Ads 468x60px

16 November, 2014

Plagiat...! sapa takut...


Saat ini sering dipermasalahkan mengenai plagiasi dalam penulisan ilmiah dan skrispi. Kata ini sering dilontarkan kepada saya mengenai permasalahan daam penulisan ilmiah. Sebenarnya apa sih pengertian dari plagiat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, msl menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan (Sumber: http://kamusbahasaindonesia.org/).

Dari pengertian tersebut jelas bahwa tindakan plagiat merupakan tindakan yang tidak baik dan jelas-jelas dilarang, namun saat ini masih banyak kasus plagiat yang terjadi, tidak hanya pada mahasiswa bahkan dosen dan sekelas rektor pun pernah tersandung masalah plagiasi. 
Sumber: Google

Untuk itu berikut ini mari bersama kita bertukar pikiran bersama mengenai “plagiat” khususnya bagi anda mahasiswa yang akan, sedang ataupun sudah selesai menggarap tugas akhir.

Plagiat menjadi haram hukumnya jika dilakukan sesuai dengan pengertian dasar dari plagiat yaitu ‘pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri’, namun berkaca dari tindakan orang Jepang yang mengembangkan sebuah pendekatan yang menjadikan mereka pemimpin di dunia industri saat ini yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi, maka kita akan belajar bagaimana cara meniru atau mencontek yang baik dan benar dalam penyusunan skripsi ….

Sumber: Google
Let’s get it on….
“Plagiasi yang Halal” kata ini yang akan kita coba terapkan dalam penulisan skripsi karena tidak akan mungkin suatu skripsi akan memiliki isi yang 100% berbeda dengan skripsi sebelumnya terutama pada bagian proposal seperti: latar belakang, BAB teori dan metodologi penelitian, kecuali pada bagian analisa data atau hasil penelitian, maka bagian ini haruslah tidak boleh sama dengan penelitian lain…bagaimana bisa sama kalau lokasi penelitian, responden dan data yang diperoleh berbeda, bahkan pada dua orang yang peneliti dengan tempat penelitian yang samapun tapi dengan responden yang berbeda maka hasilnya pun berbeda….

Sumber: Google

Cara untuk melakukan plagiasi yang halal tersebut adalah menjadikan definisi kata dasar plagiat menjadi tidak bisa diterapkan pada penelitian kita…….(maksudnya …?, he..he… agak bingung dengan kalimat tersebut ya….)

Ok…begini aplikasinya…..
Sekurang-kurangnya ada dua cara agar penelitian yang kita buat tidak tergolong plagiat meskipun kita memperoleh referensi penulisan ilmiah orang lain:
Pertama, kita gunakan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dengan menggunakan lokasi berbeda dan populasi dan sampel yang berbeda, maka penelitian kita nantinya akan memiliki hasil yang berbeda dan kesimpulan yang berbeda juga dimana hal ini akan menjadikan kita melakukan pembahasan yang berbeda dari hasil yang kita peroleh (tidak percaya?... coba tes…….). Dari hasil tersebut secara otomatis karya penulisan ilmiah kita tidak bisa lagi dikatanan plagiat…

Kedua, dengan cara memodifikasi penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dengan memasukkan variabel baru yang belum diteliti dalam penelitian sebelumnya. Dengan cara ini tentu saja hasil yang kita peroleh juga akan jauh berbeda……. Selain itu juga kan sering kita membaca saran yang tertulis di dalam bab kesimpulan suatu penelitian mengenai kelemahan dari penelitian tersebut dan adanya harapan untuk menambah variabel yang belum diangkat…(so..berarti kita direstui untuk melakukan penelitian lebih lanjut kan....?)

Merubah Plagiasi Menjadi Orisinalitas
Menurut saya juga kejadian plagiat dalam suatu proses penyusunan skripsi harusnya menjadi tanggung jawab seorang pembimbing. Perlu dipertanyakan jika suatu karya penulisan ilmiah dikatakan plagiat jika sudah mengalami proses bimbingan….Kita dapat mempertanyakan fungsi dari seorang pembimbing skripsi jika bisa sampai terjadi kasus plagiatisme pada sebuah skrpsi yang sudah di ACC pembimbing… Karena menurut pengalaman kami sebuah skripsi yang dibuat dengan mencontoh persis “plek” dengan skripsi orang lain, jika sudah melewati proses konsultasi maka akan berubah setidaknya 45% bahkan sampai 180% dari skripsi asli yang dicontek… jika skrpsinya tetap sama dengan skripsi yang dicontek maka yang menjadi pertanyaan besar “APA PERAN DARI PEMBIMBINGNYA ????”. namun hal ini menjadi mungkin dengan kondisi pendidikan di perguruan tinggi kita saat ini dimana masih banyak dosen yang mendadak menjadi lemah lembut saat proses bimbingan dengan adanya “UPETI” dari mahasiswanya….(bukan menuduh…tapi realita…:D)

Back to topik….
Perlu diingat juga agar penelitian kita terhindar dari ‘plagiat’ dengan mencantumkan laporan penelitian sebelumnya yang menjadi sumber gagasan penelitian skripsi anda saat ini. Sangatlah penting untuk anda memperhatikan hal ini….selain ini dengan rajin berkonsultasi dengan beberapa dosen yang kompeten. Mintalah pendapat mereka untuk menilai apakah proposal anda masuk kategori plagiarisme atau tdak dan mintalah masukan agar proposal kita layak dilanjutkan….
Sumber: Google

Akhirnya dengan mencomot quote berikut, mari kita rubah sebuah plagiat menjadi suatu yang orisinalitas:

"Jika kamu mencurinya dari satu penulis, itu namanya plagiarisme; jika kamu mencurinya dari banyak penulis, itu namanya riset."

"If You Steal From One Author, It’s Plagiarism; If You Steal From Many, It’s Research." 
(Kevin Woodruff, komentar di grup Nerdy Language Majors, Maret 2014)

18 Oktober, 2014

Tips Sederhana Menyusun Judul Skripsi

Menyusun atau membuat judul Skripsi merupakan masalah yang paling awal yang pasti dialami oleh mahasiswa yang memasuki semester akhir. Judul skripsi, karya ilmiah ataupun tugas akhir lainya merupakan hal krusial yang akan menunjukkan kelancaran dalam proses penyusunan skripsi selanjutnya.

Setiap mahasiswa pasti akan mengalami masa-masa sulit ini....
Tidak sedikit mahasiswa yang menjadi panjang masa uliahnya hanya karena nyangkut masalah skripsi, padahan SKSnya sudah habis...dan menjadi mahasiswa abadi ataupun angkatan zaman majapahit...

Sumber: Google
Ok...kita teruskan..
Judul skripsi merupakan tonggak sejarah..he..he...atau titik awal dari setiap mahasiswa dalam memulai dunia barunya yaitu dunia dengan penderitaan tiada akhir...

Sumber: Google

Setiap mahasiwa pasti akan mengalami proses derrita awal dari ngajuin judul skrpsi yang selalu ditolak dosen pembimbing dengan berbagai alasan: ada yang judulnya kurang berbobot, sudah pernah diteliti sebelumnya, tidak menjurus, tidak nyambung bahkan kadang pembimbing yang tidak mau terima judulnya tanpa menyebutkan alasan, pokoknya tidak sreg aja dengan judul yang kita ajukan…

Pada tahap ini mahasiswa sudah bulai goyah imannya dan mulai memasuski tahap stress awal…
Sumber: Google
Dan apabila hal ini berlanjut dam tidak terpecahkan akan menyebabkan bebrapa gangguan akut dan dapat berakibat fatal...

Sumber: Google
He...he....sory...sory becanda......
OK dilanjut....Sebenar ada beberapa tips awal yang dapat dilakukan beberapa mahasiswa dalam menyusun judul yang insya Allah dapat digunakan untuk menjamain kelancaran penyusunan skripsi selanjutnya. hal-hal ini terkadang tidak diperhatikan mahasiswa dalam menyusun atau memilih judul yang nantinya justru akan menjadi bumerang dalam menyusunan isi dari skripsi selanjutnya.......dan hal ini biasanya idlakukan oleh sebagian besar mahasiswa akibat dari stress judul yang tidak di "ACC"2x oleh pembimbing, sehingga mereka berpatokan yang penting judul skripsi ACC dulu, urusan menyusun isinya belakangan.....
Nah justru tindakan tersebut yang terkadang akan menjadi bumerang bagai mahasiswa dalam proses penyusunan selanjutnya bahkan pada banyak kasus yang berujung pada "GANTI JUDUL" dan mengulang proses dari awal lagi....sungguh terlalu bukan.....:D
Sumber: Google
Ok..ok...dilanjut....
untuk menghindari beberapa haltersebut maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun skripsi....jreng...jreng....(duduk yang tenang, baca bismilah dan perhatikan)....:D

Pertama:
Tentukan topik atau masalah pokok yang akan menjadi judul skripsi yang akan kita bahas sesuai dengan materi yang kita kuasai atau kita anggap dapat kita pelajari dengan mudah...
Contoh: untuk mahasiswa kesehatan seperti akper, akbid kedokteran ataupun jurusan lain jika anda lebih menguasai materi tentang penyakit diabtes maka ambilah judul yang berkaitan dengan diabets, atau mahasiswa keguruan yang menguasai maeri tentang tentang tehnik mengacara metode demonstrasi, maka ambilan judul yang berkaitan dengan metode demonstrasi. selanjutnya tinggal kita kaitkan dengan variabel lain yang berkaitan dengan topik atau masalah pokok yang telah kita ambil seperti: hubungan gaya hidup dengan penyakit diabetes atau faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit diabetes atau variabel lainnya yang berkaitan dengan diabetes, atau judul pengaruh penggunaan metode demonstrasi terhadpa aktivitas dan hasil belajar siswa,, dan banyak lagi contoh lain yang tidak dapat digambarkan satu persatu.  cie...cie....

Sumber: Google

Kedua:
Tentukan lokasi yang akan digunakan atau lokasi penelitian yang akan kita ambil. 
Setelah kita menentukan topik yang akan kita ambil, selanjutnya adalah menentukan lokasi penelitian yang akan kita pilih. kenapa hal ini penting karena dalam penyusunan skripsi selanjutnya tempat yang akan kita teliti juga akan mendukung kelancaan penyusunan skripsi mengingat lokasi penelitian akan kita perlukan dalam komponen skripsi, seperti pengumpulan data awal dan pada saat penelitian serta kesedian lokasi yang kita pilih memberikan izin kepada kita untuk dilakukan peneltiian. kebayangkan setelah judul kita di ACC ternyata yang penya lokasi penelitian tidak bersedia memberikan izin penelitian, bisa kacau semuanya yang telah kita susun atau kita harus mencari lokasi baru untuk penelitian dan revisi judul lagi....kebayang deh ribetnya.....

Sumber: Google
Ketiga:
Perhatikan ketersediaan referensi atau literatur dari topik yang akan kita pilih sebagai judul
Dalam penyusunan isi skripsi selanjutnya atau pada tahap awal biasanya proposal, peran dari referensi atau literatur sangat penting, jangan sampai kita memilih topik atau masalah penelitian yang literaturnya sudah diperoleh, bisa-bisa waktu kita dalam menyusun proposal hanya habis untuk mencari literatur dan referensi.....bisa-bisa gelar mahasiswa abadi yang akan kita peroleh...amit-amit dah.....:D
Sumber: Google
Keempat:
Perhatikan tatacara atau pola penyusunan judul skripsi
Terkadang cara kita dalam menyusun redaksi dari judul skripsi juga dapat menjadi faktor penyebab judul yang kita ajukan akan ditolak mentah-mentah oleh pembimbing. Judul yang kita susun harus mudah dimengerti oleh orang lain khususnya oleh pembimbing sksripsi, hanya dengan membaca judul yang kita ajukan diharapkan pembimbing usdah mengerti arah dari penelitian yang kita kita lakukan. Biasanya judul yang baik harus dapat menjawab beberapa pertanyaan singkat dari isi skripsi kita nantinya, seperti "Apa" yang akan kita teliti, "Siapa" yang akan kita teliti, "Dimana?" kita akan melakukan penelitian, "Kapan?" kita akan meneliti, dan "Bagaimana?" cara kia meneliti, hal ini biasa juga digunakan seorang penulis dalam menyusun judul suatu berita. Jangan sampai pembimbing dibuat pusing untuk menginterprestasikan judul yang kita ajukan.
Sumber: Google

Kelima:
Jangan segan-segan berkonsultasi dengan dosen pembimbing
Dalam hal ini dimaksudkan untuk mencuri perhatian atau kita berusaha melibatkan dosen dalam penentuan judul yang akan kita ambil. Jika seseorang merasa memiliki peran dalam suatu hal maka dia akan secara sukarela menerima hal tersebut, dan kondisi ini juga berlaku dalam proses pengajuan judul skripsi, jika dosen merasa terlibat dalam penyusunan judul skripsi yang kita ajukan tersebut maka peluang judul yang kita ajukan untuk di ACC menjadi lebih besar...Caranya adalah kita melemparkan beberapa ide judul yang kita miliki melalui percakapan santai dengan dosen pembimbing dan mintalah masukan dari beliau, masalah tehniks pelaksanaannya silahkan diusahkan sendiri ya........
Sumber: Google

Keenam:
Banyak-banyak berdoa dan sedekah......
Terlepas dari semua tips diatas untuk menambah kekuatan kita menjalani cobaan tersebut maka banyak-banyak berdoa dan sedekah ....mudah-mudahan urusan kita dilancarkan...amin....

Demikian beberapa tips yang dikumpulkan dari beberapa pengalaman teman-teman yang sudah menyusun skripsi, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua....

Jika ada masukan dari pembaca sekalin kami sangat menerima dengan senang hati....

15 Oktober, 2014

Hubungan Posisi Ibu Dengan Lama Persalinan Kala II Pada Ibu Bersalin

Kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa alamiah atau natural yang didambakan oleh setiap wanita dalam kehidupan rumah tangganya. Masalah yang kadang timbul selama proses persalinan diantaranya adalah lamanya persalinan kala II yang dapat berujung pada kejadian partus lama. Partus lama dapat berdampak terhadap kejadian infeksi intrapartum, infeksi adalah bahaya yang serius yang mengancam ibu dan janinnya pada partus lama, terutama bila disertai pecahnya ketuban. Lama persalinan kala II persalinan dapat disebabkan oleh beberapa sebab diantaranya yaitu posisi persalinan yang dipilih ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan posisi ibu dengan lama persalinan kala II di RSB XXX Tahun 2014.

Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu bersalin normal di RSB XXX Tahun 2014 pada bulan Mei sebanyak 38 ibu bersalin dimana keseluruhannya dijadikan sampel dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan checklist, dan teknik analisa data meliputi univariat dengan rumus persentase dan bivariat yang menggunakan uji statistik chi-square .

Hasil penelitian diperoleh berdasarkan analisa univariat dari 38 responden, sebanyak 55,26% ibu bersalin tidak miring kiri, dan 44,74 % ibu bersalin dengan miring kiri. Lama persalinan kala II yang tidak normal sebanyak 65,79 %, dan yang normal sebanyak 34,21%.  Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji chi square  diperoleh  nilai X2hitung = 8,280 > X2hitung = 3,841 sehingga Ho ditolak yang berarti ada ada hubungan posisi dengan lama persalinan kala II di RSB XXX Tahun 2014.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara posisi ibu dengan lama persalinan kala II. Oleh karena itu diharapkan bagi RSB XXX maka diperlukan dari bidan untuk membimbing ibu selama proses persalinan dengan menganjurkan ibu untuk memilih posisi miring ke kiri sehingga mempercepat proses persalinan.

Kata Kunci : Posisi persalinan, Lama kala II
Daftar Pustaka : 22 (1996 -2012)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Hubungan Perdarahan Antepartum dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum

Asfiksia adalah kegagalan untuk memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur pada saat bayi baru lahir atau beberapa saat sesudah lahir. Di Provinsi Lampung, asfiksia neonatorum menjadi penyebab nomor 2 kematian bayi dengan persentasentase sebesar 33,5%. Salah satu penyebab terjadinya asfiksia neonatorum adalah perdarahan antepartum. Asfiksia neonatorum dapat menyebabkan kematian pada janin. Di RSUD XXX diperoleh data pada tahun 2013 dari 1942 ibu bersalin terdapat 326 ibu bersalin (16,78%) yang melahirkan bayi asfiksia. 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD XXX tahun 2013. 

Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain Cross Sectional. Data yang diambil meliputi data sekunder dan alat ukurnya berupa checklist. Variabel dependent-nya adalah asfiksia neonatorum dan variabel independent-nya adalah perdarahan antepartum. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD XXX, Mei-Juni 2014. Tekhnik pengambilan sampel dengan rumus Notoatmodjo dan systematic random sampling. Populasi penelitian ini berjumlah 1942 ibu bersalin dan sampel berjumlah 332 ibu bersalin. Analisa menggunakan analisis univariat dengan distribusi proporsi perdarahan antepartum dan distribusi proporsi asfiksia neonatorum dan bivariat dengan distribusi proporsi hasil bivariat dengan menggunakan uji chi-square.

Hasil uji statistik univariat didapat proporsi asfiksia neonatorum sebesar 16,9% dan proporsi asfiksia neonatorum dengan perdarahan antepartum sebesar 21,4%. Hasil uji statistik bivariat dengan analisa chi-square antara perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia neonatorum didapat p-value 0,000 < α 0,05. 

Peneliti menyimpulkan adanya hubungan perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia neonatorum. Peneliti berharap tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengawasan dan penanganan perdarahan antepartum sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut seperti asfiksia neonatorum. Tenaga kesehatan khususnya bidan juga diharapkan dapat segera melakukan penanganan asfiksia neonatorum agar angka kesakitan dan kematian bayi dapat berkurang. 
.
Kata Kunci : Perdarahan Antepartum, Asfiksia Neonatorum
Daftar Pustaka :  15 (2009-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Hubungan Antara Kehamilan Pada Usia Remaja Dengan Kejadian Anemia

Usia yang aman untuk kehamilan dan persalinan dalam masa reproduksi sehat adalah 20-30 tahun, namun remaja berusia 10-24 tahun di Indonesia tiap tahunnya sebanyak 15 juta atau 24% dari 62 juta hamil dan melahirkan. Padahal kehamilan usia muda memiliki resiko kematian, kesakitan maternal dan komplikasi kehamilan. Komplikasi kehamilan saat remaja yang dapat terjadi salah satunya adalah anemia. Ibu-ibu yang berusia remaja mempunyai resiko anemia lebih tinggi dibandingkan usia produktif atau 20-35 tahun. Pada masa remaja, pembentukan sum-sum tulang belakang masih belum sempurna sehingga menyebabkan kadar Hb dalam darah cenderung rendah akibatnya peluang anemia menjadi besar. Hasil survei di Puskesmas XXX ditemukan sebanyak 50% dari 30 orang ibu hamil yang berusia remaja mengalami anemia, hal ini menunjukkan masih tingginya prevalensi anemia pada kehamilan dibandingkan angka nasional (40%), maka dapat dirumuskan masalah ”Apakah ada hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia di Puskesmas XXX?”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehamilan pada usia remaja dengan kejadian anemia di Puskesmas XXX.

Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 orang dengan jumlah  sampel sebanyak 65 orang ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan pemeriksaan darah perifer dengan menggunakan Hb Sahli. Analisis data menggunakan analisis univariat dilakukan untuk memperoleh distribusi frekuensi dan presentase untuk tiap-tiap variabel penelitian dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia dengan menggunakan uji chi square .

Hasil penelitian di Puskesmas XXX diperoleh dari 65 orang responden sebanyak 60% berusia remaja, prevalensi kejadian anemia di Puskesmas XXX dari 65 orang responden usia < 20 tahun dan > 20 tahun sebanyak 52,3%, ibu hamil < 20 tahun 66,7% dan > 20 tahun 30,8%. Hasil uji chi square diperoleh P-value = 0,010 (P < 0,05) artinya terdapat hubungan antara kehamilan pada usia remaja dengan kejadian anemia dan nilai OR = 4,5 artinya kehamilan usia remaja berpeluang 4,5 kali lebih besar terkena anemia dari pada usia 20-35 tahun.  

Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia dan kehamilan usia remaja beresiko lebih tinggi terkena anemia daripada usia 20-35 tahun, jadi diharapkan petugas puskesmas dapat meningkatkan promosi kesehatan mengenai kesehatan reproduksi remaja dan penyuluhan pada ibu hamil untuk rutin mengkonsumsi tablet Fe dan makan makanan bergizi untuk mengurangi kejadian anemia khususnya pada ibu hamil yang berusia remaja.

Kata Kunci : Kehamilan usia remaja, Anemia pada kehamilan
Daftar Bacaan : 37 (1985-2009)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Gambaran Pengetahuan Ibu yang Mempunyai Bayi Usia 0-6 Bulan Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI

Pemberian MPASI banyak sekali pengaruhnya, hal yang mempengaruhi pemberian MPASI antara lain keaktifan orang tua, gizi, dan keadaan ekonomi sosial keluarga. Namun demikian, konsumsi pangan keluarga dapat berpengaruh terhadap status gizi keluarga yang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap status gizi bayi, karena bayi juga bagian dari kehidupan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan tentang pemberian Makanan Pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas XXX tahun 2014.

Desain penelitian ini bersifat deskritif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan tentang pemberian makanan pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas XXX Tahun 2010. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas XXX.berjumlah 230 orang, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah teknik simple random sampling yang berjumlah 70 orang.

Hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu tentang pengertian makanan pendamping ASI termasuk dalam kategori cukup (38,6%), pengetahuan ibu tentang tujuan makanan pendamping ASI termasuk dalam kategori baik (41,4%), pengetahuan ibu tentang kerugian makanan pendamping ASI termasuk dalam kategori cukup (42,9%) dan pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan tentang cara pemberian makanan pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas XXX tahun 2014 termasuk dalam kategori baik (65,7%)

Saran yang diberikan peneliti adalah adanya kebijakan dari Dinas Kesehatan kepada Puskemas agar lebih ditingkatkan lagi penyuluhan pada masyarakat tentang MPASI di masa yang akan datang, lebih diperbanyak literatur di perpustakaan khususnya tentang MPASI dan hasil penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh peneliti lain dengan variabel dan tempat yang berbeda.

Kata Kunci : Pengetahuan, MPASI
Daftar Pustaka :  20 (2002-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Gambaran Pengetahuan Akseptor KB tentang Metode Operatif Wanita

Pemakaian alat kontrasepsi merupakan salah satu bentuk perilaku kesehatan, terutama pada perempuan. Propinsi XXX proporsi peserta KB aktif  yang tertinggi adalah peserta KB suntik sebesar 41,62% dibandingkan dengan pilihan lain seperti metode operatif wanita. Salah satu penyebab rendahnya minat akseptor KB terhadap alat kontrasepsi MOW adalah pengetahuan. Penggunaan alat kontrasepsi dapat membantu menekan laju pertumbuhan penduduk. Di Pukesmas XXX pada tahun 2014 terdapat 49 akseptor KB MOW (2,62%) dari 1.871 akseptor KB aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan akseptor KB tentang metode operatif wanita di Puskesmas XXX. 

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan obyek penelitian pengetahuan. Sedangkan subyek penelitian ini adalah seluruh akseptor KB. Populasi penelitian ini berjumlah 1.871 akseptor KB aktif dan sampel berjumlah 400 akseptor KB didapatkan dari perhitungan rumus slovin. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di Puskesmas XXX dan dilaksanakan Mei-Juni 2014. Teknik pengambilan sampel dengan systematic random sampling dan menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Analisa menggunakan analisis univariat dengan penyajian distribusi proporsi pengetahuan akseptor KB.

Hasil uji statistik univariat didapatkan distribusi proporsi pengetahuan akseptor KB sebesar 57,5% berpengetahuan baik dan sebanyak 42,5% berpengetahuan kurang. 

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan akseptor KB di Puskesmas XXX yang termasuk dalam kategori kurang. Peneliti berharap tenaga kesehatan khususnya bidan dapat memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan agar akseptor KB mengerti tentang keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi sehingga akseptor KB yang memenuhi kategori penggunaan MOW mau menggunakan alat kontrasepsi MOW.

Kata Kunci : Pengetahuan, Metode Operatif Wanita
Daftar Pustaka :  20 (2002-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


19 Juli, 2014

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Postterm Pada Ibu Bersalin

Komplikasi kehamilan postterm mempunyai pengaruh terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Berdasarkan komplikasi pada janin dengan kehamilan postterm adalah kejadian asfiksia dimana pada tahun 2010 diperkirakan 3,6 juta dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia. Di RSUD XXX terjadi kecenderungan peningkatan angka postterm tahun 2011 terdapat 5,78% kasus, tahun 2012 terdaat 6,96%, meningkat lagi tahun 2013 10,77% kasus. Beberapa faktor penyebab kehamilan postterm adalah kesalahan dalam penanggalan, merupakan penyebab paling sering, usia primigravida, riwayat kehamilan lewat bulan, defisiensi sulfatase plasenta, dan jenis kelamin janin laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian postterm pada ibu bersalin di RSUD XXX  Tahun 2013.

Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu bersalin di RSUD XXX tahun 2013 sebanyak 1.179 orang. Besar sampel diambil menggunakan rumus Slovin sejumlah 299 responden dengan tehnik systematic random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia, paritas dan jenis kelamin janin dan variabel terikatnya kejadian postterm. Pengumpulan data sekunder dengan alat pengumpulan data berupa lembar checklist, dianalisis secara univariat dengan rumus prosentase dan bivariat menggunakan uji chi square.

Hasil penelitian didapatkan bahwa proporsi ibu bersalin yang mengalami  Postterm sebesar 23,75% (71 ibu bersalin), umur berisiko sebesar 29,77% (89 ibu bersalin), paritas berisiko sebesar 25,75% (77 ibu bersalin), jenis kelamin janin laki-laki sebesar 34,11% (102 ibu bersalin). Hasil uji chi square hubungan usia ibu dengan kejadian Postterm dengan p value: 0,002, hubungan antara paritas ibu dengan kejadian Postterm dengan p value: 0,000, hubungan antara jenis kelamin janin ibu dengan kejadian Postterm pada ibu bersalin dengan p value: 0,018). 

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara usia, paritas dan jenis kelamin janin dengan kejadian postterm di RSUD XXX Tahun 2013, sehingga dapat disarankan untuk melakukan penangan kejadian postterm dengan monitoring janin, mengamati insufisiensi plasenta, pengambilan keputusan dengan cepat jika terdapat tanda gawat janin dengan tindakan seksio sesarea serta upaya preventif dengan konseling dan deteksi dini  kejadian postterm pada ibu hamil dengan rutin melakukan ANC.

Kata Kunci : Usia, Paritas, Jenis kelamin janin, Postterm
Daftar Bacaan : 24 (2002-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Fans Page