Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label AKBID dan AKPER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKBID dan AKPER. Tampilkan semua postingan

27 Desember, 2015

Angka Kematian dan Penyebab Kematian Bayi Baru Lahir menurut WHO tahun 2015

Berikut data mengenai Angka Kematian bayi baru Lahir dan penyebabnya yang kami sadur langsung dari situs resmi WHO:

Upaya global untuk mengurangi angka kematian bayi telah memiliki dampak paling besar bayi saat bulan-bulan pertama hidup mereka. Pada 2015, ada 2,7 juta kematian neonatal (kematian dalam 28 hari pertama kehidupan) secara global, yang mewakili 45% dari seluruh kematian pada anak balita, dengan 73% terjadi dalam waktu tujuh hari lahir.

Angka kematian neonatal telah menurun di seluruh wilayah WHO sejak tahun 1990, dengan tingkat global yang turun dari 36,2 menjadi 19,2 kematian per 1.000 kelahiran hidup antara tahun 1990 dan 2015, dengan penurunan sebesar 47%. Namun, persentase kematian pada anak balita yang terjadi pada periode neonatal meningkat dari 40% menjadi 45% karena angka kematian pada usia 1-59 bulan menurun lebih cepat. Di Kawasan Pasifik Barat mengalami penurunan terbesar dalam NMR di 75%, sedangkan wilayah Mediterania Timur Daerah dan Wilayah Afrika terkecil (keduanya 38%). Sejak tahun 2000, angka kematian neonatal disebabkan oleh dua penyebab utama, asfiksia saat lahir (34%) dan prematuritas (21%). Kematian akibat tetanus neonatal telah menurun hampir 80% untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:





15 Oktober, 2014

Hubungan Posisi Ibu Dengan Lama Persalinan Kala II Pada Ibu Bersalin

Kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa alamiah atau natural yang didambakan oleh setiap wanita dalam kehidupan rumah tangganya. Masalah yang kadang timbul selama proses persalinan diantaranya adalah lamanya persalinan kala II yang dapat berujung pada kejadian partus lama. Partus lama dapat berdampak terhadap kejadian infeksi intrapartum, infeksi adalah bahaya yang serius yang mengancam ibu dan janinnya pada partus lama, terutama bila disertai pecahnya ketuban. Lama persalinan kala II persalinan dapat disebabkan oleh beberapa sebab diantaranya yaitu posisi persalinan yang dipilih ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan posisi ibu dengan lama persalinan kala II di RSB XXX Tahun 2014.

Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu bersalin normal di RSB XXX Tahun 2014 pada bulan Mei sebanyak 38 ibu bersalin dimana keseluruhannya dijadikan sampel dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan checklist, dan teknik analisa data meliputi univariat dengan rumus persentase dan bivariat yang menggunakan uji statistik chi-square .

Hasil penelitian diperoleh berdasarkan analisa univariat dari 38 responden, sebanyak 55,26% ibu bersalin tidak miring kiri, dan 44,74 % ibu bersalin dengan miring kiri. Lama persalinan kala II yang tidak normal sebanyak 65,79 %, dan yang normal sebanyak 34,21%.  Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji chi square  diperoleh  nilai X2hitung = 8,280 > X2hitung = 3,841 sehingga Ho ditolak yang berarti ada ada hubungan posisi dengan lama persalinan kala II di RSB XXX Tahun 2014.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara posisi ibu dengan lama persalinan kala II. Oleh karena itu diharapkan bagi RSB XXX maka diperlukan dari bidan untuk membimbing ibu selama proses persalinan dengan menganjurkan ibu untuk memilih posisi miring ke kiri sehingga mempercepat proses persalinan.

Kata Kunci : Posisi persalinan, Lama kala II
Daftar Pustaka : 22 (1996 -2012)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Hubungan Perdarahan Antepartum dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum

Asfiksia adalah kegagalan untuk memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur pada saat bayi baru lahir atau beberapa saat sesudah lahir. Di Provinsi Lampung, asfiksia neonatorum menjadi penyebab nomor 2 kematian bayi dengan persentasentase sebesar 33,5%. Salah satu penyebab terjadinya asfiksia neonatorum adalah perdarahan antepartum. Asfiksia neonatorum dapat menyebabkan kematian pada janin. Di RSUD XXX diperoleh data pada tahun 2013 dari 1942 ibu bersalin terdapat 326 ibu bersalin (16,78%) yang melahirkan bayi asfiksia. 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD XXX tahun 2013. 

Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain Cross Sectional. Data yang diambil meliputi data sekunder dan alat ukurnya berupa checklist. Variabel dependent-nya adalah asfiksia neonatorum dan variabel independent-nya adalah perdarahan antepartum. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD XXX, Mei-Juni 2014. Tekhnik pengambilan sampel dengan rumus Notoatmodjo dan systematic random sampling. Populasi penelitian ini berjumlah 1942 ibu bersalin dan sampel berjumlah 332 ibu bersalin. Analisa menggunakan analisis univariat dengan distribusi proporsi perdarahan antepartum dan distribusi proporsi asfiksia neonatorum dan bivariat dengan distribusi proporsi hasil bivariat dengan menggunakan uji chi-square.

Hasil uji statistik univariat didapat proporsi asfiksia neonatorum sebesar 16,9% dan proporsi asfiksia neonatorum dengan perdarahan antepartum sebesar 21,4%. Hasil uji statistik bivariat dengan analisa chi-square antara perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia neonatorum didapat p-value 0,000 < α 0,05. 

Peneliti menyimpulkan adanya hubungan perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia neonatorum. Peneliti berharap tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengawasan dan penanganan perdarahan antepartum sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut seperti asfiksia neonatorum. Tenaga kesehatan khususnya bidan juga diharapkan dapat segera melakukan penanganan asfiksia neonatorum agar angka kesakitan dan kematian bayi dapat berkurang. 
.
Kata Kunci : Perdarahan Antepartum, Asfiksia Neonatorum
Daftar Pustaka :  15 (2009-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Hubungan Antara Kehamilan Pada Usia Remaja Dengan Kejadian Anemia

Usia yang aman untuk kehamilan dan persalinan dalam masa reproduksi sehat adalah 20-30 tahun, namun remaja berusia 10-24 tahun di Indonesia tiap tahunnya sebanyak 15 juta atau 24% dari 62 juta hamil dan melahirkan. Padahal kehamilan usia muda memiliki resiko kematian, kesakitan maternal dan komplikasi kehamilan. Komplikasi kehamilan saat remaja yang dapat terjadi salah satunya adalah anemia. Ibu-ibu yang berusia remaja mempunyai resiko anemia lebih tinggi dibandingkan usia produktif atau 20-35 tahun. Pada masa remaja, pembentukan sum-sum tulang belakang masih belum sempurna sehingga menyebabkan kadar Hb dalam darah cenderung rendah akibatnya peluang anemia menjadi besar. Hasil survei di Puskesmas XXX ditemukan sebanyak 50% dari 30 orang ibu hamil yang berusia remaja mengalami anemia, hal ini menunjukkan masih tingginya prevalensi anemia pada kehamilan dibandingkan angka nasional (40%), maka dapat dirumuskan masalah ”Apakah ada hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia di Puskesmas XXX?”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehamilan pada usia remaja dengan kejadian anemia di Puskesmas XXX.

Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 orang dengan jumlah  sampel sebanyak 65 orang ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan pemeriksaan darah perifer dengan menggunakan Hb Sahli. Analisis data menggunakan analisis univariat dilakukan untuk memperoleh distribusi frekuensi dan presentase untuk tiap-tiap variabel penelitian dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia dengan menggunakan uji chi square .

Hasil penelitian di Puskesmas XXX diperoleh dari 65 orang responden sebanyak 60% berusia remaja, prevalensi kejadian anemia di Puskesmas XXX dari 65 orang responden usia < 20 tahun dan > 20 tahun sebanyak 52,3%, ibu hamil < 20 tahun 66,7% dan > 20 tahun 30,8%. Hasil uji chi square diperoleh P-value = 0,010 (P < 0,05) artinya terdapat hubungan antara kehamilan pada usia remaja dengan kejadian anemia dan nilai OR = 4,5 artinya kehamilan usia remaja berpeluang 4,5 kali lebih besar terkena anemia dari pada usia 20-35 tahun.  

Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia dan kehamilan usia remaja beresiko lebih tinggi terkena anemia daripada usia 20-35 tahun, jadi diharapkan petugas puskesmas dapat meningkatkan promosi kesehatan mengenai kesehatan reproduksi remaja dan penyuluhan pada ibu hamil untuk rutin mengkonsumsi tablet Fe dan makan makanan bergizi untuk mengurangi kejadian anemia khususnya pada ibu hamil yang berusia remaja.

Kata Kunci : Kehamilan usia remaja, Anemia pada kehamilan
Daftar Bacaan : 37 (1985-2009)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Gambaran Pengetahuan Ibu yang Mempunyai Bayi Usia 0-6 Bulan Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI

Pemberian MPASI banyak sekali pengaruhnya, hal yang mempengaruhi pemberian MPASI antara lain keaktifan orang tua, gizi, dan keadaan ekonomi sosial keluarga. Namun demikian, konsumsi pangan keluarga dapat berpengaruh terhadap status gizi keluarga yang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap status gizi bayi, karena bayi juga bagian dari kehidupan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan tentang pemberian Makanan Pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas XXX tahun 2014.

Desain penelitian ini bersifat deskritif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan tentang pemberian makanan pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas XXX Tahun 2010. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas XXX.berjumlah 230 orang, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah teknik simple random sampling yang berjumlah 70 orang.

Hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu tentang pengertian makanan pendamping ASI termasuk dalam kategori cukup (38,6%), pengetahuan ibu tentang tujuan makanan pendamping ASI termasuk dalam kategori baik (41,4%), pengetahuan ibu tentang kerugian makanan pendamping ASI termasuk dalam kategori cukup (42,9%) dan pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan tentang cara pemberian makanan pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas XXX tahun 2014 termasuk dalam kategori baik (65,7%)

Saran yang diberikan peneliti adalah adanya kebijakan dari Dinas Kesehatan kepada Puskemas agar lebih ditingkatkan lagi penyuluhan pada masyarakat tentang MPASI di masa yang akan datang, lebih diperbanyak literatur di perpustakaan khususnya tentang MPASI dan hasil penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh peneliti lain dengan variabel dan tempat yang berbeda.

Kata Kunci : Pengetahuan, MPASI
Daftar Pustaka :  20 (2002-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Gambaran Pengetahuan Akseptor KB tentang Metode Operatif Wanita

Pemakaian alat kontrasepsi merupakan salah satu bentuk perilaku kesehatan, terutama pada perempuan. Propinsi XXX proporsi peserta KB aktif  yang tertinggi adalah peserta KB suntik sebesar 41,62% dibandingkan dengan pilihan lain seperti metode operatif wanita. Salah satu penyebab rendahnya minat akseptor KB terhadap alat kontrasepsi MOW adalah pengetahuan. Penggunaan alat kontrasepsi dapat membantu menekan laju pertumbuhan penduduk. Di Pukesmas XXX pada tahun 2014 terdapat 49 akseptor KB MOW (2,62%) dari 1.871 akseptor KB aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan akseptor KB tentang metode operatif wanita di Puskesmas XXX. 

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan obyek penelitian pengetahuan. Sedangkan subyek penelitian ini adalah seluruh akseptor KB. Populasi penelitian ini berjumlah 1.871 akseptor KB aktif dan sampel berjumlah 400 akseptor KB didapatkan dari perhitungan rumus slovin. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di Puskesmas XXX dan dilaksanakan Mei-Juni 2014. Teknik pengambilan sampel dengan systematic random sampling dan menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Analisa menggunakan analisis univariat dengan penyajian distribusi proporsi pengetahuan akseptor KB.

Hasil uji statistik univariat didapatkan distribusi proporsi pengetahuan akseptor KB sebesar 57,5% berpengetahuan baik dan sebanyak 42,5% berpengetahuan kurang. 

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan akseptor KB di Puskesmas XXX yang termasuk dalam kategori kurang. Peneliti berharap tenaga kesehatan khususnya bidan dapat memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan agar akseptor KB mengerti tentang keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi sehingga akseptor KB yang memenuhi kategori penggunaan MOW mau menggunakan alat kontrasepsi MOW.

Kata Kunci : Pengetahuan, Metode Operatif Wanita
Daftar Pustaka :  20 (2002-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


19 Juli, 2014

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Postterm Pada Ibu Bersalin

Komplikasi kehamilan postterm mempunyai pengaruh terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Berdasarkan komplikasi pada janin dengan kehamilan postterm adalah kejadian asfiksia dimana pada tahun 2010 diperkirakan 3,6 juta dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia. Di RSUD XXX terjadi kecenderungan peningkatan angka postterm tahun 2011 terdapat 5,78% kasus, tahun 2012 terdaat 6,96%, meningkat lagi tahun 2013 10,77% kasus. Beberapa faktor penyebab kehamilan postterm adalah kesalahan dalam penanggalan, merupakan penyebab paling sering, usia primigravida, riwayat kehamilan lewat bulan, defisiensi sulfatase plasenta, dan jenis kelamin janin laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian postterm pada ibu bersalin di RSUD XXX  Tahun 2013.

Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu bersalin di RSUD XXX tahun 2013 sebanyak 1.179 orang. Besar sampel diambil menggunakan rumus Slovin sejumlah 299 responden dengan tehnik systematic random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia, paritas dan jenis kelamin janin dan variabel terikatnya kejadian postterm. Pengumpulan data sekunder dengan alat pengumpulan data berupa lembar checklist, dianalisis secara univariat dengan rumus prosentase dan bivariat menggunakan uji chi square.

Hasil penelitian didapatkan bahwa proporsi ibu bersalin yang mengalami  Postterm sebesar 23,75% (71 ibu bersalin), umur berisiko sebesar 29,77% (89 ibu bersalin), paritas berisiko sebesar 25,75% (77 ibu bersalin), jenis kelamin janin laki-laki sebesar 34,11% (102 ibu bersalin). Hasil uji chi square hubungan usia ibu dengan kejadian Postterm dengan p value: 0,002, hubungan antara paritas ibu dengan kejadian Postterm dengan p value: 0,000, hubungan antara jenis kelamin janin ibu dengan kejadian Postterm pada ibu bersalin dengan p value: 0,018). 

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara usia, paritas dan jenis kelamin janin dengan kejadian postterm di RSUD XXX Tahun 2013, sehingga dapat disarankan untuk melakukan penangan kejadian postterm dengan monitoring janin, mengamati insufisiensi plasenta, pengambilan keputusan dengan cepat jika terdapat tanda gawat janin dengan tindakan seksio sesarea serta upaya preventif dengan konseling dan deteksi dini  kejadian postterm pada ibu hamil dengan rutin melakukan ANC.

Kata Kunci : Usia, Paritas, Jenis kelamin janin, Postterm
Daftar Bacaan : 24 (2002-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

07 November, 2012

Paket Jasa Pembuatan KTI-SKRIPSI Online

PAKET PEMBUATAN KARYA TULIS ILMIAH SKRIPSI
“BASCOM METRO”


Paket
Layanan  Jasa
Produk
Paket
A
Rp. 100.000,-
Karya Tulis Ilmiah/Skripsi lengkap proposal + hasil penelitian yang sudah jadi sesuai dengan daftar judul yang telah disediakan

CD data KTI/Skripsi Lengkap
Untuk data berupa soft copy atau kirim via email hanya Rp. 50.000,-
Paket
B
300.000,-
Pembuatan Proposal KTI/Skripsi dengan judul baru sesuai dengan keinginan pemesan lengkap dari awal sampai dengan lampiran dengan konsultasi awal (1 kali saat penyerahan) tanpa konsultasi lanjutan
·         Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan pemesan*)
·         Referensi selain buku (internet, jurnal, dll disediakan)

  •  CD data Proposal Lengkap
  • Hardcopy (print out) Proposal lengkap (1 kali  saat penyerahan awal)
  • Print out sumber dari internet + jurnal

Paket
C
Rp. 500.000,-
Pembuatan Proposal KTI/Skripsi dengan judul baru sesuai dengan keinginan pemesan lengkap dari awal sampai lampiran dengan + konsultasi sampai dengan proposal ACC sidang
·         Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan pemesan*)
·         Referensi selain buku (internet, jurnal, dll disediakan)

·         CD data Proposal  Lengkap
·         Hardcopy proposal (print out) 1 kali saat penyerahan awal selanjutnya jika terdapat perbaikan dicetak sendiri
·         Print out sumber dari internet + jurnal
Paket
D
Rp. 750.000,-
Pembuatan Proposal KTI/Skripsi dengan judul baru sesuai dengan keinginan pemesan lengkap dari awal sampai lampiran dengan + konsultasi sampai dengan proposal ACC sidang
· Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan pemesan*)
· Referensi selain buku (internet, jurnal, dll disediakan)
·         CD data Proposal  Lengkap
·         Hardcopy proposal (print out) sampai dengan ACC sidang tidak terbatas sesuai dengan proses konsultasi
·         Print out sumber dari internet + jurnal
Paket
E
Rp. 400.000,-
Pembuatan hasil penelitian KTI/Skripsi dengan judul baru sesuai dengan keinginan pemesan, lengkap dari awal sampai dengan lampiran dengan konsultasi awal (1 kali saat penyerahan) tanpa konsultasi lanjutan
(Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan pemesan*)
· Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan pemesan*)
·Referensi selain buku (internet, jurnal, dll disediakan)
·         CD data Hasil penelitian Lengkap
·         Hardcopy (print out) hasil penelitian lengkap 1 kali saat penyerahan awal
·         Print out sumber dari internet + jurnal
Paket
F
Rp. 500.000,-
Pembuatan hasil penelitian KTI/Skripsi dengan judul baru sesuai dengan keinginan pemesan, lengkap dari awal sampai dengan lampiran + konsultasi sampai dengan proposal ACC sidang

(Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan pemesan*)
·         Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan pemesan*)
·         Referensi selain buku (internet, jurnal, dll disediakan)

·         CD data hasil penelitian Lengkap
·         Hardcopy proposal (print out) 1 kali saat penyerahan awal selanjutnya dicetak sendiri
·         Print out sumber dari internet + jurnal
Paket
G
Rp. 750.000,-
Pembuatan Hasil penelitian KTI/Skripsi dengan judul baru sesuai dengan keinginan pemesan, lengkap dari awal sampai dengan lampiran + konsultasi sampai dengan proposal ACC sidang
(Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan penesan)
·         Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan pemesan*)
·         Referensi selain buku (internet, jurnal, dll disediakan)

·         CD data Hasil penelitian  Lengkap
·         Hardcopy hasil penelitian (print out) sampai dengan ACC sidang tidak terbatas sesuai dengan proses konsultasi
·         Print out sumber dari internet + jurnal
Paket
FULL
Rp. 1.500.000,-
Untuk KTI

Rp. 2.000.000,-
Untuk Skripsi
Pembuatan KTI/Skripsi lengkap (proposal dan hasil penelitian) dengan judul baru sesuai dengan keinginan pemesan, lengkap dari awal sampai dengan lampiran dengan konsultasi sampai dengan selesai atau ACC sidang
·         Referensi buku terima jadi atau dengan referensi sesuai keinginan pemesan*)
·         Referensi selain buku (internet, jurnal, dll disediakan)

·         CD data KTI/Skripsi Lengkap
·         Hardcopy (print out) KTI/Skripsi disediakan sesuai dengan hasil konsultasi sampai dengan selesai
·         Konsultasi perbaikan dan pencetakan hasil tidak dibatasi sampai dengan ACC Jilid
·         Print out sumber dari internet + jurnal

Paket
H
Rp. 300.000,-
Jasa konsultasi pembuatan proposal dan skripsi sampai dengan selesai 
·         Konsultasi penyusunan dan perbaikan tanpa print out (perbaikan dikerjakan sendiri oleh pemesan)

Paket
I
Rp. 300.000,-
Jasa edit pengetikan KTI/Skripsi sesuai dengan standar kampus tepat kuliah masing-masing pemesan
·         CD data KTI/Skripsi Lengkap
·         Hardcopy (print out) KTI/Skripsi 1 kali
Paket
HI
Rp. 500.000,-
·   Jasa konsultasi pembuatan proposal dan hasil penelitian sampai dengan selesai 
·     Jasa edit pengetikan KTI sesuai dengan standar kampus tepat kuliah masing-masing pemesan
·         Konsultasi penyusunan dan perbaikan
·         Edit pengetikan + print out 1 kali (jika masih terdapat perbaikan tetap mendapatkan jasa konsultasi namun perbaikan dan print out selanjutnya dikerjakan sendiri)
·         CD data KTI/Skripsi Lengkap

PILIH SESUAI DENGAN KEINGINAN ANDA
*   Buku referensi disesuaikan dengan keinginan pemesan sesuai dengan buka yang dimiliki pemesan, kami tidak menyediakan atau menjual buku referensi.

JIKA ANDA BERMINAT MENGGUNAKAN JASA KAMI SILAHKAN KLIK TOMBOL "PESAN KTI" DIBAWAH INI


27 Oktober, 2011

Persalinan dengan Kala III Memanjang


Kala III dimulai segera setelah lahir sampai lahirnyanya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. Waktu yang paling kritis untuk mencegah perdaraan post partum adalah ketika plasenta lahir. Ketika plasenta terlepas atau sepenuhnya terlepas atau tidak keluar, maka perdarahan terjadi di belakang plasenta sehingga uterus tidak dapat sepenuhnya berkontraksi karena plasenta masih di dalam. Kontraksi pada otot uterus merupakan mekaniske fisiologi yang menghentikan perdarahan. Manajemen aktif pada kala III persalinan mempercepat kelahiran plasenta dan dapat mencegah atau mengurangi perdarahan post partum. 

1. Tanda-Tanda Lepasnya Plasenta
Tanda-tanda lepasnya plasenta menurut Buku Asuhan Persalinan Normal dan Inisiasi Menyusui Dini (2008 : 124) yaitu :
a. Perubahan bentuk dan tinggi fundus
Setelah bayi lahir dan sebelum miometrium mulai berkontraksi, uterus berbentuk bulat penuh dan tinggi fundus biasanya di bawah pusat. Setelah uterus berkontraksi dan plasenta terdorong ke bawah, uterus berbentuk segitiga atau seperti buah pear atau alpukat dan fundus berada di atas pusat.
b. Tali pusat memanjang
Tali pusat terlihat menjulur melalui vulva 
c. Semburan darah mendadak dan singkat 
Darah yang terkumpul di belakang plasenta akan membantu mendorong plasenta keluar dibantu oleh gaya gravitasi. Apabila kumpulan darah dalam ruang didalam dinding uterus dan permukaan dalam plasenta melebihi kapasitas tampungnya maka darah tersembur keluar dari tepi plasenta yang terlepas.

2. Manajemen Aktif Kala III
Tujuan manajemen aktif kala tiga adalah menghasilkan kontraksi uterus yang lebih efektif sehingga dapat mempersingkat waktu, mencegah perdarahan dan mengurangi kehilangan darah kala tiga persalinan jika dibandingkan dengan penatalaksanan fisiologi. Sebagian besar besar kasus kesakitan dan kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan dimana sebagian besar disebabkan oleh atonia uteri dan retensio plasenta yagn sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan manajemen aktif kala tiga.

Keuntungan-Keuntungan Manajemen Aktif Kala III 
a. Persalinan kala tiga yang lebih singkat 
b. Mengurangi jumlah kehilangan darah 
c. Mengurangi kejadian retensio plasenta 

Manajemen Aktif Kala III terdiri dari tiga langkah utama, yaitu :
a. Pemberian suntikan oksitosin dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir 
b. Melakukan penegangan tali pusat terkendali 
c. Masase fundus uteri 

3. Pemberian Suntikan Oksitosin 
a. Serahkan bayi yang telah terbungkus kain pada ibu untuk diberi ASI 
b. Letakkan kain bersih di atas perut ibu 
c. Periksa uterus untuk memastikan tidak ada bayi yang lain 
d. Beritahu ibu bahwa ia akan disuntik 
e. Segera (dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir) suntik oksitosin 10 unit IM pada 1/3 bagian atas paha bagian luar (aspektus lateralis) 


4. Penegangan Tali Pusat Terkendali
a. Berdiri disamping ibu 
b. Pindahkan klem (penjepit untuk memotong tali pusat saat kala dua) pada tali pusat sekitar 5-20 cm dari vulva 
c. Letakkan tangan yang lain pada abdomen ibu (beralaskan kain) tepat di atas simfisis pubis. Gunakan tangan ini untuk meraba kontraksi uterus dan menekan uterus pada  saat melakukan penegangan pada tali pusat. Setelah terjadi kontraksi yang kuat, tegangkan tali pusat dengan satu tangan dan tangan yang lain (pada dinding abdomen) menekan uterus ke arah luma dan kepala ibu (dorso-kranial). Lakukan secara hati-hati untuk mencegah terjadi inversio uteri 
d. Bila plasenta belum lepas, tunggu hingga uterus berkontraksi kembali (sekitar dua atau tiga menit berselang) untuk mengulangi kembali penegan tali pusat terkendali.
e. Saat mulai kontraksi (uterus menjadi bulat) atau tali pusat menjulur) tegangkan tali pusat ke arah bawah, lakukan tekanan dorso-kranial hingga tali pusat makin menjulur dan korpus uteri bergerak ke atas yang menandakan plasenta telah lepas dan dapat dilahirkan.
f. Tetapi jika langkah 5 di atas tidak berjalan sebagaimana mestinya dan plasenta tidak turun setelah 30-40 detik dimulainya penegangan tali pusat dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan lepasnya plasenta, jangan teruskan penegangan tali pusat.
1) Pegang klem dan tali pusat dengan lembut dan tunggu sampai kontraksi berikutnya. Jika perlu, pindahkan klem lebih dekat ke perineum pada saat tali pusat memanjang. Pertahankan kesabaran pada saat melahirkan plasenta.
2) Pada saat kontraksi berikutnya terjadi, ulangi penegangan tali pusat terkendali dan tekanan dorso-kranial pada korpus uteri secara serentak. Ikuti langkah-langkah tersebut pada setiap kontraksi hingga terasa plasenta terlepas dari dingin uterus. 
g. Setelah plasenta terpisah, anjurkan ibu untuk meneran agar plasenta terdorong keluar melalui introitus vagina. Tetap tegangkan tali pusat dengan arah sejajar lantai (mengikuti poros jalan lahir).
h. Pada saat plasenta terlihat pada introitus vagina, lahirkan plasenta dengan mengangkat tali pusat ke atas dan menopang plasenta dengan tangan lainnya untuk diletakkan dalam wadah penampung. Karena selaput ketuban mudah robek, pegang plasenta dengan kedua tangan dan secara lembut putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin menjadi satu.
i. Lakukan penarikan dengan lembut dan perlahan-lahan untuk melahirkan selaput ketuban
j. Jika selaput ketuban robek dan tertinggal di jalan lahir saat melahirkan plasenta, dengan hati-hati periksa vagina dan serviks dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan anda atau klem DTT atau streil atau forsep untuk keluarkan selaput ketuban yang teraba.

Jika plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit, berikan 10 unit oksitosin IM dosis kedua. Periksa kandung kemih, jika ternyata penuh, gunakan teknik aseptik untuk memasukkan kateter Netalon disinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk mengosongkan kandung kemih. Ulangi kembali penegangan tali pusat dan tekanan dorso kranial seperti yang diuraikan di atas.
Setelah lahirnya plasenta harus diperiksa kelengkapannya dan masase uterus dilakukan untuk merangsang kontraksi uterus serta periksa perineum dari perdarahan aktif. Pada prinsipnya pencegahan perdarahan postpartum yaitu dengan meningkatkan kontraksi uterus dan mempercepat kala III persalinan ini.

Fans Page