Ads 468x60px

03 Juni, 2011

Pedoman Pelayanan Asuhan Antenatal


I.       Asuhan Antenatal

Asuhan antenatal adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan obstetrik untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama kehamilan. Untuk melakukan asuhan antenatal yang baik, petugas pelaksana asuhan harus memiliki kompetensi untuk mengenali perubahan homonal, anatomi dan fisiologi yang terkait dengan proses kehamilan. Pemahaman perubahan fisiologis tersebut adalah modal untuk mengenali kondisi patologis kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya, termasuk melakukan rujukan optimal dan tepat waktu.   

I.1. Tujuan Asuhan Antenatal

  1. Membangun rasa saling percaya antara klien dan petugas kesehatan
b.      Mengupayakan kondisi terbaik bagi ibu dan bayi yang dikandungnya
c.       Memperoleh informasi dasar tentang kesehatan ibu dan kehamilannya
d.      Mengidentifikasi dan menatalaksana kehamilan risiko tinggi
e.       Memberikan edukasi untuk menjaga kualitas kehamilan
f.        Menghindarkan masalah kesehatan yang dapat membahayakan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.

I.2. Pengamatan dan Pemeriksaan Antenatal

Agar dapat melakukan asuhan antenatal, petugas kesehatan harus mengetahui hal-hal berikut ini:

1.       Perubahan Fisiologis Hormonal pada Kehamilan
2.      Uji Hormonal Kehamilan
3.      Perubahan Anatomi dan Fisiologi pada Kehamilan
a.      Pembesaran disertai penipisan dinding uterus
b.      Deteksi DJJ
c.       Gerakan janin
d.      Palpasi bagian-bagian tubuh
e.       Ballottement
4.     Jadwal Kunjungan Asuhan Antenatal
5.    Pemeriksaan Rutin dan Penelusuran Penyulit Selama Kehamilan
a.      Pemeriksaan Umum (generalis)
b.      Pemeriksaan Khusus (lokalis)
c.       Pemeriksaan Abdomen
·         Inpeksi
·         Palpasi
·         Auskultasi
d.      Pemeriksaan Laboratorium
e.       Pemeriksaan tambahan (Ultrasonografi, Rontgen, Genetika, dsb)
6.         Pemantauan gejala dan tanda bahaya selama kehamilan
a.      Perdarahan pada kehamilan muda dan lanjut
b.      Hipertensi atau Kejang
c.       Nyeri perut menjelang persalinan 
d.      Beberapa gejala dan tanda terkait dengan gangguan kehamilan adalah:
·                     Muntah berlebihan yang berlangsung selama kehamilan
·                     Disuria
·                     Menggigil atau demam
·                     Ketuban Pecah Dini atau Sebelum Waktunya
·                     Uterus lebih besar/lebih kecil dari usia kehamilan yang sesungguhnya
e.       Gangguan Kesehatan dan Penyakit Berbahaya yang Menyertai Kehamilan
·         Tuberkulosis Paru
·         Malaria
·         Hepatitis B
·         Infeksi Menular Seksual (IMS)
·         Dekompensatio Kordis
·         HIV/AIDS (Prevention of Mother to Child Transmission-PMTCT)
7.      Pemantauan pada Kunjungan Berkala Asuhan Antenatal
Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan antenatal secara berkala dan teratur. Lakukan pemeriksaan dan pencatatan kesehatan ibu hamil dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya, yaitu:
·         Keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil
·         Hasil pemeriksaan setiap kunjungan
·         Menilai Kesejahteraan Janin
8.      Edukasi Kesehatan bagi Ibu Hamil
Kunjungan antenatal memberi kesempatan bagi petugas kesehatan untuk memberikan informasi kesehatan esensial bagi ibu hamil dan keluarganya. Beberapa informasi penting tersebut adalah:
a.      Nutrisi yang adekuat
Kalori
Protein
Kalsium
Zat besi
Asam folat
b.      Perawatan payudara
c.       Perawatan gigi
d.    Kebersihan tubuh dan pakaian

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ada pertanyaan ataupun komentar ....!

Fans Page