masa mulai dari saat persalinan selesai sampai 42 hari kemudian. Masa pasca persalinan mencakup :
- Masa pasca persalinan dini.
- Masa dari saat persalinan selesai sampai 24 jam kemudian
- Masa pasca persalinan lanjut, masa dari 24 jam dari saat persalinan sampai
dengan 42 hari kemudian

MASA REPRODUKSI
Masa antara awal seorang wanita mulai mendapat haid (menorrhea) sampai akhir pubertas atau seorang wanita tidak haid lagi/menopouse, biasanya pada usia 15-49 tahun.

MASA SUBUR)
Hari prakiraan terjadinya ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur)

MASYARAKAT
Kelompok orang yang tinggal menetap dalam suatu wilayah, yang berinteraksi menurut kesamaan pola tertentu, diikat oleh kepentingan yang sama yang keberadaannya berlangsung secara terus menerus dengan suatu rasa identitas bersama.

MASYARAKAT MISKIN
Penduduk yang berdasarkan ketetapan pemerintah berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk KB (khusus bagi pasangan suami istri), yang disubsidi oleh pemerintah dengan identitas yang harus dimiliki berupa kartu ASKESKIN atau kartu miskin lainnya

MASYARAKAT RENTAN
Penduduk yang dalam berbagai matranya tidak atau kurang mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensinya sebagai akibat dari keadaan fisik dan non fisiknya

MATI
Hilangnya tanda-tanda kehidupan secara permanen yang dapat terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup terjadi. Yang dimaksud dengan tanda-tanda kehidupan,misalnya : bernafas, denyut jantung, gerakan tubuh dan sebagainya. Dalam hal ini kematian hanya dapat terjadi apabila didahului oleh kelahiran hidup.

MATI HAID (MENOPAUSE)
Batas akhir dari masa reproduksi seorang wanita yang dinyatakan dengan berhentinya haid untuk selamanya. Biasanya keadaan ini terjadi pada wanita umur 46-50 tahun. Mati haid (menopause) disebut juga baki

MENARCHE
Haid yang terjadi untuk pertama kali.

MENORAGIA
Darah haid yang lebih banyak dari biasanya

MENSTRUASI
Pendarahan rahim yang fisiologik, secara berkala dengan selang waktu kurang lebih 4 minggu terjadi pada wanita yang tidak hamil pada masa reproduksi.

MERUJUK
Melimpahkan suatu masalah (pasien, kasus, beban) kepada pihak lain untuk penanganan yang lebih baik.

METODA CHANDRA DEMING
Suatu metode perkiraan jumlah yang sebenarnya dari seluruh kejadian di dalam kegiatan pengumpulan data kejadian vital. Dengan diketahui jumlah yang sebenarnya dari seluruh kejadian, maka kelengkapan dari masing-masing cara pengumpulan kejadian-kejadian vital dapat dihitung. Salah satu kelemahan dari penerapan metode chandra deming ini di dalam praktek ialah sulit sekali untuk mengusahakan agar satu cara pengumpulan data benar-benar independen terhadap cara lainnya. Hal ini dapat diatasi kalau pada setiap tahap kegiatan pengumpulan data diadakan pengawasan yang ketat pelaksanaanya

METODA KONTRASEPSI
Cara /alat untuk menjarangkan atau mencegah terjadinya konsepsi.

METODA KONTRASEPSI PRIA
Cara untuk menjarangkan atau mencegah terjadinya konsepsi yang khusus digunakan oleh pria, misalnya : kondom

METODE KONTRASEPSI EFEKTIF TERPILIH (MKET)
Yaitu AKDR (IUD), Implant (Norplant/Susuk KB), dan Kontap (Vasektomi, Tubektomi)

METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP)
Metode kontrasepsi Jangka Panjang ( yaitu : IUD, Implant/susuk KB, Medis operasi pria dan Wanita)

METRORAGIA
Pendarahan rahim abnormal di luar siklus haid.

MIGRAINE
Rasa sakit pada satu sisi kepala, yang hilang timbul secara berkala terutama sepanjang daerah syaraf kelima, diikuti dengan gangguan penglihatan, mual, muntah dan gangguan sensorik lainnya.

MIGRASI
Perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain, baik melewati batas politis negara maupun administrasi, dengan tujuan untuk menetap. Migrasi sering pula diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu tempat ke tempat yang lain, sedangkan orang yang melakukan migrasi disebut migran.

MIGRASI ANTAR SENSUS
Migrasi yang terjadi antara dua sensus penduduk, misalnya migrasi yang terjadi antara tahun 1971 dan 1980.

MIGRASI BARU
Migrasi yang terjadi pada akhir suatu periode waktu tertentu, biasanya digunakan referensi waktu lima tahun atau kurang.

MIGRASI BERANTAI
Perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain yang diikuti oleh penduduk daerah asalnya. Perpindahan demikian terjadi apabila rombongan atau orang yang pertama berhasil dan menarik saudara, teman atau tetangga di daerah asalnya.

MIGRASI BRUTO
Jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar

MIGRASI INTERN
Perpindahan penduduk dari suatu daerah (Propinsi atau Kabupaten) ke daerah lain dalam satu negara

MIGRASI INTERNASIONAL
Perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Migrasi internasional dibedakan menjadi :
- Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara
- Imigrasi, yaitu masuknya penduduk ke suatu negara
- Angka imigrasi, yaitu angka yang menunjukkan banyaknya emigran yang
meninggalkan negara asal pada suatu tahun tertentu per 1000 penduduk negara asal.

MIGRASI KELUAR
Perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal (area of original) tertentu per 1000 penduduk negara asal.

MIGRASI KOLEKTIF
Migrasi yang dilakukan dalam suatu keluarga.

MIGRASI MASUK
Masuknya penduduk ke satu daerah tempat tujuan (Area of destination)

MIGRASI MUSIMAN
Penduduk yang berpindah tempat tinggal pada musim tertentu untuk bekerja, misalnya setelah habis musim tanam padi petani meninggalkan tempat tinggalnya untuk bekerja di tempat lain.

MIGRASI NETO (NET MIGRATION)
Selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar. Apabila migrasi masuk lebih besar dari pada migrasi keluar, maka disebut migrasi netto positif. Sedangkan jika migrasi keluar lebih besar dari pada migrasi masuk di sebut migrasi netto negatif. Ukuran yang digunakan adalah : Angka migrasi netto, yaitu angka yang menunjukkan selisih antara migran masuk ke satu daerah dan banyaknya migran keluar dari daerah tersebut per 1000 penduduk daerah tersebut

MIGRASI PAKSAAN
Migrasi yang dilakukan secara paksa baik oleh penguasa maupun oleh sumber bahaya lain, misalnya karena gangguan keamanan oleh gerombolan pengacau, penduduk suatu daerah terpaksa pindah atau dipindahkan.

MIGRASI PARSIAL
Migrasi yang terjadi antara dua daerah

MIGRASI PERKAWINAN
Migrasi yang terjadi karena perkawinan, misalnya seorang perempuan harus meninggalkan daerahnya karena kawin dengan lelaki yang berasal dari daerah lain atau sebaliknya.

MIGRASI PERORANGAN
Migrasi yang dilakukan secara perorangan

MIGRASI SIRKULAR
Perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah yang lain dengan maksud untuk menetap sementara dan kembali lagi ke asal yang jangka waktunya kurang dari 3 bulan (79 hari). Misalnya, migrasi musiman merupakan satu jenis migrasi sirkulasi.

MIGRASI SEMASA HIDUP
Mereka yang pada waktu sensus/survei bertempat tinggal di daerah yang berbeda dengan daerah kelahirannya.

MINI LOKAKARYA (MINILOK)
Yaitu suatu pertemuan yang dilakukan antara dokter, bidan, PPLKB, PLKB, PPKBD, Sub-PPKBD dan kader di Puskesmas atau tempat pertemuan lainnya sebelum melakukan kegiatan pelayanan atau TKBK (Tim KB Keliling).

MINI SURVEI
Suatu survei yang diharapkan dapat memberikan informasi terbatas (kurang lebih 10 variabel) secara cepat, akurat dan dengan biaya yang murah

MOBIL UNIT PELAYANAN KB
Adalah fasilitas pelayanan KB bergerak yang dipergunakan oleh suatu tim pelayanan profesional, mencakup satu unit mobil guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di daerah yang sulit atau yang tidak memiliki fasilitas kesehatan.

MOBILITAS PENDUDUK
Adalah gerak keruangan penduduk dengan melewati batas administrasi Daerah Tingkat II.

MONITORING
Proses pengamatan atau pengecekan secara berkelanjutan terhadap suatu kegiatan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan dan pengelolaan Program Keluarga Berencana Nasional.

MORBIDITAS
Keadaan sakit, yaitu adanya penyimpangan dari keadaan kesehatan yang normal. Definisi sehat (yang normal) menurut WHO adalah sejahtera fisik, mental dan sosial dan bukan hanya semata-mata bebas penyakit.

MORTALITAS
Angka kematian

MOTIVASI KB
Usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak untuk mengikuti/melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Dalam hal ini khusus untuk menarik masyarakat untuk mencapai peserta KB.

MOTIVATOR
Orang yang melakukan motivasi.

M O U
Memorandum of Understanding, yaitu suatu perjanjian kerjasama antara dua pihak. Misalnya : antara BKKBN dengan instansi lain/sektor swasta, Indonesia dengan Vietnam dalam program KB. dan sebagainya.

MUKUS SERVIKS
Lendir yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar leher rahim.

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA
Pertemuan LKMD yang dihadiri oleh seluruh warga desa yang berfungsi sebagai manusia sumber untuk membantu anggota kelompok kerja yang telah melaksanakan pengamatan sederhana

N

NASEHAT PERKAWINAN
Kegiatan dimana terjadi pertukaran informasi untuk memecahkan masalah perkawinan antara calon suami-istri dengan pihak yang mempunyai keahlian untuk memecahkan masalah tersebut.

NATALITAS
Situasi melekatnya hasil konsepsi pada selaput lendir rahim untuk selanjutnya berkembang menjadi janin

NAUSEA
Gejala mual-mual rasa ingin muntah

NATURE
Paham yang berpendapat bahwa perbedaan peranan antara perempuan dan laki-laki kerena ada perbedaan secara biologis.

NEONATAL
Bayi baru lahir hingga berusia 28 hari

NET ENROLLMENT RATIO (NER)
Angka partisipasi murni, yaitu ratio jumlah murid SD usia 7 – 12 tahun, SLTP 13 – 15 tahun, SLTA 16 – 18 tahun dan mahasiswa 19 – 24 tahun dibagi dengan jumlah penduduk usia sekolah berturut-turut usia 7 - 12, tahun, 13 – 15 tahun, 16 -18 tahun, dan 19 -24 tahun

NETRAL GENDER
Kebijakan/program/kegiatan atau kondisi yang tidak memihak pada salah satu jenis kelamin.

NIDASI
Penempelan hasil pembuahan ke dalam endometrium

NORMA
Standard atau ukuran baku yang dipakai oleh komponen pelaksana maupun masyarakat untuk menilai keberhasilan pencapaian Program Keluarga Berencana Nasional. Nilai-nilai yang berlaku pada suatu kelompok sosial tertentu mengenai besarnya keluarga dengan dasar pemikiran tertentu

NORMA BESARNYA KELUARGA
Suatu nilai yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan sosial budaya yang membudaya dalam diri pribadi, keluarga dan masyarakat yang berorientasi kepada kehidupan sejahtera dengan jumlah anak ideal untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.

NORMA KELUARGA KECIL YANG BAHAGIA DAN SEJAHTERA (NKKBS)
Suatu nilai yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan sosial budaya yang membudaya dalam diri pribadi, keluarga dan masyarakat yang berorientasi kepada kehidupan sejahtera dengan jumlah anak ideal untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.

NURTURE
Riset terapan yang dilakukan baik untuk meningkatkan pengelolaan program yang sedang berjalan maupun untuk mencari dan menguji coba terobosan baru. Riset seperti ini biasanya dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama mengidentifikasi serta memperinci masalah. Tahap kedua merancang dan menguji coba jalan keluar untuk mengatasi masalah, dan tahap ketiga adalah mengevaluasi sampai seberapa jauh uji coba yang dilakukan mencapai sasaran.

NULIPARA
Seorang wanita yang belum pernah bersalin/melahirkan

O

OBESITAS
Gangguan kesehatan oleh sebab kelebihan gizi

OPERATIONS RESEARCH
Riset ini biasanya dilakukan dalam sekala kecil dan hasilnya menjadi masukan bagi para pengambil keputusan untuk meningkatkan program yang sedang berjalan. Istilah lain yang juga sering dipakai adalah operasional research atau penelitian operasional

OPTIMUM BIRTH SPACING INTERVAL
(Batas Jarak Kelahiran Optimal) adalah batas waktu antar kelahiran yang menghasilkan dampak kesehatan yang terbaik bagi kehamilan, ibu, bayi baru lahir, bayi dan seluruh keluarga. Bukti terkini menunjukkan bahwa batasan waktu terbaik antar kelahiran adalah : 3 hingga 5 tahun setelah kelahiran anak terakhir.

ORAL PIL
Tablet yang diminum oleh wanita untuk mencegah terjadinya kehamilan

ORALIT
Obat untuk penyakit diare yang diminum yang terdiri dari cairan pengganti elektrolit yang hilang.

ORGANISASI PEMBELAJARAN
Organisasi yang mengutamakan anggotanya mampu mengembangkan kapasitasnya secara berkelanjutan dalam mewujutkan hasil yang optimal.

ORGASME
Puncak kenikmatan senggama.

ORIENTASI
Kegiatan penyampaian informasi yang bersifat melekat pada kegiatan operasional program.

ORIFICUM UTERI EKSTERNUM
Lubang terluar dari leher rahim. Lubang ini disebut mulut leher rahim.

OS PUBIS
Bagian tulang yang menonjol di atas kemaluan, biasanya ditutupi oleh rambut kemaluan.

OS SIMPISIS
Pertautan tulang kemaluan kiri dan kanan yang terdapat ditengah-tengah di bagian depan vulva.

OTOT PANGGUL
Otot yang terdapat di daerah panggul.

OVULASI
Peristiwa keluarnya sel telur yang matang dari indung telur.

OVUM
Sel telur yang matang yang dikeluarkan indung telur.

P

PAGUYUBAN KB
Perkumpulan yang beranggotakan para akseptor/peserta KB.

PAKET PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI ESENSIAL
Adalah pelayanan kesehatan reproduksi yang ditujukan untuk masalah-masalah reproduksi yang menjadi prioritas, yaitu mencakup Keluarga berencana, Safe Matherhood, Pencegahan dan menajemen komplikasi Aborsi, PMS dan HIV/AIDS, Pencegahan dan Manajemen infertilitas dan Kesehatan Reproduksi Remaja.

PAKET KESEHATAN REPRODUKSI KOMPREHENSIF
Pelayanan kesehatan reproduksi yang mencakup semua pelayanan tentang masalah kesehatan reproduksi dan seksual yang terjadi pada semua siklus kehidupan mencakup : Kesehatan Bayi dan Anak, Remaja, Infertilitas, Kekerasan terhadap perempuan, Safe Matherhood, PMS dan HIV/AIDS, Penyakit kanker alat reproduksi dan masalah pada usia lanjut seperti osteoporosis.

PANCA KARYA
Strategi Program Keluarga Berencana Nasional dengan sasaran :
1.Mendorong pasangan usia subur yang istrinya belum berusia 30 Th dan atau jumlah anak kurang dari 3 orang mempunyai anak maksimal 2
orang.
2.Membantu pasangan subur yang istrinya sudah berusia lebih dari 30 tahun atau anaknya tiga orang atau lebih agar tidak menambah jumlah anak yang dimilikinya.
3.Mengarahkan generasi muda untuk menghayati keluarga kecil bahagia
sejahtera serta menolong mereka untuk lebih banyak bergiat dalam bidang pendidikan, olah raga, kesenian dan sebagainya.
4.Memperkuat proses pelembagaan fisik dalam usaha KB, sehingga secara kelompok proses penanganan program semakin menjadi bagian yang integral dari masyarakat sendiri.
5.Memperkuat proses pelembagaan yang bersifat mental spiritual dan lebih bersifat dukungan psikologis

PANCAWISMA
Adalah lima buah rumah/keluarga peserta KB binaan kader

PANTANG SENGGAMA
Tidak melakukan senggama untuk waktu tertentu, dapat merupakan suatu cara pencegahan kehamilan

PAPSMEAR
Pemeriksaan kliniks terhadap cairan yang diambil dari mulut rahim untuk mengetahui sedini mungkin gejala penyakit kanker rahim

PARENTERAL
Tidak melalui alat pencernaan, terjadi diluar pencernaan, misalnya suntikan melalui otot atau jaringan subkutan.

P A P A
Penundaan Anak Pertama, suatu usaha dari pasangan suami istri untuk menunda kelahiran anak pertama.

PARADIGMA SEHAT
Adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor, dan upayanya lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan, bukan hanya penyembuhan orang sakit atau pemulihan.

PARITAS
Banyaknya anak lahir hidup oleh seorang wanita.

PARTISIPASI PRIA
Adalah bentuk nyata dari kepedulian dan tanggung jawab para pria/suami dalam pelaksanaan program KB dan kesehatan reproduksi

PARITY PROGRESSION RATIO (PPR) :
Adalah peluang atau probabilitor suatu kohor wanita untuk mempunyai tambahan satu anak berikutnya. Dengan kata lain, PPR menunjukkan kemungkinan (probabilitas) kelebihan anak berikutnya setelah seorang wanita memilih sejumlah anak (paritas) tertentu.
PPR didukung dengan cara membagi jumlah wanita yang berparitas (n) dengan jumlah wanita berparitas (n-1). PPR yang dihasilkan pada wanita berstatus kawin (curently married women) dengan umur muda biasanya berbeda jauh dibandingkan dengan keseluruhan sampel (semua wanita), karena besarnya jumlah wanita yang tidak menukar berpengaruh terhadap tingkat fertilitas.
PASANGAN MANDUL : Pasangan yang tidak dapat memperoleh anak dari hasil perkawinan, kemandulan ini disebabkan oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak.

PASANGAN USIA SUBUR(PUS)
Pasangan suami istri yang isterinya berumur antara 15 – 49 tahun, dan secara operasional pula pasangan suami istri yang istri berumur kurang dari 15 tahun dan telah kawin atau istri berumur lebih dari 49 tahun tetapi belum monopause.

PASAR MINGGON
Tempat pemasaran hasil kegiatan ekonomi produksi masyarakat desa dan sekaligus sebagai tempat pengembangan fasilitas kota dalam rangka untuk meningkatkan fungsi ekonomi keluarga yang diadakan seminggu sekali pada akhir pekan di desa dan diharapkan orang kota akan berekreasi ke desa dan membeli produk-produk tersebut.

PATOLOGIK
Keadaan sakit, karena terjadinya gangguan/kelainan pada jaringan atau fungsi tubuh.

PEDOMAN PENGELOLAAN
Penjabaran salah satu aspek dari pokok-pokok pengelolaan sub-sistem yang meliputi mekanisme pengelolaannya.

PEDOMAN PELAKSANAAN
Penjabaran yang lebih rinci dari aspek pokok pengelolaan maupun pokok-pokok pelakanaan sub sistem, yang meliputi mekanisme maupun prosedur pelaksanaannya sehingga dapat secara langsung diterapkan di lapangan.

PEER GROUP
Kelompok orang yang mempunyai minat sama dan seperasaan serta memiliki cita-cita sama dalam kehidupan keluarga.

PEKERJA PROGRAM
Para pejabat/petugas/perorangan baik pegawai pemerintah maupun swasta yang secara aktif terlibat dalam berbagai aspek penyelenggaraan keluarga berencana (KB). Dalam hal ini pekerja program bisa dimaksudkan dalam dua kategori tenaga, yakni pengelola program dan pelaksana program.

PELAKSANA PROGRAM
Petugas yang melaksanakan kegiatan program KB.

PELAJU KELUARGA
Petik, olah, jual dan utung oleh keluarga, yaitu mengolah hasil pertanian yang telah dipetik/dipungut untuk selanjutnya dikemas dan dijual, misalnya pengolahan kripik pisang/singkong/nangka/belinjo, pembuatan tempe, telor asin, ikan asin, dan sebagainya.

PELAYANAN BERSAMA MASYARAKAT
Pelayanan KB yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri dengan dukungan yang penuh dari unsur-unsur profesional baik pemerintah maupun swasta.

PELAYANAN DASAR
Adalah pelayanan kesehatan, termasuk KB yang diberikan di Puskesmas dan jaringannya (Puskesmas Pembantu, Polides, Puskesmas Keliling) sesuai dengan kebutuhan dan standar pelayanan yang dikelola langsung oleh Puskesmas.

PELAYANAN LANJUTAN
Adalah pelayanan kesehatan, termasuk KB yang diberikan di rumah sakit berdasarkan rujukan dari Puskesmas

PELAYANAN MOBILE (Pelayanan Bergerak)
Adalah Pelayanan kontrasepsi dari Propinsi/Kabupaten/Kota (tingkat lanjutan) yang diselenggarakan oleh Tim mobile berdasarkan surat tugas yang dikeluarkan oleh rumah sakit atau instansi yang berwenang dan diketuai oleh dokter.

PELAYANAN KB
Adalah pelayanan alat dan obat kontrasepsi kepada calon atau peserta KB/klien sesuai dengan kondisi klien termasuk penanganan efek samping dan komplikasi yang dilakukan oleh tenaga yang memenuhi syarat yaitu dokter spesialis, dokter umum, bidan dan tenaga lain yang ditunjuk.
Pelayanan kesehatan untuk para peserta KB dengan maksud menanggulangi keluhan akibat pemakaian alat pencegah kehamilan.

PELAYANAN KESEHATAN DALAM KB
Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi yang mengakui dan menghargai bahwa KB dan kesehatan reproduksi merupakan kebutuhan, hak, dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan.

PELAYANAN KONTRASEPSI
Suatu kegiatan pelayanan kontrasepsi yang dilakukan oleh unit pelaksana KB, baik pemerintah maupun swasta, misalnya kegiatan pemasangan IUD oleh PUSKESMAS, pemberian pil oleh PPKBD kepada peserta KB.

PELAYANAN SESUDAH MELAHIRKAN
Pelayanan yang diberikan kepada ibu-ibu tidak lama setelah melahirkan, pelayanan medis ini dititik beratkan pada pelayanan KB.

PELEDAKAN PENDUDUK
Keadaan dimana jumlah penduduk telah melebihi kapasitas penyangganya

PELVIC INFLAMATORY DISEASE (PID)
Penyakit radang panggul.

PELVIS (PANGGUL)
Rongga pelvis adalah ruangan antara tulang-tulang panggul.

PEMANDULAN / STERILISASI
Pengikatan kedua saluran sel telur wanita atau kedua saluran sperma laki-laki untuk mencegah terjadinya konsepsi.

PEMANTAPAN
Adalah kegiatan untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan pengembangan peran PLKB dalam Program KB Nasional serta untuk mengatasi masalah dan hambatan dalam pelaksanaan pengembangan tersebut

PEMANTAPAN LINI LAPANGAN
Upaya peningkatan dan pemantapan mutu tenaga dan pengelola Program KB Nasional di tingkat kecamatan ke bawah dengan cakupan wilayah desa dan keluarga sebagai sasaran langsung

PEMASARAN SOSIAL
Desain, implementasi dan pengendalian atas program yang bertujuan untuk mempengaruhi penerimaan terhadap gagasan sosial, dan yang melibatkan pertimbangan atas perencanaan produk, riset pasar, harga, komunikasi, distribusi, fasilitasi, insentif dan segmentasi (Philip Kotler)

PEMBANTU PEMBINA KB DESA (PPKBD)
Adalah seorang atau beberapa orang Kader dalam wilayah organisasi yang secara sukarela berperan aktif melaksanakan/mengelola pembangunan keluarga sejahtera di tingkat desa/kelurahan.

PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA
Upaya menyeluruh dan terpadu yang dilaksanakan oleh unsur-unsur pemerintah, swasta, masyarakat dan keluarga untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dicapai kondisi keluarga sejahtera.

PEMBATASAN KELAHIRAN
Suatu usaha yang dilakukan oleh pasangan suami isteri untuk mengatasi atau menjarangkan jumlah anak

PEMBELAJARAN DALAM TIM (TEAM LEARNING)
Proses mempersatukan dan mengembangkan kapasitas tim untuk mewujudkan kehendak yang ingin dicapai tim tersebut.

PEMBINAAN
Pengamatan, penilaian, pengarahan, bimbingan, pengembangan inovasi,partisipasi masyarakat dan peningkatan terhadap kegiatan Program Keluarga Berencana Nasional serta pencegahan dan perbaikan atas kelemahan dan penyimpangan yang terjadi didalam pengelolaan Program Keluarga Berencana Nasional.

PEMBINAAN DAN BIMBINGAN
Suatu kegiatan pengawasan dan pengendalian yang dilakukan oleh komponen, baik di pusat maupun di daerah (propinsi, kabupaten/kota)

PEMBINAAN JARAK JAUH (PJJ)
Suatu program pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf dan mutu tenaga program di lingkungan BKKBN dengan dana yang tidak terlalu besar, dalam waktu yang relatif singkat yang dilakukan dengan menggunakan media cetak dan lainnya

PEMBINAAN MELEKAT
Kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh setiap pimpinan satuan kerja kepada bawahan sampai 2 eselon di bawahnya termasuk pembinaan di dalam tugas keproyekan.

PEMBINAAN PESERTA KB
Usaha untuk memantapkan peserta KB yang telah ada (melestarikan akseptor)

PEMBUAHAN (konsepsi)
Proses masuknya sperma laki-laki kedalam sel telur perempuan.

PEMERIKSAAN BURIL(DESK AUDIT)
Pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melakukan pengkajian data dan informasi berdasarkan dokumen dokumen yang ada.

PEMERIKSAAN AKUNTAN PUBLIK
Pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa independen yang diminta oleh owner untuk memeriksa pelaksanaan kegiatan dari keuangan apakah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh owner.

PEMERIKSAAN KEMUDIAN(Post audit)
Pemeriksaan atas pengelolaan barang dan jasa yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan atau penyimpangan prosedur sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

PEMERIKSAAN KEUANGAN
Kegiatan audit yang ditujukan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keuangan dan atau ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PEMERIKSAAN KHUSUS
Pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan pada daerah/komponen yang diduga kuat ada indikasi penyimpangan / penyelewengan sehingga perlu dilakukan pemeriksaan dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) untuk keperluan tindak lanjut.

PEMERIKSAAN LAPANGAN(FIELD AUDIT)
Pemeriksaan yang dilakukan dengan cara pengkajian dilapangan (obyek pemeriksaan) untuk mendapat kebenaran formal dan material atas kegiatan yang dilaksanakan dilokasi baik Pusat maupun daerah.

PENAPISAN KLIEN
Proses pemeriksaan kesehatan kepada klien KB sebelum pemberian suatu metode kontrasepsi (misalnya pil KB, suntikan atau AKDR)

PENCATATAN PENDUDUK
Pencatatan secara terus menerus kejadian vital (peristiwa kehidupan) yang mencakup kelahiran, kematian, perkawinan dan perceraian.

PENDATAAN KELUARGA
Kegiatan pengumpulan data primer tentang data Demografi, data Keluarga Berencana, data Tahapan Keluarga Sejahtera dan data individu yang dilakukan oleh masyarakan bersama pemerintah (Kantor BKKBN) secara serentak pada waktu yang telah ditentukan setiap tahun melalui kunjungan ke keluarga dari rumah ke rumah .

PENDAMPINGAN UPPKS
Upaya untuk membantu anggota kelompok UPPKS agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, sehingga mempercepat pengembangan usaha dan kemandirian kelompok.

PENDEKATAN INTEGRATIF
Usaha memadukan kegiatan operasional yang dilaksanakan oleh komponen-komponen teknis sehingga dicapai keterpaduan di lapangan.

PENDEKATAN KEMASYARAKATAN
Suatu cara pencapaian sasaran dengan menggalakkan masyarakat melalui pemanfaatan mekanisme sosial kultural. Partisipasi ini berupa peranan dan tanggung jawab pengelola program baik sebagai unsur provider (pemberi pelayanan) maupun unsur consumer (masyarakat sebagai penerima pelayanan)

PENDEKATAN SISTEM
Suatu rangkaian dari cara pandang atas suatu masalah atau obyek tertentu yang didasarkan pada kerangka pengertian sistem. Pendekatan ini dapat mereduksi timbulnya berbagai hambatan dalam penyelesaian yang sifatnya dapat dihindarkan seperti pemborosan, kesimpangsiuran, benturan kegiatan dan lainnya.

PENDEKATAN WILAYAH PARIPURNA
Penggarapan sesuatu wilayah dengan sepenuhnya memperhitungkan kondisi, komponen, kekuatan dan kelemahan wilayah yang bersangkutan. Berdasarkan informasi yang ada di daerah tersebut dimobilisir secara total guna pencapaian tujuan.

PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP)
Usaha agar seseorang menikah pada saat usia yang cukup dewasa dan telah cukup mampu bertanggungjawab mengurus rumah tangganya.

PENDIDIKAN
Segala usaha untuk membina kepribadian, mengembangkan pengetahuan jasmaniah dan rohaniah agar mampu melaksanakan tugas.

PENDIDIKAN KEHIDUPAN KELUARGA
Suatu kegiatan pendidikan yang bertujuan menciptakan perilaku positif dalam kehidupan keluarga untuk mencapai suasana kehidupan keluarga yang harmonis.

PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN
Program kependudukan yang dilaksanakan melalui jalur sekolah (pendidikan formal) maupun luar sekolah (non formal) untuk membina anak didik/peserta didik agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap tingkah laku yang rasional dan bertanggungjawab dalam menanggulangi masalah kependudukan dengan segala implikasinya terhadap berbagai aspek kehidupan manusia dalam lingkungan kehidupan keluarga, masyarakat, negara, bangsa dan dunia.

PENDIDIKAN NON FORMAL
Program kependidikan yang dilaksanakan melalui jalur luar sekolah untuk membantu menyebarkan pengetahuan kepada peserta didik

PENDUDUK
Orang dalam matranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara dan himpunan kuantitas yang bertempat tingal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu.

PENDUDUK DE FACTO
Semua orang yang ditemui dan dicatat oleh pencacah pada saat sensus dilakukan.

PENDUDUK DE JURE
Semua orang yang tinggal dalam rumah tangga sebagaimana tercatat dalam kartu keluarga, baik orang itu ada di tempat maupun tidak ada di tempat pada saat sensus atau survei dilaksanakan.

PENDUDUK MENUA
Peningkatan proporsi orang-orang tua dalam suatu penduduk. Penduduk menua berarti sebagian besar penduduk yang ada di negara/daerah yang bersangkutan berada pada umur tua, keadaan ini biasanya ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang rendah karena angka kelahiran rendah atau angka kematian relatif rendah pula.

PENDUDUK MISKIN
Dalam program pembangunan keluarga sejahtera yang termasuk miskin adalah keluarga pra-sejahtera dan atau keluarga sejahtera I

PENELITIAN
Rangkaian kegiatan yang berdasarkan kaidah ilmiah dari menghimpun data informasi, pengkajian dan memanfaatkan hasilnya sebagai bahan dalam perumusan alternatif kebijakan.

PENGARUSUTAMAAN GENDER
(Gender mainstreaming) Strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam pembangunan, dimana aspek gender terintegrasi dalam perumusan kebijakan program dan kegiatan melalui perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

PENGAWASAN
Pengamatan pemeriksaan, pengujian, pengusutan, pencegahan dan penilaian terhadap pelaksanaan peogram KB Nasional, untuk membantu agar semua kegiatan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan rencana, peraturan perundang undangan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku

PENGAWASAN FUNGSIONAL (WASNAL)
Pengawasan yang dilakukan oleh aparat pengawasan fungsional, baik di pusat maupun daerah terhadap seluruh satuan kerja yang ada secara berlanjut di lingkungan BKKBN.

PENGAWASAN MELEKAT (WASKAT)
Pengawasan yang bersifat terus menerus oleh atasan langsung satuan kerja terhadap pelaksanaan tugas bawahannya sampai dengan 2 atau 3 tingkat ke bawah di lingkungan BKKBN.

PENGAWASAN TERPADU
Bentuk pengawasan yang dilakukan oleh aparat pengawasan fungsional BKKBN bersama komponen terkait dalam rangka membantu melancarkan Program KB Nasional serta membantu menyelesaikan permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan dan keuangan termasuk ketenagaan dan Administrasi umum

PENGELAJU (COMMUTER)
Orang yang secara rutin pergi tiap hari untuk melakukan kegiatan rutin dan kembali pada hari yang sama dengan melewati batas administratif.

PENGELOLAAN OPERASIONAL PROGRAM KB NASIONAL
Penyelenggaraan yang berisi upaya-upaya seluruh tahapan kegiatan pengelolaan yang diawali dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian operasional Program KB Nasional

PENGELOLA PROGRAM
Tenaga/pekerja program KB yang dalam skala besar atau kecil melakukan fungsi memimpin dan mengorganisir dalam rangka menggiatkan dan memasyarakatkan program KB dan pembangunan KS.

PENGEMBANGAN
Suatu rangkaian kegiatan yang berdasarkan kaidah ilmiah dari menghimpun data,mengembangkan alternatif model terapan dan inovasi baru hingga dapat diterapkan di lapangan.

PENGENDALIAN
Rangkaian keseluruhan proses pembinaan dan pengawasan dalam bentuk pengaturan dan pengarahan terhadap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program KB Nasional sesuai dengan kebijaksanaan dan strategi yang telah ditetapkan serta koreksi terhadap penyimpangan dan perbaikan terhadap kelemahan yang terjadi serta mendorong tumbuhnya inovasi dan partisipasi masyarakat sehingga diperoleh hasil yang lebih efektif dan efisien.

PENGENDALIAN PENDUDUK
Usaha mempengaruhi pertumbuhan penduduk ke arah suatu angka pertumbuhan penduduk yang diinginkan, hal ini biasanya ditempuh melalui suatu kebijaksanaan pemerintah di bidang kependudukan.

PENGENDALI PROGRAM LAPANGAN KB (PPLKB)
Adalah pejabat struktural BKKBN di Kecamatan yang sehari-harinya bertugas mengendalikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan Program KB di lapangan sekaligus bertugas sebagai atasan langsung PLKB.

PENGUJA KELUARGA
Pengembangan usaha jasa dan perdagangan oleh keluarga dapat melalui pasar minggon, misalnya perdagangan kecil dan jual beli produk UPPKS, serta dapat pula membuka warung pos keluarga sejahtera (warpos kesra), kios telepon (kiospon), dan sebagainya.

PENGHUNI LIAR
Orang-orang yang tinggal di tempat atau perumahan secara tidak sah yang banyak terjadi di kota-kota, misalnya penduduk yang diam di bawah jembatan atau di gubuk-gubuk di atas tanah yang tidak sah

PENILAIAN EFEK DAN DAMPAK PROGRAM KBN
Gambaran tentang pengaruh program terhadap kelahiran. Seberapa jauh Program KB Nasional telah dapat memberikan sumbangan bersama faktor-faktor lain dalam menurunkan fertilitas.

PENILAIAN HASIL PROGRAM KB NASIONAL
Penilaian terhadap hasil-hasil pencapaian tujuan dari pelaksanaan kegiatan operasional KIE, pelayanan dan pelembagaan/pembudayaan Program KB Nasional dan Pembangunan Keluarga Sejahtera.

PENILAIAN KEGIATAN PROGRAM KB NASIONAL
Penilaian terhadap berbagai pelaksanaan kegiatan operasional KIE, pelayanan, pelembagaan/pembudayaan Program KB Nasional dan Pembangunan Keluarga Sejahtera.

PENILAIAN MULTI INDIKATOR PROGRAM KB NASIONAL
Proses pengukuran terhadap indikator input, proses, output, efek dan dampak Program KB Nasional.

PENILAIAN OPERASIONAL PROGRAM KB NASIONAL
Penilaian terhadap aspek kegiatan operasional dan hasilnya sehingga dapat diketahui tingkat kekuatan dan kelemahan program.

PENINGKATAN PERANAN WANITA DALAM PEMBANGUNAN
Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), dalam program ini dipadukan semua kegiatan berbagai departemen dam lembaga pemerintah yang mempunyai program yang berkaitan dengan peningkatan peranan wanita dalam pembangunan menuju keluarga sehat dan sejahtera, termasuk di dalam pembinaan generasi muda (penerus) yang tangguh dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara, yang biasanya didukung oleh APBN atau sumber lainnya, pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Menteri Negara Urusan Peranan Wanita berdasarkan Keppres No. 13 tahun 1987.

PENIS (ZAKAR)
Bagian dari alat kelamin pria yang berfungsi sebagai alat reproduksi dan alat saluran kemih.

PENJARANGAN KELAHIRAN
Usaha untuk mengatur jarak waktu antara perkawinan dan kelahiran anak pertama, demikian pula antara kelahiran yang sebelumnya dengan kelahiran selanjutnya

PENURUNAN FERTILITAS
Penurunan angka kelahiran yang terjadi dalam suatu masyarakat, daerah atau negara selama jangka waktu tertentu.

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin, misalnya : kencing nanah (genorhea), sipilis, klamidia, herpes, aids, jamur, HIV/Aids, hepatitis)

PENYEBARAN PENDUDUK
Upaya mengubah persebaran penduduk agar serasi, selaras dan seimbang dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

PENYULUHAN
Upaya berkesinambungan yang membimbing perorangan atau sekelompok orang ke arah kesadaran, peningkatan pengetahuan, perubahan pola pikir, sikap dan perilaku untuk mencapai perbaikan/kemajuan melalui pengembangan potensi diri atau kelompok. Proses penyuluhan ini mengandung aspek KIE yang tidak terpisahkan satu dengan lainnya.

PERAN SAKA
Perkemahan antara saka, pesertanya dari beberapa saka antara lain Saka Kencana, Saka Bakti, Saka Husada dan lainnya.

PERANGKAT TATA LAKSANA
Suatu instrumen/alat berupa buku tuntunan / acuan untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi menurut status yaitu : sistem, sub sistem, pedoman, juklak, juknis, yang dikukuhkan oleh pimpinan.

PERAWATAN KESEHATAN REPRODUKSI
Suatu kumpulan metode, teknik,dan pelayanan yang mendukung kesehatan reproduksi dan kesejahteraan melalui pencegahan dan penanganan masalah kesehatan reproduksi.

PERAWATAN PRENATAL
Perawatan yang ditujukan kepada wanita-wanita hamil agar bayinya dapat lahir dengan selamat dan sehat

PERAWATAN SETELAH KEHAMILAN
Perawatan yang ditujukan pada wanita setelah kehamilan agar kesehatannya dapat segera dipulihkan.

PERKEMBANGAN ANAK
Proses pematangan atau pemantapan dari kemampuan psikomotorik, emosi, intelektual, dan spiritual seorang anak.

PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN
Segala kegiatan yang berhubungan dengan perubahan keadaan penduduk yang meliputi kuantitas, kualitas, dan mobilitas yang mempunyai pengaruh terhadap pembangunan dan lingkungan hidup.

PERSEBARAN PENDUDUK
Kondisi sebaran penduduk secara keruangan

PERTUMBUHAN ANAK
Proses perubahan ukuran tubuh (fisik), anak meliputi berat badan dan tinggi badan

PERFORASI
Terjadinya lubang tembus melalui dinding, sehingga terjadi hubungan antara kedua ruangan yang dibatasi oleh dinding tersebut

PERIFER
Bagian terluar atau terjauh dari pusat / pinggiran.

PERIODE TIDAK HAID SESUDAH MELAHIRKAN
Waktu dimana seorang wanita tidak mendapat haid karena baru melahirkan

PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN
Perubahan keadaan penduduk yang meliputi kuantitas, kualitas dan mobilitas yang mempunyai pengaruh terhadap pembangunan dan lingkungan hidup

PERKIRAAN PENDUDUK
Perkiraan berdasarkan ketentuan dan rumus-rumus sederhana yang berkaitan dengan kependudukan.

PERKIRAAN PERMINTAAN MASYARAKAT ((PPM)
Perkiraan permintaan masyarakat menjadi peserta KB yang didasarkan pada trend masa lalu dan kebijakan ke depan pemakaian kontrasepsi serta dinamika faktor penentu fertilitas dalam rangka mencapai sasaran angka fertilitas total yang telah ditetapkan.

PERNAH KAWIN
Status seseorang yang menunjukkan bahwa seseorang tersebut telah pernah melangsungkan perkawinan tanpa memperhatikan status perkawinannya pada saat sekarang. Jadi yang termasuk pernah kawin adalah status kawin, cerai hidup dan cerai mati (janda/duda)

PERTAMBAHAN PENDUDUK ALAMIAH
Suatu angka yang menunjukkan suatu penduduk bertambah atau berkurang dalam jangka waktu tertentu yang disebabkan oleh kelahiran dan kematian

PERTASI KENCANA (Pertenian, Koperasi dan Keluarga Berencana)
Kegiatan terpadu antara Departemen Pertanian, Departemen Koperasi dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional dalam melaksanakan program program di lapangan.

PERTI KENCANA
Perkemahan Bhakti Saka Kencana (kegiatan bhakti anggota Pramuka Penegak dan Pandega dibidang KB)

PERTUMBUHAN PENDUDUK
Keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan mengurangi jumlah penduduk. Secara terus menerus akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang lahir (menambah jumlah penduduk), tetapi secara bersamaan pula akan dikurangi oleh jumlah kematian terjadi pada semua golongan umur. Sementara itu migrasi juga berperan “imigran” (pendatang) akan menambah dan “emigran” akan mengurangi jumlah penduduk. Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh 4 komponen yaitu : kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), in-migration (migrasi masuk), dan out-migration (migrasi keluar).

PERTUMBUHAN PENDUDUK NOL
Keadaan dimana jumlah suatu penduduk tidak bertambah maupun berkurang. Suatu penduduk dapat mencapai keseimbangan (tetap) jika :
-Jumlah kelahiran dan kematian sama dan migrasi netto sama dengan nol
-Kelebihan jumlah kelahiran terhadap jumlah kematian harus diimbangi dengan jumlah migrasi keluar terhadap migrasi masuk
-kelebihan jumlah kematian terhadap jumlah kelahiran harus diimbangi dengan kelebihan migrasi masuk terhadap migrasi keluar.

PETA PUS
Peta wilayah yang dibuat oleh kader yang menggambarkan situasi rumah penduduk dilingkungannya. Pada peta tersebut sekaligus diberi tanda rumah mana yang PUS nya sudah atau belum ber – KB

PETA WILAYAH DESA / KELURAHAN
Peta yang menggambarkan situasi perkembangan program KB di desa yang bersangkutan dan merupakan rekapitulasi dari peta yang dibuat oleh instansi/lembaga masyarakat dan dikelompokkan per pedukuhan/RT/RW. Peta ini dibuat oleh PPKBD/Sub-PPKBD/Kelompok Akseptor/Kader KB di bawah tanggung jawab PLKB /PKB serta dipasang di kantor desa/kelurahan.

PETA WILAYAH KECAMATAN
Peta yang menggambarkan situasi perkembangan program KB di kecamatan yang bersangkutan dan merupakan rekapitulasi dari peta wilayah desa/kelurahan. Peta ini dibuat oleh PLKB/PKB dipasang di kantor Pengawas PLKB (PPLKB)

PETA WILAYAH KABUPATEN/KOTA
Peta yang menggambarkan situasi perkembangan program KB di kabupaten/kota yang bersangkutan dan merupakan rekapitulasi dari peta wilayah kecamatan. Peta ini dibuat oleh BKKBN kabupaten/kota dan dipasang di kantor BKKBN kabupaten/kota

PETA WILAYAH PROPINSI
Peta yang menggambarkan situasi perkembangan program KB di propinsi yang bersangkutan dan merupakan rekapitulasi dari peta wilayah kabupaten/kota.
Peta ini dibuat oleh BKKBN propinsi dan dipasang di kantor BKKBN propinsi.

PLKB /PKB LULUSAN BIDAN
Penyuluh Lapangan KB yang berpendidikan Sekolah Perawatan Bidan (SPK), namun melanjutkan pendidikan bidan.

PLKB/PKB PARAMEDIS SPK
Penyuluh Lapangan KB yang berasal dari Sekolah Perawatan Kesehatan (SPK).

PETUGAS LAPANGAN KELUARGA BERENCANA (PLKB)
Adalah aparat BKKBN yang melaksanakan fungsi pengelolaan, penggerakan dan pengembangan potensi, partisipasi masyarakat sesuai dengan tuntutan organisasi dan kebutuhan Program KB Nasional di tingkat Desa /Kelurahan.

PIL KB
Tablet yang yang diminum untuk mencegah kehamilan, mengandung hormon estrogen dan progesteron sintetik, disebut juga sebagai pil kombinasi, sedangkan jika hanya mengandung progesteron sintetik saja disebut Mini Pil atau Pil Progestin.

PINDAH CARA
Usaha pindah cara yang dilakukan oleh peserta KB dari metode kontrasepsi yang semula dipakai ke metode kontrasepsi lain yang lebih baik/cocok.

PIRAMIDA PENDUDUK
Komposisi umur dan jenis kelamin suatu penduduk secara grafis yang digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Dalam hal ini piramida penduduk dari suatu negara dapat dibedakan atas tiga ciri yaitu :
- Extensive : sebagian besar penduduk berusia muda
-Contructive : Sebagian kecil penduduk berada dalam kelompok umur muda.
-Stationary : Banyaknya penduduk dalam kelompok umur hampir sama dan mengecil pada usia tua kecuali pada kelompok umur tertentu.

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT)
PMT-penyuluhan adalah pemberian makanan tambahan yang berguna untuk mendemontrasikan kepada ibu-ibu mengenai cara menyiapkan makanan sehat.
PMT-Pemulihan adalah pemberian makanan tambahan hanya diberikan kepada Balita yang berat badannya di KMS berada di bawah garis merah.

POLIP
Tumor bertangkai/ benjolan bertangkai terutama di selaput lendir.

PORTIO
Mulut rahim yang digunakan bagian rahim di dalam vagina

POS PEMBANTU KELUARGA BERENCANA DESA (PPKBD)
Adalah seseorang atau beberapa orang kader dalam wadah organisasi yang secara sukarela berperan aktif melaksanakan/mengelola program keluarga berencana nasional di tingkat Desa/Kelurahan.

POS KELILING
Fasilitas pelaksanaan pos bergerak .

POST ABORTION
Masa setelah abortus.

POST COITAL CONTRACEPTIVE
Cara kontrasepsi yang digunakan pasca senggama berupa tablet (morning after pill) atau douche

POST PARTUM
Masa setelah melahirkan.

POSYANDU
Pos pelayanan terpadu KB-Kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis petugas medis dari Depkes dan petugas BKKBN Posyandu merupakan hasil kerjasama antara Departemen Kesehatan dan BKKBN yang dimulai pada Maret 1984. Posyandu memberikan pelayanan kesehatan dan KB. Dan pertemuannya diadakan sekali sebulan Pelayanan Posyandu terdiri dari lima aspek, yaitu : immunisasi, perawatan ibu dan anak, informasi dan pelayanan KB, penanganan diare dan konseling gizi.

POSYANTEL KENCANA
Pos Pelayanan Telpon, yang dapat dihubungi melalui nomor 163, merupakan sarana Pelayanan Informasi bagi Masyarakat lewat Telepon, memberikan kemudahan dalam hal Informasi tentang pelaksanaan Gerakan Pembangunan Keluarga Sejahtera, memberikan Konsultasi Problema Remaja, membantu memecahkan masalah Kehidupan Keluarga, Kesehatan dan Keluarga Berencana

PREGNANCY TEST
Test yang dilakukan pada urine seorang wanita untuk menentukan ada tidaknya kehamilan

PREMATUR
Lebih muda dari pada umur seharusnya, yang mencerminkan keadaan kurang matang atau belum waktunya.

PREVALENCE RATE
Perbandingan antara jumlah peserta KB aktif (current users = CU) dengan Pasangan Usia Subur (PUS)

PRIMARY STAKEHOLDER
Masyarakat (publik) atau bagian dari masyarakat yang secara langsung mendapat mandat dalam bidang KB

PRIORITAS
Penempatan di atas yang lain, penempatan untuk didahulukan, penempatan untuk diberi perhatian utama.

PROGESTERON
Hormon yang diproduksi oleh korpus luteneum (badan kuning) dalam indung telur. Merupakan salah satu hormon yang digunakan dalam pil oral kontrasepsi.

PROGRAM KB RUMAH SAKIT (PKBRS)
Program KB yang dilaksanakan di Rumah Sakit dan merupakan bagian dari program nasional secara keseluruhan.

PROGRAM KEPENDUDUKAN
Kegiatan teratur yang langsung merupakan alat ke kebijaksanaan kependudukan yang diberitahukan atau diumumkan.

PROGRAM P4K
Program Pembinaan dan Peningkatan Pendapatan Petani nelayan Kecil binaan Departemen Pertanian.

PROGRAM KELUARGA SEJAHTERA (PROKESRA)
Merupakan program-program yang dikaryakan untuk memberdayakan keluarga dan penduduk. Prokesra membantu keluarga agar mampu mengembangkan dirinya secara mandiri.

PROGRAM PEMBANGUNAN TAHUNAN
Rencana yang memuat keseluruhan kebijakan publik , khusus membahas kebijakan publik yang terkait dengan Undang Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

PROSES
Kegiatan pemanfaatan input untuk menghasilkan output tertentu

PROSES PENERIMAAN
Proses atau tahap-tahap yang dilalui seseorang sehingga diterimanya gagasan atau hal-hal baru.

PROSES REPRODUKSI
Rangkaian kejadian yang terdiri dari unsur unsur reproduksi, misalnya proses terjadinya kehamilan, proses terjadinya menstruasi.

PROYEKSI PENDUDUK
Memperkirakan jumlah penduduk di masa datang berdasarkan asumsi-asumsi mengenai arah perkembangan mortalitas, fertilitas dan migrasi di masa datang.

PEMBINAAN REMAJA PUTRI PUTUS SEKOLAH (PRP2S)
Suatu bentuk kegiatan/pembinaan bagi remaja putri putus sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang KB terutama dalam penundaan usia perkawinan.

PUBERTAS
Tahap tumbuh kembang manusia dimana terjadi perkembangan seksual yang cepat, yang berakhir pada kematangan reproduksi seksual berupa kemampuan reproduksi laki laki antara umur 13 - 16 Th, pada wanita antara umur 12 – 15 Th.

PUERPERIUM (NIFAS)
Masa setelah melahirkan biasanya terhitung sejak melahirkan sampai 40 hari sesudahnya.

PUSKESMAS (Pusat Kesehatan Masyarakat)
Suatu kesatuan organisasi kesehatan yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya dalam bentuk usaha kesehatan pokok.
Pusat Kesehatan Masyarakat yaitu berupa klinik kesehatan yang berada di tingkat kecamatan dan dikepalai seorang dokter.

Q

QUICK YIELDING RESEARCH
Terminologi yang lazim digunakan untuk penelitian-penelitian yang cepat dapat memberikan hasil. Dengan demikian penelitian semacam ini bisa menggunakan sampel yang tidak terlalu besar seperti : rapid survey, mini survey, studi kasus, focusgroup discussion, dan lain-lain.


R

RABIDWIL (RAPAT BIDANG DAN KEWILAYAHAN)
Kegiatan rapat yang dilaksanakan oleh Kepala BKKBN dengan para pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dan pejabat fungsional di Kantor Pusat BKKBN, baik sebagai pelaksana komponen/bidang maupun sebagai pembina wilayah propinsi, diadakan sebulan sekali yang membahas risalah Radep, risalah Rapemwil, risalah Radalgram, dan laporan lainnya.

RADALGRAM
Rapat Pengendalian Program, yaitu merupakan suatu forum pertemuan rutin (bulanan) yang dipimpin oleh Kepala BKKBN dan dihadiri oleh Eselon I dan II, pejabat fungsional, pengelola keuangan, yang membahas tentang realisasi pencapaian program KB Nasional sampai dengan bulan yang bersangkutan dan administrasi keuangan, baik secara nasional maupun per komponen .

RADEP (Rapat Deputi/Sestama/Irtama)
Kegiatan rapat yang dilaksanakan oleh setiap pejabat Eselon I dengan pejabat Eselon II, Eselon III, Eselon IV, fungsional dan pengelola keuangan komponen di jajarannya , yang dilakukan sebulan sekali.

RAHIM / KANDUNGAN
Bagian dari organ wanita yang menjadi tempat di mana sel telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi bayi yang sempurna.

RAKOM (Rapat Komponen)
Kegiatan rapat yang dilaksanakan oleh setiap pejabat Eselon II di kantor pusat BKKBN dengan pejabat Eselon III, Eselon IV, fungsional, staf dan pengelola keuangan di komponen, dan dilakukan sebulan sekali untuk membahas rencana dan pelaksanaan kegiatan Program KB Nasional pada lingkup komponen tersebut dan hasilnya dilaporkan kepada pejabat Eselon I di atasnya.

RAKERDA
Rapat Keja Daerah diselenggarakan di propinsi, kabupaten /kota sebagai wahana komunilkasi antara penanggung jawab program (Pemda) dengan unit-unit pelaksana dan unsur-unsur lainnya yang terkait untuk menjabarkan kesepakatan politis Program KB Nasional yang dihasilkan di tingkat pusat.

RAKERNAS
Rapat Kerja Nasional, adalah suatu forum pertemuan antara pejabat BKKBN
Propinsi (Kepala) dengan para pejabat BKKBN Pusat, serta para mitra kerja untuk membahas tentang evaluasi pelaksanaan program tahun yang lalu dan menyusun rencana pelaksanaan program tahun yang akan datang

RAKOR
Rapat Koordinasi diselenggarakan pada berbagai kegiatan yang merupakan forum untuk konsolidasi intern BKKBN disamping untuk peningkatan kemampuan pengelola dan pelaksanaan program dari jajaran BKKBN sendiri.

RAM CENTRE
Pusat pemeliharaan dan perbaikan alat-alat endoskopy/laporoskopi

RAPAT KOORDINASI PROGRAM KB
Suatu kegiatan yang bertujuan menggalang kesepakatan diantara para unit pelaksana dengan BKKBN, peserta rapat koordinasi adalah komponen BKKBN dan para unit pelaksana.

RAPEMWIL (Rapat Pembinaan Wilayah)
Kegiatan rapat yang dilaksanakan oleh setiap pejabat Eselon I dengan Pejabat eselon II dan pejabat fungsional di kantor Pusat BKKBN sebagai pembina wilayah yang berada di bawah koordinasi pembina wilayah eselon I yang bersangkutan, dilakukan sebulan sekali untuk membahas tentang laporan kunjungan kerja, pembinaan wilayah, serta pertemuan penting lainnya yang dihadiri di Propinsi binaan.

RAPID SURVEY
Suatu survey yang didesain secara khusus, yaitu dengan jumlah variabel yang terbatas sampel yang relatif kecil (biasanya terdiri dari 30 clusters masing-masing terdiri dari lebih kurang 10 responden), serta dengan biaya yang tidak besar, untuk memenuhi kepentingan/masukan bagi penentu kebijakan dalam pembuatan keputusan yang biasanya memerlukan informasi tentang situasi lapangan yang akurat secara cepat.

RAPIM
Rapat pimpinan, merupakan suatu forum pertemuan antar eselon I di lingkungan kantor BKKBN.

RASIO
Merupakan perbandingan antara dua bilangan dan dapat dinyatakan dalam persen, persepuluhan atau per seribu. Rasio bukan merupakan bilangan abstrak tetapi merupakan bilangan relatif. Pada dasarnya rasio adalah suatu angka yang menunjukkan besarnya relatif dua bilangan. Rasio mengukur besarnya bilangan pertama dalam kaitannya dengan bilangan yang kedua : x dibagi y berarti juga “sekian banyak x perlimit y”. Nilai persentase merupakan ratio yang didasarkan atas 100.
Hasil akhir penghitungan, pembilang bukan merupakan bagian dari penyebut.
RASIO ANAK TERHADAP WANITA (CHILD WOMEN RATIO/CWR)
Banyaknya anak di bawah umur 5 tahun (BALITA) per 1000 wanita dalam umur reproduksi (15-49) pada suatu waktu tertentu.
RASIO JENIS KELAMIN
Perbandingan banyaknya penduduk perempuan terhadap penduduk laki-laki pada suatu daerah dan waktu tertentu (biasanya dinyatakan banyaknya penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan). Sex Ratio pada suatu daerah ditentukan oleh sex ratio pada waktu lahir pola mortalitas penduduk laki-laki dan perempuan serta pola migrasi antara penduduk laki-laki dan perempuan

RASIO JENIS KELAMIN SAAT LAHIR
Perbandingan banyaknya bayi laki-laki dengan banyaknya bayi perempuan pada saat lahir di suatu daerah dan waktu tertentu. Pada umumnya kelahiran bayi laki-laki lebih banyak dari pada kelahiran bayi perempuan.

REINSERTION
Pemasangan kembali IUD.

REKANALISASI
Penyambungan kembali saluran indung telur untuk perempuan yang sebelumnya telah tubektomi), atau saluran sperma (untuk pria yang sebelumnya telah vasektomi).

REKTUM
Poros usus bagian akhir.

RELASI GENDER
Menyangkut hubungan laki-laki dan perempuan dalam kerjasama saling mendukung atau saling bersaing satu sama lain.

REMAJA
Kelompok penduduk berusia 10 – 24 tahun.

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUNAN
Rencana yang memuat keseluruhan kebijakan publik dan secara khusus membahas kebijakan publik yang terkait dengan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

RENCANA STRATEGIS
Suatu perkiraan kegiatan-kegiatan yang sangat penting diantara banyak kegiatan lainnya untuk mencapai tujuan dan sasaran program.

REMIGRASI
Peristiwa kembalinya penduduk ke tempat asal semula.

REPLACEMENT LEVEL
Keadaan penduduk tumbuh seimbang

REPRODUKSI SEHAT
Kurun waktu dimana seorang ibu sehat untuk melahirkan, antara usia 20 – 30 th.

RESPONSIF GENDER
Kebijakan/Program/Kegiatan atau kondisi yang sudah memperhitungkan kepentingan laki-laki dan perempuan.


REVERSIBILITAS
Kemampuan untuk pulih kembali; pemulihan kembali suatu fungsi tubuh

RKB PKK
Rukun Keluarga Berencana Pembinaan Kesejahteraan Keluarga adalah suatu kelompok anggota PKK dalam pelaksanaan KB di lingkungannya.

ROLE PLAYING
Suatu metode pengajaran dimana peserta latihan mengerjakan/melaksanakan satu pekerjaan seperti keadaan yang sesungguhnya atau masalah-masalah buatan dalam bidang human relations bidang-bidang lainnya

RUMAH TANGGA
Seseorang atau kelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan biasanya makan dari dapur yang sama.

RUJUKAN KB
Tindakan yang dilakukan oleh pengelola dan pelaksana KB kepada klien yang mengalami efek samping, komplikasi, kegagalan dan efek psikologis akibat penggunaan kontrasepsi, untuk ditangani pada tingkat yang lebih tinggi yang meliputi rujukan khusus, bahan-bahan penunjang diagnotis, serta rujukan kemampuan dan ketrampilan.

S

SAFARI KB GENERASI MUDA
Kegiatan yang dilakukan oleh generasi muda untuk membantu program KB di lapangan biasanya dengan mengikutsertakan unsur terkait lainnya.

SAFARI KB SENYUM TERPADU
Adalah usaha intensifikasi program KB yang pencanangannya dimulai pada tahun 1983 di Istana Bogor, berasal dari akronim “Sungguh Enak dan Nyaman untuk Masyarakat” yang selanjutnya diperindah oleh Bapak Presiden menjadi “Sejahtera dan Nyaman untuk Masyarakat” dengan maksud dapat menggerakkan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam bentuk pelayanan KB bersama masyarakat kearah palayanan masyarakat seutuhnya. Dikatakan memberikan pelayanan masyarakat seutuhnya oleh karena pelayanan yang diberikan adalah paket lengkap mulai dari pelayanan intergrasi pembangunan lainnya. Oleh sebab itu bentuk/polanya disesuaikan dengan kepentingan situasi dan kondisi wilayah. Dengan kata lain gerakan safari KB senyum terpadu bukan semata-mata mencari peserta KB baru saja, tetapi diharapkan dapat memecahkan masalah yang lebih integral dalam gerakan KB Nasional, mulai dari komitmen politis sampai pada komitmen operasional yang terintegrasi kearah pelayanan manusia seutuhnya.

SAFARI SPIRAL SAHAJA
Suatu sistem penggarapan wilayah yang dikonsentrasikan dan memobilisasikan seluruh potensi yang ada di wilayah tersebut dengan dukungan dana dan sarana untuk memberikan pelayanan secara massal dalam mencapai tujuan program Sahabat Remaja.

SAKA KENCANA
Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana, yaitu salah satu satuan karya Pramuka yang merupakan wadah pendidikan dan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan praktis dan bakti masyarakat dalam bidang Keluarga Berencana

SANGGAMA TERPUTUS
Merupakan salah satu metode keluarga berencana tradisional, dimana pria (suami) mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi.

SARUNG TANGAN
Dalam hal medik yang dimaksud ialah sarung tangan yang dibuat dari karet tipis

SATUAN KARYA PRAMUKA
Suatu kegiatan atau satuan gerak yang terdiri atas para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dari beberapa gugus depan di satu wilayah ranting/kecamatan, dan melaksanakan kegiatan di bidang tertentu.

SATUAN PELAJARAN
Rencana tertulis seorang fasilitator mengenai kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan.

SECONDARY STAKEHOLDER
LSM/LSOM/Organisasi profesi/swasta yang mempunyai kaitan dengan isu Program KB Nasional yang diadvokasikan, kaitan ini dapat bersifat mendukung (positif) dapat juga bersifat menghambat (negatif)

SEJARAH KEHAMILAN
Keterangan yang dikumpulkan dalam sensus atau survey yang memberikan indikasi tentang tanggal kejadian dan hasil dari setiap kehamilan yang dialami oleh responden selama hidupnya.

SEKS
Perbedaan organ biologis antara perempuan dan laki-laki terutama pada bagian-bagian reproduksi.

SEJARAH MIGRASI
Pengalaman migrasi seseorang atau sekelompok orang sepanjang hidupnya

SEMINAR DIKLAT
Salah satu metode belajar dimana peserta dilatih untuk saling bekerjasama dalam berpikir dan menyatakan pendapat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi sehingga tercapai suatu kesimpulan berdasarkan pendapat bersama

SENSITIFITAS GENDER
Kemampuan dan kepekaan seseorang dalam melihat dan menilai hasil pembangunan dan aspek kehidupan lainya dari perspektif gender.

SENSUS PENDUDUK
Pencatatan total tentang semua penduduk, yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik), dengan tujuan untuk mengetahui jumlah komposisi dan karakteristik penduduk lainya, yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

SERVISITIS
Radang mulut rahim.

SHOCK ANAFILATIK
Shock akibat reaksi alergi tubuh terhadap benda asing misalnya obat suntikan.

SIMTOM
Gejala perubahan pada tubuh atau fungsi tubuh yang menunjukkan adanya penyakit atau terjadinya tahapan tertentu dari suatu penyakit.

SIMTOMATIK
Sesuai dengan gejala; berdasarkan gejala

SISTEM
Keseluruhan atau totalitas yang terdiri dari bagian-bagian atau sub-sub sistem atau komponen-komponen yang berinterelasi dan berinteraksi satu sama lain yang secara keseluruhan dirancang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan

SISTEM KALENDER
Cara kontrasepsi dengan tidak melakukan senggama dalam masa subur wanita

SISTEM OPERASIONAL KB
Pengarahan KB di lapangan yang terdiri dari tiga sub sistem, yaitu sub sistem perencanaan operasional, sub sistem pelaksanaan operasional dan sub sistem pengendalian operasional yang juga mempunyai kaitan dengan sub yang lain seperti : keuangan, logistik dan sebagainya

SISTEM PELAPORAN PROGRAM KB
Bertujuan untuk memperolah data dan informasi secara cepat, tepat dan dapat dipercaya yang dibutuhkan guna merumuskan kebijaksanaan, perencanaan, pengendalian dan penilaian Program KB Nasional;

SISTEM PENCATATAN RANGKAP
Sistem pencatatan untuk mendapatkan data statistik dengan mengumpulkan laporan secara serentak dari dua kegiatan pengumpulan data.

SISTEM PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
Suatu usaha untuk mereduksi sekecil-kecilnya timbulnya penyimpangan yang dapat terjadi dalam pelaksanaan gerakan KB melalui proses identifikasi penyimpangan dalam waktu sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan pengamanan dengan maksud dan tujuan untuk mencegah meluasnya akibat yang ditimbulkan dari penyimpangan tersebut dan sekaligus meniadakan sebab-sebab dari adanya penyimpangan yang terjadi.

SISTEM PENILAIAN
Suatu pola penilaian gerakan KB yang mencakup permasalahan dalam organisasi secara menyeluruh dengan orientasi untuk memberikan gambaran atas pelaksanaan Program KB Nasional.

SISTEM PERENCANAAN
Suatu proses pengambilan keputusan yang mencakup penggambaran dan penjabaran komitmen atau kesepakatan dari berbagai pihak yang terkait pada upaya bersama untuk mencapai sasaran yang diharapkan dapat memberikan kontribusi pada tujuan yang lebih luas.

SISTIM REPRODUKSI
Keterkaitan antara unsur-unsur yang ada dalam alat reproduksi, fungsi dan proses reproduksi yang merupakan satu kesatuan dalam siklus kehidupan manusia.

SISTEM SATU PINTU MASUK SATU PINTU KELUAR
Suatu sistem logistik dimana segala kegiatan penerimaan dan pengeluaran/ pengiriman barang fisik maupun administrasi ditandatangani/dikoordinir penyelenggaraannya oleh satu tangan dalam hal ini Biro Perlengkapan dan Perbekalan BKKBN. Tujuan dari sistem ini adalah agar semua kegiatan penerimaan dan distribusi barang untuk gerakan KB, data dimonitor dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan sepenuhnya dalam hal pelaksanaannya.

SERTIFIKAT KELOMPOK USAHA (SKU)
Diberikan kepada kelompok UPPKS berdasarkan hasil penilaian menurut indikator yang telah ditetapkan. Sertifikat tersebut merupakan tanda pengakuan bahwa kelompok UPPKS dimaksud memiliki tingkat kelayakan usaha tertentu untuk memperoleh kemudahan kredit tertentu dari Bank dan bisa juga dipakai untuk bermitra usaha dalam bidang pemasaran produk maupun tehnis produksi.

SEXUALLY TRANSMITTED DISEASE
Penyakit yang penularannya melalui hubungan seksual.

SLUM
Daerah/perkampungan yang kotor dan padat yang sebagian besar dihuni oleh penduduk dengan status sosial ekonomi yang rendah.

SPASMOLTIKA
Zat yang menghilangkan kejang (spasmo)

SPEKULUM
Alat untuk membuka/melebarkan lobang/rongga pada tubuh.

SPERMATOZOA
Sel mani; Sel benih pria.

SPERMISIDA
Bahan kimia (biasanya non oksinol-9) yang digunakan untuk menon-aktifkan atau membunuh sperma. Dikemas dalam bentuk aerosol (busa), tablet vagina, dissovable film, atau krim

SPIRAL
Lihat (alat kontrasepsi dalam rahim)

SPOTING BREAK THROUGH BLEEDING
Bercak perdarahan di luar rahim.

STALLING FERTILITY
Situasi dimana pada suatu tingkat fertilitas tertentu akan terjadi kebekuan/berhenti yaitu tidak bisa lagi terjadi penurunan fertilitas.

STANDARISASI KERJA
Suatu kaidah dan atau persyaratan bersifat baku berisi ukuran/besaran ketentuan umum minimal yang harus dipenuhi dalam mengadakan alat/sarana maupun cara kerja, sebagai upaya untuk menghasilkan suatu produk kerja dalam memberikan pelayanan.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KB & KS
Standar minimal pelayanan yang dibuat Pemerintah bagi Kabupaten/Kota dalam membrikan pelayanan program KB dan KS kepada masyarakat di wilayahnya.

STEREOTYPE
Cara baku yang melekat pada peran, fungsi dan tanggung jawab yang membedakan antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

STERIL (CUCI HAMA)
Bebas dari organisasi hidup

STOLSEL
Bekuan darah.

STRATEGI OPERASIONAL
Pola gerak dan cara pelaksanaan kegiatan dan pendekatan yang digunakan untuk menjabarkan pelaksanaan gerakan KB menjadi satu kesatuan.

STRATEGI TEKNIS
Kerangka dan arah yang dipilih dan digunakan oleh komponen teknis, guna mencapai sasaran/target secara efisien dan efektif.

STROMA (GOITER)
Pembesaran kelenjar gondok

STRUKTUR PROGRAM
Kegiatan-kegitan yang tersusun menurut jenis kelompok aktifitas dalam suatu program, yang menjadi dasar kegiatan dalam usaha pencapaian tujuan atau sasaran program yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tertentu

STUDI KASUS
Cara penyampaian pelajaran dengan cara pengajar memberikan suatu kasus tentang situasi kehidupan nyata yang kemudian dianalisa oleh peserta untuk diambil kesimpulan pemecahan masalahnya.

SUB PPKBD
Adalah seseorang atau beberapa orang kader dalam wadah organisasi yang secara sukarela berperan aktif melaksanakan/mengelola program keluarga berencana nasional di tingkat dusun/RW.

SUB SISTEM
Bagian dari sistem, merupakan rangkaian kegiatan yang satu sama lain saling berhubungan, terkait, mempengaruhi dan tergantung dalam bekontribusi mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan

SUB SISTEM OPERASIONAL NASIONAL
Suatu rangkaian kegiatan antara komponen-komponen yang saling terkait dalam pelaksanaan Program KB Nasional. Komponen satu dengan lainnya saling tergantung dan saling membutuhkan

SUB SISTEM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PROGRAM KB NASIONAL
Bagian dari Sistem KB Nasional yang melaksanakan penelitian dan menyediakan informasi hasil penelitian serta model-model pengembangan dan konsep alternatif kebijakan Program KB Nasional bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan

SUBSTITUSI
Penggantian zat atau benda dengan zat atau benda lain yang sejenis

SUKMA GATRA
Sumbangan Sukarela Masyarakat untuk Keluarga Prasejahtera dan Keluarga Sejahtera I. Kegiatan ini dikoordinir oleh Ketua PKK dan Dharma Wanita di Sibolga, ditujukan untuk membantu para kelompok UPPKS yang dilaksanakan setiap bulan, mulai tingkat Kotamadya sampai tingkat Kelurahan, melalui kotak-kotak emas yang disediakan PKK dan Dharma Wanita.

SUPERVISI
Suatu proses pengawasan dan pengendalian yang dilaksanakan oleh aparat pengawasan dan pengendalian BKKBN propinsi dan Kabupaten/Kotamadya.

SURVEY DEMOGRAFI KESEHATAN INDONESIA (SDKI)
Survey yang bertujuan untuk menyediakan informasi secar rinci bagi para pembuat kebijakan dan pengelola program tentang fertilitas, keikut sertaan ber-KB, kematian anak-anak dan dewasa, serta kesehatan ibu dan anak. Sejak tahun 2002 – 2003 suvey ini juga memuat informasi tentang pengetahuan dan sikap masyarakat tentang HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya. Survey ini dilakukan oleh BPS bekerjasama dengan BKKBN dan Departemen Kesehatan RI.

SURVEI PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTEK KB
Model pertanyaan kemasyarakatan yang berusaha untuk memperoleh gambaran mengenai luasnya pengetahuan sikap dan praktek tentang KB dalam suatu masyarakat daerah atau negara termasuk dariman dan bagaimana memperoleh pelayanan baik alat kontrasepsi maupun keterangan mengenai hal tersebut.

SURVEY MAWAS DIRI (SMD)
Merupakan kegiatan pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan dan gizi serta sumber daya yang dimiliki masyarakat yang dilakukan oleh anggota masyarakat setempat di bawah bimbingan para petugas lapangan

SURVEY PENDUDUK ANTAR SENSUS (SUPAS)
Suvey penduduk yang diselenggarakan oleh BPS diantara 2 sensus, yang dimaksudkan untuk mengisi kesenjangan data penduduk pada kurun waktu sepuluh tahun. Berbeda dengan sensus yang melakukan pencatatan total, SUPAS hanya mengadakan penelitian terhadap sempel.

SURVEY PREVALENSI INDONESIA (SPI)
Survey yang bertujuan untuk mengetahui prevalensi pemakaian kontrasepsi di Indonesia serta unsur-unsur lain yang berkaitan dengan KB seperti : perkawinan, fertilitas, menyusui, kesehatan dan sebagainya.

SUSUK KB (IMPLANT, Implanon, Indoplan, Norplant)
Kapsul berisi levenorgestrol , dimasukkan di bawah kulit lengan atas wanita untuk mencegah terjadinya kehamilan
T

TABLET VAGINA / BUSA
Tablet kontrasepsi yang dimasukkan kedalam liang sanggama sebelum senggama

TABUNGAN KELUARGA SEJAHTERA (TAKESRA)
Adalah salah satu produk simpanan yang dimaksudkan untuk menampung dana keluarga dan masyarakat guna mendukung pembangunan keluarga sejahtera yang fasilitas dan penarikanya dapat dilakukan menurut ketentuan yang telah disepakati oleh penabung dan penyelenggara

TAS PRAJA
Tuntaskan Keluarga Prasejahtera dan Keluarga Sejahtera I di Tanjung Balai yang dikoordinir Pemda LSOM dan institusi masyarakat.

TATALAKSANA
Tatanan penyelenggaraan dan atau pelaksanaan sistem/sub sistem secara teratur yang meliputi pokok-pokok pelaksanaan kegiatan, mekanisme dan prosedur serta langkah kegiatannya dan standarisasi.

TATAP MUKA / WAWANCARA
Komunikasi langsung dengan berhadapan muka.

TAXONOMI
Kedudukan hukum atau dalil yang digunakan dalam merumuskan kata-kata yang dapat mencerminkan tingkat-tingkat kawasan belajar (kognitif, afektif dan psikomotor) untuk mencapai tujuan instruksional.

TEKANAN DARAH TINGGI
Hipertensi : tekanan darah di atas 140/90 mm hg. Suatu keadaan dimana terjadi kenaikan tekanan darah sistole atau diastole > dai N (120/70)

TEMPAT PELAYANAN KONTRASEPSI JALUR - A
Tempat pelayanan kontrasepsi yang terdiri dari klinik KB/rumah sakit pemerintah termasuk TKBK dan saluran desa (seperti : Posyandu PPKBD, Sub-PPKBD dan Desa Wisma) yang menjadi tempat terakhir pasangan usia subur memperoleh pelayanan kontrasepsi.

TEMPAT PELAYANAN KONTRASEPSI JALUR - B
Tempat pelayanan kontrasepsi yang terdiri dari klinik KB/Rumah sakit swasta, dokter/bidan praktek swasta apotik toko obat, PAKBD, dan penyalur alat kontrasepsi mandiri lainnya yang menjadi tempat pasangan usia subur untuk terakhir kalinya memperoleh pelayanan kontrasepsi.

TEMU KARYA
Pertemuan seperti rapat kerja, lokakarya atau seminar.

TEMU KARYA DIKLAT
Suatu pertemuan yang bertujuan untuk membahas dan memadukan antara suatu karya dari para peserta Diklat dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi (antara teori dan praktek), sehingga tercapai suatu titik temu yang berguna bagi perbaikan pelaksanaan tugas.

TENAGA KERJA
Adalah jumlah seluruh penduduk dalam suatu wilayah yang dapat memproduksi barang atau jasa jika ada permintaan tenaga kepada mereka mau berpartisipasi dalam aktifitas tersebut.
Penduduk yang berada pada usia kerja; dan biasanya berusia 15-64 tahun

TENAGA MEDIK
Tenaga yang berlatar belakang pendidikan kedokteran.

TERPADU
Suatu kegiatan yang tidak dilaksanakan secara tersendiri tetapi dilaksanakan secara kait mengkait dan saling menunjang dengan kegiatan yang lain dengan perhitungan dapat mencapai daya guna dan hasil guna yang lebih tinggi.

TESTIS / BUAH PELIR
Bagian alat kelamin pria yang menghasilkan spermatozoa.

TIM KB KELILING (TKBK)
Tim yang memberikan penerangan dan pelayanan KB yang bersifat mobil dan mendatangi tempat-tempat di dalam wilayah Puskesmas yang menjadi induk TKBK secara berkala sesuai jadwal yang telah ditentukan.

TIM OPERASIONAL KB
Gerakan yang serentak dilakukan PLKB, bidan dan unit pelaksana KB lainnya untuk mengadakan penerangan, motivasi dan distribusi serta pelayanan alat kontrasepsi.

TINDAK LANJUT
Upaya pengamatan dan pengendalian keadaan setelah sesuatu tindakan

TINGKAT KONSUMSI
Ukuran yang menunjukkan banyaknya komsumsi kebutuhan barang/jasa yang diperlukan.

TINGKAT PRODUKSI
Ukuran yang menunjukkan banyaknya barang atau jasa yang dibuat atau diproduksi.

TIPE INSTITUSI
Suatu potensi yang dimiliki institusi dalam pelaksanaan gerakan KB Nasional.

TRANSLOKASI
Perpindahan suatu organ / benda ke bagian tubuh lainnya.

TRANSMIGRASI
Perpindahan dan kepindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap ke daerah lain yang ditetapkan di wilayah RI guna kepentingan pembangunan negara atau alasan-alasan yang dipandang perlu oleh pemerintah berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

TUBA FALLOPI (SALURAN TELUR)
Saluran yang menyalurkan sel telur yang dikeluarkan oleh indung telur ke dalam rahim. Saluran ini menjadi tempat pertemuan antara sel benih pria dan sel benih wanita.

TUBEKTOMI
Proses bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanen dengan mengoklusi tuba fallopi (memotong dan mengangkat atau memasang cincin pada kedua saluran sel telur) sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.

TUMBUH KEMBANG ANAK
Suatu proses perubahan yang terjadi pada diri remaja baik perubahan fisik maupun perkembangan kepribadiannya.

TUMOR MAMMAE
Benjolan pada payudara

TUNTUTAN GANTI RUGI(TGR)
Tuntutan pengganti kepada pegawai negeri bukan bendaharawan yang dalam pengurusannya terjadi kekurangan perbendaharaan

TUNTUTAN PERBENDAHARAAN
Tuntutan terhadap bendaharawan yang dalam pengurusannya terjadi kekurangan perbendaharaan.


U

UMUR HARAPAN HIDUP
Perkiraan harapan hidup rata-rata yang mungkin dicapai oleh seseorang yang berada pada umur tertentu.

UNIT PELAKSANA
Suatu organisasi di luar BKKBN yang mempunyai tugas dan fungsi secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dan mendukung pelaksanaan Gerakan KB Nasional.

UNMET NEED
Proporsi wanita usia subur dalam status kawin yang tidak menggunakan alat kontrasepsi meskipun mereka menyatakan ingin menunda atau menjarangkan-
anak (definisi standard); dan/ atau mereka yang “unmet need” karena resiko kesehatan dan pemakaian kontrasepsi yang buruk tidak menginginkan tambahan anak (membatasi kelahiran).

UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)
Suatu bentuk kegiatan kesehatan oleh masyarakat, sebagai wujud peran serta dalam pembangunan kesehatan. Pembinaan kegiatan dilakukan oleh Puskesmas setempat. Contoh bentuk UKBM : Posyandu, Polides, Pos Obat Desa dll.

UPAYA KESEHATAN PERORANGAN ( UKP )
Adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau penduduk serta swasta, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan.

UPAYA KESEHATAN PERORANGAN ( UKP )
STRATA PERTAMA
Adalah UKP tingkat dasar, yaitu yang mendaya gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dasar yang ditujukan kepada perorangan

UPAYA KESEHATAN PERORANGAN ( UKP )
STRATA KEDUA
Adalah UKP tingkat lanjutan, yaitu yang mendaya gunakan ilmu pengetahuan dan tehnologi kesehatan spesialistik yang ditujukan kepada perorangan.

UPAYA KESEHATAN PERORANGAN ( UKP )
STRATA KETIGA
Adalah UKP tingkat unggulan, yaitu yang mendaya gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan sub spesialistik yang ditujukan kepada perorangan

USAHA PERBAIKAN GIZI KELUARGA (UPGK)
Adalah kegiatan masyarakat untuk melembagakan upaya peningkatan gizi dalam setiap keluarga Indonesia. Usaha Masyarakat ini didukung oelh pelaksanaan yang bersifat lintas sektor yang dilakukan oleh berbagai instansi terkait yaitu Kesehatan, Pertania, BKKBN, Agama, Dep. Dalam Negeri, PKK dan lain-lain.

USAHA PENIGKATAN PENDAPATAN KELUARGA AKSEPTOR (UPPKA)
Kegiatan bersama dalam bentuk prakoperasi yang dilakukan oleh, dari dan untuk kelompok akseptor KB melalui berbagai kegiatan ekonomi produktif skala kecil, yang kegiatannya diharapkan dapat menambah/ meningkatkan pendapatan keluarga, dan menunjang terwujudnya pelembagaan dan pembudayaan NKKBS di masyarakat.

USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA SEJAHTERA
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera, yang sebelumnya dinamakan UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor).
Kelompok kegiatan ekonomi produktif yang beranggotakan ibu/wanita yang antara lain berasal dari keluarga Pra Sejahtera, Keluarga Sejahtera I, Keluarga Sejahtera II, Keluarga Sejahtera III, dan Keluarga Sejahtera III Plus baik yang belum, sedang maupun peserta KB guna meningkatkan pendapatan keluarga dalam rangka mewujudkan Keluarga Sejahtera.

URBANISASI
Bertambahnya proporsi penduduk yang berdiam didaerah kota disebabkan oleh proses perpindahan penduduk ke kota ataupun ke daerah permukiman lainnya yang lebih padat.

URUTAN KELAHIRAN
Urutan dari kelahiran hidup yang dialami oleh seorang wnita baik dari perkawinan saat sekarang atau perkawinan terdahulu.

USAHA BERSAMA
Suatu cara untuk membantu usaha peningkatan pendapatan keluarga melalui paguyuban/kelompok-kelompok akseptor sebagai wadahnya dengan jalan diberi bantuan modal.

USIA LANJUT
Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih.

USIA LANJUT POTENSIAL
Usia lanjut yang masih mampu melakukan pekerjaan dan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang dan atau jasa.

USIA LANJUT RESIKO TINGGI
Seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih, atau seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan


V

VAGINA
Liang senggama wanita.

VARIABEL
Adalah suatu perubahan dari situasi atau kondisi tertentu atau ciri-ciri yang terdapat pada elemen dari suatu populasi tertentu

VARICES
Pelebaran pembuluh darah balik biasanya akibat bendungan/ peradangan setempat.

VASEKTOMI
(Sterilisasi) Cara ber KB bagi pria melalui operasi kecil dengan menggunakan pisau operasi atau tanpa pisau untuk memotong dan mengikat kedua saluran sel mani sehingga pada waktu sanggama sperma tidak dapat keluar membuahi sel telur istri sehinga tidak terjadi kehamilan.

VILLAGE CONTRACEPTIVE DISTRIBUTION CENTER
Adalah seorang atau beberapa orang kader dalam wadah organisasi yang secara sukarela berperan aktif melaksanakan/mengelola Program Keluarga Berencana Nasional dilingkungan desa/kelurahan. Dalam bahasa Indonesia disebut Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD).


W

WANITA USIA SUBUR
Wanita yang berumur 15 – 49 tahun baik yang berstatus kawin, janda maupun yang belum menikah.

WEBL
Web Intellegince/Webl, adalah semacam perangkat lunak komputer yang mempunyai kemampuan membuat menu tabel (query) dalam database agar mendapatkan informasi secara mudah melalui intranet maupun internet yang tersusun dalam tabel, serta menerima/mengirim laporan dari pengguna Webl. Dalam Program KB Nasional, program aplikasi komputer ini merupakan salah satu alat yang dibapai untuk melakukan analisis hasil Pendataan Keluarga.

WINDU KARYA KENCANA
Penghargaan yang diberikan kepada tenaga program yang telah menunjukkan kesetiaannya selama delapan tahun atau lebih secara terus menerus pada Gerakan KB Nasional.

WIDYAISWARA
Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas mendidik, mengajar dan melatih secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada unit pendidikan dan latihan Instansi Pemerintah secara berjenjang.

WIDYAWISATA
Suatu metode pengajaran dimana peserta Diklat melakukan peninjauan untuk melihat, mempelajari dan menganalisa suatu pokok bahasan dengan bekal kuliah-kuliah/ ceramah-ceramah yang telah diterima di ruang kelas serta pengalaman para peserta.

WIRA KARYA KENCANA
Penghargaan yang diberikan kepada tenaga program yang telah melakukan karya yang menonjol dalam pelaksanaan program sehingga membawa hasil yang sangat meningkat.


Orang-orang berdaya ingat kuat memiliki beberapa kebiasaan yang tidak akan mereka lewatkan tiap harinya. Melatih kebiasaan itu mungkin bisa membuat Anda menjadi salah satu dari mereka yang berdaya ingat kuat. Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan.

Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat. Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing.

Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat.

Dikutip dari Prevention, ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak.

1. Tidak mengonsumsi alkohol
Mereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.

2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya
Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.

3. Sering membaca novel
Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.

4. Selalu menyilang-nyilangkan dan menyambung-nyambungkan data
Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungkan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.
5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikan
Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.

6. Meminum teh atau kopi
Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.

7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil
Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.
(Sumber: Detik.com)

Tips menarik lainnya>>>>>


Tidak ingat dimana menaruh kacamata atau lupa nama teman kuliah yang barusan Anda ajak bicara? Hal seperti itu memang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk membantu Anda menghafal, ada baiknya melakukan latihan otak berikut ini.
"Melupakan sesuatu hal menandakan bahwa Anda terlalu sibuk memfokuskan pada hal lain. Ketika seseorang tidak menaruh perhatian yang baik untuk sesuatu, memori yang terbentuk dalam otak pun tidak akan jelas sehingga ia akan kesulitan mengeluarkan memori itu lagi," ujar Zaldy S. Tan, MD dari Memory Disorders Clinic at Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston.
Kuncinya adalah menjaga agar otak tetap tajam. "Kita sering melatih badan dengan olahraga, tapi apa gunanya itu semua jika tidak didukung dengan otak yang tajam," ujar Harry Lorayne, pengarang 'Ageless Memory: Simple Secrets for Keeping Your Brain Young'.

Jika Anda ingin menguatkan kemampuan otak Anda, coba lakukan beberapa strategi menghafal berikut untuk mengingat hal-hal yang sering Anda lupakan.

1. Strategi mengingat nama orang
  • Beri perhatian penuh ketika berkenalan, pastikan spellingnya, gunakan namanya selama percakapan atau berpisah.
  • Beri gambaran untuk namanya, apakah namanya yang memiliki arti tertentu atau gambaran tipe wajahnya.
  • Ciptakan memori yang terhubung, seperti pada acara apa Anda bertemu dengannya atau siapa saja yang bersamanya ketika itu.
  • Sedikit curang dengan menulis ciri-ciri wajahnya di belakang kartu nama yang Anda dapat ketika berkenalan.
2. Strategi mengingat menaruh barang-barang kecil
  • Ingat-ingat apa yang Anda lakukan sebelumnya hingga yang dilakukan terakhir.
  • Ingatkan otak Anda ketika menaruh sesuatu di suatu tempat, seperti 'Saya menaruh kunci di jaket motor'.
  • Jadikan kebiasaan, sediakan satu tempat untuk menaruh sesuatu, dan latihlah diri Anda untuk menaruh barang di tempat itu.
3. Strategi mengingat kegiatan yang harus dilakukan
  • Mulailah dengan sebuah ritual, buat catatan kecil, tempatkan sesuatu yang ganjil untuk menarik perhatian catatan itu.
  • Nyanyikan hal-hal yang ingin Anda lakukan dengan menyamakan ritme kalimat dan irama lagu.
  • Gunakan tubuh Anda untuk mengingat apa yang harus Anda kerjakan, seperti tangan ketika akan menulis laporan, kaki ketika akan mencuci sepatu, gigi ketika akan membeli pasta gigi dan lainnya. Runutkan seluruh fungsi tubuh Anda.
4. Strategi mengingat password email atau PIN ATM
  • Pertajam ingatan angka Anda dengan menggambarkan angka-angka tersebut sebagai suatu benda, seperti 0 untuk cincin, 2 untuk angsa, 5 untuk ibu hamil, 7 untuk bumerang, dan sebagainya. Gunakan imajinasi Anda dan ciptakan kreasi Anda sendiri.
  • Gunakan lafal yang sama untuk sebuah angka, seperti angka 4 yang jika diucap terdengar seperti 'ketupat' dan sebagainya.
5. Strategi mengingat apapun yang tidak bisa diingat
  • Bacalah, tulislah, ucapkanlah dan lakukan berulang-ulang. Untuk mengingat kalimat panjang atau pidato, ketiklah di komputer atau rekamlah dengan tape recorder kemudian dengarkan berulang-ulang.
  • Gunakan warna dalam catatan Anda dengan judul yang diberi tebal atau simbol-simbol tertentu.
  • Buatlah peta berpikir atau mind map, dan buatlah cabang-cabang dari bagian pusatnya dengan menuliskan apapun yang ada di otak Anda.
(Sumber: detik.com)

Tips menarik lainnya>>>>>>>>>>


Kebotakan merupakan salah satu masalah umum yang terjadi pada rambut. Masalah ini bisa terjadi pada perempuan ataupun laki-laki, namun unumnya banyak terjadi pada kaum laki-laki. Masalah kebotakan biasanya diawali dengan rambut yang mudah rontok dan patah. Rambut yang rontok ini biasanya dimulai dari d.ahi dan makin lama makin mundur, sehingga menyebabkan kebotakan di daerah depan kepala. Namun, pada beberapa orang justru ada yang mengalami kebotakan di daerah tengah rambutnya. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kebotakan, beberapa diantaranya mungkin tidak bisa dikontrol.

Berikut ini adalah beberapa penyebab kebotakan, seperti dikutip dari eHow:
  1. Faktor turunan, American Academy of Family Physicians menyatakan bahwa penyebab kebotakan yang paling umum adalah karena faktor keturunan. Jika orang tua mengalami kebotakan maka kemungkinan salah satu anaknya ada yang mengalami kebotakan juga.
  2. Hormon yang tidak seimbang, penyebab kebotakan karena hormon yang tidak seimbang seperti androgens dan estrogens atau tidak terlalu aktifnya kelenjar tiroid. Kondisi hormonal ini bisa diatasi dengan mengunjungi dokter dan melakukan perawatan.
  3. Efek setelah operasi, American Academy of Family Physicians mengatakan bahwa kebotakan kadang-kadang terjadi tiga atau empat bulan setelah menjalani operasi besar. Namun, setelah beberapa waktu berlalu rambut bisa tumbuh kembali.
  4. Pengaruh obat-obatan, beberapa pengobatan seperti pengencer darah, pengobatan untuk tulang, kemoterapi dan obat antidepresi bisa menyebabkan rambut rontok yang dapat memicu kebotakan.
  5. Akibat infeksi jamur, infeksi jamur yang terjadi di kulit kepala bisa menyebabkan kebotakan, sebaiknya segera diobati dengan obat anti jamur atau berkonsultasi dengan dokter kulit.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kebotakan, kecuali untuk faktor-faktor tertentu yang memang tidak bisa dicegah. Untuk mencegah kebotakan ikuti beberapa langkah berikut ini:
  1. Awali pagi Anda dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, akan memberikan nutrisi yang bisa melindungi kulit kepala dan kantung rambut. Makanan yang mengandung protein tinggi sangat baik untuk pertumbuhan rambut dan kuku.
  2. Cobalah untuk lebih banyak mengkonsumsi air putih. Air adalah salah satu cairan yang dibutuhkan oleh tubuh termasuk rambut, karena kulit kepala akan menjadi lebih sehat jika banyak air putih yang masuk ke dalam tubuh.
  3. Konsumsilah multivitamin. Khususnya yang mengandung nutrisi seperti beta karoten yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perawatan rambut.
  4. Minum vitamin B kompleks karena mengandung protein tinggi yang baik untuk rambut, kuku dan kulit. Jika kulit sehat, maka akan membuat kulit kepala menjadi lebih sehat sehingga mencegah kebotakan dan mendorong pertumbuhan rambut.
Setelah mengetahui penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya, mudah-mudahan Anda bisa terhindar dari masalah kebotakan ini. (sumber: detik.com)

Tips menarik lainnya>>>>>>>>>>


Bagi perokok makanan dan minuman yang mengandung kafein dan alkohol akan membuat cita rasa rokok menjadi lebih nikmat. Tapi ada beberapa makanan yang justru menghancurkan rasa rokok dan bisa membuat perokok kapok untuk ngebul lagi. Jika Anda ingin berhenti merokok dengan cara yang sehat, maka perbanyaklah makan sayuran dan buah-buahan serta mengurangi mengonsumsi daging. Selain itu, gantilah secangkir kopi dengan segelas susu.

"Sayuran, buah-buahan dan makanan yang berasal dari susu bisa memperburuk cita rasa dari rokok, sedangkan daging, kopi dan minuman yang mengandung alkohol bisa meningkatkan kenikmatan rasa dari rokok," ujar F. Joseph McClernon, PhD dan koleganya dari Duke University, seperti dikutip dari Webmd.

McClernon menambahkan bahwa yang membuat rokok menjadi barang yang bisa membuat seseorang ketagihan adalah karena ada nikotinnya. Peneliti mempelajari lebih banyak lagi mengenai efek sensor seperti cita rasa, bau dan kebiasaan rutin dari perokok. Ternyata didapatkan bahwa cita rasa memiliki efek yang paling penting bagi seorang perokok.

Partisipan dari penelitian ini mengatakan bahwa beberapa makanan dan minuman tertentu bisa sangat merusak cita rasa dari rokok tapi ada juga yang justru membuat cita rasa rokok menjadi lebih nikmat terutama yang mengandung kafein.

"Kami merasa terkejut saat perokok mengatakan bahwa jus dan makanan produk susu bisa merusak cita rasa dari rokok," ujar McClernon. Meskipun belum dapat dipastikan apa yang membuat makanan tersebut bisa memperburuk cita rasa rokok dan bisa membuat perokok tidak mau merokok lagi.

McCleron mengatakan jika bisa ditemukan apa yang membuat makanan tersebut memperburuk rasa rokok, mungkin nantinya hal ini bisa digunakan untuk pengembangan terbaru mengenai perawatan agar bisa berhenti merokok. Selain itu banyak mengonsumsi sayuran, buah dan susu yang diketahui merusak rasa rokok, malah membuat hidup seseorang menjadi lebih sehat.

Memang tidak mudah untuk mengajak seseorang lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah bahkan pada orang yang tidak merokok sekalipun. Tapi jika dilakukan sedikit demi sedikit seperti mulai mengganti teh atau kopi dengan susu dan mengurangi konsumsi daging, seseorang mungkin akan lebih mudah untuk berhenti merokok secara bertahap.

Rokok memang membuat seseorang menjadi ketagihan dan sangat sulit untuk bisa lepas, tapi bukan berarti seseorang tidak bisa lepas dari rokok. Dengan penemuan terbaru ini, orang bukan hanya bisa lepas dari rokok tapi juga bisa memperbaiki kesehatan hidupnya dengan lebih banyak mengonsumsi sayuran, buah dan susu. (sumber: detik.com)

Tips menarik lainnya>>>>>>>


Masukkan Code ini K1-57765E-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

10 BISNIS PALING BERBAHAYA


Dikarenakan banyaknya permintaan contoh Karya Tulis Ilmiah yang kami berikan, untuk itu kami kami menyediakan contoh Karya Tulis Ilmiah lengkap (100 JUDUL) dari awal sampai dengan lampiran berupa softcopy yang dapat anda jadikan referensi dan contoh dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah dengan melakukan tranfer sebesar Rp. 50.000,- sebagai biaya pengiriman ke BRI Cabang Metro
No. Rekening : 0130-01-034220-50-2
Atas Nama : PARLIN
Setelah transfer, kemudian lakukan konfirmasi dengan mengirimkan pesan "Kirim KTI ke (tulis alamat email anda)" dengan menyertakan Judul KTI yang anda inginkan ke:
NO HP : 0813 7909 2727 atau
E-mail : bascom_metro@yahoo.com
Kami akan segera mengirimkan KTI yang anda maksud setelah kami memeriksa bukti tranfer anda ...
DAFTAR JUDUL KTI YANGTERSEDIA PADA KAMI >>>

Daftar Blog Penting

Pengikut