Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Judul KTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Judul KTI. Tampilkan semua postingan

20 Juli, 2015

Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Prematur

Di Negara Barat sampai 80% dari kematian neonatus adalah akibat prematuritas, dan pada bayi yang selamat 10% mengalami permasalahan dalam jangka panjang. Di Indonesia angka kejadian persalinan premature sekitar 6-10%, hanya 1,5% persalinan terjadi pada umur kehamilan kurang dari 32 minggu dan 0,5% pada kehamilan kurang dari 28 minggu. Dari hasil prasurvey yang dilakukan oleh peneliti angka insiden persalinan premature mengalami peningkatan pada tahun 2011 persalinan premature sebanyak 32 kasus (8,53%) dari 375 persalinan pada periode Januari-Desember tahun 2012 meningkat menjadi sebanyak 37 kasus (10,31%) dari 359 persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Prematur.

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Deskriptif. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin premature berjumlah 37 ibu. Sedangkan teknik yang digunakan adalah total populasi. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dengan alat ukur checklist, data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan teknik analisis univariat dengan persentase dan skala ukur ordinal. Berdasarkan factor usia didapatkan yang tertinggi adalah jumlah responden dengan usia < 20 dan > 35 tahun sebanyak 23 orang atau 62,16% dan yang terendah adalah usia 20 – 35 tahun sebanyak 14 orang atau 37,84%, paritas multigravida sebanyak 25 orang atau 67,57% dan paritas primigravida sebanyak 12 orang atau 32,43%, persalinan premature sebanyak 24 orang atau 64,86% dan tidak premature sebanyak 13 orang atau 35,14%.

Diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan bagi ibu bersalin premature dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Kata kunci : Persalinan, Premature

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI CONTOH ISI KTI TERSEBUT DENGAN CARA:

Hubungan Antara Usia Ibu Dengan Kejadian Persalinan Prematur

Angka persalinan prematur di seluruh dunia berkisar antara 10-20 persen. Indonesia sendiri memiliki angka kelahiran prematur sekitar 19%. Umur ibu muda kurang dari 20 tahun atau terlalu tua diatas 35 tahun merupakan faktor yang dapat menyebabkan persalinan premature. Dari data seluruh persalinan pada RSUD Abdoel Moeloek Kota Bandar Lampung  menyatakan bahwa pada tahun 2010 terdapat 155 kasus (17,49%) persalinan prematur dari 886 persalinan, tahun 2011 terdapat 176 kasus (19,38%) persalinan prematur dari 908 persalinan, sedangkan tahun 2012 terdapat 194 kasus (21,15%) persalinan prematur dari 917 persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu dengan  kejadian  persalinan  premature.

Jenis penelitian ini bersifat analitik  dan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang berjumlah 917 ibu bersalin.  Sampel sebanyak 278 ibu bersalin dengan metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling dengan mengundi anggota populasi (lottery technique.Metode pengumpulan data dengn cara ukur  studi dokumentasi dengan alat ukur check list.Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji statistik chi square.

Hasil analisis antara usia dengan premature diperoleh bahwa dari 278 responden dengan Usia 20-35 tahun sebanyak 65 orang (23,38%) dengan tidak mengalami persalinan premature, 28 orang (10,07%) dengan persalinan premature. Usia  < 20 dan > 35 tahun sebanyak 56 orang (20,14%) dengan tidak mengalami persalinan premature, 129 orang dengan persalinan premature (46,40%). Hasil uji statistik diperoleh Chi Square hitung 39,52 > Chi Square tabel 3,841 dengan taraf kesalahan (a) 5% atau 0,05 dan  nilai p value 0,000 maka didapatkan hasil p (value) ≤ a yang berarti Ho ditolak dan Ha maka Ho ditolak.

Kesimpulannya adalah Ada Hubungan Antara Usia Ibu dengan Persalinan Premature. Ada pun petugas kesehatan di harapkan meningkatkan promosi kesehatan dan pelayanan kesehatan sehingga dapat meningkat pengetahuan dalam upaya mncapai kesahteraan bayi dan bayinya.

Kata Kunci : Usia Ibu,Persalinan Premature
Sumber : 28 (2002 – 2012)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI CONTOH ISI KTI TERSEBUT DENGAN CARA:




Hubungan Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi

Upaya untuk mengetahui bahwa proses pembelajaran sedah terlaksana dengan baik adalah dengan melakukan evaluasi atau penilaian. Penilaian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa dapat menyerap materi perkuliahan yang dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh. Ada beberapa factor yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah kecerdasan mosional dan motivasi belajar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswa D III Kebidanan.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, yang dilakukan terhadap 51 mahasiswa Semester II Program Studi Kebidanan. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data selanjutnya dianalisis menggunakan rumus chi square.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu sebanyak 60,8% (31) responden memiliki kecerdasan emosional yang baik. Sebagian besar sebanyak 66,7% (34) responden memiliki motivasi belajar yang tinggi. Dan sebagian besar hubungan signifikan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi Semester II Diploma III Kebidanan Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2013 (Pvaleu=0,001<a=0,05). Ada hubungan signifikan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi (Pvaleu=0,001<a=0,05).

Kata kunci : Kecerdasan Emosional, Motivasi Belajar dan Hasil Belajar.
Kepustakaan : 17 (2001-2010) 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI CONTOH ISI KTI TERSEBUT DENGAN CARA:

Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Mahasiswa Tentang Kesehatan Reproduksi

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan oleh masyarakat, khususnya penduduk remaja. Survei World Health  Organization (WHO)  tahun  2010, kelompok usia remaja merupakan usia yang paling rawan mengalami masalah kesehatan reproduksi oleh karena itu diperlukanupaya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Penggunaan media untuk mempercepat menyampaian informasi. Penggunaan media pembelajaran audio visual seperti LCD merupakan salah satu media penyampaian informasi secara interaktif.

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan populasi adalah keseluruhan dari mahasiswa FKIP Jurusan Biologi tingkat I kelas A dan B yang berjumlah 80 mahasiswa yang keseluruhannya dijadikan sampel peneltiian. Instrumen dalan penelitian ini adalah menggunakan angket berupa kuisioner dan analisa data menggunakan analisis t test 

Hasil penelitian ini diperoleh perbedaan pengetahuan akhir mahasiswa dengan dan tanpa menggunakan media audio visual pada mahasiswa, dengan adanya perbedaan pada mean (14 dengan 16,33), skor maksimal (21 dengan 23), skor minimal (9 dengan 10). Hasil uji-t didapatkan nilai t = -3,960 dengan derajat kebebasan (df) = n-1=40-1=39.  Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value untuk uji dua sisi (2-tailed) adalah 0,000 (< =0,05).  

Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada pengaruh penggunaan media audio visual terhadap pengetahuan mahasiswa tentang kesehatan reproduksi pada mahasiswa, sehingga dapat disarankan agar bagi para dosen untuk dapat menggunakan media audio visual guna memacu motivasi belajar dari para mahasiswa.

Kata kunci : Media Audio Visual dan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI CONTOH ISI KTI TERSEBUT DENGAN CARA:

Pengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap Pengetahuan Siswa tentang Penyakit Menular Seksual Pada Siswa di SMA

Penyakit menular seksual adalah suatu gangguan/penyakit-penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Data WHO menunjukkan bahwa kurang dari 111 juta infeksi menular seksual di derita oleh kelompok usia di bawah 25 tahun. Kaum muda dan remaja sangat berisiko tinggi terhadap infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS. Menurut UNAIDS, sebanyak 67 kasus baru HIV/AIDS di Negara berkembang adalah di kalangan usia muda (15-24 tahun). 

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian analitik dengan rancangan quasi experimen. Populasi adalah keseluruhan dari siswa kelas XI yang berjumlah 318 siswa. Sampel penelitian berjumlah 178 siswa yang diambil dengan tehnik simple random sampling. Instrumen dalan penelitian ini adalah kuisioner. Uji statistik yang digunakan adalah Uji T test dependent dengan tingkat kemaknaan 0,05.

Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pengetahuan siswa tentang Penyakit Menular Seksual sebelum penggunaan media gambar dengan rata-rata nilai adalah 58,29, dimana terdapat 78 siswa (43,82%) dibawah rata-rata, dan  100 siswa (56,18%) diatas rata-rata, serta varians = 137,30 dan standar deviasi = 11,72, dan sesudah menggunakan media gambar dengan rata-rata nilai adalah 70,90, dimana terdapat 98 siswa (55,05%) dibawah rata-rata, dan  80 siswa (44,95%) diatas rata-rata, serta varians = 126,02 dan standar deviasi = 11,23. Hasil analisi beda rata pengetahuan siswa tentang Penyakit Menular Seksual dengan nilai p value = 0,000 .

Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada ada pengaruh penggunaan media gambar terhadap pengetahuan siswa tentang Penyakit Menular Seksual di SMA, sehingga dapat disarankan agar para tenaga pengajar dan penyuluh untuk menerapkan penggunaan media gambar dalam menyampaikan materi ataupun pembelajaran.

Kata kunci : Media Gambar, Pengetahuan, Penyakit Menular Seksual.
Daftar Pustaka: 24 (2006-2011)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI CONTOH ISI KTI TERSEBUT DENGAN CARA:


Peningkatan berat badan bayi yang diberikan ASI eksklusif dan tidak di berikan ASI Eksklusif

Berdasarkan Profil kesehatan Indonesia pada tahun 2013 sebesar 54,3%, sedikit meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2012 yang sebesar 48,6%.Propinsi Lampung cakupan ASI eksklusif tahun 2013 baru mencapai 30,05%. cakupan ASI Ekslusif di Lampung Timur 42,12% bayi. 

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan berat badan bayi yang diberikan ASI eksklusif dan tidak di berikan ASI Eksklusif. 

Metode penelitian analitik dengan pendekatan pre post test. Populasi adalah seluruh bayi yang berumur 6 bulan sampai dengan 12 bulan, pengambilan sampel dengan tehnik todal sampling. Cara ukur yang digunakan dengan penimbangan dengan alat ukur berupa KMS dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji T test.

Hasil penelitian peningkatan berat badan bayi yang diberikan ASI eksklusif untuk bulan pertama 0,74 gr, bulan kedua 1,80 kg, bulan ketiga 2,76 kg, bulan keeempat 3,64 kg, bulan kelima 4,37 kg dan bulan keenam sebesar 4,86 kg. Peningkatan berat badan bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif bulan pertama 1,15 gr, bulan kedua 2,25 kg, bulan ketiga 3,08 kg, bulan keeempat 4,08 kg, bulan kelima 4,87 kg dan bulan keenam sebesar 5,47 kg. Berdasarkan hasil tersebut maka penambahan berat badan bayi antara 0,6 sampai dengan 1,15 kg perbulan. Terdapat perbedaan peningkatan berat badan bayi yang diberikan ASI eksklusif dan tidak diberikan ASI Eksklusif dengan nilai p value untuk pengukuran bulan ke 1: 0,000, bulan ke 2: 0,00, bulan ke 3: 0,046, bulan ke 4: 0,005 bulan ke 5: 0,003 dan bulan ke enam 0,00, < dari nilai : 0.05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan rata-rata kenaikan  berat badan ASI eksklusif dan Non Eksklusif.

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikan rata-rata kenaikan berat badan ASI eksklusif dan Non Eksklusif, sehingga disarankan guna meningkatkan upaya penyuluhan kepada ibu khususnya berkaitan dengan pemberian Asi eksklusif bagi pertumbuhan balita.

Kata Kunci : Berat Badan Bayi, ASI Eksklusif

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI CONTOH ISI KTI TERSEBUT DENGAN CARA:


Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Depo Medroksi Progestron Asetat dengan Kenaikan Berat Badan Akseptor KB Suntik

Data statistik hasil estimasi jumlah penduduk pada tahun 2013 sebesar 248.422.956 jiwa. Jumlah penduduk di Indonesia meningkat dengan relatif cepat sehingga diperlukan kebijakan untuk mengatur atau membatasi jumlah kelahiran melalui penggunaan kontrasepsi. Salah satu kontrasepsi yang paling populer di Indonesia adalah kontrasepsi suntik namun penggunaannya tidak terlepas dari efek samping. Salah satu efek samping dari penggunaan kontrasepsi suntik khususnya DMPA adalah adanya kenaikan berat badan sejalan dengan lamanya penggunaan kontrasepsi.

Tujuan Penelitian ini yaitu adalah untuk mengetahui hubungan antara lamanya pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan perubahan berat badan pada akseptor KB suntik. 

Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh semua akseptor kontrasepsi suntik DMPA berjumlah 176 akseptor dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 123 akseptor dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan tehnik wawancara dan penimbangan berat, data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan teknik analisis univariat dengan persentasedan univariat dengan uji chi square. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 123 responden didapatkan  distribusi frekuensi lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA sebagian besar dengan lama penggunaan > 1 tahun sebesar 70,73%, mengalami kenaikan berat badan sebesar 83,74% dan hasil uji chi square hubungan lamanya pemakaian alat kontrasepsi DMPA dengan kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik dengan p value: 0,002 dan OR: 4,938.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan lamanya pemakaian alat kontrasepsi DMPA dengan kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik sehingga disarankan untuk meningkatkan konseling mengenai beberapa efek samping DMPA dan cara penanggulangan efek sampingnya pada saat akseptor memutuskan penggunaan salah satu jenis kontrasepsi 

Kata kunci : Lama Penggunaan Kontrasepsi DMPA, Kenaikan berat badan 

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI CONTOH ISI KTI TERSEBUT DENGAN CARA:

Gambaran Penatalaksanaan Bayi Baru Lahir Normal oleh Bidan

Berdasarkan penelitian WHO tahun 2012 diseluruh dunia, kematian bayi khususnya neonatal sebesar 10.000.000 jiwa per tahun. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia tahun 2012, angka Kematian Neonatus (AKN) pada tahun 2012 sebesar 19 per 1000, sedangkan AKB yang terjadi di Lampung pada tahun 2012 sebesar 7 per 1000 Kelahiran Hidup. Dan untuk AKB Kota Bandar Lampung Sebesar 5 Kasus. Salah satu upaya pencegahannya dengan dilakukannya dengan penatalaksanaan bayi baru lahir dengan baik. Hasil pra survey didapatkan 323 persalinan, namun ada beberapa bayi yang tidak tercatat dalam laporan persalinan seperti pemberian suntikan vitamin K1, profilaksis tetes, dan imunisasi hepatitis B sebelum bayi berusia 7 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan bayi baru lahir normal .

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir normal berjumlah 36 bayi baru lahir, sampel diambil menggunakan tehnik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi lembar checklist. Tehnik analisa data dengan persentase.

Hasil penelitian diperoleh pelaksanaan pencegahan infeksi terdapat satu pelaksanaan hanya dilakukan 1 kali 2,78%,  penilaian segera dilakukan dengan baik 100%, membersihkan jalan nafas segera pada pelaksanaan meletakkan kain di bahu hanya dilakukan 3 kali (8,33%), mencegah kehilangan panas dilakukan 100%, merawat tali pusat dilakukan 100%, Inisiasi Menyusui Dini tidak dilakukan sesuai dengan waktunya (0%), pemberian tetes mata dilakukan (100%),  pemberian Vitamin K dilakukan (100%), Pemberian Imunisasi Hepatitis B tidak dilakukan (19,44%), pengukuran dan penimbangan dilakukan (97,22%), Pemberian ASI dilakukan 97,22% dan rawat gabung dilakukan keseluruhan dengan baik 100%. 

Kesimpulan penelitian bahwa penatalaksanaan bayi baru lahir normal secara umum baik. Berdasarkan hasil tersebut maka perlu meningkatkan penatalaksanaan pada bayi baru lahir secara konsisten.

Kata Kunci : Penatalaksanaan, Bayi baru Lahir Normal
Daftar Bacaan : 18 (2008-2015)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI CONTOH KTI TERSEBUT DENGAN CARA:

Gambaran Kejadian Balita Dengan Berat Badan Dibawah Garis Merah (BGM)

World Health Organization (WHO) Secara global mengungkapkan bahwa proporsi anak balita yang kekurangan berat badan menurun 10% antara tahun 1990 dan 2013, dari 25% menjadi 15%. Secara nasional, prevalensi berat kurang pada tahun 2013 adalah 19,6%, terdiri dari 5,7% gizi buruk dan 13,9% gizi kurang. Jika dibandingkan dengan angka prevalensi nasional tahun 2007 (18,4 %) dan tahun 2010 (17,9 %) terlihat meningkat. Prevalensi gizi kurang naik sebesar 0,9% dari 2007 dan 2013. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran kejadian Balita dengan Berat Badan di Bawah Garis Merah. Adapun variable dalam penelitian ini diantaranya pendidikan, tingkat ekonomi dan pengetahuan orang tua yang memiliki balita dibawah garis merah (BGM).

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh keluarga yang mempunyai balita dengan berat badan dibawah garis merah (BGM) sebanyak 21 responden. Pada sempel penelitian ini peneliti menggunakan data primer telah menggunakan sampel jenis total populasi yang berarti pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil data seluruh keluarga yang mempunyai balita dengan berat badan dibawah garis merah (BGM) sebanyak 21 responden. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang secara langsung diambil dari responden. Analisa univariat digunakan untuk menggambarkan masing-masing variabel bebas dan variabel terikat dengan menggukan tabel distribusi frekuensi mengenai Gambaran Kejadian Balita dengan Berat Badan di Bawah Garis Merah (BGM).

Berdasarkan hasil penelitian  didapatkan bahwa dari 21 responden yang mempunyai balita dengan berat badan dibawah garis merah (BGM) pada kategori pendidikan dasar sebanyak 15 responden (71,40%), ekonomi rendah sebanyak 13 responden (61,90%), dan pengetahuan cukup sebanyak 9 responden (42,90%).

Diharapkan bagi petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita agar dapat mengetahui pentingnya program gizi pada balita untuk mencegah terjadinya masalh gizi kurang.

Kata kunci : Balita diBawah Garis Merah (BGM) 
Daftar Pustaka : 19 (2000 – 2014)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Kelas Ibu

Angka Kematian Ibu di Indonesia sampai saat ini masih cukup tinggi dan menjadi permasalahan pada tahun 2012 yaitu sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup menempatkan Indonesia sebagai negara dengan angka kematian ibu tertinggi di kawasan asia tenggara dan makin jauh dari target Millenium Development Goals (MDGs) 2015. Salah satu upaya pencegahannya dengan dilakukannya kelas ibu. Hasil pra survey dalam pelaksanaanya hanya 1 kali setiap bulannya dengan rata-rata hanya didatangi hanya 4-7 orang ibu hamil, jauh dari target sebesar 75%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang kelas ibu.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil, berdasarkan data ibu hamil bulan Mei dan Juni tahun 2015, sampel diambil menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah 64 responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuisioner. Tehnik analisa data dengan persentase.

Hasil penelitian diperoleh pengetahuan ibu hamil tentang kelas ibu dengan kategori pengetahuan kurang 28 ibu (43,75%) dan sikap ibu hamil tentang kelas ibu dengan kategori yang tidak mendukung 33 ibu (51, 60%).

Kesimpulan penelitian bahwa adalah pengetahuan ibu kurang dan sikap tidak mendung terhadap kelas ibu. Berdasarkan hasil tersebut maka perlu meningkatkan meningkatkan upaya promosi kesehatan mengenai kelas ibu melalui kegiatan kemasyarakat seperti kegiatan posyandu, pengajian, arisan ibu-ibu, penyebaran leaflet ataupun poster yang berkaitan dengan manfaat kelas ibu.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kelas Ibu
Daftar Bacaan : 21 (2001-2015)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

18 Oktober, 2014

Tips Sederhana Menyusun Judul Skripsi

Menyusun atau membuat judul Skripsi merupakan masalah yang paling awal yang pasti dialami oleh mahasiswa yang memasuki semester akhir. Judul skripsi, karya ilmiah ataupun tugas akhir lainya merupakan hal krusial yang akan menunjukkan kelancaran dalam proses penyusunan skripsi selanjutnya.

Setiap mahasiswa pasti akan mengalami masa-masa sulit ini....
Tidak sedikit mahasiswa yang menjadi panjang masa uliahnya hanya karena nyangkut masalah skripsi, padahan SKSnya sudah habis...dan menjadi mahasiswa abadi ataupun angkatan zaman majapahit...

Sumber: Google
Ok...kita teruskan..
Judul skripsi merupakan tonggak sejarah..he..he...atau titik awal dari setiap mahasiswa dalam memulai dunia barunya yaitu dunia dengan penderitaan tiada akhir...

Sumber: Google

Setiap mahasiwa pasti akan mengalami proses derrita awal dari ngajuin judul skrpsi yang selalu ditolak dosen pembimbing dengan berbagai alasan: ada yang judulnya kurang berbobot, sudah pernah diteliti sebelumnya, tidak menjurus, tidak nyambung bahkan kadang pembimbing yang tidak mau terima judulnya tanpa menyebutkan alasan, pokoknya tidak sreg aja dengan judul yang kita ajukan…

Pada tahap ini mahasiswa sudah bulai goyah imannya dan mulai memasuski tahap stress awal…
Sumber: Google
Dan apabila hal ini berlanjut dam tidak terpecahkan akan menyebabkan bebrapa gangguan akut dan dapat berakibat fatal...

Sumber: Google
He...he....sory...sory becanda......
OK dilanjut....Sebenar ada beberapa tips awal yang dapat dilakukan beberapa mahasiswa dalam menyusun judul yang insya Allah dapat digunakan untuk menjamain kelancaran penyusunan skripsi selanjutnya. hal-hal ini terkadang tidak diperhatikan mahasiswa dalam menyusun atau memilih judul yang nantinya justru akan menjadi bumerang dalam menyusunan isi dari skripsi selanjutnya.......dan hal ini biasanya idlakukan oleh sebagian besar mahasiswa akibat dari stress judul yang tidak di "ACC"2x oleh pembimbing, sehingga mereka berpatokan yang penting judul skripsi ACC dulu, urusan menyusun isinya belakangan.....
Nah justru tindakan tersebut yang terkadang akan menjadi bumerang bagai mahasiswa dalam proses penyusunan selanjutnya bahkan pada banyak kasus yang berujung pada "GANTI JUDUL" dan mengulang proses dari awal lagi....sungguh terlalu bukan.....:D
Sumber: Google
Ok..ok...dilanjut....
untuk menghindari beberapa haltersebut maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun skripsi....jreng...jreng....(duduk yang tenang, baca bismilah dan perhatikan)....:D

Pertama:
Tentukan topik atau masalah pokok yang akan menjadi judul skripsi yang akan kita bahas sesuai dengan materi yang kita kuasai atau kita anggap dapat kita pelajari dengan mudah...
Contoh: untuk mahasiswa kesehatan seperti akper, akbid kedokteran ataupun jurusan lain jika anda lebih menguasai materi tentang penyakit diabtes maka ambilah judul yang berkaitan dengan diabets, atau mahasiswa keguruan yang menguasai maeri tentang tentang tehnik mengacara metode demonstrasi, maka ambilan judul yang berkaitan dengan metode demonstrasi. selanjutnya tinggal kita kaitkan dengan variabel lain yang berkaitan dengan topik atau masalah pokok yang telah kita ambil seperti: hubungan gaya hidup dengan penyakit diabetes atau faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit diabetes atau variabel lainnya yang berkaitan dengan diabetes, atau judul pengaruh penggunaan metode demonstrasi terhadpa aktivitas dan hasil belajar siswa,, dan banyak lagi contoh lain yang tidak dapat digambarkan satu persatu.  cie...cie....

Sumber: Google

Kedua:
Tentukan lokasi yang akan digunakan atau lokasi penelitian yang akan kita ambil. 
Setelah kita menentukan topik yang akan kita ambil, selanjutnya adalah menentukan lokasi penelitian yang akan kita pilih. kenapa hal ini penting karena dalam penyusunan skripsi selanjutnya tempat yang akan kita teliti juga akan mendukung kelancaan penyusunan skripsi mengingat lokasi penelitian akan kita perlukan dalam komponen skripsi, seperti pengumpulan data awal dan pada saat penelitian serta kesedian lokasi yang kita pilih memberikan izin kepada kita untuk dilakukan peneltiian. kebayangkan setelah judul kita di ACC ternyata yang penya lokasi penelitian tidak bersedia memberikan izin penelitian, bisa kacau semuanya yang telah kita susun atau kita harus mencari lokasi baru untuk penelitian dan revisi judul lagi....kebayang deh ribetnya.....

Sumber: Google
Ketiga:
Perhatikan ketersediaan referensi atau literatur dari topik yang akan kita pilih sebagai judul
Dalam penyusunan isi skripsi selanjutnya atau pada tahap awal biasanya proposal, peran dari referensi atau literatur sangat penting, jangan sampai kita memilih topik atau masalah penelitian yang literaturnya sudah diperoleh, bisa-bisa waktu kita dalam menyusun proposal hanya habis untuk mencari literatur dan referensi.....bisa-bisa gelar mahasiswa abadi yang akan kita peroleh...amit-amit dah.....:D
Sumber: Google
Keempat:
Perhatikan tatacara atau pola penyusunan judul skripsi
Terkadang cara kita dalam menyusun redaksi dari judul skripsi juga dapat menjadi faktor penyebab judul yang kita ajukan akan ditolak mentah-mentah oleh pembimbing. Judul yang kita susun harus mudah dimengerti oleh orang lain khususnya oleh pembimbing sksripsi, hanya dengan membaca judul yang kita ajukan diharapkan pembimbing usdah mengerti arah dari penelitian yang kita kita lakukan. Biasanya judul yang baik harus dapat menjawab beberapa pertanyaan singkat dari isi skripsi kita nantinya, seperti "Apa" yang akan kita teliti, "Siapa" yang akan kita teliti, "Dimana?" kita akan melakukan penelitian, "Kapan?" kita akan meneliti, dan "Bagaimana?" cara kia meneliti, hal ini biasa juga digunakan seorang penulis dalam menyusun judul suatu berita. Jangan sampai pembimbing dibuat pusing untuk menginterprestasikan judul yang kita ajukan.
Sumber: Google

Kelima:
Jangan segan-segan berkonsultasi dengan dosen pembimbing
Dalam hal ini dimaksudkan untuk mencuri perhatian atau kita berusaha melibatkan dosen dalam penentuan judul yang akan kita ambil. Jika seseorang merasa memiliki peran dalam suatu hal maka dia akan secara sukarela menerima hal tersebut, dan kondisi ini juga berlaku dalam proses pengajuan judul skripsi, jika dosen merasa terlibat dalam penyusunan judul skripsi yang kita ajukan tersebut maka peluang judul yang kita ajukan untuk di ACC menjadi lebih besar...Caranya adalah kita melemparkan beberapa ide judul yang kita miliki melalui percakapan santai dengan dosen pembimbing dan mintalah masukan dari beliau, masalah tehniks pelaksanaannya silahkan diusahkan sendiri ya........
Sumber: Google

Keenam:
Banyak-banyak berdoa dan sedekah......
Terlepas dari semua tips diatas untuk menambah kekuatan kita menjalani cobaan tersebut maka banyak-banyak berdoa dan sedekah ....mudah-mudahan urusan kita dilancarkan...amin....

Demikian beberapa tips yang dikumpulkan dari beberapa pengalaman teman-teman yang sudah menyusun skripsi, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua....

Jika ada masukan dari pembaca sekalin kami sangat menerima dengan senang hati....

15 Oktober, 2014

Hubungan Posisi Ibu Dengan Lama Persalinan Kala II Pada Ibu Bersalin

Kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa alamiah atau natural yang didambakan oleh setiap wanita dalam kehidupan rumah tangganya. Masalah yang kadang timbul selama proses persalinan diantaranya adalah lamanya persalinan kala II yang dapat berujung pada kejadian partus lama. Partus lama dapat berdampak terhadap kejadian infeksi intrapartum, infeksi adalah bahaya yang serius yang mengancam ibu dan janinnya pada partus lama, terutama bila disertai pecahnya ketuban. Lama persalinan kala II persalinan dapat disebabkan oleh beberapa sebab diantaranya yaitu posisi persalinan yang dipilih ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan posisi ibu dengan lama persalinan kala II di RSB XXX Tahun 2014.

Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu bersalin normal di RSB XXX Tahun 2014 pada bulan Mei sebanyak 38 ibu bersalin dimana keseluruhannya dijadikan sampel dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan checklist, dan teknik analisa data meliputi univariat dengan rumus persentase dan bivariat yang menggunakan uji statistik chi-square .

Hasil penelitian diperoleh berdasarkan analisa univariat dari 38 responden, sebanyak 55,26% ibu bersalin tidak miring kiri, dan 44,74 % ibu bersalin dengan miring kiri. Lama persalinan kala II yang tidak normal sebanyak 65,79 %, dan yang normal sebanyak 34,21%.  Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji chi square  diperoleh  nilai X2hitung = 8,280 > X2hitung = 3,841 sehingga Ho ditolak yang berarti ada ada hubungan posisi dengan lama persalinan kala II di RSB XXX Tahun 2014.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara posisi ibu dengan lama persalinan kala II. Oleh karena itu diharapkan bagi RSB XXX maka diperlukan dari bidan untuk membimbing ibu selama proses persalinan dengan menganjurkan ibu untuk memilih posisi miring ke kiri sehingga mempercepat proses persalinan.

Kata Kunci : Posisi persalinan, Lama kala II
Daftar Pustaka : 22 (1996 -2012)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Hubungan Perdarahan Antepartum dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum

Asfiksia adalah kegagalan untuk memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur pada saat bayi baru lahir atau beberapa saat sesudah lahir. Di Provinsi Lampung, asfiksia neonatorum menjadi penyebab nomor 2 kematian bayi dengan persentasentase sebesar 33,5%. Salah satu penyebab terjadinya asfiksia neonatorum adalah perdarahan antepartum. Asfiksia neonatorum dapat menyebabkan kematian pada janin. Di RSUD XXX diperoleh data pada tahun 2013 dari 1942 ibu bersalin terdapat 326 ibu bersalin (16,78%) yang melahirkan bayi asfiksia. 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD XXX tahun 2013. 

Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain Cross Sectional. Data yang diambil meliputi data sekunder dan alat ukurnya berupa checklist. Variabel dependent-nya adalah asfiksia neonatorum dan variabel independent-nya adalah perdarahan antepartum. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD XXX, Mei-Juni 2014. Tekhnik pengambilan sampel dengan rumus Notoatmodjo dan systematic random sampling. Populasi penelitian ini berjumlah 1942 ibu bersalin dan sampel berjumlah 332 ibu bersalin. Analisa menggunakan analisis univariat dengan distribusi proporsi perdarahan antepartum dan distribusi proporsi asfiksia neonatorum dan bivariat dengan distribusi proporsi hasil bivariat dengan menggunakan uji chi-square.

Hasil uji statistik univariat didapat proporsi asfiksia neonatorum sebesar 16,9% dan proporsi asfiksia neonatorum dengan perdarahan antepartum sebesar 21,4%. Hasil uji statistik bivariat dengan analisa chi-square antara perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia neonatorum didapat p-value 0,000 < α 0,05. 

Peneliti menyimpulkan adanya hubungan perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia neonatorum. Peneliti berharap tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengawasan dan penanganan perdarahan antepartum sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut seperti asfiksia neonatorum. Tenaga kesehatan khususnya bidan juga diharapkan dapat segera melakukan penanganan asfiksia neonatorum agar angka kesakitan dan kematian bayi dapat berkurang. 
.
Kata Kunci : Perdarahan Antepartum, Asfiksia Neonatorum
Daftar Pustaka :  15 (2009-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Hubungan Antara Kehamilan Pada Usia Remaja Dengan Kejadian Anemia

Usia yang aman untuk kehamilan dan persalinan dalam masa reproduksi sehat adalah 20-30 tahun, namun remaja berusia 10-24 tahun di Indonesia tiap tahunnya sebanyak 15 juta atau 24% dari 62 juta hamil dan melahirkan. Padahal kehamilan usia muda memiliki resiko kematian, kesakitan maternal dan komplikasi kehamilan. Komplikasi kehamilan saat remaja yang dapat terjadi salah satunya adalah anemia. Ibu-ibu yang berusia remaja mempunyai resiko anemia lebih tinggi dibandingkan usia produktif atau 20-35 tahun. Pada masa remaja, pembentukan sum-sum tulang belakang masih belum sempurna sehingga menyebabkan kadar Hb dalam darah cenderung rendah akibatnya peluang anemia menjadi besar. Hasil survei di Puskesmas XXX ditemukan sebanyak 50% dari 30 orang ibu hamil yang berusia remaja mengalami anemia, hal ini menunjukkan masih tingginya prevalensi anemia pada kehamilan dibandingkan angka nasional (40%), maka dapat dirumuskan masalah ”Apakah ada hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia di Puskesmas XXX?”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehamilan pada usia remaja dengan kejadian anemia di Puskesmas XXX.

Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 orang dengan jumlah  sampel sebanyak 65 orang ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan pemeriksaan darah perifer dengan menggunakan Hb Sahli. Analisis data menggunakan analisis univariat dilakukan untuk memperoleh distribusi frekuensi dan presentase untuk tiap-tiap variabel penelitian dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia dengan menggunakan uji chi square .

Hasil penelitian di Puskesmas XXX diperoleh dari 65 orang responden sebanyak 60% berusia remaja, prevalensi kejadian anemia di Puskesmas XXX dari 65 orang responden usia < 20 tahun dan > 20 tahun sebanyak 52,3%, ibu hamil < 20 tahun 66,7% dan > 20 tahun 30,8%. Hasil uji chi square diperoleh P-value = 0,010 (P < 0,05) artinya terdapat hubungan antara kehamilan pada usia remaja dengan kejadian anemia dan nilai OR = 4,5 artinya kehamilan usia remaja berpeluang 4,5 kali lebih besar terkena anemia dari pada usia 20-35 tahun.  

Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia dan kehamilan usia remaja beresiko lebih tinggi terkena anemia daripada usia 20-35 tahun, jadi diharapkan petugas puskesmas dapat meningkatkan promosi kesehatan mengenai kesehatan reproduksi remaja dan penyuluhan pada ibu hamil untuk rutin mengkonsumsi tablet Fe dan makan makanan bergizi untuk mengurangi kejadian anemia khususnya pada ibu hamil yang berusia remaja.

Kata Kunci : Kehamilan usia remaja, Anemia pada kehamilan
Daftar Bacaan : 37 (1985-2009)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Fans Page